Cinta CEO Yang Terlambat

Cinta CEO Yang Terlambat
Part 36


__ADS_3

Di perusahaan Stuart Entertainment, Robert Stuart tengah dilanda rasa cemas dan takut.


Perusahaan yang selama ini dia perjuangkan akan jatuh, karena para investor menarik uang yang mereka investasikan, dan membatalakan kerja sama dengan perusahaannya


Beberapa artis pun tidak mau lagi masuk kedalam perusahaan itu setelah masa habis kontrak mereka, bahkan ada yang rela membayar denda agar bisa lebih cepat keluar dari perusahaan itu dan masuk kedalam perusahaan entertainment yang lain.


Didalam ruang kerjanya, Robert Stuart yang sedang kebingungan mencoba menghubungi beberapa bank untuk meminta pinjaman uang, namun semua bank yang dia hubungi tidak ada yang mau membantunya.


"S*alan! Aku sudah bersusah payah sejauh ini. Bagaimana bisa?"


Tangan Robert Stuart mengepal dengan kuat, tatapannya tajam menatap lurus kedepan.


Tok tok tok


Suara ketukan terdengar, sekertaris Robert yang mengetuk pintu masuk kedalam ruang kerja Robert.


"Tuan, di luar ada beberapa orang sedang menunggu anda. Dan juga tuan Leon dari perusahaan D. Group datang ingin bertemu anda."


Kedua mata Robert seolah ingin keluar mendengar nama D. Group. Dia ingat jika perusahaan itu adalah perusahaan milik Dominic Alexander.


"Untuk apa orang dari perusahaan D. Group datang kemari?"


"Mereka berkata ingin...ingin membeli perusahaan ini tuan."


"Apa!!"


Robert Stuart yang tengah emosi berjalan dengan cepat ke ruang tunggu untuk menemui Leon.


Braaak!


Pintu ruang tunggu terbuka dengan sangat keras, beberapa orang didalam yang tengah berbincang terkejut akan suara keras dari pintu itu.


"Untuk apa kau kemari?" Seru Robert Stuart pada Leon.


Leon yang melihat kemarahan pada diri Robert bersikap tenang, karena dia tahu pasti akan menghadapi Robert yang tengah meledak akibat perusahaannya yang akan hancur itu.


"Selamat pagi tuan Robert Stuart." Sapa Leon dengan sopan.


"Simpan sopan santunmu itu, kau kemari untuk menjatuhkan perusahaanku, benarkan? Kau...Kau dan anak dari Dominic itu sudah merencankan senuanya untuk membuatku hancur!"


Leon menatap Robert dengan tatapan datar, dia masih tetap tenang karena memang ini yang dia inginkan.


"Tuan Stuart, saya kesini untuk membantu anda, tetapi kenapa anda justru berkata demikian?" Ucap Leon dengan santai.


"Omong kosong! Jika bukan karena Dominic Alexander yang tiba-tiba muncul aku tidak akan mengalami hal ini!"


Robert terus berteriak-teriak, hingga orang-orang yang mendengar teriakan itu berbondong-bondong datang untuk melihat apa yang sedang terjadi, tidak terkecuali seorang model terkenal yang datang untuk membatalkan kontrak kerja.

__ADS_1


"Maaf tuan Stuart saya menyela." Ucap seorang laki-laki paruh baya yang sejak tadi diam melihat sikap Robert pada Leon.


"Jangan ikut campur! Aku akan membuat orang ini tidak bisa mendapatkan apa yang dia inginkan." Seru Robert pada orang itu, yang tanpa dia sadari jika orang itu adalah seorang CEO yang mempunyai kekayaan nomor 1 di negara N itu.


Mendengar itu sontak semua orang yang ada disana terkejut begitu juga dengan Leon. Awalnya Leon hanya ingin memperlihatkan bagaimana wajah Robert sesungguhnya pada orang-orang.


Tapi yang dia dapat lebih dari itu, karena dengan Robert Stuart berteriak pada orang terkaya di negara N itu, Leon tentu yakin jika CEO terkaya itu tidak akan pernah mau membantu perusahaan milik Robert Stuart.


"Oh baiklah jika begitu, saya rasa saya tidak perlu lagi berbicara dengan anda tuan Robert Stuart." Ucap CEO itu.


Dengan langkah penuh tekanan CEO itu keluar dari ruang tunggu bersama dua orang kepercayaannya.


"Joe, selama perusahaan ini di pimpin oleh tuan Robert Stuart. Maka masukkan kedalam daftar hitam, sampai perusahaan ini menjadi milik orang lain." Ucap orang itu sebelum benar-benar keluar dari ruangan itu.


Mendengar perkataan itu Robert Stuart membalikan tubuhnya dan melihat orang yang tadi telah dia teriaki. Seketika kedua mata Robert Stuart terbuka lebar setelah mengetahui siapa orang yang sudah dia singgung.


Robert Stuart berlari untuk menyusulnya.


"Tuan Abraham, tuan Abraham. Saya mohon tunggu, saya..saya."


Tuan Abraham, CEO yang tadi Robert Stuart teriyaki tidak menghiraukan panggilan Robert, dia terus berjalan sampai masuk kedalam lift yang mengantarnya ke lantai dasar.


"Aaagh!! Ini semua karena kau dan anak si j*alng itu!" Teriak Robert sambil menunjuk Leon.


Leon hanya tersenyum mengejek mendengar teriakan Robert Stuart.


"Saya sudah menyerahkan berkas yang perlu anda lihat tuan Robert Stuart. Jika ada hal yang masih perlu di tanyakan, anda bisa menghubungi saya."


"Dengan kondisi keuangan perusahaan anda, ditambah para artis dan model yang ada dibawah perusahaan anda pergi. Apa anda memiliki pilihan lain tuan Stuart?"


Robert mengeratkan giginya, dia merasa sangat geram dengan Leon.


"Itu bukan urusanmu! Katakan pada anak itu, jika aku tidak akan pernah menjual perusahaan ku padanya."


"Hahaha perusahaan anda? Setahu saya ini adalah perusahaan milik keluarga Dominic dulu, yang kemudian anda ambil alih saat anda masih bekerja dengan tuan besar Dominic. Dan sekarang sudah saatnya anda mengembalikan apa yang bukan milik anda, tuan Stuart."


"Omong kosong! Aku membangun perusahaan ini dengan tanganku sendiri!"


"Baiklah, saya sudah menyampaikan apa yang harus saya sampaikan. Harga perusahaan sudah tercantum jelas di berkas yang saya berikan kepada sekertaris anda. Dengan uang itu, saya rasa anda bisa melunasi hutang-hutang anda tanpa harus menggunakan anak perempuan anda sebagai jaminan."


"Kurang aj4r! Keluar kau dari sini! Aku tidak akan menjual perusahaan ini pada anak s*alan itu!"


Leon sedikit membungkukkan badannya sebelum dia berjalan keluar dari ruangan itu.


Semua yang di perintahkan oleh Alex sudah dia lakukan. Dan mereka hanya tinggal menunggu keputusan dari Robert Stuart saja.


Setelah Leon pergi, Robert Stuart menatap semua orang yang berkumpul disana.

__ADS_1


"Kenapa kalian tidak bekerja? Apa aku memberi kalian gaji untuk duduk diam!"


Seketika orang-orang berhamburan ke tempat kerja mereka masing-masing, kecuali model yang sejak tadi melihat kelakuan Robert.


"Nona Cleo." Sapa sekertaris Robert.


"Selamat pagi, tuan Stuart." Ucap model cantik bernama Cleo itu.


"Nona Cleo untuk apa kau kemari? Kenapa kau tidak menghubungiku sebelum kesini?"


"Tidak, ada hal yang begitu penting."


"Jika begitu lalu untuk apa kesini, bukankah hari ini kau ada pemotretan?"


Cleo tidak menjawab pertanyaan Robert, dia menoleh kearah asisten pribadinya.


"Nat, berikan itu pada tuan Stuart." Ucap Cloe pada asistennya.


"Baik, kak Cleo."


Asisten pribadi Cleo yang bernama Nathalie memberikan sebuah amplop kepada Robert.


Robert Stuart menerima dan membuka amplop itu. Dan wajah Robert berubah menjadi merah padam setelah membaca surat yang ada didalam amplop itu.


"Nona Cleo apa maksudnya ini? Kau...Kau ingin membatalkan kontrak kerja?"


"Benar tuan Stuart, saya tidak bisa terus berdiri disini. Dengan kondisi perusahaan anda, saya tidak akan bisa membuat diri saja meningkat."


"Tidak mungkin, aku akan berusaha agar kau bisa menjadi model nomor satu. Ini tidak akan lama, perusahaan akan kembali seperti semula."


"Maaf tuan Stuart, saya sudah menandatangani kontrak dengan perusahaan entertainment yang lain. Jadi saya tidak bisa lagi bekerja disini. Uang pinalti sudah saya tulis di cek sebesar yang tertera di surat perjanjian kontrak kerja dulu."


"Nona Cleo, kau tidak bisa melakukan ini."


"Tentu saja saya bisa, model dan artis yang lainnya bisa. Jadi kenapa saya tidak?"


"Kau adalah model utama perusahaan ini, jika kau pergi..."


"Kau bisa metekrut model yang lain. Maaf, karena saya tidak ingin berhenti menjadi model, hanya karena perusahaan yang saya tempati tidak lagi mampu untuk berdiri. Terima kasih untuk semua usaha anda tuan Stuart."


"Cleo! Kau akan menyesalinya! Lihat saja, setelah semua kembali aku tidak akan mau merekrutmu lagi!" Teriak Robert pada Cleo yang telah berjalan menjauh.


Robert menatap tajam Cleo dan asistennya, tangannya mengepal dengan kuat.


Dengan cepat Robert Stuart berjalan masuk kedalam ruang kerjanya.


"S*alan! B*ngs4t! Semua pasti karena anak Dominic itu! Aaaaarg!!!"

__ADS_1


Robert membuang semua benda yang ada diatas meja kerjanya, dia benar-benar merasa sangat kesal dan geram.


"Lihat saja, kalian akan mendapatkan balasan yang aku siapkan. Kau akan menyusul orang tua b0dohmu itu." Ucap Robert Stuart dengan kesal.


__ADS_2