Cinta Kakak Sepupu

Cinta Kakak Sepupu
part 23


__ADS_3

Davin yang menyadarinya pun langsung melepas tangannya. sedangkan Delia langsung memalingkan wajahnya, kini Lia menghadap luar jendela melihat pemandangan yang ia lalui.


--------


Tepat pukul 17:00 Delia dkk sampai di Villa milik Mia.


"Selamat datang non Mia, waah rupanya non Mia makin cantik aja" ucap kang Darmo penjaga villa milik bokap Mia.


"Ah akang sa ae deh" Mia tersipu malu dengan pujian yang dilontarkan oleh kang Darmo.


Yah begitulah Mia dan para pengawalnya selalu akrab.


"Ya udah non silahkan masuk" kang Darmo pun mempersilahkan Mia dkk masuk kedalam diikuti oleh kang Darmo.


"Bu Srii, non Mia sudah datang " panggil kang Darmo pada Sri istrinya, Sri pun datang menghampiri Kang Darmo yang memanggil nya.


"Eh iya pak. Hallo non selamat datang, Non Mia makin cantik aja" puji Sri pada nona kecilnya itu


"Eh bi Sri, Mia kan cewek bi, Ya Mia cantiklah bi hehe" kaya Mia setelah mendapat pujian dari kang Darmo dan istrinya Sri


"Ciee baru datang udah di puji 2 kali" bisik Davin pada telinga Mia


"Sewot bae lu" protes Mia pada Davin.


"Ya udah yuk non, bibi udah siepin kamar buat non Mia dan temen temennya" Mia pun mengikuti bi Sri untuk menuju ke kamarnya di ikuti oleh Delia Dkk.


"Nah ini untuk Aden siapa namanya" Bi Sri menatap Davin dan Rio bergantian


"Oh iya saya lupa memperkenalkan temen temen saya bi" ucap Mia yang menyadari bahwa dia belum memperkenalkan teman temannya pada bi Sri ataupun kang Darmo.


"Ini namanya Davin bi" ucap Mia memperkenalkan Davin, Davin pun mengangguk dengan tersenyum


"Di sampingnya Davin namanya Delia, terus di sebelah Delia, Julia, trus Tia dan di belakang nya Tio itu Rio abangnya Tia bi" kata Mia memperkenalkan temannya pada bi Sri. Bi Sri pun mengangguk tanda mengerti

__ADS_1


"Delia? perasaan aku pernah dengar nama Delia deh, tapi dimana ya" Gumam Rio dalam hati sambil terus menatap Delia.


"Baiklah Den Rio sama den Davin di kamar ini, trus disebelah kamar den Rio tempat temennya non Mia ya Non" kata Sri memberitahukan pada Davin dan Rio


"Lah bi emang ada 2 kamar ya bi" tanya Tia heran melihat ada 2 kamar yang bersebelahan.


"Di atas masih ada 3 kamar lagi non, tapi kamar yang paling pojok kanan udah lama gak kepake non, jadi yang sering di pake itu 2 kamar aja" kata Sri menjelaskan pada Tia, Tia pun mengangguki tanda mengerti


"Ya udah bi nanti biar Mia yang nentuin kamarnya bibi siepin makan malam aja buat kita" Ucap Mia yang memang belum menentukan kamarnya dengan ke tiga teman cewek nya.


"Baiklah non, bibi permisi ke dapur dulu Non" Bi Sri pun pergi meninggalkan Mia dkk.


"Ok Del, lo sama Julia ya, biar gwe sama Tia tidurnya, trus lo sama Julia di kamar atas, gwe yang dibawah sini" kata Mia pada Delia.


"Del gwe udah keliling ni Villa, dan rasanya ada yang gak beres di kamar sebelas sana" bisik Kekey pada Delisa yang baru datang setelah penelusurannya tentang Villa ini.


"Maksud lo Key" Delia kembali berbisik.


"Ummh Mi, gimana kalau gwe yang di bawah sini aja sama Juju lo yang di atas sama Tia" kata Delia meminta pendapatnya Mia


"Yah Del, masalahnya tuh gwe males banget dah kalau harus turun naik tangga mulu" killah Mia pada Delia


"Eh del, gak apapa kok lo sama gwe aja disini trus nanti Rio sama Julia satu-satu kamar di atas" kata Davin asal Ceplos. spontan Tia pun menjitak kepala Davin


"Lo beg* apa tol*l si yang ada lu tu apa apa in anak orang" Tia sedikit emosi mendengar penuturan Davin.


"E sapu Lidi gak usah pake jitak pala gwe sakit pe'a" kata Davin mengelus dahinya yang terkena jitakan dari Tia


"Masih mending gwe jitak dari pada gwe tonjok tu mulut seenak kate lo ngomong" Tia yang masih terbawa emosi dengan perkataan Davin hampir mendaratkan tangannya di wajah Davin.


"E kalian bisa gak sih jangan berantem, kea tom and jerry tau gak" Mia menengenahi perdebatan Tia dan Davin


"ini ni si otak kelas yang dongol duluan, bikin gwe esemosi aja, untung gwe kagak darah tinggi" Tia menunjuk Davin dengan menatapnya dengan tajam.

__ADS_1


"Gwe percanda sapu lidi" Davin pun memasang wajah memelas karna menyadari perkataannya yang salah


"udah udah, kalian ini ya, selalu aja berantem. lo si Dav ngomong kagak disaring apa mulutnya asal ceplas ceplos gitu" kata Julia yang buka suara karna Julia memang sering melihat perdebatan antara Tia dan davin di kantin sekolah.


"udah lah, jadi gimana ini? gwe bis kan si kamar bawah sini" tanya Delia setelah merasa Davin dan Tia berhenti dengan perdebatannya.


"Gak boleh, lo sama Julia di atas, biar gwe sama Mia disini. nanti kalau lo disini yang ada ni setan dongol apa apain lo lagi" kata Tia yang sedikit menekan kata setan ke arah Davin. Sedangkan Davin hanya menatap Tia tajam karna di katain setan


"Apa ade gwe kek gini terus sama lo Dav" bisik Tio di telinga Davin. namun masih terdengar di telinga Mia yang memang Mia berdekatan dengan Davin.


"Iya selalu kek gitu berdebat gak jelas" kata Mia menimpali.


Sedangkan Delia yang tidak diijinkan memasang wajahnya sendu.


"Ya udah yuk masuk kamar beres beres nanti keburu malam, biar gwe sama Delia di atas biar gak debat lagi, ayok Del" Julia pun menarik tangan Delia untuk menuju anak tangga, sedangkan Rio dan Davin masuk ke kamar yang bersebelahan dengan Mia dan Tia.


Mereka pun memasukkan pakaian mereka ke dalam lemari. dan mereka pun beristirahat sejenak apalagi setelah perjalanan mereka yang cukup panjang membuat mereka merasa cukup lelah


-------


Sedangkan kini Erza telah selesai memeriksa perkerjaan semua pegawai yang ada di hotel dan restorannya, setelah merasa semua perfect Erza pun kembali pulang menuju Rumah utamanya.


Sesampainya di rumah Utama Erza pun langsung menuju kamarnya dan langsung membersihkan badannya yang terasa lengket akibat keringat setelah seharian berkerja. setelah cukup 25 menit Erza membersihkan tubuhnya di pancuran shower Erza pun keluar dari kamar mandi dengan menggunakan handuk yang melilit di pinggangnya


....Tingg..... notif chat dari ponsel Erza, Erza yang mendengar sebuah pesan masuk pun langsung membukanya. Erza mengangkat sebelah Alisnya heran ketika melihat nama "Cindy" di layar ponselnya


"Hay sayang, kamu kemana aja kok gak ngabarin aku sih?" tanya Cindy yang memang Erza tidak pernah memberi kabar pada Cindy, terlebih lagi saat Erza melihat Cindy bermesraan dengan Pria lain.


●●●●●●


Hay readers ku


Jangan lupa Vote,,, Like,,, Komen dan tambahkan ke favorit kalian agar kalian gak ketinggalan

__ADS_1


__ADS_2