Cinta CEO Yang Terlambat

Cinta CEO Yang Terlambat
Part 35


__ADS_3

20 menit kemudian Alex kembali masuk kedalam kamar Jaselyn, karena sebelumnya kepala pelayan memberitahu jika makan malam sudah siap.


Alex melihat Jaselyn yang masih tidur dengan nyenyak, dia tidak tega untuk membangunkan wanita cantik itu. Tetapi jika tidak di bangunkan Jaselyn akan terlambat makan malam.


"Jaselyn bangun, kita makan malam dulu." Ucap Alex mencoba membangunkan Jaselyn seraya menepuk bahu Jaselyn dengan pelan.


"Eungg..."


Mendengar suara lucu Jaselyn yang baru bangun tidur membuat Alex tertawa pelan sambil menggelengkan kepalanya.


Jaselyn mengerjapkan kedua matanya, dan melihat Alex sudah duduk disampingnya.


"Bangunlah, makan malam sudah siap." Ucap Alex.


"Saya tidak lapar."


"Benarkah? Padahal hari ini koki memasakan semua makanan kesukaan mu. Kalau begitu biar aku yang makan semuanya."


Jaselyn langsung membulatkan kedua matanya mendengar ucapan Alex. Jaselyn yang terkadang masih seperti anak-anak tentu tidak rela, jika makanan kesukaannya di makan semua oleh orang lain.


" Masih tidak mau makan?" Ucap Alex lagi seraya tersenyum.


Jaselyn yang sedikit marah pada Alex, menutup kepalanya dengan selimut, karena dia merasa sedang di permainkan oleh Alex.


Melihat Jaselyn menutup kepalanya dengan selimut, Alex menarik selimut itu dengan kuat. Dan setelah selimut terbuka Alex menatap Jaselyn dengan lekat.


"Ayo turun, aku tidak ingin kau sakit. Jika kau tidak mau turun maka aku akan benar-benar memakanmu." Ucap Alex dengan pelan.


"Tidak bisakah kau tidak mengancam ku?"


"Jika untuk kebaikanmu, maka aku tidak bisa."


"Tapi aku sungguh tidak lapar."


Alex melihat wajah Jaselyn yang semakin kecil, karena dia jarang memakan makanan yang pelayan bawakan untuknya.


"Baik, jika kau tidak mau maka besok aku akan membawamu ke altar untuk melakukan pernikahan."


"Tuan!"


"Kau tidak ingin makan bukan? Jadi itu artinya kau ingin cepat menjadi pengantinku."


Jaselyn diam, dia tidak tahu apa yang dipikirkan oleh seorang Dominic Alexander saat ini yang sangat suka sekali mengancam dirinya.


Alex yang melihat Jaselyn memantung, langsung mengungkung tubuhnya.


"Jika kau diam tidak memberiku jawaban, maka aku akan melakukannya sekarang." Ucap Alex dengan sangat pelan.


Jaselyn yang mendengar itu membulatkan kedua matanya. Dia merasa jika saat ini Alex sudah sangat keterlaluan.


Melihat Jaselyn yang hanya diam, Alex mendaratkan satu ciuman pada bibir Jaselyn dan m*lum4tnya pelan.

__ADS_1


Jaselyn mencoba mendorong tubuh Alex, tetapi tubuh Alex sama sekali tidak bergerak, dan akhirnya mau tidak mau Jaselyn yang tidak lagi bertenaga mengikuti keinginan Alex dan membalas ciumannya.


Tidak lama meteka berciuman, Jaselyn memukuli bahu Alex karena kini nafasnya sudah hampir habis.


Merasakan nafas Jaselyn yang terengah-engah, Alex melepaskan ciuman mereka.


"Kau membuatku hampir mati Alex!" Seru Jaselyn yang tanpa dia sadari jika dia memanggil nama Alex secara langsung.


"Akhirnya kau memanggil namaku lagi, sayang."


Alex memeluk tubuh Jaselyn dengan erat, sudah beberapa hari ini dia ingin mendengar Jaselyn memanggil namanya, dan akhirnya dia bisa mendengarnya lagi.


Jaselyn terpaku, dia sendiri tidak sadar kalau dia sudah memanggil nama Alex tadi.


"Panggil namaku lagi Jaselyn, aku ingin mendengarnya." Ucap Alex dengan pelan.


"...... Aku lapar."


Alex melepaskan pelukannya lalu menatap Jaselyn.


"Kita akan turun untuk makan malam, setelah kau memanggil namaku lagi."


Jaselyn mengerutkan keningnya mendengar apa yang Alex katakan.


"Apakah ini dunia orang dewasa? Benarkah dia seorang Dominic Alexander yang di takuti banyak orang?"


"Jaselyn." Ucap Alex.


"Katakan."


"Tadi sore, apakah yang tuan katakan itu benar?"


Alex tersenyum "Tentu, semua itu benar."


"Tuan sungguh yakin tidak akan membuangku?"


"Iya, aku bersumpah. Aku tidak akan membuangmu."


Jaselyn diam, dia memikirkan apa yang dikatakan oleh Alex.


"Jaselyn, aku memang pernah menyakitimu dan membuatmu menderita. Tapi aku berjanji aku tidak akan melakukan itu lagi padamu, aku akan menyayangi dan melindungimu." Ucap Alex bersungguh-sungguh.


"Tapi aku..."


Cup


Alex mengecup bibir Jaselyn, agar dia tidak lagi mengatakan hal yang tidak ingin Alex dengar.


"Aku sudah bersumpah padamu Jaselyn. Semua kebahagiaan yang belum pernah kamu rasakan. Aku akan memberikannya." Ucap Alex seraya menatap Jaselyn dengan lekat.


Mata Jaselyn perlahan berkaca-kaca manatap Alex "Apakah ini akhir dari masa-masa penderitaan ku, yang dulu telah di sakiti, di manfaatkan bahkan di buang oleh keluarga ku sendiri?"

__ADS_1


Sekarang didepan Jaselyn ada seorang laki-laki yang pernah menyakitinya telah bersumpah akan selalu membuatnya bahagia, akan selalu menjaga dan melindunginya.


"Jaselyn, kenapa kau menangis sayang? Apa aku membuatkanmu terluka?" Ucap Alex sambil menyeka air mata yang mengalir di sudut mata Jaselyn.


Jaselyn menggelengkan kepalanya, dia hanya bisa menatap kedua mata Alex dan tidak tahu harus mengatakan apa.


"Lalu kau kenapa?" Tanya Alex lagi.


Alex sangat khawatir pada Jaselyn, pasalnya ini adalah pertama kali bagi Alex merasa mencintai seseorang dan dia sungguh-sungguh ingin hidup bersamanya.


"Jaselyn, jawab aku." Ucap Alex dengan khawatir.


"Terima kasih, aku.. sangat bahagia mendengar semua yang telah kau katakan tadi, dan... Aku tidak tahu harus bagaimana."


Alex memeluk tubuh Jaselyn, dan mengusap punggungnya dengan pelan.


"Kau cukup berada disamping ku dan mencintaiku. Aku akan melakukan apapun untuk mu, dan membuat mu bahagia."


Perlahan Jaselyn membalas pelukan Alex, dan dalam pelukan Alex, Jaselyn menangis lalu menganggukan kepalanya.


Alex tersenyum merasakan balasan pelukan dari Jaselyn, dan anggukan kepala Jaselyn yang artinya Jaselyn setuju untuk hidup bersamanya.


Kruyuuk kruuyuuk kruuyuuk


Suara perut Jaselyn yang cukup keras itu membuat Alex melepaskan pelukan mereka, dan tersadar jika Jaselyn belum makan malam.


"Ayo turun, aku akan meminta pelayan untuk memanaskan makanannya lagi."


Jaselyn yang menahan rasa malu karena suara perutnya hanya mengangguk.


Mereka berdua keluar dari kamar dan berjalan menuju ruang maka sambil bergandengan tangan.


Para pelayan dan kepala pelayan yang melihat mereka berdua bergandengan tangan merasa sangat bahagia. Seolah kekwawatiran mereka pada hubungan Alex dan Jaselyn memudar, saat mereka melihat Alex dan Jaselyn bergandengan tangan.


"Kalian panaskan lagi makanannya." Ucap Alex pada para pelayan di mansionnya.


"Baik tuan."


Alex membawa Jaselyn duduk di ruang keluarga untuk menunggu para pelayan memanaskan lagi makan malam mereka.


"Em.... Tu..."


"Panggil aku Alex seperti sebelumnya." Ucap Alex memotong ucaoan Jaselyn.


"Tapi..."


"Sayang, kau tahu aku sudah tidak bisa menahan semuanya saat kau memanggil ku dengan sebutan tuan. Jadi panggil namaku dan jangan pernah memanggil ku dengan sebutan tuan lagi."


Jaselyn diam sejenak lalu menganggukan kepalanya pelan.


"Iya, aku mengerti."

__ADS_1


Alex memeluk tubuh Jaselyn dari samping, aroma Jaselyn sudah membuat Alex candu dan setiap saat selalu ingin mengirupnya.


__ADS_2