Cinta Kakak Sepupu

Cinta Kakak Sepupu
part 11


__ADS_3

Dimas pun pergi memesan makanan untuk mereka ke bi minah, disusul dengan Rio. Tidak membutuhkan waktu lama Dimas dan rio pun kembali dengan membawa 2 nampan masing masing membawa satu nampan


-------


"Del, lo mau ikut ke kantin gak" Tia menghampiri meja Delisa


"Nggak deh Ya, gwe disini aja" mendongak ke arah Tia dan Mia


"Ya udah lo mau pesen apa? biar gwe bawain nnti ksni" tawar Mia


"Mie ayam Komplit ya sama teh hanget aja" pinta Delia pada Mia


"Ya udah, lo tunggu sini Del" Mia dan Tia pun berlalu pergi, karna memang Delia sangat jarang untuk kekantin, Tingallah Delia dan Kekey di dalam kelas berdua.


"Del, Gwe jalan2 sekitaran sini ya, gwe bosen kalau berdiam diri disini" pinta Kekey pada Delia. Delia pun mengijinkannya.


"ya, tapi nanti kalau gwe panggil lo cepet balik" kekey pun menghilang dari hadapan Delia


Setelah lima belas menit Mia dan Tia pun kembali kekelas dengan membawa satu mangkok mie ayam komplit dan Dua Teh hanget serta 1 jus melon.


Sekolah tempat Delia terbilang sekolah Elit, Delisa bisa masuk ke sekolah elit seperti ini karna mendapat beasiswa. jika hanya mengandalkan uang maka keluarga Delisa tidak akan mamou


Sedangkan Mia dan Tia mereka anak orang orang kaya, jadi wajar jika mereka bisa masuk kesekolah ini dengan biaya yang tidak sedikit.


Setelah makanan mereka habis, Delia pun mengantar bekas mananannya dan membayar tagihannya.


Bel sekolah pun berbunyi menandakan pelajaran telah Usai siswa Siswi pun berhamburan keluar kelas menuju parkiran.


"Del, nanti sore gwe mau ke tempat ka raka, lo ikut gak?" Julia menghampiri Delia menuju parkiran.


"Boleh deh, nanti gwe izin sma nyokap" Delisa dan Julia pulang, karna hari ini Julia di jemput kang bejo


Erza kini sedang berada di Apartemennya tengah sibuk dengan berkas berkas yang sudah menumpuk dari D'ZMax Group. Jika Erza tidak sempat ke kantor untuk mengurusnya maka dia meminta sekertarianya Rizal untuk membawa berkas berkas nya ke apartemen nya. Ketika handphone nya Erza berbunyi


"Ya hallo pa?"


"Jangan lupa nanti jam empat kamu datang ke hotel " papa Andrian yang sudah menunggunya di Hotel


"iya pah" Jawab Erza singkat lalu memutuskan sambungan telpon nya


"Ahh ini saja sudah numpuk, pusing banget" keluh Erza ketika di hadapannya menumpuk berkas yang belum iya tanda tangani, belum lagi dia harus memantau permasalahan di hotelnya karna ada pihak yang tidak bertanggung jawab.

__ADS_1


Delisa yang kini tengah, berada di kamarnya pun mengambil telpon genggam miliknya lalu mencari nomer Erza yng sudah di berikan oleh Jack padanya.


"Nah ini dia nomernya" Delisa pun segera menelpon Erza,


Sedangkan Erza masih berkutik dengan lembaran lembaran kertas, tiba tiba hpnya berbunyi..


"Nomer tak dikenal? siapa ya?" Erza yang bingung dengan penelponnya pun segera menggeser tombol hijau yang ada di ponsel androidnya.


"Hallo" suara Erza pun terdengar setelah telponnya terhubung


"iya hallo, Assalamualaikum kak" Delisa merasa senang ketika Erza mengangkat panggilan darinya, Delisa yang merasa gugup namun berusaha untuk tetap tenang.


"iya waalaikumsalam, siapa" jawab Erza dengan lembut


"Umhh ini Delisa kak" Delisa yang memperkenalkan dirinya


"Maaf, Delisa siapa ya?" tanya Erza yang masih bingung


("Jadi kak Erza benar benar sudah lupa?" Gumam Delisa karna iya tidak menyangka orang yang selama ini dia tunggu tunggu bahkan sudah tidak mengingatnya lagi.)


"Jadi kakak benar2 sudah melupakan aku" tanya Delia dan air matanya tergenang di pelupuk matanya


"Iya maaf, tapi bisa beritahu aku tentang dirimu, mungkin aku bisa mengingatnya" Pinta Erza walau dia pun merasa bahwa gadis yang menelponnya tidak asing baginya namun Erza benar benar lupa tentang Delisa


Deg. jantung Erza pun seakan berhenti ketika Lia gadis kecil yang membuat Erza jatuh cinta dahulu kini tengah kembali.


"Lia?" Suara lirih Erza namun masih bisa terdengar oleh Delisa


"Iya kak ini Lia, kaka udah lupain Lia, kaka bahkan tidak mengingat nama Lia. Lalu bagaimana kaka bisa mencintai Lia, Lia rasa kaka sudah ada pengganti Lia hiks hiks" suara tangis Lia pun terdengar oleh Erza, Lia seakan merasa hatinya hancur, Delisa tidak menyangka bahwa Erza benar benar melupakan nya.


"Maafin kaka Lia, kaka gak tau kalau kamu menunggu kaka selama ini, kaka mengira kamu sudah tidak mengingat kaka lagi, dari itu Kaka tidak mencari kamu, bahkan saat orang tuamu berkunjung kamu tidak pernah ikut" jelas Erza karna dia masih tidak percaya bahwa Delisa berusaha mencarinya.


"Kaka tau? Lia tidak pernah melupakan kakak, Lia masih tetap menunggu kakak, lia masih sayang sama kaka, tapi kakak?" Lia tidak melanjutkan perkataannya karna hati lia begitu sakit hingga tidak sanggup melanjutkan ucapannya


"Maafin kaka Lia" Erza hanya bisa mengatakan Maaf, dia tidak tau harus berkata apa lagi, karna dulu Delia begitu berharga untuknya, namun iya tidak menyangka Bahwa delia begitu setianya pada nya, dan Erza pun sudah tidak mencintai Delia seperti dulu lagi karna 2 tahun berpisah dengan delisa.


"Kenapa kaka begitu mudahnya melupakan Lia sedangkan Lia tidak bisa melupakan kaka" Suara Delia yang terdengar parau karna lelahnya iya menahan tangis agar tak terdengar sampai diluar kamar Delia


Sedangkan di samping Delisa Kekey dengan setia menemani Delisa, Kekey lebih memilih diam dari pada dia ikut campur


"Lia, orang yang sudah menikah saja tanpa ada komunikasi selama bertahun tahun mereka bisa jatuh talak, apalagi kita yang hanya berpacaran" Tegas Erza membuat Delia bungkam.

__ADS_1


Delia yang sudah tidak tahan pun mematikan sambungan telponnya


Sedangkan Erza kini merasa bersalah karna iya tidak menyangka Delia dengan Setianya menunggu kehadirannya kembali


*Flashback


2 tahun yang lalu....


Delia dan Erza yang sedang duduk berdua sambil sesekali bercanda bersama, tiba tiba Erza menatap mata Delia dan menggenggam tangan Delia. membuat Delia mematung akan perlakuan Erza padanya


"Lia, kakak mau ngomong sama kamu" wajah Erza yang terlihat serius


"Kaka mau ngomong apa?" tanya Delia dengan heran


"Kaka mau kamu menjadi pacar kakak. Kamu mau gak Del?" wajah Erza terlihat serius.


"Liaa, tapi lia sebentar lagi akan ujian kelulusan sekolah kak, tapi Delia juga sayang sama kaka" Delia memang mencintai Erza namun iya tidak dibolehkan berpacaran karna mama Laras takut akan mengganggu belajarnya dan memang belum saatnya


memang saat itu Delia kelas tiga SMP dan akan segera Lulus, Sedangkan Erza kini sudah masuk ke kelas satu SMK PW.


"Baiklah Del, kaka tidak akan memaksa" Erza pun melepaskan tangan Delia yang digenggamnya, terlihat raut wajah kecewa saat Delia menolak Erza


Delia yang melihat itu pun hatinya merasa tidak karuan


"Aku mencintaimu kak, tapi Delia takut akan tidak fokus dalam belajarnya" Gumam Delia dalam hati


Kekey yang sedari tadi ada di samping Lia pun memberikan saran pada Delisa


"Lia, kalau kamu sayang sama Ka Erza, kamu terima aja, dari oada jamu nanti menyesal karna telah menolak nya, dan masalah belajar kamu hatus tetap fokus, anggap dia motivasi kamu" saran Kekey pada Delia.


"Kak, ummmm,, Delia mau jadi pacar kakak" Delia yang malu malu mengungkapnya, Sedangkan Erza langsung menatap Mata Lia dengan senyum dibibirnya membuat wajah tampan Erza terlihat sangat memukau di hadapan Delia


"Baiklah, berjanjilah kamu akan tetap setia pada kakak, dan tunggu kaka kembali menemuimu karna kaka akan sekolah di kota A jadi akan sangat lama kita berpisah" kata Erza lalu Lia dan Erza menyatukan jari kelingkingnya sebagai ikatan janji


"Delia janji kak" Delia pun tersenyum


*****Flashback off


*******


Hay readersku jangan lupa vote CKS ya untuk mendukung author dalam berkarya. tinggalkan jejak kalian di komentar dan jangan luoa klik jempol

__ADS_1


SARANGHEO 💋**


__ADS_2