
"Hay sayang, kamu kemana aja kok gak ngabarin aku sih?" tanya Cindy yang memang Erza tidak pernah memberi kabar pada Cindy, terlebih lagi saat Erza melihat Cindy bermesraan dengan Pria lain.
-------
Namun Erza hanya membaca pesan dari Cindy tanpa berniat untuk membalas nya. Cindy yang melihat pesannya centang dua berwarna biru merasa kesal karna merasa di abaikan oleh Erza
"Sial Erza cuman men-read pesan ku? Why?" gumam Cindy, Cindy pun kembali mengirimkan pesan pada Erza.
"Sayang aku kangen kita jalan jalan ayok" ajak Cindy pada Erza.
Erza yang kembali mendengar notif chatnya pun mengambil handphone nya yang iya letakkan di atas meja belajar nya. Melihat nama Cindy yang tertera di layar handphonenya Erza pun mengabaikannya tanpa berniat untuk membaca atau bahkan membalasnya.
Erza pun keluar dari kamarnya dan langsung turun ke meja makan karna memang sudah waktunya untuk menikmati makan malam.
"Aza, kapan kamu pulang sayang?" tanya Mama Siska yang melihat Erza melangkah menuju meja makan
"Barusan mah" kata Erza dan duduk di kursinya
"Kok mamah gak tau ya" kata Siska yang memang tak mengetahui Erza pulang
"Ya gak tau, tadi si pas Erza sampe rumah Keadaan rumah sepi mah cuman ada kang parjo aja di depan" kata Erza pada pada Siska.
"Hehe iya tadi mama sama papa pergi ke rumah aunty Ria Za" kata Siska sambil mengambilkan nasi dengan sayur capcay dan udang goreng tepung dan memberikannya pada Erza.
"Oooh memangnya kenapa sama tante mah?" tanya Erza pada mamanya sambil mengambil nasi yang diberikan oleh mamanya
"Oh iya Za, kamu tau gak?" ucapan Shinta dipotong.
"Enggak" kata Erza memotong ucapan mamanya, sontak Siska menjadi kesal akibat ulah anak kesayangannya tersebut.
"Erza mama belum selesai ngomong kamu udah main potong potong aja, dosa lo memotong ucapan orang tua" kata Siska menceramahi Erza, namun Erza yang diceramahi hanya senyum pada Mamanya.
"Pah liat anakmu itu, mamanya belum selesai ngomong udah di potong potong aja" Siska mengadu pada Andrian.
"Nah loh Za tanggung jawab sekarang mama ngambek looh" kata Andrian pada Erza dengan menatap Erza lalu memandang Siska.
"Hehe ya mangap mah pah. kan Aza canda doang" Ucap Erza dengan menurun naikkan alisnya dengan senyuman terr manisnya.
__ADS_1
"Nah kalau liat senyuman anak mama ini mama gak jadi ngambek" kata Siska yang melihat senyuman Erza sambil mencubit pipi gemas Erza.
"Ih mamah, Erza bukan anak kecil lagi yang harus dicubit pipinya mah" kata Erza sambil mengelus pipinya yang merasa salit akibat cubitan dari mamanya.
"ya mangap kan tangan mana reflek tadi" kata Siska pada Erza.
"udah udah kalau kalian ngomong terus kapan kita makannya? papa udah laper ini" kata Andrian yang melihat istri dan anaknya yang tidak berhenti memperdebatkan hal yang unfaedah.
"Eh iya, mamah lupa ya udah yok kita makan dulu" kata Siska pada suaminya mereka pun menikmati makan malam dengan tenang dan nikmat.
------
Sedangkan Rio dan Davin kini masih di kamarnya, karna penasaran Rio pun bertanya pada Davin tentang Delia..
"Dav, setau lo Delia itu cweknya kek gimana sih?" tanya Rio pada Davin, Davin yang mendengar pertanyaan Rio pun menatap Rio tajam.
"Kenapa lo tanya Delia, naksir lo sama dia?" tanya Davin dengan tatapan mengintimidasi.
"Kagak pe'a" kata Rio menjitak dahi Davin
"trus kalau lo kagak naksir kenapa lo tanya tanya tentang Delia?" tanya davin pada Rio
"yaah menurut gwe Delia itu anaknya baik, sedikit pendiam kadang rada cuek juga sih, pinter beeh pokoknya the best lah" kata Davin yang memuji Delia
"trus dia punya doi kagak?" kata Rio yang kembali bertanya dan berhasil membuat Davin menatapnya tajam seperti singa yang ingin menerkam mangsanya.
..Tok..tok..tok
"Kak, otak kelas ayo keluar kita makan malam dulu" suara Tia dari balik pintu memanggil Davin dan kakanya Rio
"Iya dek sebentar" Davin pun membuka pintu melihat Tia masih berdiri di depan pintu.
"Woy sapu lidi ngapain lo disini" ketus Davin pada Tia.
"Lo itu budeg apa gak denger hah? gwe itu kesini buat manggil elo dan abang gwe buat makan malam pe'a" Kata Tia yang mengeraskan suaranya, tiba tiba Rio pun datang dari belakang Davin.
"Astagaaa apa kalian berdua selalu bertengkar seperti ini kalau ketemu?" tanya Rio yang kini dekat dengan Davin.
__ADS_1
"Ini nih yang duluan kak, si otak kelas" kata Tia yang menunjuk Davin.
"Udah ayok, tadi katanya kita mau makan malam kok jadi ribut kek gini sih" Rio pun berlalu pergi meninggalkan Davin dan menarik tangan Tia agar tak terus terusan berdebat unfaedah.
Setibanya di meja makan udah ada Delisa, Mia dan Juga Julia yang sudah duduk di kursi mereka masing masing.
"Manggil mereka berdua aja lama banget lo Ti" Protes Mia saat Tia, Rio dan juga Davin sudah duduk di kursi mereka
"Biasa Mi, ada adegan perdebatan dulu di antara mereka" ucap Rio melirik adiknya Tia dan Davin bergantian.
"Awas jangan suka debat debat gitu nanti jatuh hati tau rasa kalian" kaya Julia menggoda kedua temannya itu.
"I**h mit amit gwe jatuh hati sama otak kelas kek gini" kata Tia bergidik ngeri menunjuk Davin yang di hadapannya.
"Eh gwe juga ogah kali kalau suka sama manusia alien kek elu" kata Davin menatap ogah ke arah Tia
" Udah ngapa kalian berdua ya, gwe kawinin juga kalian ntar ya" Mia yang tersulut emosi melihat Tia dan Davin selalu berdebat setiap bertemu.
"Lah Mia, nikah ya nikah bukan kawin" kata Tia
"ya kawin kalau untuk kalian berdua" ketus Mia pada Tia.
"Ya udah deh kita makan malam dulu, nanti kalau udah makan terserah kalian deh mau lanjutin debatnya sampe pagi pun gak masalah, sekarang gwe udah laper" kata Delia yang lembut namun mematikan.
Mereka pun makan malam setelah Delia membuka suaranya, karna memang Delia dkk sangat lapar setelah perjalanan yang sangat jauh terlebih lagi mereka melupakan acara makan siangnya.
-------
Kini di kediaman Andrian tengah berkumpul di ruang keluarga. setelah sekian lama Erza dan orang tuanya selalu disibukkan dengan perkerjaan membuat mereka jarang untuk bercanda bersama.
"Oh ya mah, bukannya mamah sama papa tadi ke rumah Aunty Ria, memangnya Aunty kenapa mah?" tanya Erza mengingat tentang cerita mamanya yang dia potong saat makan malam tadi.
"Oh iya Za mama lupa, kamu tau nggak kalau Aunty Ria udah lahiran, anaknya itu imut bangeet, uuh mama jadi kepengen cepet cepet nimang cucu deh za" kata mama Siska membayangkan dirinya yang akan segera mempunyai cucu dari Erza.
☆☆☆☆☆☆☆
sampai disini dulu ya guys.. besok sambung ceritanya
__ADS_1
Ok jangan lupa vote ya untuk mendukung author dalam berkarya, tinggalkan jempol kalian juga, dan tinggalkan jejak kalian di komentar..
maaf ya kalau ceritanya membosankan.. Terimakasih sudah mampir 😘😘**