Cinta CEO Yang Terlambat

Cinta CEO Yang Terlambat
Part 29


__ADS_3

Beberapa hari kemudian Alex sudah kembali bekerja di perusahaannya. Dan hari ini adalah hari yang dia nantikan, karena David dan Leon memberitahu pada Alex, jika apa yang dia inginkan berhasil mereka berdua lakukan.


Tok tok tok


"Iya." Ucap Alex dari dalam ruang kerjanya.


Pintu terbuka, dua orang laki-laki tampan masuk ke dalam ruang kerja Alex dan membawa beberapa berkas.


Ya, dua orang itu tidak lain adalah Leon sekertaris pribadinya dan David dokter pribadi sekaligus asisten pribadi Alex di rumahnya.


"Tuan muda ini berkas yang anda inginkan." Leon menyerahkan sebuah amplop coklat pada Alex.


"Apa kalian benar-benar berhasil?"


"Tentu saja, kau bisa melihatnya. Semua ada di dalam itu." Ucap David.


Alex membuka amplop coklat itu dan membaca dua lembar kertas yang ada didalamnya.


Setelah membaca surat itu senyum dev1l Alex tersungging di wajahnya. David dan Leon yang melihat itu saling bertatapan, mereka sudah biasa melihat senyuman itu. Bahkan yang lebih menyeramkan dari itu pun sering mereka lihat.


"Bagus, apa kalian juga membuat Robert tua itu melakukan jumpa pers untuk hal ini?" Ucap Alex pada David.


"Tentu saja. Dia tidak mau kehilangan apa yang dia miliki saat ini, jadi dia akan melakukan apapun termasuk membuang anaknya."


"Baiklah, Leon ubah semua channel televisi di mansion. Aku ingin Jaselyn melihatnya sendiri, bagaimana keluarga yang selama ini dia bela membuangnya. Dengan begitu dia tidak akan takut dengan keluarga Stuart lagi jika keluar."


"Baik tuan."


Leon bergegas meninggalkan ruang kerja Alex untuk melakukan tugas yang di perintahkan oleh tuannya itu.


"Kau benar-benar sudah jatuh cinta dengan wanita muda itu." Ucap David.


"Tidak ada salahnya bukan?"


"Ya tidak ada, selagi dia mau dengan laki-laki tua seperti tuan muda ini."

__ADS_1


"David!"


"Maaf,maaf. Baiklah aku akan kembali, aku harus bersiap untuk pesta P. group nanti malam."


"Akh aku lupa! David bantu aku memilih gaun yang bagus untuk Jaselyn pakai nanti malam."


"Apa? Kenapa harus aku?"


"Karena kau asisten pribadiku."


"Baiklah, tetapi setelah pesta itu kau harus memberikan waktu padaku dan Leon."


Alex menatap David "Kau dan Leon, benar-benar...."


"Tentu, kenapa? Kami saling mencintai dan tidak ada salahnya jika kami bersama. Seperti kau dan Jaselyn."


"Ya baiklah, terserah kalian berdua."


David tersenyum senang, karena akhirnya dia bisa bersama dengan kekasih tercintanya malam ini.


Dengan wajah bahagia David meninggalkan ruang kerja Alex.


Bagi David malam ini akan menjadi malam yang paling bahagia untuknya, karena selain dia akan pergi ke pesta P. Group, dia juga akan berkencan dengan Leon sepuasnya.


Sementara itu di dalam ruang kerja, Alex menatap tajam ke depan.


"Robert Stuart nikmati pembalasanku, aku ingin kau dan keluargamu merasakan semuanya dengan perlahan." Ucap Alex dengan penuh kebencian.


...----------------...


Di perusahaan entertainment, Robert Stuart sedang bersiap untuk melakukan jumpa pers. Dia akan mengumumkan hal yang menurut dia tidak berarti tapi menurut sebagian orang sangat penting.


Di sebuah ruangan yang tidak begitu luas, Robert Stuart sudah duduk didepan para awak media yang sengaja dia undang untuk meliput apa yang akan dia sampaikan itu.


"Selamat pagi semuanya, terima kasih untuk waktu kalian yang sudah datang pada jumpa pers yang tuan Stuart adakan hari ini." Ucap asisten Robert Stuart.

__ADS_1


Para wartawan yang tidak sabar langsung fokus, tidak lupa dengan alat tulis dan kamera yang sudah mereka siapkan sebelumnya.


"Baiklah karena hari sudah semakin siang, tuan Robert Stuart akan langsung mengatakan hal yang ingin beliau sampaikan kepada semuanya." Ucap asisten Robert Stuart lagi.


Asisten Robert Stuart berdiri disamping Robert memberikan ruang untuk atasanya berbicara.


"Selamat pagi, terima kasih sebelumnya karena kalian sudah meluangkan waktu kalian hari ini. Baik saya akan langsung mengatakan sesuatu pada kalian mengenai keluarga saya."


Para wartawan mulai saling berbisik, pasalnya Robert Stuart tidak pernah suka jika ada orang lain bertanya perihal keluarganya itu. Namun hari ini, dia akan menyampaikan hal mengenai keluarganya sendiri.


"Seperti yang sudah kalian ketahui, jika saya mempunyai dua orang anak, yaitu Jaselyn Stuart dan Monica Stuart. Tetapi hari ini saya akan memberitahu, serta mengumumkan kepada kalian semua secara terbuka, jika mulai hari ini Jaselyn Stuart bukan lagi anak saya, dia bukan lagi bagian dari keluarga Stuart." Ucap Robert Stuart dengan lantang di akhir kalimat.


Semu orang yang berada di ruangan itu tercengang juga terkejut atas apa yang mereka dengar.


"Maaf tuan, apa alasan anda melakukan itu? Bukankah nona Jaselyn Stuart adalah putri pertama dari keluarga Stuart?" Tanya salah seorang wartawan.


"Tidak, sejak awal saya tidak pernah berpikir tentang hal itu. Karena sebenarnya.... dia bukan anak kandung saya, dan hanya Monica sajalah anak kandung saya."


Para wartawan yang mendengar kembali berbisik, dan sibuk mencatat apa yang Robert Stuart katakan.


"Jadi, saya tidak memiliki alasan untuk membiarkan dia terus berada di dalam keluarga Stuart. Terlebih, dia sudah membuat salah satu rekan bisnis saya tidak mau bekerja sama, dan memasukan perusahaan saya dalam daftar hitam perusahaannya."


Hampir semua orang di negara itu tahu jika Robert Stuart akan melakukan apapun demi perusahaan, dan kejayaan yang dia dapatkan saat ini. Bahkan dia rela menggunakan anak-anaknya sebagai alat.


Itu sebabnya para investor dan CEO perusahaan lain mau bekerjasama dengan perusaan milik Robert Stuart itu, karena kebanyakan dari mereka ingin menikmati tubuh anggota keluarga Stuart, terutama Jaselyn yang mempunyai kulit lebih bersih, di tambah wajah yang sangat imut dan cantik.


"Jadi tuan Stuart, nama Jaselyn Stuart akan anda coret dari kartu keluarga anda, tuan Stuart?" Tanya salah satu wartawan disana.


"Saya sudah melakukan itu. Dan saat ini di dalam kartu keluarga saya sudah tidak ada lagi nama Jaselyn. Jadi mulai hari ini saya Robert Stuart hanya mempunyai satu anak dan itu adalah Monica Stuart."


Setelah mengatakan itu, Robert pergi tanpa mau menjawab pertanyaan dari para wartawanl lagi. Dan tentu asistennya yang mengurus semua wartawan yang masih sangat penasaran itu.


Robert Stuart keluar dari ruang jumpa pers dan langsung pergi ke ruang kerjanya. Dia berharap setelah dia melakukan jumpa pers itu, perusahaannya akan kembali berjaya seperti sebelumnya.


"Jaselyn, anggap saja itu sebagai kebaikan terakhir yang kau lakukan untuk keluarga Stuart ini. Karena semua ini juga di sebabkan oleh mu yang sudah membuat tuan Yu marah padaku, sehingga membuat perusahaan ku hampir hancur." Gumam Robert Stuart setelah dia berada di dalam ruang kerjanya.

__ADS_1


__ADS_2