Cinta Istriku Bukan Untukku

Cinta Istriku Bukan Untukku
39. MELIHAT FAKTA YANG MENGEJUTKAN


__ADS_3

Fahri dan Ana begitu terkejut saat mendengar Bila, berbicara. Keduanya tidak menyangka bahwa bocah cilik tersebut. Mendengar apa yang kedua orang dewasa perdebatkan.


"Bila, orang ini bukan ayahmu. Ke sini Nak, kamu anak Ibu."


"Tutup mulutmu itu!" bentak Fahri seketika, dan itu membuat Ana tersentak. Lalu bocah itu sesenggukan karena Fahri sedikit mengeraskan suaranya.


"Maaf sayang, Ayah tidak bermaksud. Sini sama Ayah," ujar Fahri karena merasa kasihan terhadap Bila.


"Tidak! Dia putriku. Aku yang sudah melahirkannya, jadi kalian sama sekali tidak punya ikatan darah." Ucapan Ana membuat puncak kemarahan Fahri, sudah di pucuk ubun-ubun.


"Jika kamu memang orang tuanya, buktikan. Sedari kecil aku yang mengurusnya. Sedari bayi aku yang merawatnya! Tapi dengan mudahnya kamu datang dan mengambil, sepertinya aku harus menyeret nama polisi dalam masalah ini." Dengan hati yang dongkol, rahang yang keras. Fahri sudah tidak bisa lagi mendiamkan perempuan itu.


"Tapi Bila adalah anakku," sungut Ana yang tak mau mengalah dan berusaha. Terus mengambil kesempatan demi Bila untuk di bawanya pergi.

__ADS_1


"Aku tidak peduli. Yang harus kamu tahu bahwa aku, adalah orang tuanya Bila!" sergah Ana lagi.


"Sampai kapan pun aku tidak akan melepaskan Bila. Hanya untuk wanita tak tahu diri seperti dirimu itu," tukas Fahri bernada emosi.


"Akan aku rebut karena dia memang putriku!" seru Ana dengan tegas karena ia yakin bahwa suatu saat dirinya akan bisa, merebut anaknya dari tangan Fahri.


"Sekarang pergi dari rumahku, atau aku akan menyeretmu." Fahri yang sudah kehabisan kata-kata dan tidak ingin berdebat, lebih lama lagi karena ia juga harus memikirkan nasib Bila. Yang sekarang tengah ketakutan.


"Tidak perlu repot-repot untuk menyeretku, karena aku bisa keluar sendiri." Ana pun lantas keluar dari rumah Fahri. Ia berjanji kalau ia bisa mengambil alih Bila dari tangan mantan suami itu.


"Tidak apa-apa. Lain kali aku akan merebut anak itu darimu, Mas. Aku yakin akan hal itu," janji Ana pada dirinya sendiri karena bagaimana pun Bila adalah anaknya. Meski ia terlahir tanpa sosok ayah, karena ulah bajingan tersebut hingga Ana terjebak dari cinta yang buta, lalu membawanya kesesatan akan dunianya.


Sedangkan di dalam rumah. Kini Fahri berusaha menenangkan Bila, karena merasa jika sang ayah telah menyimpan sebuah rahasia besar darinya.

__ADS_1


"Nabila, tolong jangan marah dengan Ayah. Ayah sayang sama Nabila, jadi sampai kapan pun Ayah akan berusaha untuk ada buat kamu." Ucapan lelaki itu tidak digubris, Nabila justru terlihat sangat marah dan kecewa.


"Ayah jawab, apa benar Bila ditemukan di depan rumah?" tanya bocah itu sambil sesenggukan menahan rasa sakit, kala ia harus mendengar ucapan dari perempuan tadi.


"Sepertinya aku harus melakukan sesuatu. Sebelum otak Bila dicuci oleh wanita brengsek itu," batin Fahri dengan mengeratkan gigi-giginya ia terus menahan emosinya.


"Ayah, kenapa diam."


"Hmm … lantas Ayah harus menjawab apa," kata Fahri.


"Apa benar Bila bukan putri kandung Ayah, dan Bila juga adalah anak yang tidak diharapkan."


"Siapa yang berkata seperti itu. Ayah sangat mengharapkan kamu, karena kamu adalah jantung Ayah." Fahri langsung menyela ucapan dari bocah tersebut. Tidak mau jika putrinya bertambah hancur. Namun disisi lain. Ia juga harus jujur pada putrinya, walau Bila bukanlah anaknya. Tetapi, Fahri begitu mencintai dan menyayanginya sepenuh hati.

__ADS_1


Melihat Ana yang datang, membuat Fahri sedikit takut. Biar bagaimana juga Bila adalah anaknya, karena perkataan dari mantan istrinya itu berdasarkan fakta.


"Ayah, jawab dan jangan diam saja? Jika memang benar wanita itu adalah ibuku. Bila akan tetap ikut Ayah," ucap gadis kecil itu dan seketika Fahri menangis karena terharu.


__ADS_2