
"Bagaimana dengan orang itu, apakah dia melakukan hal yang aku dan dia sepakati?" Ucap Alex pada Leon.
"Sudah tuan, beberapa hari lagi dia akan membawa nona Monica ke luar kota. Dan di pastikan dia akan mendapat kejutan yang tak terduga disana."
"Dia sudah membuat Jaselyn tersiksa bertahun-tahun, hanya sebagai mainan para pengusaha itu merupakan hukuman kecil dariku."
Leon hanya diam mendengar ucapan Alex yang begitu mengerikan itu.
"Berikan 1 miliar padanya, katakan itu sebagai tanda kerjasama kita. Jika dia bisa membuat wanita itu tetap dalam kubangan hitam itu dan tidak akan pernah lepas, maka masa kerjasama akan di tambah 1 tahun lagi."
"Tuan, anda benar-benar ingin....."
"Aku akan membuat mereka semua hidup dalam kubangan penderitaan yang tidak akan berakhir."
Leon melihat sorot mata kebencian dari kedua mata Alex, persis seperti sorot mata beberapa saat sebelum Alex menculik Jaselyn.
"Caritahu kehidupan keluarga William, aku juga perlu memberikan hukuman kecil lagi pada mereka." Ucap Alex.
"Saya mendengar setelah nyonya William sadar dari pingsannya di hari pernikahan putrinya, dia berteriak-teriak dan memecahkan banyak baranh, sehingga dia terpaksa di masukan kedalam rumah sakit jiwa."
"Oh benarkah, itu bagus. Jika begitu caritahu tentang anak dan memantunya yang sudah memandang hin4 adik ku."
"Baik tuan."
Leon segera keluar dari ruang kerja Alex, karena tidak mau lebih lama di dalam ruangan yang di penuhi aura kebencian dari Alex, untuk keluarga William dan Stuart itu.
"Jangan berpikir setelah kalian kehilangan semua harta, kalian akan lepas dariku. Aku tidak akan pernah membiarkan itu." Ucap Alex sambil menatap lurus dengan tajam.
Hati Alex mungkin telah menghangat pada Jaselyn, namun rasa benci pada dua keluarga yang telah menghancurkan keluarganya juga sudah menghina adiknya, akan terus ada sampai dia merasa mereka benar-benar mendapatkan hukuman yang pantas mereka terima.
"Beberapa hari lagi pernikahan ku dan Jaselyn, aku tidak ingin salah satu dari keluarga itu datang. Membuat Monica menjadi mainan di luar kota adalah pilihan tepat, dan untuk istri Stuart, dia sudah juga sudah menjadi mainan perempuan itu." Ucap Alex lagi.
Alex mengesampingkan lebih dulu tentang mereka, lalu kembali menatap dan memeriksa berkas yang ada di depannya. Karena dia tidak mau saat akan tiba hari pernikahannya, dia masih harus di sibukan dengan urusan berkas-berkas itu.
Dengan teliti dan fokus, Alex membaca semua berkas dan juga menandatangani berkas yang harus dia tanda tangani itu.
Tok tok tok
"Iya.
Seseorang masuk ke dalam ruang kerja Alex setelah mendengar suara Alex dari dalam.
"Ada apa?" Tanya Alex tanpa menoleh.
Alex yang tengah sibuk memang selalu seperti itu, berbicara tanpa menoleh pada orang yang berada di depannya. Seperti saat ini dia lakukan.
Dan karena tidak mendapatkan jawaban, Alex pun terpaksa mendongakan kepalanya dan seketika kedua matanya terbuka lebar.
"Jaselyn, sayang kau kesini?" Ucap Alex sambil berdiri dan berjalan mendekati Jaselyn.
"Kau terlihat sangat sibuk."
Alex tersenyum, "Tidak, aku hanya sedang memeriksa beberapa berkas saja. Karena aku tidak mau saat menjelang hari pernikahan kita, aku masih harus di sibukan dengan itu."
"Bukankah hari ini juga termasuk menjelang hari pernikahan kita? Apa kau tidak ingat? Kau berjanji padaku untuk membawaku membeli sepatu dan gaun pesta setelah pengucapan janji dan sumpah kita di pagi hari nanti."
Alex mengusap wajahnya, dia benar-benar telah lupa akan hal itu.
"Maaf sayang, aku lupa. Bagaimana kalau sekarang kita pergi?" Ucap Alex.
Jaselyn menggelengkan kepalanya, "Tidak."
"Kenapa sayang, aku benar-benar minta maaf karena melupakannya."
Jaselyn menyentuh dasi Alex dan juga kerah jas yang Alex kenakan saat ini.
"Kau masih mengurus pekerjaan mu, kita akan pergi setelah kau menyelesaikannya. Aku tidak mau semua pekerjaan yang kau lakukan terhambat karena ku." Ucap Jaselyn dan tersenyum pada Alex.
Alex tertegun mendengar ucapan Jaselyn, dia pun lalu memeluk wanita yang telah membuatnya jatuh hati itu.
"Terima kasih sayang." Ucap Alex.
Jaselyn mengangguk, "Lanjutkan pekerjaan mu, aku akan menemani mu disini."
"Iya."
Alex melepaskan pelukannya lalu memcium bibit Jaselyn dengan lembut, memberikan sedikit *****4n pada bibir tipis yang telah membuatnya terus ingin menciumnya.
Jaselyn mendorong tubuh Alex, dan terpaksa Alex mengakhiri ciuman mereka.
"Jika kau tidak berhenti, kau tidak akan menyelesaikan semua pekerjaanmu itu dengan tepat waktu." Ucap Jaselyn.
Alex terkekeh mendengar itu, Jaselyn rupanya sudah sangat tahu kebiasaan Alex jika sudah mencium bibirnya seperti itu.
"Baiklah, kau duduklah disana. Aku akan melanjutkan pekerjaan ku dulu." Ucap Alex.
__ADS_1
Jaselyn mengangguk, "Iya."
Alex lalu berjalan menuju meja kerjanya lagi, dan tak lama kembali tenggelam pada berkas yang tadi dia baca.
Sementara Jaselyn duduk di atas sofa yang ada di dalam ruang kerja Alex. Dan sambil menunggu Alex, dia memilih memainkan ponselnya.
Kedua sepasang kekasih ini terlihat sangat tenang menikmati waktu bersama di dalam ruang kerja dengan kesibukan mereka masing-masing.
Setelah 30 menit, Alex menutup map berisi berkas terakhir yang dia lihat dan tanda tangani.
"Sayang, apa kau bosan?" Ucap Alex yang melihat Jaselyn yang masih memainkan ponselnya.
Jaselyn menoleh, "Tidak. Apa kau sudah selesai?"
"Iya, aku sudah selesai. Kita bisa pergi sekarang."
Jaselyn tersenyum dan mengangguk, "Iya."
Alex berjalan mendekati Jaselyn lalu menggandeng tangan wanita yang di cintainya itu.
Ceklek
Pintu ruang kerja terbuka, mereka lalu berjalan keluar bersama.
"Leon, semua berkas sudah aku tanda tangani. Kau bisa mengambilnya." Ucap Alex pada Leon saat mereka melewati mejanya.
"Baik tuan."
Alex mengangguk, lalu pergi sambil tangannya masih tetap menggandeng Jaselyn.
Para karyawan Alex yang melihat adegan yang tidak pernah mereka lihat sebelumnya dari direktunya itu, seolah mengundang tanya besar, namun ada juga yang merasa jika direktur dan wanitanya merupakan pasangan yang serasi.
"Ayo naik sayang." Ucap Alex yang telah membuka pintu mobil untuk Jaselyn.
"Terima kasih."
Alex mengangguk.
Setelah Jaselyn masuk ke dalam mobil, Alex pun masuk ke dalam mobil itu juga dan melajukan mobilnya menuju pusat perbelanjaan untuk mencari sepatu dan gaun yang Jaselyn inginkan.
"Sayang, kau mau makan dulu?" Tanya Alex.
Jaselyn menggelengkan kepalanya, "Tidak, aku belum merasa lapar. Setelah membeli sepatu dan gaun saja kita makan."
Jaselyn tersenyum.
Alex membelokan mobilnya memasuki area parkir sebuah pusat perbelanjaan. Dan tak lama mobil berhenti.
"Kita sudah sampai." Ucap Alex.
Jaselyn mengangguk, "Iya, kita turun sekarang."
"Iya sayang."
Alex dan Jaselyn turun dari mobil dan berjalan masuk ke dalam pusat perbelanjaan, dan menaiki lift menuju lantai 3 dimana beberapa toko sepatu, tas dan juga pakaian berjejer disana.
"Kau ingin sekalian membeli pakaian, sayang." Ucap Alex.
"Pakaian ku sudah banyak memenuhi lemari, dan lagi pula masih banyak yang belum aku pakai."
"Tidak apa-apa, jika kau ingin membeli lagi."
Jaselyn menggelengkan kepalanya, "Itu tidak perlu."
Alex mengusap kepala Jaselyn dengan lembut.
Ting
Lift terbuka, sepasang kekasih itu kekuar dari lift dan berjalan menuju salah toko sepatu yang ada di dalam pusat perbelanjaan itu.
"Alex, kita ke toko seoatu yang itu. Toko itu terlihat memiliki sepatu yang bagus-bagus." Ucap Jaselyn sambil menunjuk salah satu toko sepatu.
"Baiklah, kita kesana."
Alex dan Jaselyn berjalan menuju toko sepatu itu
"Selamat datang tuan, nyonya." Ucap pelayan toko dengan ramah.
"Iya. Maaf aoakah kalian memiliki sepatu berwarna putih?" Ucap Jaselyn.
"Apakah sepatu untuk sebuah pernikahan, nyonya?"
Jaselyn mengangguk, "Iya, benar. Apakah ada?"
"Ada nyonya, mohon tunggu sebentar. Saya akan mengambilkan beberapa untuk anda."
__ADS_1
"Baik, terima kasih."
Sambil menunggu pelayan toko itu mengambilkan sepatu yang Jaselyn katakan, Alex dan Jaselyn melihat-lihat sepatu lain yang ada di dalam toko itu.
"Sayang, sepatu ini terlihat bagus. Kau cobalah." Ucap Alex
Alex mendudukan Jaselyn pada salah satu kursi yang ada di dalam toko sepatu itu, lalu membantu Jaselyn melepas dan memsang sepatu pada kaki Jaselyn.
"Lihatlah, bukankah sangat cantik di kakimu?" Ucap Alex setelah memakaikan sepatu itu pada Jaselyn.
Orang-orang yang sedang memilih sepatu menatap Jaselyn dan Alex, mereka tersenyum melihat perlakuan Alex yang begitu baik dan lembut pada Jaselyn.
"Akex, aku sudah memiliki lebih dari 20 sepatu." Ucap Jaselyn.
"Tidak apa-apa, hanya menambah satu lagi ini."
Jaselyn menggelengkan kepalanya, namun dia tetap menerima sepatu yang Alex berikan itu.
(Sepatu disini maksudnya sandal high heels ya, kalau pakai kata sandal kurang bagus ðŸ¤)
Pelayan toko yang tadi pergi untuk mengambilkan beberapa sepatu untuk Jaselyn, telah kembali sambil membawa 5 kotak sepatu di tangannya.
"Nyonya, ini adalah 5 sepatu pernikahan model terbaru dari toko kami. Anda bisa melihat dan mencobanya." Ucap pelayan toko itu sambil meletakkan 5 kotak berisi sepatu di depan Jaselyn.
"Terina kasih, aku akan mencobanya terlebih dulu."
"Baik nyonya."
Alex tersenyum melihat Jaselyn yang sudah terbiasa dengan orang-orang yang memanggilnya nyonya, meski saat pertama kali dia merasa begitu malu dan canggung.
Jaselyn mengambil salah satu sepatu yang di keluarkan oleh pelayan toko sepatu itu.
"Ini bagus, tetapi terlihat terlalu mewah." Ucap Jaselyn setalah mencoba sepatu pertama.
Pelayan toko yang mendengar itu mengerti, jika Jaselyn tidak begitu suka dengan sepatu yang begitu mewah.
"Nyonya, anda bisa menciba seoatu yang ini. Sepatu ini terlihat sangat elegan, dan tidak telalu terlihat mewah, karena hanya di hiasi beberapa mutiara saja." Ucap pelayan toko itu.
Jaselyn meouhat sepatu yang di katakan oleh pelayan toko, lalu mencobanya.
"Anda benar, ini terlihat lebih sederhana namun masih ada kesan elegan dan membuat pemakainya terlihat anggun." Ucap Jaselyn.
"Kau menyukainya, sayang?" Ucap Alex yanh sejak tadi duduk di samping Jaselyn.
Jaselyn mengangguk, "Iya. Sepatu ini sangat cantik."
"Baiklah kita beli yang ini, dan yang tadi kau coba."
"Iya."
Jaselyn melepaskan kembali sepatu yang dia coba, "Nona tolong kemas sepatu ini dan yang ini."
Jaselyn menunjuk satu pasang sepatu yang di pilih oleh Alex.
"Baik nyonya, saya akan segera melakukannya."
"Iya, terima kasih."
Alex mengusap kepala Jaselyn yang terlihat senang, karena telah mendapatkan sepatu untuk gaun pengantinnya nanti.
Tak berapa lama setelah pelayan toko pergi, dia kembali lagi.
"Nyonya, sepatunya sudah siap. Anda bisa pergi ke kasir untuk melakukan pembayaran dan nisa mengambil seoatunya disana." Ucap pelayan toko itu pada Jaselyn.
"Iya, terima kasih."
Jaselyn menatap Alex, "Ayo kita kesana untuk membayar dua sepatu tadi."
"Iya."
Alex dan Jaselyn berdiri dan berjalan menuju kasih untuk melakukan pembayaran.
Setelah selesai, Alex membawa dua paperbag yang berisi sepatu Jaselyn. Mereka lalu keluar dari toko sepatu itu.
"Setelah ini kita ke toko gaun pesta." Ucap Alex.
"Iya, tapi akamu tidak tahu gaun mana yang cocok untuk ku."
"Kau cocok memakai gaun apa saja, sayang."
"Alex."
"Aku mengatakan yang sebenarnya."
Jaselyn hanya diam, mereka terus berjalan mencari toko gaun pesta yang ada di pusat perbelanjaan itu.
__ADS_1