Cinta Kakak Sepupu

Cinta Kakak Sepupu
part 36


__ADS_3

"Gwe ke toilet dulu" ucap Delia dan bangkit dari tempat duduk nya menuju kamar yang nya, saat sampai di dalam kamar Delia pun menjatuhkan bulir bulir bening yang iya tahan saat masih berada di meja makan.


*****


"Del, gwe minta maaf ya" ucap Key mendekati Delia.


"Minta maaf kenapa?" tanya Delia di sela sela tangisnya.


"Jadi gini, Pas gwe mau ke dapur tadi sore gwe liat cwek itu menggenggam tangan Erza, dan Erza pun diam saja, dan sepertinya cewek itu memang pacar nya Erza" jelas Key pada Delia. Delia yang mendengar Erza mempunyai pacar pun merasa semakin merasakan sesak didada nya


"Key, lo tau kan dia itu first love gwe, dan gwe cinta banget sama dia, gwe gak tau kenapa perasaan gwe sakit banget pas tau cewek tadi itu pacar nya Erza" ucap Delia saat berusaha menenangkan dirinya.


"Iya gwe tau Del"ucap key memeluk Delia untuk menenangkannya


Sedangka di luar kamar Delia ada Rio yang sedang berdiri mendengar ucapan Delia. Rio awalnya berniat untuk menyusuli Delia untuk menenangkan Delia, karna Rio tau bahwa Delia pergi dari meja makan karna mendengar Cindy yang memanggil Erza dengan mesranya.


"Ya udah key, gwe mau keluar dlu" ucap Delia dan melepasan pelukannya key, dan bangkit dari kasurnya


Rio yang medengar delia akan keluar pun segera turun untuk meemui teman temannya di meja makan. Namun sebelum Delia turun delia mencuci mukanya terlebih dahulu agar tak terlihat sembab karna telah menangis.


Setelah mencuci wajah nya Delia pun turun menuju meja makan, sesampainya di meja makan delia langsung mengambil sendok garpu dan langsung makan dengan wajah yang terus menunduk, iya tak ingin melihat apa yang berada di depan nya. Erza terus memperhatikan Delia yang tetap menunduk dan tak mengeluarkan suara sedikitpun


Setelah mereka selesai makan Delia dan teman teman nya pergi ke ruang tamu sekedar untuk bercanda sedangkan Delia memilih untuk ke taman belakang tempat iya dan teman teman nya akan mengadakan acara barbeque.


Delia melihat gitar milik Rio yang terletak di sebuah kursi panjang, Delia pun mengambil gitar itu dan memainkan senar nya. Rio menyadari bahwa Delia tidak ada di antara mereka. Rio pun mencarinya, setelah menemukan tempat Delia, Rio kembali menemui teman nya


"Dim, lo ikut gwe bentar" ucap Rii pada Dimas, Dimas pun mengikuti Rio dari belakang hingga Rio dan Dimas melihat Delia yang memainkan senar gitar miliknya.


"Lo liat gadis itu" tunjuk Rio pada Dimas, Dimas pun mengangguk saat menemukan orang yang di tunjuk Rio.

__ADS_1


"Kenapa dia disini sendiri, bukan nya ikut kumpul kumpul" ucap Dimas yang tak mengerti.


"Dia Delia, gadis yang pernah di ceritain Erza dulu waktu di kantin" jelas Rio pada Dimas, sedangkan Dimas tak percaya menatap Gadis cantik yang berada di depannya itu.


"Apa dia Delia? cantik banget" puji Dimas.


"Iya dia emang cantik, gwe aja terpukau saat pertama kali liat Delia. tapi karna lo bawa Cindy ke sini dia jadi murung sedih gitu, padahal kemarin gwe nyuruh lo buat ngajak Erza kesini buat nyatuin Delia sama Erza" jelas Rio pada Dimas.


"Ya gwe mana tau Yo, tapi ni ya sekalipun Erza balikan sama Delia kayaknya Bokap nya kagak bakalan setuju deh sama hubungan mereka" ucap Dimas saat mengingat bahwa Erza dan Delia tak direstui hanya karna perusahaan Bokap Delia yang sudah ludes terbakar.


Tak jauh dari tempat Rio dan dimas berdiri, ada key yang mendengar pembicaraan mereka, awalnya Key curiga takut akan berbuat jahat pada Delia, namun saat mendengar apa yang dikatakan Rio dan Dimas key pun hanya menyimak perkataan mereka.


"Ooh jadi itu penyebabnya Erza menjauhi Delia, kasian banget si kamu Del, cuman karna harta hubungan kamu sama Erza malah gak direstui" gumam Key


Setelah Rio dan Dimas selesai dengan percakapan mereka, mereka pun kembali menemui teman teman nya. Key pun menghampiri Delia yang bermain dengan gitar milik Rio.


"Udah ke toilet tadi de" ucap Rio berbohong.


"Kak, gitar kakak dimana? kita nyanyi nyanyi yuk, sambil nunggu jam 9" ucap Mia yang melihat jam dibpergelangan tangannya.


"Ummh kayak nya tadi kaka taruh di belakang deh" ucap Rio


"Ya udah gwe ambil dulu ya" ucap Mia yang akan berdiri, namun Julia langsung menahan tangan Mia agar tak pergi.


"Mi, mending lo temenin gwe ke kamar aja ya, gwe takut ke kamar sendiri, kalau gitar biar kak Erza aja yang ambil gitar nya" ucap Julia sambil memberi kode ke arah Rio dan Dimas, Rio dan Dimas pun mengerti dengan maksud Julia.


"Iya Za, lo ambil geh gitar gwe di belakang" ucap Rio meminta pada Erza.


"Eh elo jul, tumben banget" ucap Mia menatap Julia curiga.

__ADS_1


"Udah gpp ayok ikut" ucap Julia menarik tangan Mia, Mia pun mengikuti dari belakang.


karna sebelum nya Julia juga ada di belakang Rio dan Dimas. Julia pun mendengar perkataan Rio dan Dimas, maka saat itu Julia menyadari sikap Delia yang tiba tiba menyendiri, karna biasanya Delia selalu ikut kumpul bersama teman nya.


Rio dan juga Dimas tengah membujuk Erza agar dia mau mengambil gitar yang berada ditangan Delia, karna Erza merasa di desak ahirnya Erza mengalah, dia pun bangkit dari tempat duduk nya dan menuju taman belakang dimana disana ada Delia.


Rio dan Dimas pun mengikuti Erza dari belakang tanpa sepengetahuan Erza, Julia dan Mia yang melihat Rio dan Dimas mengikuti Erza mereka pun ikut menguntit Erza dari belakang.


Sampainya di taman belakang Villa, Erza terkejut saat melihat Delia sedang memainkan senar gitarnya, Key yang menyadari kedatangan Erza pun segera menjauh dari Delia.


Karna Delia yang tengah khusuk dengan jemarinya yang memetik sinar gitar tak menyadari kedatangan Erza.


"Hy my sweet bear" sapa Erza saat berada tepat di depan Delia.


Delia yang mendengar panggilan khusus itu pun memberhentikan tangan nya dan Delia pun mendongak kan kepala nya ke atas melihat bahwa yang memanggil nya polar ice nya


Saat Delia melihat Erza berada di depannya Delia pun tersenyum ke arah Erza. Erza pun duduk di samping Delia.


"Apa kabar beruang manis?" tanya Erza pada Delia.


"polar ice masih inget dengan panggilan itu?" tanya Delia tanpa menjawab pertanyaan Erza


"Bagaimana polar bisa lupa tentang beruang manis ini" goda Erza pada Delia.


**☆☆☆☆☆☆


Tinggal kan like, serta jejak kalian. Bantu Vote untuk mendukung novel author dan menjadi penyemangat untuk author. Terimakasih😊


Jangan jadi pembaca bayangan aja, mari di vote seikhlasnya. yang vote koin juga author seneng banget dong pastinya**.

__ADS_1


__ADS_2