
Hari pernikahan Alex dan Jaselyn tiba, saat ini Jaselyn sedang berada di dalam sebuah ruangan bersama dengan teman baiknya, Dinnie.
(Semoga kalian tidak lupa dengan tokoh yang tidak pernah mucul ini setelah part 2-3 ðŸ¤)
Wajah Jaselyn sekarang tengah di rias oleh seorang perias pengantin terkenal dan professional. Begitu juga dengan rambutnya yang sedang di buat sedikit bergelombang agar terlihat lebih cantik.
"Aku masih tidak menyangka, jika kau akan menikah hari ini. Setelah kau mengambil cuti beberapa bulan, dan tidak ada kabar sama sekali." Ucap Dinnie.
"Aku juga masih tidak percaya."
"Setelah kau mengalami hal-hal yang buruk sekama bertahun-tahun, akhirnya kau akan menikah dengan laki-laki yang mencintai mu. Dan yang paling tidak di sangka, orang yang menikahimu itu adalah orang kaya yang pernah menjadi trending topik beberapa kali di media sosial, karena telah mendirikan perusahaan yang sangat hebat."
Jaselyn tersenyum, "Dinnie, kehidupan seseorang tidak akan ada yang tahu. Aku percaya, tidak selamanya orang akan hidup menderita."
Dinnie mengangguk, "Iya, kau benar. Dan aku dengar sekarang kehidupan Monica sangat kacau."
Jaselyn terdiam mendengar itu, karena sudah lebih dari 1 bulan dia tidak mendengar lagi kabar tentangnya.
"Tapi kau tidak perlu memikirkannya, dia memang pantas mendapatkan itu, karena sudah membuat mu menderita ketika kau tinggal di rumah mereka." Ucap Dinnie lagi.
Jaselyn hanya tersenyum mendengar ucapan Dinnie.
Tok tok
Ceklek
Pintu ruangan terbuka, dan dua teman Jaselyn lainnya saat dia kuliah masuk sambil tersenyum melihat Jaselyn dan Dinnie.
"Waah, Jaselyn. Kau sangat cantik." Ucap salah seorang teman Jaselyn yang baru saja masuk.
Jaselyn tersenyum melihat kedua temannya yang lain sudah datang ke acara pernikahannya.
"Apa yang lain belum datang?" Ucap Jaselyn.
"Mungkin sudah, tetapi mereka langsung ke tempat acara pengambilan janji dan sumpah suci kau, dan calon suami mu nanti." Ucap salah seorang teman Jaselyn.
Jaselyn hanya mengangguk.
"Baiklah, anda bisa berdiri. Saya akan memasangkan penutup kepala yang akan kami tutup saat anda akan berjalan ke altar nanti." Ucap seorang perias pada Jaselyn.
"Iya."
Jaselyn di bantu salah seorang perias berdiri, dan seorang perias lainnya memasang kerudung tipis berwarna putih pada kepala Jaselyn.
"Lihatlah, tuan putri cantik siapa ini?" Ucap salah seorang teman Jaselyn.
"Benar, mereka membiarkan tuan putrinya berlari sampai kesini." Ucap Dinnie.
__ADS_1
Jaselyn hanya bisa tersenyum mendengar pujian dari teman-temannya itu.
"Bagaimana kalau kita mengambil foto bersama? Siapa tahu besok aku akan langsung bertemu dengan pangeran ku dan mengajak ku segera menikah."
Semua orang yang ada di dalam ruangan itu tertawa mendengar ucapan salah seorang teman Jaselyn.
Salah seorang perias, membantu ke 3 wanita cantik itu berfoto dengan Jaselyn yang tidak kalah cantik dari mereka.
Tok tok tok
"Maaf, pengantin pria sudah siap. Mohon pengantin wanita untuk keluar." Ucap seseorang setelah mengetuk dan membuka pintu ruangan itu.
"Ayo, kau harus memakai penutup kepala mu, Jaselyn. Lalu keluar untuk menemui calon suami yang kau cintai itu." Ucap Dinnie.
Jaselyn mengangguk, "Apa aku terlihat cantik?"
"Tentu saja!" Ucap ketiga teman Jaselyn bersamaan sambil tertawa.
Jaselyn senang mendengarnya, karena itu artinya dia sudah siap untuk berjalan menemui calon suami yang telah menunggunya di luar.
Dengan hati-hati salah seorang perias menutup kepala Jaselyn dengan penutup kepala tipis berwarna putih bersih itu.
"Ayo, kita akan membawamu keluar." Ucap Dinnie.
Jaselyn hanya mengangguk.
Dengan menggandeng tangan Dinnie, Jaselyn berjalan keluar dari ruangan itu, sementara kedua temannya berjalan di belakang mereka.
Tangan Alex terulur pada Jaselyn, melihat tangan laki-laki yang akan menikahinya itu, Jaselyn menyambut uluran tangan laki-laki itu dengan bahagia.
"Kau sudah siap, sayang?" Ucap Alex.
Jaselyn mengangguk dan tersenyum.
Alex dan Jaselyn pun berdiri menghadap pintu besar berwarna putih itu, dan bersamaan dengan alunan musik pintu besar itu terbuka lebar.
Semua orang yang berada di dalam ruangan itu berdiri menyambut datangnya sepasang calon suami istri itu.
Tepuk tangan riuh terdengar saat mereka mulai berjalan memasuki ruangan yang cukup besar, dan di penuhi oleh orang-orang yang akan menyaksikan pernikahan mereka hari itu.
Dan saat ini mereka berada di atas altar, untuk membacakan janji serta sumpah pernikahan mereka.
"Mereka terlihat sangat serasi." Bisik David pada Leon.
"Apa kau juga mau melakukannya?"
Kedua mata David seletika terbuka, dan menatap Leon.
__ADS_1
"Ya, barang kali kau ingin menikah dengan seorang wanita yang menyukai mu."
David dengan kesal mencubiit pinggaang Leon.
Leon yang di cubit, menahan suaranya agar tidak berteriak dan membuat suasana yang hikmat itu terganggu.
Setelah pembacaan sumpah dan janji suci, Alex menatap wajah Jaselyn dengan senyum mengembang.
Dinnie berjalan mendekat sambil membawa sepasang cincin, yang akan di pakaikan pada kedua jari mereka secara bergantian.
Alex mengambil cincin yang khusus dia pesan untuk Jaselyn.
"Sangat cantik." Ucap Jaselyn setelah cincin terpasang sempurna pada jarinya.
Jaselyn lalu mengambil cincin yang lain dan memasangkan cincin itu pada jari Alex.
"Akhirnya semua orang tahu kau adalah milik ku sepenuhnya." Ucap Alex.
Dengan hati-hati Alex membuka penutup kepala yang sejak tadi menghalangi pandangannya, untuk melihat wajah cantik seorang wanita yang sekarang telah menjadi istrinya.
"Ternyata benar, kau adalah pengantin tercantik yang pernah aku lihat di dunia ini." Ucap Alex setelah membuka penutup kepala itu.
Jaselyn hanya tersenyum mendengar ucapan manis Alex.
"Tunggu apa lagi kak, cium kakak ipar sekarang!" Ucap Brian dengan lantang.
Mendengar itu Alex hanya mencibir adiknya, tapi sedetik kemudian dia menarik pinggaang Jaselyn dan mencium bibirnya.
Sorak kebahagiaan terdengar sangat ramai di dalam ruangan itu, setelah kedua pengantin saling mencium di depan mereka yang telah bersaksi.
David yang melihat itu juga ikut bahagia, "Romantisnya, jika saja kau... Emm...."
Suara David tak terdengar lagi saat Leon tiba-tiba mencium dan memberikan sedikit *****4n pada bibirnya.
Tak berapa lama, bersamaan dengan ciuman Alex dan Jaselyn berakhir, Leon juga mengakhiri ciumannya pada bibir David yang sejak tadi berbicara.
"Aku akan membawamu keluar negeri, dan kita akan menikah disana. Jadi berhenti bersikap seolah aku tidak peduli dengan hubungan kita." Ucap Leon sambil menatap kedua mata David dengan lekat.
Mendengar itu, David mengangguk dengan perasaan bahagia. Bahkan mungkin kebahagiaannya melebihi kebahagian sepasang pengantin yang baru saja menjadi suami istri itu.
"Selamat untuk kalian berdua! Semoga kalian bisa memberikan ku keponakan yang banyak dengan cepat!" Teriak Brian.
"Apa kau mengira kami akan membuka usaha pembuat anak!" Seru Alex kepada Brian.
Semua orang tertawa bersama, begitu pun dengan Jaselyn dan teman-temannya.
Kebahagian begitu terasa di dalam ruangan itu, mereka semua bertepuk tangan dan menaburkan kelopak bunga pada Alex juga Jaselyn.
__ADS_1
Pada akhirnya rasa sakit dan terluka yang telah di rasakan oleh Jaselyn, terbayar dengan kebahagian yang begitu besar. Dan dia merasa tidak ada hari yang lebih bahagia dari hari pernikahannya dengan laki-laki yang pernah ingin membunuhnya dulu.
Dan Monica, wanita itu telah menerima akibat karena terus mengusik kehidupannya dan juga Jaselyn. Sebab Alex telah mengirimnya ke luar negeri sebagai alat tukar bisnisnya dengan perusahaan lain.