Cinta CEO Yang Terlambat

Cinta CEO Yang Terlambat
Part 33


__ADS_3

Hari pesta perayaan perusahaan P. Group akhirnya datang. Alex sudah siap dengan setelan tuxedo warna hitamnya, sekarang dia sedang menunggu Jaselyn yang masih didalam kamar.


Jam menunjukkan pukul 5 sore, yang artinya satu jam setengah lagi pesta akan di mulai.


"Kenapa dia belum juga turun?" Gumam Alex seraya melihat jam tangannya.


Melihat Jaselyn belum ada tanda-tanda akan segera turun Alex pun memutuskan untuk menemui Jaselyn di dalam kamarnya.


Beberapa ketukan terdengar nyaring di telinga Jaselyn yang masih duduk di sisi ranjang, sambik memainkan jari-jarinya.


Ceklek


Pintu kamar terbuka, Alex masuk ke dalam kamar dan berjalan mendekati Jaselyn yang duduk di sisi ranjangnya. Jaselyn yang tengah melamun, tersentak saat merasakan ada gerakan disampingnya.


"Tu... Alex?" Ucap Jaselyn dengan terkejut.


"Kau baik-baik saja?" Ucap Alex seraya mengusap pipi Jaselyn dengan lembut.


Jaselyn mengangguk pelan.


"Jangan takut, aku berjanji tidak akan ada seorangpun yang akan berani menyentuhmu apalagi membawamu."


"Ta...Tapi.."


"Percaya padaku, aku tidak akan membiarkan satu orangpun menyakitimu. Lagipula kita akan melihat pertunjukan bagus disana."


"Per...tunjukan?" Tanya Jaselyn dengan heran.


"Iya, jadi kita berangkat sekarang sebelum kita terlambat."


"Sa... Saya tidak perlu ikut saja."


"Jaselyn, ini adalah kali pertama aku menghadiri undangan secara langsung, karena biasanya Leon yang mewakili. Jadi kamu harus ikut sebagai pendampingku."


Menjadi pendamping, artinya semua yang datang di pesta akan tahu jika Jaselyn mempunyai hubungan khusus dengan Alex. Dan itu pasti akn membuat keluarga Stuart sangat menyesal karena sudah membuang Jaselyn, yang bisa dekat dengan pemilik D. Group demi kucuran dana yang sedikit menurut Alex.


"Ayo." Alex mengulurkan tangannya pada Jaselyn.


Jaselyn menatap lekat mata Alex, dengan ragu dia menyambut uluran tangan itu.


Alex langsung menggenggam tangan Jaselyn saat tangan mereka bersentuhan dan tersenyum.


"Kau adalah milikku, tidak akan ku biarkan orang lain menyentuh dan menyakitimu."


Alex menggandeng tangan Jaselyn, dan berjalan beriringan turun ke bawah.


Di bawah para pelayan melihat tuannya menggandeng tangan Jaselyn, mereka tersenyum senang. Bahkan ada yang berkata jika sebentar lagi akan ada pesta besar.


Didepan mansion seorang supir sudah berdiri tegap menunggu kedatangan tuannya.


Alex sengaja menggunakan supir karena dia ingin terus duduk berdampingan dan memegang tangan Jaselyn. Sementara di belakang mobilnya ada mobil lain yang di kendarai oleh Leon dan David.


Didalam mobil, Jaselyn tidak berkata apa-apa, dia lebih memilih melihat jalanan dari dalam mobil.


"Aku akan membawamu ke suatu tempat setelah dari pesta itu."


Mendengar itu Jaselyn menoleh dan menatap Alex.


"Eumm... Alex?"


"Hmm iya?"


"Bo...boleh saya meminta tolong padamu?"


Alex tersenyum mendengar jika Jaselyn ingin meminta pertolongan darinya.

__ADS_1


"Katakan."


"Sa...saya ingin ke panti asuhan dimana saya tinggal, sebelum saya di adopsi oleh keluarga Stuart."


"Kita akan kesana nanti."


"Sungguh?" Ucap Jaselyn dengan antusias.


"Tentu sayang." Alex mengecup kening Jaselyn yang terlihat sangat menggemaskan itu.


Blussssshh


Wajah Jaselyn seketika memerah karena kecupan Alex yang tidak disangka itu.


"Kau benar-benar menggemaskan, aku tidak ingin kau terlihat seperti tadi didepan orang lain." Ucap Alex.


Jaselyn diam beberapa saat sebelum akhirnya menganggukan kepalanya pelan.


Melihat itu Alex tidak bisa menahan untuk tidak mencium pipi Jaselyn dengan gemas.


"Al....Alex, di...depan ada..."


Alex melirik kearah depan dan melihat supirnya dari kaca mobil yang berada di tengah.


Supir yang merasa di tatap tajam oleh tuannya, hanya bisa menelan ludahnya dengan tertahan.


"A..anggap saja saya tidak ada disini nona." Ucap supir dengan gugup.


Mendengar itu Jaselyn mendengus pelan sambil sedikit mengerucutkan bibirnya.


"Kalau dianggap tidak ada, lalu apakah hantu yang menyupir mobil ini?" Gumam Jaselyn pelan namun masih terdengar jelas oleh Alex dan supir.


"Hahaha, tidak apa-apa kalau kau mau beranggapan seperti itu, sayang."


Alex meraih tangan Jaselyn lalu meletakkan diatas kakinya, Jaselyn tersentak dan tercengang melihat hal itu, dia ingin menarik tangannya dari atas kaki Alex,tetapi Alex menggenggam tangannya sangat kuat seperti tidak ingin melepaskan. Hingga akhirnya Jaselyn membiarkan tangannya berada diatas kaki Alex.


Tidak lama kemudian mereka telah sampai didepan sebuah hotel mewah, dimana pesta perayaan akan di selenggarakan.


Alex dan Jaselyn yang sudah keluar dari mobil menatap lurus ke depan, Alex menarik pelan tangan Jaselyn yang tadi sempat mundur satu langkah ke belakang.


"Kau adalah pendampingku, jadi kau harus berdiri disampingku." Ucap Alex.


David dan Leon yang sejak tadi melihat dua sejoli dari belakang berjalan mendekat.


"Semua sudah siap, apalagi yang kalian tunggu? Haruskah aku beli bunga mawar untuk kau berikan pada kekasih kecilmu tuan muda?" Ucap David pada Alex.


Alex melirik tajam oada David, Alex benar-benar bersikap dingin pada orang lain selain pada Jaselyn. Karena itu David dan Leon diam-diam memberi julukan gunung es yang mencair pada Alex.


Walaupun gunung es telah di lelehkan oleh wanita muda bernama Jaselyn, tetapi aura dinginnya masih sangat tebal mengelilingi Alex.


Mereka lalu masuk ke dalam hotel itu daan berjalan ke sebuah ruangan pesta, Alex merasakan genggaman tangan Jaselyn, dia menoleh dan melihat wajah Jaselyn yang sedikit pucat dan nampak tegang.


"Jangan khawatir, aku disini." Ucap Alex menenangkan Jaselyn.


Dua orang penjaga membukakan pintu untuk mereka berempat.


Alex dan Jaselyn masuk ke dalam ruangan, dan sontak semua mata tertuju pada mereka berdua.


Mereka begitu terkejut juga terpesona akan kedatangan Alex yang terlihat begitu sempurna.


Beberapa langkah mereka berjalan mulai terdengar bisik-bisik orang, yang bertanya tentang kedatangan Alex bersama dengan Jaselyn disampingnya.


Alex masih menggenggam tangan Jaselyn yang melingkar di lengannya dengan erat.


Alex membawa Jaselyn untuk bertemu dengan direktur P. Group untmengucapkan selamat, namun sebelum menemukan dimana direktur P. Group berada, Alex dan jastanpa sengaja bertemu dengan tuan Yu.

__ADS_1


"Selamat sore tuan Dominic." Sapa tuan Yu sambil mengulurkan tangannya.


"Selamat sore juga tuan Yu."


"Senang melihat anda datang ke acara pesta perayaan perusahaan P. Group ini. Apakah nona ini pasangan anda tuan?"


"Iya, ini adalah pesta pertama yang saya hadiri, jadi saya sengaja membawa pasangan saya."


Alex melihat ke arah Jaselyn yang menundukkan wajahnya, saat Alex berkata datang bersama pendampingnya.


Tuan Yu melihat seksama pasangan yang di katakan oleh Alex, dia sedikit terkejut saat tahu siapa wanita yang ada di samping Alex itu.


"Tuan Dominic, pasangan anda ini..."


"Anda benar, dia adalah mantan putri Robert Stuart, nona Jaselyn."


"Tapi...Dia..."


"Ah saya belum meminta maaf pada anda, saat keluarga Stuart akan memberikan anak perempuan mereka ini untuk anda, sebenarnya saya lah yang sudah menculikya agar dia tidak sampai di tempat anda.


"Tuan Dominic, bagaimana anda bisa melakukan itu?"


"Kenapa saya melakukan itu? Anda akan tahu sebentar lagi tuan Yu. Tapi bukankah setahu saya anda sudah mempunyai begitu banyak mainan. Apa anda kurang puas dengan mereka?"


Tuan Yu diam tak bersuara, dia tentu sangat kesal karena apa yang dia inginkan tidak bisa dia dapatkan, dan yang lebih membuat dia kesal adalah dia tidak akan pernah bisa mendapatkan Jaselyn, karena dia tidak berani pada Alex.


Melihat tuan Yu diam Alex merasa sedikit puas, dan dia yakin jika tuan Yu tidak akan menganggu Jaselyn demi perusahaannya itu.


"Biaklah tuan Yu, saya harus bertemu dengan tuan Stanley." Ucap Alex


"Ah.Tentu, tentu tuan Dominic."


Alex dan Jaselyn berjalan melewati tuan Yu yang masih menatap kepergian mereka dengan tatapan tidak bisa dikatakan.


"A.... Alex." Ucap Jaselyn pelan.


Alex menghentikan langkahnya lalu menoleh pada Jaselyn.


"Ada apa, hmm?"


"Lebih baik saya kembali, sa..saya merasa tidak nyaman."


Alex tersenyum tipis, "Jangan khawatir, setelah bertemu dan mengucapkan selamat pada tuan Stanley, kita akan langsung meninggalkan tempat ini."


Jaselyn menatap Alex dengan lekat. Alex menganggukan kepalanya meyakinkan Jaselyn.


"Ba..Baiklah."


Alex tersenyum mendengar jawaban Jaselyn.


"Waaah selamat malam tuan Dominic, saya sangat senang anda bersedia datang secara langsung ke pesta perayaan perusahaan saya." Ucap tuan Stanley, tuan rumah dari acara ini yang datang menghampiri Alex dan Jaselyn.


"Terima kasih tuan Stanley, juga selamat untuk anda yang sudah sangat bekerja keras dalam membangun perusahaan anda."


"Hahaha, terima kasih tuan Dominic."


Tuan Stanley yang sejak tadi berbincang dengan Alex baru menyadari jika ada seorang wanita muda berada disamping Alex.


"Tuan Dominic, dia..."


"Oh, saya perkenalkan kepada anda, dia adalah pasangan saya." Ucap Alex seraya menarik pingg4ng Jaselyn pelan, agar lebih dekat dengannya.


Mendengar itu tuan Stanley sedikit terkejut, selama ini dia berharap jika kelak dia bisa masuk lebih dalam kedalam keluarga Dominic melalui anak perempuannya. Tetapi mendengar dan melihat sendiri bagaimana sikap Alex kepada Jaselyn, tuan Stanley tahu jika David menyukai wanita itu dan tidak akan pernah bisa mempunyai kesempatan mendekatkan putrinya dengan Alex.


"Oh, maaf saya baru mengetahuinya." Ucap tuan Stanley.

__ADS_1


"Tidak apa-apa tuan Stanley, saya juga belum mengumumkan secara resmi kepada semua orang."


Tuan Stanley hanya mengangguk.


__ADS_2