
tepat pukul jam delapan pagi mereka turun menuju meja makan, untuk menikmati sarapan mereka karna memang Tia dan sudah sangat kelaparan terlebih lagi dengan insiden pertarungan Tia yang dikuasi Key melawan Sekar, Delia dengan kondisi sakit pun di bantu berjalan oleh Julia dan juga Mia untuk menuju dapur.
----
Setelah Bi Sri dan Kang Darmo selesai dengan perkerjaan mereka, Bi Sri dan kang Darmo ikut berkumpul di halaman belakang bersama Mia dkk, karna Mia yang masih penasaran Mia pun bertanya pada Bi Sri tentang Sekar.
"Bi, Mia mau tanya nih sama Bibi" Ucap Mia Bi Sri pun menoleh ke arah Mia, teman temannya pun terdiam saat melihat Mia yang tampak serius.
"Iya non Mia, mau tanya apa?" Bi Sri mendekat ke arah Mia.
"Semalam kan bi Sri memanggil Sekar dengan sebutan anak, bukannya Bi Sri dan Kang Darmo gak punya anak ya, maaf ya nih bih Mia lancang bertanya. tapi Mia ingin tau" Mia merasa bersalah karna menanyakan keberadaan Sekar walau Mia sendiripun penasaran dengan ucapan Sri yang menyebut Sekar dengan anak.
Sri pun bingung bagaimana dia akan menceritakannya pada Mia. Namun bagaimana pun Sri tak bisa menyembunyikan nya dari Mia. apalagi setahu Mia Bi Sri dan Kang Darmo tidak mempunyai anak setelah mereka menikah. Teman teman Mia tidak ada yang angkat bicara, mereka menunggu cerita dari Sri.
"Baik lah non saya akan cerita kan sama Non Mia. Sekar itu sebenarnya anak angkat Bibi sama kang Darmo, Bibi ketemu Sekar saat masih kecil di belakang Villa ini non, sepertinya Sekar emang sengaja di buang oleh kedua orang tuanya, karna Bibi nemu surat di bawah kakinya sekar dan ibu kandungnya meminta siapa saja yang menemukan bayinya untuk dirawat dengan baik, karna Bibi sama kang Darmo memang menginginkan anak jadi bibi angkat Sekar sebagai anak bibi non" Jelas Sripada Mia.
"trus kenapa saya gak tau ya bi kalau bibi punya anak angkat?" tanya Mia lagi.
"Saat Sekar umur 12 tahun sekar di ambil lagi oleh ayah kandungnya non, dan Non Mia baru berusia 1 bulan setengah non, Sekar di bawa ayah nya ke kota, dan saat sekar kembali ke bibi dia sudah berusia 23 tahun. Sekar menceritakannya pada Bibi bahwa sekar di jual ayah nya, sedangkan ibunya mengalami depresi karna Sekar saat bayi di buang tanpa sepengetahuan ibu kandungnya sekar non, Sekar dipaksa menikah dengan laki laki yang sudah mempunyai anak dan istri, dan saat acara pernikahannya, Sekar meminta untuk di rayakan di sini non dan kamar itu kamar pengantin Sekar, Sekar terpaksa menikah dengan laki laki itu karna Sekar yang sedang mengandung anak dari laki laki itu, dan tepat juga saat malam pernikahannya Sekar melahirkan anaknya, suami Sekar yang mendengar teriakan sekar pun masuk ke dalam kamar, dan betapa terkejutnya suaminya Sekar saat melihat Sekar sedang menggendong bayinya dengan baju yang masih berlumuran darah, suami Sekar merampas anaknya Sekar, dan dengan kejinya suami nya Sekar membunuh anak yang baru dilahirkan nya tepat di depan matanya, maka dari itu Sekar yang tak terima anaknya di bunuh ahirnya Sekar pun bunuh diri agar iya tetap bersama anaknya"
__ADS_1
"Wah jahat banget ayahnya sekar menjualnya ke om om iiii" Julia bergidik ngeri membayangkan kehidupan sekar saat iya masih hidup dulu.
"Ap**alagi suaminya brengs*k banget ngebunuh anaknya sendiri dengan sadis kek gitu, wah harus di kasih pelajaran kayaknya ini" Davin tersulut emosi mendengar suami Sekar yang membunuh anaknya sampai Sekar menghabisi hidupnya sendiri karna ingin bersama anaknya.
"Trus suami dan ayahnya Sekar dimana bi?" tanya Delia karna Delia merasakan kesedihan apalagi iya mengingat kejadian malam itu.
"Ayahnya sekar meninggal non karna kecelakaan non" kata bi Sri
"Trus suami nya kemana bi" tanya Delia yang ingin tahu.
"Entah non, bibi juga gak tau suaminya kemana, Bibi menyayangi sekar kayak bibi menyayangi anak bibi sendiri hiks hiks" Bi sri pun tak bisa menahan air matanya saat merasakan rindu terhadap sekar yang sudah iya anggap sebagai anaknya sendiri.
****
Keesokan harinya Rere pun sudah semakin membaik, hari itu dia dan teman temannya berencana untuk pergi ke pantai hanya untuk bermain air pantai, mengabadikan momen dengan berselfi bersama hingga petang pun tiba mereka melihat sunset dengan warna orange yang indah.
"Guys gwe laper nih, gimana kalau kita cati makan dulu" ucap Tia yang sedang berjalan bersama teman temannya di bibir pantai dengan menenteng sepatu nya
"Iya, gwe juga udah laper nih" Julia membenarkan perkataan Tia karna memang Bukan hanya Tia dan Julia saja yang sudah merasakan lapar, Mia, Rio, Delia dan Davin pun merasakan bahwa perut mereka sudah merasa keroncongan ingin segera diisi.
__ADS_1
"Nah gimana kalau kita sekarang makan ikan bakar disana, disana tuh makanannya enak enak. dijamin lidah kalian bakalan ketagihan deh" Mia sambil menunjuk ke arah warung yang tidak jauh dari tempat mereka.
" Ya udah tunggu apa lagi huayok" Davin pun melangkah kan kakinya terlebih dahulu meninggalkan teman temannya.
"Woy Davin lo kagak bantuin Delia apa? tadi aja lo yang semangat mau bantu Delia, eh sekarang main tinggal aja" celoteh Tia saat melihat Davin meninggalkan Delia, karna memang Davin yang sengaja menawarkan dirinya membantu Delia berjalan.
"Eh sorry Del gwe lupa hehe" Davin pun kembali dengan menggaruk tengkuknya yang tak gatal.
"Udah gak apa apa kok kan masih ada Juju kesayangan gwe yang bakakan tetap ngebantuin gwe, iya kan Ju" kata Delia menggoda sahabatnya itu sambil melirik ke arah Julia.
"Iya, apa sih yang enggak buat kesayangan Juju" Julia pun ikut merayu Delia.
Davin pun merangkul Delia membantunya berjalan. Walau kesusahan Davin tak mengeluh untuk memapah Delia karna Davin sangat menyanyangi Delia.
setelah 10 menit berjalan Delia dkk pun sampai di tempat tujuan mereka untuk mengisi perut. Teman teman Delia yang lainnya mengikuti langkah Delia yang pelan.
☆☆☆☆☆
Maaf ya kalau ceritanya kurang seru atau gak nyambung..
__ADS_1
Jangan lupa ya untuk like, komen, kritik serta saran kalian juga penting untuk author ya. jangan lupa beri vote juga ya.. Terimakasih 😘