
Jika kamu tidak ingin tersakiti maka jangan pernah menyakiti hati yang benar-benat tulus kepadamu.
🍁🍁
"Kenapa kau ada di sini, lantas ibu ada di mana?" dengan tatapan bingung. Lantas Fahri pun bertanya pada perempuan yang berada di sampingnya itu.
"Apa yang kau bicarakan dengan ibu, seharusnya kamu tidak berada di sini karena rumah ini bukan tempatmu lagi." Fahri menambahkan lagi, lalu menatap geram ke arah perempuan itu, dan buru-buru masuk untuk melihat keadaan bu Nani.
"Yuni! Ikut aku masuk," ajak Fahri pada Yuni yang saat itu masih berada di luar.
"Baik, Pak." Jawab Yuni lalu ia pun mengikuti langkah bos nya untuk segera ikut masuk.
Fahri yang berhasil masuk, tak melihat ibunya berada di ruangan mana pun. Hingga matanya tertuju di kamar, karena ia yakin kalau bu Nami berada di dalam kamar.
"Ma, Mama! Buka pintunya."
Tok.
Tok.
Tok.
Fahri terus menggedor pintu kamar, dan ia begitu yakin kalau ibunya tengah berada di dalam kamar.
Ceklek.
__ADS_1
Tidak berapa lama kemudian, pintu terbuka dan bu Nani tengah berdiri di tengah pintu dengan tatapan sendu.
"Fahri!"
Bu Nani langsung membawa Fahri ke dalam kamar, namun sebelum itu ia menatap ke arah Yuni, dan berpikir jika itulah wanita yang dituduh sebagai selingkuhan Fahri, oleh Ana dan dianggap sudah merusak rumah tangganya.
"Bu, apa Ibu baik-baik saja?" tanya Fahri pada sang ibu yang saat ini sangat kuatir, saat melihat ibunya sedikit pucat.
"Ibu hanya syok, selebihnya baik-baik saja." Jawab bu Nani lirih.
Fahri tidak yakin jika apa yang dikatakan oleh ibunya adalah benar, seperti terpaksa. Namun, beliau mencoba menutupi semuanya dari Fahri.
"Oh ya, ngomong-ngomong itu siapa?" tanya bu Mina dengan mata yang tertuju pada Yuni.
"Saya Yuni, Bu." Yuni ikut menyahut sebelum Fahri memperkenalkan sosok yang berada di sampingnya kini.
"Apa benar yang kamu katakan itu adalah Yuni yang…."
"Iya Ma, tapi sebetulnya orangnya baik. Hanya saja wanita itu telah mengadu domba kita," ujar Fahri saat sang mama bertanya soal Yuni.
"Lantas mengapa perempuan itu ada di sini?" tanya Fahri yang tak habis pikir dengan bu Nani.
"Dia bilang anak yang ada di dalam kandungannya adalah anak kamu. Maka dari itu Mama tidak tega untuk mengusirnya," jelas bu Nani pada Fahri, saat membahas soal Ana.
Yah, wanita yang berada di rumah bu Nani adalah Ana. Entah apa yang terjadi sehingga Ana bisa sampai di sini. Yang jelas semua itu sengaja dilakukannya untuk menguasai hati bu Nani.
__ADS_1
"Apa Mama masi percaya dengan mulutnya yang penuh oleh kedustaan? Hanya karena dia mengatakan kalau dia sedang hamil anakku!" seketika itu bu Nani diam, saat Reza mengungkapkan akan rasa marahnya sekarang.
"Tapi dia berani bersumpah saat Mama bertanya perihal kandungannya," ujar bu Nani dengan menatap sang anak yang sedang dilanda emosi.
"Dengar bu, sampai kapan pun Fahri tidak akan menyentuhnya walaupun … Dia masih tetap istri Fahri, dan sampai kapan pun dia juga tidak akan bisa hamil, karena Fahri tak akan bisa menghasilkan anak!" tegas Fahri dengan mata menatap tajam ke arah sang ibu.
Bu Nani dan Yuni terlihat bingung, dengan pernyataan yang sudah diberikan oleh Fahri. Tidak percaya namun nyatanya sang anak berbicara seperti itu. Entah siapa yang akan dipercaya olehnya, Fahri atau Ana? Karena semua terasa sulit dan penuh keyakinan jika Ana dijebak, saat ditanya oleh bu Nani. Sedangkan Fahri berkata jika keduanya melakukan atas dasar suka sama suka.
"Fahri sudah tidak ada hubungan lagi dengan Ana, dan yang ada di perutnya juga. Bukan hasil dari benih Fahri, jadi suruh dia pergi karena sudah tidak ada lagi yang harus diurus." Fahri berbicara sangat serius hingga tanpa mereka sadari bahwa Ana sedang menguping pembicaraan mereka.
Bu Nani hanya diam, tak ada kata-kata yang dilontarkan lagi. Bu Nani juga yakin bahwa Fahri tidak mungkin berbohong karena, beliau tahu jika sang anak bukanlah orang yang seperti itu.
"Duh, kenapa jadi tegang begini ya." Sedari tadi Yuni gusar dan terus berbicara di dalam hatinya, karena melihat keadaan sedikit kacau.
"Aku yakin Ya Allah. Jika anak hamba tidak mungkin berbohong karena pantang baginya untuk melakukan dosa besar," batin bu Nani yang saat ini tengah berpikir akan ulah menantunya.
Sedangkan luar sana. Ana merasa semakin tersudut akan kedatangan Fahri kali ini, karena itu kali ini dirinya akan benar-benar terusir dari rumah mertuanya.
"Dasar brengsek kamu Leo, bisa-bisanya setelah mendapatkan apa yang aku mau justru, di saat aku mengalami masalah kamu mencampakkan aku seperti ini." Ana bergumam seraya meremas bajunya dengan kuat, sekarang ia tidak tahu lagi harus ke mana? Tidak mungkin pulang yang ada bisa-bisa orang tuanya bisa sakit lagi, dan Ana tidak mau semua itu terjadi.
Ana yang melihat ketiga orang itu berada di kamar. Merasa sakit hati karena benar-benar tidak dianggap, namun jika dirinya harus pergi. Lantas ke mana lagi. Uang pemberian dari Fahri senilai 50 juta, telah raib di rebut oleh Leo.
Sekarang dirinya merasa sudah dibuang oleh Leo yang hanya menginginkan hartanya saja. Sekarang, setelah dirinya di cerai oleh Fahri, justru dirinya ditinggalkan tanpa kejelasan dengan keadaan hamil anaknya.
"Tunggu! Sepertinya masih ada sisa uang untuk aku...."
__ADS_1
"Kau sedang apa di situ?"