
"Tuan Dominic." Ucap seseorang.
Alex dan Jaselyn berhenti melangkah dan berbalik.
"Selamat siang tuan Dominic, apa anda masih mengingat saya?" Ucap wanita yang saat ini berdiri di depan Alex dan Jaselyn.
"Maaf nona, banyak wanita yang bertemu dengan saya. Entah itu klien, rekan bisnis atau... Pelayan restoran. Jadi saya tidak ingat dengan anda."
Perkataan Alex membuat wanita itu merasa canggung, terlelbih dia mengatakannya di depan wanita lain.
"Anda senang sekali bergurau tuan Dominic, saya adalah putri dari tuan Barley. Beberapa hari yang lalu kita pernah bertemu saat membahas kerjasama antara perusahaan kita." Ucap wanita itu.
Alex mengangguk, "Maaf saya tidak begitu ingat, tetapi ada apa nona muda Barley memanggil saya?"
"Ah iya, apakah tuan Dominic mempunyai waktu? Ah, maksud saya, saya ingin....."
"Maaf nona, saya sedang sibuk mempersiapkan pernikahan saya dengan calon istrinya."
Alex memeluk Jaselyn dari samping sambil tersenyum pada Jaselyn.
Kedua mata wanita itu terbuka, dia tidak percaya dengan apa yang tadi dia dengar. Sebab selama ini dia tidak mendengar jika Alex memiliki kekasih, bahkan akan menikah.
(Padahal sudah banyak yang tahu, kuper nih sepertinya ðŸ¤)
"Oh, benarkah itu? Maaf, saya.. Saya tidak tahu mengenai hal itu, tuan Dominic." Ucap wanita itu dengan canggung dan rasa kecewa.
"Tidak apa-apa, maaf saya tidak memiliki waktu."
"Ba.. Baik, tidak masalah."
Alex membawa Jaselyn pergi meninggalkan wanita itu, dia tidak tertarik berlama-lama disana. Karena mereka juga masih harus mencari gaun untuk pesta pernikahan mereka nanti.
"Dia... Benarkah dia akan menikah? Kenapa aku tidak tahu apa-apa mengenai hal itu?" Ucap wanita dari keluarga Barley itu.
Dengan berjalan bersama, Alex dan Jaselyn memasuki sebuah toko yang khusus menjual gaun pesta.
"Selamat datang tuan dan nyonya." Ucap pelayan toko.
"Iya, tolong carikan gaun pesta untuk istriku. Dan cari yang tidak terlalu terbuka." Ucap Alex pada pelayan toko itu.
"Baik tuan, akan segera saya bawakan."
Alex mengangguk.
Jaselyn yang tidak begitu tertarik dengan beberapa gaun yang ada di dalam toko itu hanya diam.
"Kau sungguh tidak mau membeli gaun yang lain, sayang?" Ucap Alex pada Jaselyn.
"Tidak, aku tidak mau menambah gaun ku."
Alex mengusap kepala Jaselyn dengan lembut.
"Alex, sepertinya wanita tadi menyukaimu." Ucap Jaselyn.
"Biarkan saja, banyak wanita yang menyukai ku. Tapi aku tidak peduli."
"Sungguh?"
__ADS_1
"Sayang, di depan ku sudah ada wanita yang begitu cantik dan yang aku cintai. Jadi untuk apa aku peduli pada wanita lain yang menyukai ku."
Jaselyn hanya mengangguk.
"Jangan terlalu memikirkan hal itu, sebentar lagi kita akan menikah. Jadi buang jauh-jauh pemikiran yang mengusik mu itu."
"Iya, aku mengerti."
Alex mengangguk dan tersenyum.
"Tuan, nyonya. Ini adalah gaun pesta terbaik yang ada di toko kami. Semua merupakan gaun yang di buat oleh pemilik toko kami sendiri." Ucap pelayan toko sambil membawa lebih dari 5 potong gaun pesta yang ada pada rak gantung.
"Kau pilihlah dulu."
"Alex, aku tidak tahu mana yang cocok untuk ku."
"Kau pilih saja mana yang kau inginkan, aku yakin apa yang kau pilih itu yang paling bagus."
"Alex."
"Pilih saja."
Jaselyn hanya bisa mengalah, dia pun berbalik dan mulai memilih salah satu yang dia inginkan dari gaun-gaun pesta itu.
"Ini sepertinya bagus, warna gold ini meskipun modelnya cukup sederhana tapi menampilkan kesan mewah dan elegan." Ucap Jaselyn.
Jaselyn mengambil gaun panjang dengan lengan terbuka itu, lalu membawanya pada Alex.
"Alex, apakah ini bagus?" Ucap Jaselyn sambil menunjukkan gaun itu.
Alex mantap gaun itu dengan seksama, "Apakah tidak ada yang memiliki lengan panjang?"
Alex terkekeh mendengar jawaban dari calon istrinya itu.
"Baiklah, kita ambil yang ini. Tapi apakah tidak ada kain untuk gaun ini?"
"Kain?"
"Iya, aku tentu tidak mau kau memakai gaun terbuka ini tanpa kain untuk menutupi lenganmu nanti sayang."
Jaselyn menatap Alex dengan bingung.
"Tuan, model gaun itu merupakan model terbaru." Ucap pelayan toko.
"Iya, tapi apakah kalian memiliki kain sutra dengan warna yang sama seperti ini?"
Pelayan toko melihat gaun yang masih berada di tangan Jaselyn.
"Sepertinya kami memiliki dua kain dengan warna yang sama seperti gaun itu, mohon tunggu sebentar. Saya akan mengambilkannya." Ucap pelayan toko.
"Iya."
Jaselyn menatap Alex, "Kenapa harus memakai kain, Alex? Bukankah itu akan membuatku sedikit kesulitan?"
"Tidak sayang, kau bisa memasangnya untuk menutupi kedua lenganmu dan bagian punggung mu."
Jaselyn hanya bisa menggelengkan kepalanya mendengar semua itu.
__ADS_1
"Dia sungguh laki-laki yang posesif, pantas saja dulu aku hampir mati di tangannya."
Tak berapa lama pelayan toko kembali dengan membawa dua buah kain yang tadi dia katakan.
"Tuan, nyonya. Ini adalah dua kain yang tadi saya katakan kepada kalian." Ucap pelayan toko sambil memperlihatkan dua kain itu.
Alex melihat dan memegang dua kain itu, lalu mengambil salah satu di antara keduanya.
"Ini sepertinya lebih bagus, dan warnanya lebih cocok dengan gaun yang di pilih." Ucap Alex.
"Baiklah, kalau begitu kita ambil yang itu." Ucap Jaselyn.
Alex mengangguk, "Kita pilih kain yang ini. Dan tolong kemas kain dan gaun ini." Ucap Alex sambil memberikan kartu kredit pada pelayan tiko itu.
"Baik, tolong tunggu sebentar."
"Iya."
Alex menatap Jaselyn yang melihat keluar toko itu, dan tersenyum karena sebentar lagi dia akan menikahi wanita yang ada di depannya itu.
"Tuan, ini gaun dan kain yang anda beli. Dan ini kartu kredit milik anda." Ucap pelayan toko sambil memberikan lartu kredit dan sebuah papgergbag pada Alex.
"Iya, terima kasih."
Alex berjalan mendekati Jaselyn, "Sayang, ayo kita pergi. Aku akan membawamu makan siang lebih dulu sebelum kembali ke rumah."
Jaselyn mengangguk, "Iya."
Alex dan Jaselyn keluar dari toko itu dan berjalan menuju lift yang makan membawa mereka ke tempat parkir mobil.
"Kau ingin makan apa, sayang?" Ucap Alex setelah meletakan semua belanjaan mereka di dalam mobil.
"Bagaimana kalau kita makan seafood, aku tahu tempat yang enak."
"Baiklah, kita akan makan seafood siang ini."
Jaselyn mengangguk sambil tersenyum.
Mereka berdua lalu masuk ke dalam mobil, dan Alex melajukan mobilmya ke tempat yang Jaselyn katakan.
"Alex." Ucap Jaselyn.
"Hmm, iya."
"Apakah tempat untuk pesta pernikahan kita sudah mulai di siapkan?"
"Iya, Leon berkata jika hari ini mereka mulai mendekorasi ruangan yang akan kita pakai nanti."
Jaselyn mengangguk.
"Kenapa sayang, kau mau melihatnya?" Ucap Alex.
"Tidak, aku hanya bertanya saja."
"Sungguh? Jika kau ingin melihatnya, setelah makan kita bisa kesana."
Jaselyn menggelengkan kepalanya, "Tidak, jika aku melihatnya sekarang. Itu tidak akan menjadi sebuah hal yang indah lagi, karena sudah aku lihat."
__ADS_1
"Baiklah. Itu terserah kamu sayang."
Jaselyn mengangguk.