Cinta Istriku Bukan Untukku

Cinta Istriku Bukan Untukku
36. BERTAMU KE RUMAH YUNI


__ADS_3

Lagi-lagi Danu membuat Fahri marah. Bisa-bisanya ia mengatakan jika dirinya sudah berada di rumah Yuni hanya untuknya, dan meminta Fahri untuk datang ke rumah Yuni secepatnya dan sama sekali tidak memberikan kesempatan, untuk membela diri.


"Apa anak itu sudah gila, main nikahin orang tanpa persetujuanku?" Fahri tidak habis pikir dengan kelakuan Danu.


Apa dirinya seperti seorang pecundang karena tidak berani datang untuk melamar Yuni? Sungguh ke-apesan yang hakiki. Fahri terus mengumpat karena merasa sudah dipermainkan oleh Danu. Seakan dirinya memang sangat membutuhkan bantuannya. Untuk mengatasi soal percintaannya.


Sekarang Danu sudah berada di rumah Yuni, dan meminta Fahri segera datang ke rumah wanita tersebut.


Di sepanjang jalan Fahri tidak berhenti mengumpat Danu, dan terus uring-uringan karena ulah dari temannya itu. Kini dirinya harus dihadapkan oleh situasi yang tegang. Bagaimana tidak, Danu sudah mengatur rencana untuknya dan itu membuat Fahri mengusap kasar rambutnya. Dengan penuh kekesalan.


Sedangkan di rumah Yuni. Di ruang tamu yang sederhana sudah terdapat tiga orang di sana. Lalu membicarakan soal kedatangan danu karena Yuni dan ayahnya nampak bingung.

__ADS_1


"Maaf Pak, memangnya ada keperluan apa ya? Kok anda datang ke sini?" tanya ayah Yuni karena beliau nampak asing dengan kedatangan Danu. Namun, tidak dengan Yuni tapi sementara ini ia memilih diam karena memberikan waktu untuk dua mengobrol.


"Begini Pak, maksud kedatangan saya ke sini. Cuma ingin menemani teman saya yang ingin bertemu dengan Yuni, namun dia masih berada di perjalanan." Jawab Danu dengan sopan. Sedangkan Yuni terlihat bingung karena teman yang dimaksud Danu itu siapa? Yuni masih penasaran dengan semua itu.


"Jika ingin menemani. Kenapa tidak berangkat bareng tadi?" kata ayah Yuni yang mempertanyakannya.


"Ouh … Itu tadi, tadi kebetulan teman saya sudah berada di luar namun ban mobilnya bocor. Takut kemalaman jika ingin bertamu jadi saya yang mewakili sampai teman saya datang," ujar Danu yang sengaja berbohong.


Tidak begitu lama. Suara salam dan ketukan membuat ketiga orang itu langsung menoleh. Guna melihat siapa yang datang untuk bertamu lagi.


"Pak Fahri!" Yuni terkejut ketika mendapati siapa yang sekarang berdiri di ambang pintu. Ternyata yang di maksud oleh Danu adalah Fahri. Bos nya yang berada dimana dirinya mengais rezeki.

__ADS_1


"Iya, karena saya ditinggal oleh Danu. Makanya saya datang akhiran," kata Fahri membeberkan.


Sejujurnya Fahri sedikit gemetar karena ini kali pertama dirinya berhadapan dengan, orang tua Yuni secara langsung. Andai kata semua ini bukan ide gila Danu. Mungkin saja sekarang dirinya tengah berbaring dan pergi ke pulau mimpi.


"Emmm … Pak, ini teman saya yang ingin mengutarakan sesuatu dengan Bapak dan juga Yuni." Danu seakan-akan tengah berperan sebagai sosok ayah bagi Fahri. Ia begitu semangat dan terlihat puas dan pastinya kelak Fahri akan berterima kasih kepadanya. Itu karena Danu sudah menjadi ayah dan juga sahabat untuk Fahri saat ini.


"Fahri, katakan secepatnya apa tujuan kamu datang ke sini." Danu beralih menatap Fahri, dan sangat terlihat jelas jika lelaki itu terlihat gugup. Keringat dingin yang bercucuran membuat Danu menghela nafas.


"Kenapa perasaan ini tidak seperti dulu. Saat aku berhadapan dengan Ana! Ini sungguh aneh," ucap Fahri dalam hati karena semua ini berbeda terbalik dengan masa lalunya.


"Kedatangan saya kemari ... Ingin ... Ingin,"

__ADS_1


__ADS_2