
Alex dan Jaselyn keluar dari mall dan pergi menuju restoran dimana Alex sering datang kesana.
Sampai di restoran Alex dan Jaselyn disambut oleh manager restoran lalu membawa mereka ke sebuah ruang VIP, ruangan dimana setiap kali Alex makan disana.
"Silahkan tuan muda." Ucap manager testoran sambil memberikan buku menu.
Alex dan Jaselyn membuka buku menu itu, Alex dengan santai melihat makanan yang ingin dia pesan.Tetapi berbeda dengan Jaselyn, dia merasa tidak tenang karena manager restoran terus melihat kearahnya, seolah memberikan tatapan intimidasi padanya.
"Kau ingin makan apa?" Tanya Alex pada Jaselyn.
"Ah...Sa..Saya..."
Alex mengerutkan keningnya, dia sudah berusaha membuat Jaselyn agar tidak takut saat bersama dengannya, tapi tetap saja Jaselyn selalu merasa takut dan tidak nyaman.
"Berikan kami steak dan salad. Juga anggur terbaik."ucap Alex pada manager restoran.
"Baik tuan muda, kami akan segera menyiapkannya."
Manager itu keluar ruangan setelah membungkuk. Dia sedikit merasa aneh karena Alex membawa Jaselyn ke restoran mereka.
Padahal Robert Stuart sudah memberitahu jika Jaselyn bukan lagi bagian dari keluarga Stuart.
Didalam ruang VIP Jaselyn memainkan jarinya di bawah meja, kepalanya menunduk seperti seorang anak yang tengah ketakutan atau merasa cemas akan sesuatu.
Alex yang melihat itu hanya tersenyum, lalu meraih tangan Jaselyn. Jaselyn yang merasakn tangannya di sentuh, seketika mendongak dan menatap orang yang meraih tangannya itu.
"Apa kau masih takut padaku?" Ucap Alex pelan.
Jaselyn diam, dia tidak langsung menjawab pertanyaan Alex. Melihat itu tangan Alex terulur menyentuh pipi Jaselyn.
"Maaf, karena aku sudah membuatmu takut sampai seperti ini padaku. Aku tidak bermaksud menyakitimu, aku hanya.."
"Apa jika saya adalah anak kandung ayah saya, anda akan terus menyiksa saya?"
Alex tertegun mendengar pertanyaan Jaselyn, dia tidak tahu harus menjawab apa. Karena didalam hatinya dia memang ingin keluarga Stuart hancur.
Melihat Alex diam Jaselyn mengalihkan pandangannya, namun itu tidak lama karena Alex meraih kedua pipi Jaselyn lalu mencium bibir tipis milik Jaselyn.
Kedua mata Jaselyn terbuka lebar saat Alex mencium bibirnya tiba-tiba, dia merusaha mendorong tubuh Alex, namun tidak bisa. Hingga akhirnya dia menerima ciuman itu.
__ADS_1
Beberapa saat kemudian ketika Alex merasa perlu mengisi pasokan udaranya, dia melepaskan ciumannya pada Jaselyn.
"Aku mencintaimu, aku sangat mencintaimu Jaselyn." Ucap Alex dengan pelan lalu memeluk tubuh Jaselyn yang terdiam karena ucapan Alex.
Tok tok tok
Sebuah ketukan pada pintu membuat Alex tersadar, lalu melepaskan pelukannya dengan pelan seperti tidak rela melepaskannya.
Manager dan beberapa pelayan yang membawa troli makanan berisi pesanan Alex datang.
Satu persatu pesanan di hidangkan keatas meja, setelah itu manager membuka penutup anggur terbaik yang restoran itu miliki, dan menuangkan anggur itu kedalam gelas untuk Alex dan Jaselyn.
"Selamat menikmati tuan." Ucap manger itu.
Setelah manager dan beberapa pelayan keluar, Alex menatap Jaselyn lalu mengangkat gelas anggur miliknya.
"Kau tidak minum anggur?" Ucap Alex.
Jaselyn menggelengkan kepalanya.
"Kalau begitu kau ingin memesan yang lain?"
"Tidak, tidak perlu.Ma..maaf boleh saya ke...kamar mandi sebentar?"
Jaselyn langsung berjalan keluar setelah mendapat ijin dari Alex. Dan dengan cepat Jaselyn berjalan menuju kamar mandi, tapi alangkah s*alnya Jaselyn. Karena belum sampai dia di kamar mandi, dia bertemu dengan Monica dan kekasihnya yang baru saja akan masuk kedalam ruang VIP.
"Hey Jaselyn! Sedang apa kau disini? Orang tidak berguna sepertimu bagaimana bisa datang ke tempat seperti ini?" Cerca Monica saat melihat Jaselyn.
Jaselyn hanya diam, dia ingat ketika dia melihat acara televisi kemarin, jika Robert Stuart mengumumkan bahwa dia bukan lagi anggota keluarga Stuart.
"Kenapa diam? Oh aku tahu, kau sengaja menipu Papa dengan para penculik itu agar tidak pergi ke tempat tuan Yu, dan kau membuat kesulitan bagi keluarga Stuart! Sekarang kau berani muncul didepanku? Kau benar-benar gila! Lihat saja jika Papa tahu kau sudah keluar dari persembunyianmu, Papa pasti tidak akan melepaskanmu!" Seru Monica dengan lantang.
"Sudahlah sayang, dia itu hanya manusia tidak berguna. Sudah untung tuan Yu tertarik padanya,tapi dia sok jual mahal!" Ucap kekasih Monica.
"Benar, memang siapa yang mau denganmu selain tuan Yu?Harusnya kau bersyukur, Papa ku sudah mengadopsimu.Tapi kau..kau malah membuat kami sangat kesulitan, dasar tidak tahu terima kasih!"
Semua hinaan keluar dari mulut sepasang kekasih ini pada Jaselyn, bahkan suara Monica yang keras terdengar sampai kedalam ruang VIP dimana Alex berada.
"Kau orang yang tidak tahu terima kasih, kau harus ku bawa ke hadapan Papa, agar kau di siksa dan di lemparkan ke tuan Yu!" Seru Monica lagi.
__ADS_1
"Siapa yang berani membawanya?"
Suara yang begitu keras dan tegas terdengar dari arah belakang Jaselyn.
Semua orang yang melihat Monica menghina Jaselyn menoleh kearah sumber suara itu. Disana sudah ada Alex berdiri dengan tegak yang tentunya dengan aura mengintimidasi begitu kental.
Alex berjalan mendekati Jaselyn dan menatap Monica juga kekasihnya dengan tajam.
"Nona Stuart, siapa anda? Berani membawa Jaselyn ke depan Robert Stuart." Ucap Alex dengan dingin.
"Maaf tuan Dominic, anda jangan ikut campur urusan keluarga Stuart."
"Hah? Urusan keluarga Stuart? Anda lucu sekali nona muda, bukankah kemarin Robert Stuart sudah mengumumkan jika Jaselyn bukan lagi anggota keluarga Stuart? Bahkan kini dia sudah tidak ada dalam daftar kartu keluarga anda. Tapi anda berkata jika ini urusa keluarga Stuart?"
Beberapa orang yang ada disana berbisik, dan membenarkan apa yang Alex katakan.
"Maaf tuan muda Dominic, tapi lebih baik anda..."
"Ah, anda adalah putra dari keluarga Johnson. Saya ingat perusahaan ayah anda sedang berusaha keras, untuk bisa bekerja sama dengan anak perusahaan yang saya miliki." Ucap Alex memotong ucapan kekasih Monica.
Kekasih Monica itu terdiam, dia tidak bisa berkata apa-apa lagi. Dia tahu jika dia melanjutkan maka kemungkinan besar perusahaan ayahnya yang akan terkena imbasnya.
"Anda tidak perlu mengancam dengan cara seperti itu tuan Dominic." Sela Monica yang tidak terima kekasihnya di buat terdiam.
"Oh benarkah, lalu bagaimana dengan ayah anda nona, yang sudah membuat satu keluarga hancur, membuat dua orang tak berdosa mati, membuat seorang anak menjadi yatim piatu, lalu menguasai seluruh aset dan kekayaan orang itu?"
Monica dengan wajahnya yang pucat terdiam. Dia tidak tahu jika Alex akan berkata seperti itu di depan banyak orang, karena dia sudah tahu jika semua kekayaan yang di miliki keluarga Stuart adalah milik keluarga Dominic yang di rebut dulu.
"Katakan pada Robert Stuart, jika ingin bertemu dengan Jaselyn maka dia harus datang pada pesta perayaan perusahaan P. Group. Ingin membawa orangku? dia bahkan tidak pantas hanya sekedar melihatnya saja." Ucap Alex dengan tataoan menghina pada Monica.
Alex meraih tangan Jaselyn lalu membawanya kedalam ruang VIP. Sementara orang-orang yang melihat hanya diam dengan tatapan penuh tanya.
Monica yang mendapat perlakuan seperti itu mengepalkan tangannya kuat, dia benar-benar sangat kesal dengan Alex dan Jaselyn, tambah kata-kata terakhir Alex yang berkata jika Jaselyn adalah orangnya.
Didalam ruang VIP, Jaselyn dengan tubuh gemetar hanya bisa diam, dia benar-benar tidak menyangka jika dia akan bertemu dengan Monica, dan juga dia juga tidak menyangka jika Monica akan mengatakan semua itu padanya.
Melihat tubuh Jaselyn yang gemetar, Alex segera memeluk tubuh kecil itu, mendekapnya dengan erat dan mencoba memberikan ketenangan pada Jaselyn.
Mendapatkan pelukan yang begitu hangat dan nyaman, Jaselyn sadar dia tidak sedang sendirian. Dengan erat dia membalas pelukan Alex lalu menangis dalam pelukannya.
__ADS_1
Alex mengusap dengan pelan punggung Jaselyn yang tengah menangis.
"Keluarga Stuart kalian akan membayar semua ini."