Cinta Istriku Bukan Untukku

Cinta Istriku Bukan Untukku
40. Ayah selalu menyayangi kamu Nabila.


__ADS_3

Fahri diam sesaat karena suara Bila, membuatnya merasa bersalah.


Seharusnya wanita itu tidak datang.


Seharusnya wanita itu tidak pernah terlihat. Di saat Nabila sudah bahagia dengannya. Sekarang, justru semua berantakan karena kedatangan Ana. Bila bocah yang masih polos, harus dihadapkan dengan kenyataan yang tak seharusnya ia lihat dan juga dengar.


"Sayang, apa kamu menyayangi Ayah?" Fahri bertanya dengan seulas senyuman yang mengembang di sudut bibirnya.


"Tentu Ayah, selamanya Bila akan menyayangi Ayah dan tidak akan pernah terganti." Jawab bocah polos itu pada Fahri.


"Ayah tahu, kalau kamu menyayangi Ayah. Begitu juga Ayah sayang," ucap balik Fahri. Lalu mencium kening Bila dengan rasa yang tidak bisa diungkapkan.


"Untuk sekarang jangan bahas masalah ini dulu ya. Sekarang pergilah ke kamar karena Ayah akan melanjutkan pekerjaan di ruang kerja," ujar Fahri sekaligus memerintahkan Bila untuk masuk ke dalam kamar.


"Baik Ayah, aku pergi dulu." Jawab Bila patuh.


Sedangkan Fahri sudah berjalan ke arah ruang kerja, dan akan menghubungi Danu. Untuk sekarang dirinya benar-benar membutuhkan bantuan Danu. Agar Ana tidak mengganggu putrinya lagi.


Sampai kapanpun Fahri akan mempertahankan Bila, karena ia lebih berhak daripada Ana. Meski wanita itu bergelar seorang Ibu, karena dibalik itu. Fahri lah yang selama ini merawat dan membesarkan Nabila penuh dengan kasih sayang.


Di dalam ruangan Fahri langsung mengambil ponselnya dan segera mencari nama Danu, yang akan dihubunginya sekarang.


📲"Halo, Assalamualaikum." Setelah panggilan terhubung, Fahri langsung mengucap salam.


📲"Waalaikumsalam, ada apa kamu menghubungiku?" tanya Danu penasaran karena tidak biasanya Fahri menghubunginya dengan nomor pribadi, dan itu tandanya jika sahabatnya sedang ada masalah.

__ADS_1


📲"Kamu bisa datang ke sini. Tidak enak jika aku harus mengatakannya padamu lewat telepon," kata Fahri menyuruh Danu untuk datang ke rumahnya. Agar lebih leluasa dalam mengobrol.


📲"Sepenting apa? Sampai-sampai kamu menyuruhku ke sana," ujar Danu.


📲"Sudahlah, sekarang buruan datang karena aku menunggumu di sini."


📲"Assalamualaikum."


Tut.


Tut.


Tut.


Setengah jam telah berlalu. Sekarang Danu sudah berada di halaman rumah Fahri. Menunggu seseorang membukakan pintu dengan begitu dirinya akan segera masuk.


Dari arah dalam. Danu mendengar suara seseorang tengah membuka pintu, dan itu sepertinya Bibi yang bekerja dengan Fahri. Beberapa tahun ini dan benar saja jika orang yang keluar adalah Bibi.


"Masuk, Den." Bibi yang sudah membuka gerbang. Langsung menyuruh Danu untuk segera masuk ke dalam.


"Terimakasih Bi, ngomong-ngomong Pak Fahri ada di mana, ya?" tanya Danu pada Bibi.


"Ada di ruang kerja Den, Aden langsung saja naik." Jawab Bibi pada Danu.


"Iya Bi, kalau begitu saya permisi dulu." Setelah Danu pamit dengan Bibi, ia pun langsung naik ke atas.

__ADS_1


Tok.


Tok.


Tok.


"Masuk." Dari dalam terdengar jika Fahri menyahuti ketukan tersebut. Hingga Danu langsung membuka pintunya dengan perlahan.


Ceklek.


Krieeet.


Suara pintu yang dibuka oleh Danu.


"Duduk," perintah Fahri dan Danu pun menurut tanpa membantah.


Setelah saling ucap salam, Danu langsung bertanya perihal Fahri yang memintanya datang.


"Ada apa, sepertinya penting?"


"Sedikit." Jawab Fahri.


"Tentang apa?" tanya Danu lagi yang mulai tertarik dengan cerita Fahri."


"Ini tentang…."

__ADS_1


__ADS_2