Cinta Kakak Sepupu

Cinta Kakak Sepupu
part 56


__ADS_3

"Key, bisa diam kan, lama lama darting aku sama kamu" batin Delia yang menatap tajam ke arah Key dari kaca spion mobil, namun Key hanya membuang muka.


"Haleh Del, Del lu ya. Bilang kangen aja ribet ah" ucap Key namun diabaikan oleh Delia.


“Alhamdulillah deh kak klau gitu, Lia seneng dengarnya” ucap Lia, setelha beradu argumn denan kekey.


Saat Delia melihat ke arah Erza, Erza pun spontan menoleh ke arah Delia, dan pandangannya mereka pun berjalan satu garis lurus tatapan mereka beertemu membuat jantung Delia berdegup dengan sangat kencang. Sesaat saat Delia telah sadar akan tatapannya Delia pun segera mengalihkan pandangannya ke luar jendela dengan jantung yang deg deg an akan tatapan mereka.


“Ya ampun jantung ku kok disco sii.” Gumam Delia sambil memejamkan matanya dan mengigit bibir nya.


“Ayok donk jagan disco kayak gini nanti ketahuan kan jadi malu” ucap Delia yang berusahah menetralkan detak jantungnya.


*******


Setibanya di pantai Delia terlihat sangat senang berjalan di pinggir pantai dengan menggandeng tangaan Erza. Delia yang sengaja melepaskan sepatunya membiarkan kakinya basah karna terken deburan ombak yang siang itu sudah mulai sedikit kencang.


Setelah berjalan cukup jauh dengan diiringi tawa, Delia dan Erza pun naik dari pantai dan mengunjungi tempat penjual es kelapa muda yang tak terlalu jauh dari tempatnya.


Setelah mendapatkan es kelapa muda Erza pun mengajak Delia duduk di bawah pohon yang rindang karna siang itu sudah sangat terik.


“Delia apa kaka boleh bertanya?” tanya Erza, Delia yang saat itu tengah menikmati es kelapa mudanya pun menoleh ke arah Erza.


“Iya boleh kak, kaka mau nanyak apa?” tanya Delia sambil tersenyum..


“Bagaimana perasaan kamu sekarang?” tanya Erza dengan menatap kedua bola mata Delia. Delia yang mendengar pertanyaan erza mengeryitkan kedua alinya heran.


“Maksud kaka apa? Perasaan yang bagaimana?” tanya Delia yan tak mengerti sama sekali.


"Perasaanmu terhadap kaka, sekarang kamu tau kan kaka udah ada kekasihnya, lalu bagaimana dengan perasaanmu.?” Tanya Erza, sedangkan Delia mengangkat sebelah alisnya mencerna pertanyaan Erza yang tak iya mengerti maksudnya.


Dan setelah Delia terdiam cukup lama otaknya pun menangkap maksud dari perkataan Erza.


“Perasaan Delia ya kak?” tany Delia dan Erza hanya mengguk.


Seebelum menjawab pertanyaan Erza, raut wajah Delia terlihat besedih dengan pandangannya mengahadap ke bawah dan bibirnya yang di majukan.


“Jawab jujur apa boong? Tapi kalau jujur aku malu, kalau boong delia dosa.” Gumam Delia dalam hati.


Deliapun mengangkat wajahnya dan melihat wajah Erza yang masih setia memadang wajahnya.


“Lia?” panggil Erza karna cukup lama Erza tak mendapatkan jawaban apapun dari Delia.


“ah,, umm,, anuuu,,, itu apa namaya kak” Delia gugup dengan menggaruk kepalanya walau tak merasa gatal karna bingung iya harus menjawab dari mana.


Sedangkan Erza mengangkat kepalanya meminta jawaban dari Delia.


“Lia, (hening) Lia se-be-narnya kecewa” jawab Delia dengan wajah yang menunduk sedih.

__ADS_1


“Terus sekarang apa kamu masih sayang sama kaka?” tanya Erza


Delia yang melihat pertanyaan Erza pun langsung mendongakkan kepalanya menatap lekat kedua mata Erza.


“Kak, Lia tetap sayang sama kaka, sebagimana pun kaka dekat dengan perempuan lain, tapi kalau kaka dan Delia emang jodoh Kaka akan kembali ke Lia. Tapi sebaliknya, jika kaka bukan jodoh Lia, insha Allah Lia bakalan ikhlasin kaka asal kaka bahagia.” Jawab Delia dengan mata yang berkaca kaca mengingat saat dia mengetahui ketika Delia melihat photo Erza laki laki yang sangat iya cintai berfoto bersama perempuan lain dengan mesranya.


Dan saat mengatakan itu Delia kembali mengingat cerita Rio saat di cafe waktu itu, Delia sedikit bertanya tentang Erza. Rio pun menceritaannya termasuk hubungan Erza dan juga Cindy walau hanya sementara namun tetap membuat hati Delia begitu sakit. Saat di depan Rio, Delia berusaha baik baik saja.


“Lia?” panggil Erza.


Delia yan merasa terpanggil pun mendongakkan kepalanya mengadap rio, karna sebelumnya Delia menunduk karna iya tak mau menangis di depan laki laki yang sangat ya cintai itu.


“Lia, kakak minta maaf sama Delia” ucap Erza lirih.


“Minta maaf untuk apa ka?” tany Delia heran.


“Karna telah menyakitimu” jawab Erza singkat.


Delia yang mendengar jawaban dari Erza pun tertawa.


“Kenapa kamu tertawa?” tanya Erza heran.


“Tidak apa apa kak, maaf” jawab Delia dengan menghentikan tawanya.


Setelah itu mereka pun melanjutkan obrolan nya sambil sesekali mereka tertawa bersama, dan rasanya saat itulah Erza berubah dari dia yng semula orang yang dingin dan cuek kini berubah menjadi orang yang sangat ramah.


“Kamu lapar Lia?” tanya Erza, sedangkan Delia hanya menjawab dengan senyum yang menampakkan sederet gigi putihnya dan anggukan kepala.


Erza pun melihat jam yang ada di pergelangan tangannya dan ternyata mereka telah melewatkan jam makan siang karna waktu sudah menunjukkan pukul 14:30.


“Ya sudah ayok kita cari makan, kita terlalu asik mengobrol hingga lupa waktu makan” ajak Erza yang berdiri terlebih dahulu dan di angguki oleh Delia.


Sedangkan tak jauh dari tempat mereka ada seseorang yang memperhatikan Erza dan Delia.


"Aku akan membuat kamu dibenci oleh Erza" ucap seseorang yang dengan mengepalkan tangannya karna merasa tak terima dengan apa yang dia lihat.


****


Setelah sepuluh menit mereka mencari tempat makan mereka pun menemukan tempat makan restoran seafood yang berada tak jauh dari pantai tempat yang mereka kunjungi tadi.


Sekalipun makanannya telah habis Delia merasa masih betah berada di dalam restoran itu, hingga ahirnya Delia memesan es krim rasa vanila dan stroberry untuk menemaninya mengobrol dengan Erza. Seedangkan Erza memilih untuk memesn cappucino.


Seteah jam 4 sore mereka pun memutuskan untuk kembali, dan Erza mengantarkan Delia hinga halaman depan rumah, awalnya Delia menolak namun Erza tidak ingin Delia berbohong pada orang tuanya karna iya tau Delia tidak pandai berbohong dan dia tidak ingin karna dirinya Delia akan terbiasa berbohong.


Seminggu kemudian......


Kini Delia sudah mulai bersekolah seperti biasanya, saat di dalam kelas terlihat Delia sedang duduk bersama Mia dan Tia mereka tengah asik mengobrol sebelum guru mereka masuk ke dalam kelas.

__ADS_1


Setelah sepuluh menit mereka asik dengan obrolan mereka bel pun berbunyi dan tak lama kemudian bu guru Tina pun masuk yang tak lain adalah wali kelas XII IPA 2.


Sedangkan disisi lain Erza tengah di pusingkan dengan kerjaan kantornya yang belum iya slesaikan, sebelum iya masuk ke universitas yang iya pilih, karna Erza memilih untuk masuk universitas yang berada di kotanya itu dan dekat dengan kantornya juga.


Saat tengah berkutik dengan lembaran lembaran kertas yang berada di mejanya itu tiba tiba terdengar suara ketukan dari luar ruangan Erza, Erza yang mendengar ketukan pintu pun segera menyuruh nya masuk dan terlihat Rizal sekertaris Erza dengan subuah dokumen di tangannya.


“Tuan ada perusaan dari Darrius Company untuk mengajukan surat kerjasama dengan perusahaan kita” ucap Rizal setibanya di depan Erza.


Ya Darrius company adalah perusahaan yang di pimpin oleh Rakha yang tak lain adalah kakak dari Julia, dan nama Darrius terdapat dari kakek buyut Rakha yang telah mendirikan perusahaan itu yang kemudian jatuh ke tangan ayahnya dan sekarang jatuh ke tangan Rakha sendiri.


Sedangkan ayahnya Rakha mengurus perusahaan yang lain yang di bangun sendiri oleh ayahnya. Sedangkan Perusahaan yang di pimpin oleh Rakha adalah perusahaan yang di bangun oleh kakek nya.


Erza pun mengambil surat kontrak kerja, dan setelah itu Rizal pun berpamitan keluar dari ruangan Erza.


Kini Delia sedang berada di rumah Julia, tidak lain hanya untuk latihan boxing bersama dengann Julia dan kaknya Julia yaitu Rakha.


“Yuk Julia semangat ” sorak Delia menyemangati Julia yang sedang di latih oleh Rakha.


Rakha pun dengan pelan mengajarkan Julia untuk belajar bela diri boxing, berbeda dengan Delia yang memang sudah mengusai beladiri sedari dia kecil, jadi Rakha pun bisa memfokuskn untuk mengajari Julia hingga Julia benar benar bisa mengausai boxing hanya untuk menjaga dirinya.


“Sudah cukup untuk latihan hari ini, sekarang istirahat lah dulu.” Perintah Raka, Julia pun menganggugk dan berjalan menuju Delia sambil tangannya sibuk melepas sarung tinju yang sedari tadi membungkus tangannya.


“Lo nunggunya ga bosen Del?” tanya Julia setelah mendratkan bokong nya di samping Delia.


“Gak lah, oh iya tadi gwe lihatnya semakin sekarang lo makin jago deh” ucap Delia memuji Julia.


“Itu juga karna bantuan lo dan juga ka Rakha kali Del” ucap Julia seraya tersenyum ke arah Delia.


Tak lama kemudian Rakha pun datang dengan membawa tiga gelas jus jeruk dan snack untuk menemani obrolan mereka.


“Oh ya kak, gimana perkembangan perusahaan sekarang?” tanya Julia pada kakanya Rakha.


“Baik baik saja, dan sekarang kakak sedang mengajukan kerjaama dengan perusahaan D’Zmax Group” kata Rakha dan Julia pun hanya memanggutkn kepalanya.


“Del, setelah lulus SMA kamu lanjutkan ke univesitas mana?” tanya Rakha setelah meneguk es jeruknya.


“Delia belum tahu kak” ucap Delia sambil memandang Rakha.


“Del, kan lu punya cita cita jadi dokter, kenapa gak lo ambil kedokteran aja” ucap Julia memberi saran pada Delia.


“Biaya kuliah kan mahal Jul, apalagi kalau gwe ambil jurusan kedokteran pasti memakan banyak biaya, dan lo tau sendiri orang tua gwe sekrang” ucap Delia dengan raut wajah yang sedikit sendu mengingat keadaan keluarganya yang secara pas pas an.


“tapi kan seikit tidak otak lo encer, besok lo coba ikut bidikmisi aja, kan gak taunya lewat sana lo dapet beasiswa” ucap Julia sambil mengunyah snack yang berada dalam mulutnya.


“Ah gwe ga tau Jul, masalah ini besok gwe pikir pikir dulu” ucap Delia yang merasa pusing, karna memang Delia sangat ingin menggapai cita cita namun ketika ia meihat ke dalam kedaan orang tuanya membuatnya tak berani menginginkan hal lebih dri itu, terlebih lagi Delia punya seorang adik yang msih sekolah dan perjalannaya masih panjang hingga membuat delia berfikir untuk tidak melanjutkn pendidiknnya, dan tak mau membebankan orang tuanya akan biaya kuliah yang tidak sedikit.


Dan setelah menjelang sore Delia pun berpamitan pulang dan di antar oleh Rakha dan juga Julia, karna emang Julia akan menginap di rumah Rakha mengingat orang tua Julia akan pergi ke laur kota karna urusan bisnis nya, dan sangat tidak mungkin Julia tinggal sendiri di rumah, walau ada asisten rumah tetap saja Julia menginap di rumah kakanya agar lebih man.

__ADS_1


__ADS_2