Cinta CEO Yang Terlambat

Cinta CEO Yang Terlambat
Part 26


__ADS_3

Sepeninggal Alex, David duduk dimana Alex duduki tadi. Dia lalu memandang Jaselyn yang masih menundukkan kepala sambil memainkan jari-jarinya.


"Apa kau takut dengannya?" Tanya David membuat Jaselyn menatapnya.


"Saya..saya.."


"Aku tahu kau pasti takut padanya karena dia sudah memperlakukanmu dengan tidak baik.Tapi asal kau tahu, dia adalah orang yang sangat baik."


David berdiri dan berjalan kearah jendela membelakangi Jaselyn.


"Aku adalah seorang dokter, tetapi aku di khianati oleh orang-orang yang ada di dekatku. Dan ketika aku di ambang kematian, Alex d menyelamatkanku dan bahkan menjadikanku sebagai dokter pribadinya. Dia memperlakukanku sangat baik."


David menoleh dan menatap Jaselyn" Kau tahu berapa banyak orang yang sudah dia bantu?"


"Aku... Aku tidak tahu." Ucap Jaselyn sambil menggelengkan kepalanya.


"Kau bisa melihat para pelayan disini? Mansion yang begitu besar hanya di tinggali dia sendiri, tetapi kenapa mempunyai banyak pelayan juga tukang kebun."


"Mak..sud dokter, semuanya.."


David mengangguk dan berjalan mendekati Jaselyn "Benar, semua orang yang ada disini adalah orang-orang yang telah Alex selamatkan. Dia juga mempunyai satu mansion dengan ukuran yang lebih besar, dan disana ada orang-orang yang Alex tolong lainnya. Apa kau tahu semua anak buah yang Alex latih itu? Semuanya adalah para gelandang4n yang tidak punya tempat tinggal juga kelaparan di jalan."


Jaselyn tidak percaya dengan apa yang David katakan. Karena apa yang dia lihat dan dia rasakan dari perlakuan Alex padanya berbanding terbalik dengan apa yang David katakan.


David menatap Jaselyn, dia tahu jika wanita yang ada du depannya pasti tidak percaya dengan apa yang dia katakan. Karena bagaimanapun perbuatan yang Alex lakukan telah membuatnya sangat ketakutan.

__ADS_1


"Tidak apa-apa jika kau tidak percaya. Selama kau disini kau bisa melihatnya sendiri. Dia tidak pernah marah kepada orang yang ada di mansion ini, kecuali orang itu membuat kesalahan yang tidak dapat dia maafkan." Ucao David.


Setelah mengatakan itu pada Jaselyn, David berjalan keluar dari dalam kamar membiarkan Jaselyn termenung sendirian, memahami apa yang telah di katakan oleh David.


"Alex, aku sudah membantumu sampai sini. Jika dia tidak mempercayai apa yang sudah aku katakan padanya dan tetap membencimu, maka itu adalah hukuman untukmu sendiri karena telah menyakitinya."


David berjalan turun ke lantai satu, dan di ruang keluarga David melihat Alex tengah duduk dengan laptop di atas pangkuannya.


"Berhentilah bekerja saat dirumah. Sudah berapa kali aku menegurmu, kau ini bukan robot, pikirkan kesehatanmu." Ucap David seraya duduk di sofa kosong yang ada didepan Alex.


"Bagaimana dia?"


"Dia tidak apa-apa. Kau hanya harus memberikannya sedikit waktu agar dia terbisa dengan mansion dan orang-orang yang ada disini."


"Aku harus kembali, besok aku akan kesini lagi."


"Hm."


David melihat Alex sebelum pergi. Sebenarnya dia sangat mengagumi Alex, karena dia adalah satu-satunya orang yang baik terhadapnya.


Namun dia juga merasa kasihan karena kehidupan Alex yang menurut David sangat berat, dan bahkan lebih berat dari kehidupannya dulu.


Dengan menenteng tas miliknya, Davis pergi dari mansion milik Alex.


...----------------...

__ADS_1


Keesokan harinya Jaselyn memberanikan diri untuk keluar dari kamarnya. Dia berjalan turun menuju ruang makan dengan pelan.


"Selamat pagi nona Jaselyn." Sapa salah seorang pelayan yang ada di ruang makan.


"Se..selamat pagi."Ucap Jaselyn dengan pelan.


Jaselyn yang melihat pintu samping terbuka, berjalan menuju taman yang berada disamping pintu ruang makan itu, dia tersenyum melihat begitu banyak bunga yang indah dan juga segar disana.


Dengan senyum mengembang Jaselyn duduk di salah satu bangku kayu di tengah taman itu.


"Ternyata disini sangat nyaman." Gumam Jaselyn menikmati pagi harinya.


Tanpa Jaselyn sadari dari lantai dua seseorang tengah memperhatikannya, dia melihat senyum manis dan wajah cantik yang bahagia milik Jaselyn.


Jaselyn melihat ada salah satu bunga yang paling dia sukai, dia lalu berjalan dan berjongkok didepan bunga itu.


Dengan wajah berbinar Jaselyn menatap bunga itu lalu mencium aroma bunga yang wangi itu.


"Apa kau suka dengan bunga itu?"


Jaselyn yang mendengar sebuah suara menoleh kearah sumber suara yang berada di belakangnya. Kedua matanya terbuka lebar saat tahu siapa pemilik suara itu.


"Tu..tuan Dominic." Ucap Jaselyn dengan gugup.


Jaselyn langsung berdiri, namun karena tidak stabil maka kakinya pun tergelincir. Dengan cepat Alex yang melihat itu menangkap tubuh Jaselyn yang jatuh, tetapi karena tidak begitu siap, akhirnya Alex dan Jaselyn jatuh kedalam kolam renang yang ada di taman bunga itu bersamaan.

__ADS_1


__ADS_2