
Byuuur
Suara air yang cukup keras ketika mereka berdua jatuh ke dalam kolam, membuat beberapa pelayan terkejut.
Mereka berlarian kearah kolam renang dan mendapati tuan mereka dan Jaselyn sudah berada didalam kolam renang itu.
Alex masih memeluk tubuh Jaselyn saat mereka muncul di permukaan.
"Kau tidak apa-apa?" Tahya Alex saat kepala mereka sudah muncul di permukaan.
Jaselyn mengangguk pelan karena takut, tapi tangannya masih memeluk leher Alex dengan kuat.
Alex yang merasa Jaselyn begitu kuat memeluk lehernya jadi tahu, jika Jaselyn takut akan tenggelam.
"Tuan muda anda baik-baik saja?" Tanya kepala pelayan sambil berlari membawa dua buah handuk.
Alex tidak menjawab, dia berenang sambil menggendong tubuh Jaselyn ke tepi kolam.
Dua orang pelayan langsung membantu menarik Jaselyn keluar dari kolam, setelah itu Alex keluar dari kolam itu sendiri.
Kepala pelayan memberikan dua handuk yang dia bawa kepada Alex dan Jaselyn.
"Kau baik-baik saja?" Tanya Alex yang melihat Jaselyn gemetar tidak jauh darinya.
Karena tidak mendapat jawaban dari Jaselyn, Alex mendekatinya dan tanpa di duga Alex mengangkat lalu menggendong tubuh kecil Jaselyn.
Melihat hal itu para pelayan membulatkan mata mereka. Siapa yang tidak akan terkejut melihat itu? Seorang Dominic Alexander yang terkenal berdarah dingin dan sangat tidak suka bersentuhan dengan orang lain, kini tengah menggendong seorang wanita.
"Apa kau lihat itu? Tuan muda..dia.." Bisik salah seorang pelayan pada pelayan lainnya.
"Mungkinkah kita akan mempunyai nyonya muda?" Bisik pelayan yang lain.
Alex tidak peduli dengan apa yang para pelayannya itu bicarakan, dia hanya peduli pada Jaselyn yang masih gemetar saat ini.
Alex menggendong Jaselyn ke lantai dua, lalu dia masuk kedalam kamar Jaselyn dan membawa Jaselyn ke kamar mandi.
"Kau baik-baik saja?" Tanya Alex lagi pada Jaselyn.
Alex melihat wajah Jaselyn yang pucat dan masih tetap diam, dengan pelan Alex memutar keran air, dan mengatur suhu air agar hangat.
Setelah itu, Alex membiarkan Jaselyn terendam oleh air hangat.
"Sebenarnya apa yang sudah dia alami di keluarga Stuart?Bagaimana mungkin dia tidak bisa berenang? Bahkan dia sangat ketakutan."
Alex keluar dari kamar mandi lalu meminta dua orang pelayan untuk membantu Jaselyn mandi
20 menit kemudian, Jaselyn telah selesai mandi dan memakai pakaian di bantu oleh oara pelayan itu.
"Istirahatlah, aku akan mengambilkan air hangat untuk mu." Ucap Alex.
Alex beranjak dari samping ranjang, namun langkahnya terhenti saat Jaselyn menarik ujung bajunya.
"Kenapa?"
"Ja..jangan tinggalkan sa..saya."
Alex meraih tangan Jaselyn lalu menggenggamnya, Alex kembali duduk di samping Jaselyn dan menatapnya dengan lekat.
"Katakan apa yang sudah terjadi padamu di keluarga itu?" Ucap Alex.
Jaselyn menundukkan kepalanya, dia ragu untuk mengatakan apa yang telah dia alami. Walaupun dia yakin jika Alex akan mencari tahu dan mengetahui semuanya. Tetapi tetap saja bagi dia sangat sulit.
"Kau tahu aku bisa mendapatkan semua informasi tentang kehidupan mu dengan mudah. Jadi.."
__ADS_1
"Saya tidak mau.." Ucap Jaselyn dengan cepat memotong perkataan Alex.
"Tidak mau? tidak mau apa?"
Jaselyn m*rem4s seprei yang ada disampingnya. Dia takut mengatakannya pada Alex.
"Katakan kau tidak mau apa?" Tanya Alex.
"Sa..saya..."
"Kalau kau tidak mau bicara aku akan keluar."
Alex bersiap untuk berdiri, namun tangannya di genggam erat oleh Jaselyn.
"Jadi kau mau mengatakannya atau tidak Jaselyn?"
"Saya..saya tidak mau di kirim untuk menemani tuan yu dan teman-temannya."
Alex mengerutkan keningnya, dia tidak tahu jika selain tuan Yu ternyata Robert Stuart menyuruh Jaselyn untuk menemani teman-teman tuan Yu juga.
Alex menatap Jaselyn, dan dia melihat kedua mata Darius memerah. Tangan Alex terulur dan mengusap pipi Jaselyn dengan lembut.
"Aku tidak akan membiarkan siapapun menyentuhmu. Jadi kau tidak perlu takut."
Jaselyn diam mendengar apa yang Alex katakan, dia lalu mendongakkan kepalanya.
"Tu..tuan Dominic....."
"Tapi kau harus menjadi pengantin ku. Itu satu-satunya cara agar mereka tidak berani."
Mata Jaselyn melebar mendengar itu.
"Pe..pengantin?"
"Tapi..tapi bukankah kita..."
"Aku tahu, tapi aku tidak keberatan mempunyai istri yang cujuo cantik sepertimu."
Jaselyn masih tidak tahu harus bagaimana, dia sangat terkejut mendengar kata-kata yang Alex katakan.
"Bagaimana bisa dua orang yang memiliki status yang berbeda akan menikah? Apakah dia sudah merasa jika tidak ada lagi wanita berkelas yang mau dengannya?"
Jaselyn masih diam, dia mencoba mencerna semuanya. Alex yang melihat itu tersenyum, lalu mengusap kepala Jaselyn.
"Aku pernah meminta mu untuk menikah dengan ku, dan aku tidak main-main. Jadi aku harap kau memikirkannya dengan baik."
Setelah mengatakan itu Alex berdiri dan berjalan keluar meninggalkan Jaselyn yang masih termenung disana.
"Menjadi pengantin? Istri?" Guma Jaselyn.
Jaselyn termenung diatas ranjang sambil memeluk selimut, sudah lebih dari 10 tahun keluarga Stuart tidak pernah memperlakukan dia dengan baik, dan Robert malah tega menjualnya kepada tuan Yu yang terkenal dengan sifat m*sumnya.
Dan sekarang orang yang beberapa hari lalu menyiksanya berkata ingin menikahinya. Jaselyn benar-benar tidak mengerti maksud dan tujuan Alex padanya.
*****
Sore harinya Jaselyn terbangun karena dia merasakan ada sentuhan lembut pada pipinya, perlahan Jaselyn membuka matanya.
"Kau sudah bangun?" Ucap orang yang mengelus pipi Jaselyn.
Kedua mata Jaselyn terkesiap dan langsung duduk melihat orang yang berada didepannya saat ini.
Jaselyn mengangguk pelan menanggapi pertanyaan Alex.
__ADS_1
"Mandilah, setelah itu aku akan membawamu keluar." Ucap Alex.
"Ke..keluar?"
"Iya, aku yakin kau pasti bosan didalam mansion. Jadi aku akan membawamu keluar sore ini."
"Tidak saya tidak mau." Jaselyn menggelengkan kepalanya beberapa kali lalu menunduk.
Kening Alex mengerut mendengar penolakan Jaselyn.
"Kenapa? Apa kau tidak merasa bosan?"
"Sa..saya."
Alex mengulurkan tangannya dan meraih dagu Jaselyn. Alex mengangkat wajah Jaselyn yang terlihat ketakutan.
"Katakan kenapa kau tidak mau keluar?" Tanya Alex.
Jaselyn menatap mata Alex, dan tidak terasa air matanya mengalir keluar.
Alex tertegun melihat Jaselyn yang tiba-tiba menangis di depannya.
"Jangan menangis, aku tidak suka melihatnya." Ucap Alex.
Alex menyeka air mata Jaselyn lalu memeluknya, Jaselyn yang merasakan kehangatan akan pelukan hangat Alex perlahan membalas pelukan itu.
Jaselyn menangis dalam pelukan Alex, orang yang pernah membuatnya tersiksa.
"Sudah jangan menangis." Alex mengusap punggung Jaselyn mencoba menenangkannya.
Beberapa saat setelah Alex tidak lagi merasakan getaran pada tubuh Jaselyn, melepaskan pelukannya lalu menatap lekat Jaselyn.
"Katakan kenapa kau tidak mau keluar?" Tanya Alex.
"Saya..saya takut..saya takut bertemu dengan ayah saya, saya tidak mau dikirim ke tuan Yu."
Alex kembali menyeka air mata Jaselyn yang masih mengalir di pipinya yang putih.
"Tidak perlu takut, aku tidak akan membiarkan mereka membawamu. Kau adalah calon pengantinku, milikku."
Jaselyn menatap mata Alex mencoba mencari kebohongan akan aoa yang Alex katakan. Tetapi dia tidak menemukannya.
"Tu..tuan Dominic...."
"Kita akan menikah, tidak bisakah kau memanggilku Alex?"
"Ta..tapi.."
"Tidak ada tapi, kau bisa menolaknya.Tapi tentu aku akan mengirimmu pada si tua Yu itu."
"Tidak..tidak saya tidak mau." Ucap Jaselyn dengan takut sambil memeluk erat tubuh Alex.
Alex diam tertegun saat tubuhnya di peluk erat oleh Jaselyn, namun setelah itu Alex membalas pelukannya.
"Baik, itu artinya kau setuju untuk menikah denganku." Ucap Alex.
Jaselyn diam, dia tidak mempunyai pilihan lain. Dia harus menikah dengan Alex jika tidak ingin di lempar pada tuan Yu yang m*sum itu.
Setidaknya sekarang Alex tidak lagi menyiksanya dan akan memperlakukan dirinya dengan lembut.
"Sekarang kau mandi, aku tunggu di bawah." Ucap Alex seraya melepaskan pelukan mereka.
Setelah mengecup kening Jaselyn, Alex berjalan keluar.
__ADS_1
Jaselyn menghapus sisa air matanya lalu beranjak dari ranjang, dia harus membersihkan diri dengan cepat karena dia tidak mau Alex menunggunya terlalu lama.