Cinta CEO Yang Terlambat

Cinta CEO Yang Terlambat
Part 38


__ADS_3

Orang-orang berlalu lalang di koridor perusahaan Stuart entertainment, para pemegang saham, investor dan para pemimpin perusahaan itu tengah sibuk melakukan segala upaya untuk mempertahankan perusahaan.


Walaupun beberapa hari yang lalu perwakilan dari D. Group (Leon) datang untuk memberikan penawaran kepada Robert, tetapi Robert tidak akan pernah melakukan itu.


Jika dia bersedia menjual perusahaannya kepada D. Group yang di pimpin oleh Alex, Robert berpikir itu sama saja dia menjual harga dirinya kepada orang yang seharusnya menjadi pemilik perusahaan itu sejak dulu.


"Tuan Stuart, kita tidak bisa seperti ini terus. Kami sudah melakukan banyak hal, tapi tetap saja harga saham terus menurun." Ucap salah seorang manajer.


"Iya benar, terlebih kita sudah di blacklist oleh beberapa perusahaan besar di negara ini. Bahkan tuan Yu juga telah melakukan itu." Ucap salah seorang investor.


Mereka tidak tahu alasan tuan Yu yang tiba-tiba menghentikan kerja sama dan memblacklist perusahaan Robert Stuart. Yang mereka tahu jika tuan Yu tidak puas dengan perusahaan itu.


Semua yang berada diruang rapat memperdebatkan dan mempertanyakan apa yang harus dilakukan. Mereka tentu tidak mau jika perusahaan itu hancur, karena itu sama saja membuat mereka mengalami kerugian yang sangat besar.


"Tuan Stuart, jika terus begini lebih baik anda menjual perusahaan ini. Uang yang di peroleh bisa untuk membayar gaji para pegawai dan juga mungkin bisa menyelamatkan kita dari hutang-hutang perusahaan pada bank." Seorang kepala manager memberikan usulan.


Mata Robert menatap tajam kepala manager itu, dia seolah menusukkan sebuah belati pada orang itu lewat tatapan matanya.


"Kau pikir perusahaan ini mudah di jual belikan begitu saja! Aku sudah mempertahankan perusahaan ini bertahun-tahun. Dan kau bilang untuk menjual perusahaan ini. Omong kosong!" Bentak Robert.


Beberapa pemegang saham saling bertatapan dan menganggukan kepala mereka.


"Baik jika seperti itu, kita akan coba cari cara lagi untuk mempertahankan perusahaan ini. Jika masih tidak bisa, anda harus memberikan sebuah keputusan tuan Stuart."


"Apa maksud kalian?"


"Maaf tuan Stuart, kami adalah pebisnis. Jika kami melihat perusahaan dimana kami menanam saham akan hancur, maka kami akan melakukan peraturan lama. Yakni menjual saham kepada orang lain yang mau membeli saham kami, walaupun harga saham dibawah harga pasar. Setidaknya kami tidak akan terlalu rugi."


"Kuran9ajar! Kalian benar-benar!"


Semua orang sangat terkejut mendengar perkataan kasar dari mulut Robert, mereka tidak menyangka jika Robert Stuart akan berkata seperti itu. Pantas saja orang nomor 1 di negara itu tidak mau membantu perusahaan Stuart.


"Anda tidak bisa berkata seperti itu pada kami tuan Stuart. Menjual saham yang kami miliki adalah hak kami, dan kepada siapa kami ingin menjualnya juga hak kami. Kami hanya tidak ingin ikut hancur dengan perusahaan yang sebentar lagi akan bangkrut."


"Keluar kalian semua!! Aku tidak ingin melihat kalian! KELUAR!"


Robert tidak bisa lagi menahan emosinya, dia benar-benar merasa ingin menghancurkan orang-orang yang akan meninggalkannya.


Semua orang yang datang bergegas meninggalkan ruang rapat, mereka sungguh tidak menyangka jika Robert akan seperti itu.


Robert membuang semua dokumen yang ada diatas meja rapat, dia melampiaskan kekesalannya di ruang rapat.


"Dasar orang-orang tidak tahu diri! Saat perusahaan maju mereka menjilat agar bisa menanam saham dan bekerja sama dengan perusahaanku. Tapi lihat, saat seperti ini mereka justru pergi."


Robert mengepalkan tangannya kuat,dia sangat kesal dan juga marah.


"Dominic Alexander, aku tidak akan melepaskanmu! Aku akan membuatmu seperti kedua orang tuamu."


Robert keluar dari ruang rapat dan berjalan menuju ruang kerjanya sendiri.


...----------------...


Di mansion, Alex sedang bermanja ria dengan Jaselyn. Bagi Alex ini adalah moment yang dia tunggu, karena tidak akan lama lagi dia akan melihat keluarga Stuart jatuh.


Jaselyn yang duduk disamping Alex sambil membaca sebuah buku terkejut saat kepala Alex berbaring diatas pangkuannya. Buku yang dia baca pun hampir saja jatuh dan mengenai wajah tampan Alex.


"Kau mengagetkanku tuan muda Dominic." Ucap Jaselyn.


"Hmm, benarkah?"


Alex menatap mata teduh Jaselyn, lalu mengulurkan tangannya untuk menyentuh pipi putih Jaselyn.


"Kau sangat cantik." Ucap Alex pelan.


"Can... Cantik? +"


"Hmm cantik dan menggemaskan, sampai-sampai aku ingin melahapmu tanpa sisa."


"Al.... Alex, kau...."


Belum selesai Jaselyn berbicara, tengkuk lehernya di tarik oleh Alex hingga ujung hidung mereka saling menempel.


"Aku sangat menyukaimu." Ucap Alex dengan sangar lembut.


Tanpa menunggu jawaban Jaselyn, Alex mencium bibir Jaselyn dan m*lum4tnya dengan lembut.


Tok tok tok

__ADS_1


Ciuman mereka terhenti saat mereka mendengar suara ketukan. Jaselyn langsung meminta Alex untuk duduk dengan benar, karena dia belum siap jika orang lain melihat bagaimana kedekatan mereka saat ini.


Alex yang merasa terganggu berjalan dan membuka pintu itu. Dan di tatapnya orang yang berada didepan pintu dengan tatapan mematikan.


Leon dan David yang berada didepan pintu hanya bisa mematung dengan heran, juga sedikit takut dengan tatapan yang Alex berikan pada mereka.


"Ada apa?" Tanya Alex dengan nada dingin.


David dan Leon saling bertatapan sebelum menjawab, tetapi kemudian David melihat Jaselyn yang ternyata ada didalam ruangan.


"Sial, dia pasti marah karena kita sudah menganggunya."


Leon menelan ludah dengan susah sebelum menjawab pertanyaan Alex.


"Tu..tuan, dibawah ada tuan Yu." Ucap Leon.


"Yu? Untuk apa dia kesini dan dari mana dia tahu mansion ini?"


"Saya tidak tahu tuan, tetapi dia berkata ingin menjalin kerja sama dengan anda."


"Bukankah aku sudah menyetujui perjanjian kerja sama dengan perusahaannya dua bulan yang lalu?"


"Benar tuan, tapi.."


"Sepertinya ini ada hubungannya dengan dia." Ucap David sambil menunjuk Jaselyn dengan dagunya.


Alex menoleh ke belakang, dan melihat Jaselyn yang kembali membaca bukunya.


"Katakan aku akan turun 10 menit lagi. Aku perlu sedikit energi disini."


Leon menatap Alex dengan bingung, tapi berbeda dengan David yang mengerti arti perkataan Alex.


"Baiklah, ingat jangan sampai membuatnya kesakitan."


"Cerewet, sudah sana."


Alex masuk kedalam dan menutup pintu dengan kesal.


"Ada apa?" Tanya Jaselyn yang melihat Alex berjalan mendekat.


"Dibawah ada tamu yang ingin bertemu denganku."


"Aku masih menginginkan ini." Ucap Alex sambil mengusap pelan bibir Jaselyn.


"Bu...bukankah tadi...su..dah."


"Kurang. Bibirmu sangat manis, membuatku ingin selalu menciumnya."


Blusssssh


Wajah Jaselyn seketika berwarna pink kemerahan mendengar ucapan Alex dan menunduk.


Alex mengangkat wajah Jaselyn dengan tangan kanannya,lalu mendekatkan wajahnya dengan wajah cantik yang ada di depannya. Perlahan namun pasti kedua bibir yang tadi berjauhan kini saling bersentuhan dan saling memberikan rasa manis satu sama lain.


Jaselyn mencoba mendorong dad4 Alex pelan karena dia sudah kehabisan nafas.


Alex mengakhiri ciumannya lalu memberikan kecupan singkat pada bibir Jaselyn yang sedikit b3ngkak karena ulahnya.


"Maaf, aku tidak bisa melepaskannya."


Jaselyn hanya mengangguk pelan untuk menjawab perkataan Alex. Nafasnya masih memburu seperti orang yang telah melakukan maraton.


"Kau disini saja, aku akan menemui tamu itu dulu. Ingat jangan keluar."


"Memang siapa tamunya?"


"Yu."


Deg


Jaselyn seketika takut mendengar nama itu, masih terbesit ingatan saat Robert memaksanya untuk melayani tuan Yu yang sangat m*sum itu.


"U...untuk apa dia...kesini?"


Alex tahu akan ketakutan yang Jaselyn rasakan saat ini, dengan lembut Alex memeluk tubuh Jaselyn yang gemetar.


"Jangan takut, dia tidak akan bisa melakukan apapun padamu. Aku berjanji."

__ADS_1


Jaselyn mengangguk, dia membalas pelukan Alex dengan erat.


"Kau disini saja, aku ingin tahu apa yang dia inginkan."


"I..Iya."


Alex melepaskan pelukannya lalu pergi meninggalkan Jaselyn.


Di lantai bawah, tuan Yu sudah menunggu Alex bersama dengan bawahannya.


"Ada urusan apa anda jauh-jauh datang kesini tuan Yu? Dan dari mana anda mengetahui mansion saya ini? " Tanya Alex yang berjalan mendekati tuan Yu.


Tuan Yu melihat kearah Alex, dia tidak heran jika Alex bertanya bagaimana dia tahu mansion David, karena memang tidak ada yang tahu.


"Selamat siang tuan Dominic Alexander. Maaf karena saya sudah mengganggu waktu anda." Ucap tuan Yu.


"Hmm."


Alex duduk dengan santai di sofa tepat didepan kursi tuan Yu, dia malas untuk mencari tahu dari mana tuan Yu tahu mansion dia lagi.


"Langsung saja tuan Dominic, saya ingin mengajukan kerja sama yang bisa membuat anda mendapatkan keuntungan lima kali lipat." Ucap tuan Yu.


"Oh, syarat?"


"Anda selalu mengerti jalan berbisnis tuan. Saya hanya punya satu syarat."


"Katakan."


"Saya ingin nona muda Stuart itu."


Alex melengkungkan senyum dingin, dia menatap tajam tuan Yu.


"Oh, lainnya?"


"Tidak ada, saya hanya ingin dia."


"Alasannya?"


"Saya sudah lama menginginkan dia, saya sudah mendambakan ingin bermain dengannya."


"Apa kau tidak melakukan persiapan apapun sebelum datang kesini tuan Yu?"


Tuan Yu diam, dia tidak mengerti apa yang Alex maksudkan.


"Kau tidak tahu?"


"Ti..Tidak tuan."


"Leon!"


Leon yang berdiri tidak jauh dari Alex bergegas berjalan mendekat.


"Iya tuan." Ucap Leon.


"Katakan padaku, apa tuan Yu pantas dibandingkan denganku?"


"Tentu tidak tuan."


David menyunggingkan senyum d3vilnya pada tuan Yu.


"Maaf tuan Dominic, apa maksud anda?"


"Tuan Yu, sebelumnya anda pasti sudah pernah melihat tuan muda datang ke pesta bersama dengan nona Jaselyn. Itu adalah kali pertama tuan muda datang ke pesta, dan nona Jaselyn menjadi pasangan tuan muda waktu itu. Tuan Yu, anda pasti tahu maksudnya bukan?"


Tuan Yu tersentak mendengar itu, dia tidak menyangka jika Alex akan serius bersama dengan Jaselyn.Tuan Yu mengira setelah malam itu, Alex akan membuang Jaselyn, sehingga dia berani menawarkan kesepakatan kerja sama yang begitu menggiurkan menurutnya.


"An...Anda sedang tidak bercanda kan tuan? Anda dan dia..."


"Tuan Yu, jika anda masih ingin berdiri seperti saat ini. Lebih baik anda kembali dan jangan pernah berfikir untuk memiliki pasangan saya. Anda tidak ingin bukan perusahaan anda bernasib sama seperti perusahaan Robert Stuart?"


Kedua mata tuan Yu terbuka lebar, dia memang tahu bagaimana keadaan perusahaan milik Robert. Tetapi dia tidak menyangka jika Alex yang sudah membuat perusahaan yang cukup terkenal dan lumayan besar itu hancur.


"Maaf saya masih harus menemani pasangan saya. Jika tidak ada hal lain lagi saya tinggal."


Alex berdiri dan berjalan meninggalkan tuan Yu yang masih diam melihat kepergian Alex.


"S*al, jika Jaselyn sudah menjadi milik dia. Bagaimana mungkin aku bisa menyentuh Jaselyn itu? Aku tidak ingin berurusan dengan Alex yang gila dan psikopat ini."

__ADS_1


Leon yang masih berada disana mengantarkan tuan Yu pergi sampai didepan pintu mansion.


"Dimata tuan muda, kau hanya seekor semut. Masih berani mau menyentuh orang-orang tuan muda." Ucap Leon pelan.


__ADS_2