
LIKE sebelum Membaca readers....
.
.
Selamat membaca☺
------
Sedangkan dari bawah terdengar suara Siska yang memanggil Erza untuk segera turun makan malam karna ditunggu oleh papanya, sontak Erza pun segera menaruh kembali ponselnya di atas meja dan segera turun.
“Kamu kemana aja si Za, papa sama mama dari tadi tungguin kmu tau” tanya Siska yang melihat Erza baru datang, sedangkan Erza langsung duduk kursinya.
“Iya maaf mah, pah tadi Viona chat Erza, ya udh Erza balas dulu dong pesan Viona.” Jawab Erza santai.
“Ya udah gak papa. Sekarang ayok makan malam, papa udah lapar” ucap Andrian, dan di angguki oleh Erza. Erza menerima sepiring nasi berserta lauknya yang sudah di ambilkan oleh Siska.
.
.
Di sisi lain Viona sedang menunggu balasan pesan dari Erza.
“Erza kemana sih, kok gak balas” Viona sambil terus melihat ponselnya berharap Erza segera membalas pesannya.
“sibuk kali, ya udah deh” viona pun turun dari kasurnya karna tak mendapatkan balasan dari Erza, sedankan Erza sedang menikmati makan malam bersama dengan keluaranya.
.
.
Di lain tempat pula kini Delia, Damar, Laras serta Putri sedang menikmati santapan makan malam nya.
“Pah, tadi papa tumben lambat pulang, biasanya sebelum magrib papa sudah kembali” tanya Laras yang sambil membereskan piring piring kotor.
“Iya tadi ada penumpang, dan anaknya itu kek Delia, tapi papa rasa anaknya itu belum terbiasa dengan melihat hal hal yang seram deh mah” ucap Damar setelah meneguk minumannya.
“Sama kayak ka Delia yang bisa lihat ghost pah?” tanya Putri.
“Iya papa kira begitu” Damar sambil menatap putri lalu beralih ke Delia, sedangkan Delia hanya diam saja.
Laras pun pergi ke dapur dengan membawa piring kotor, Delia mengambil piring piring kotor yang tidak sempat di bawa mama nya dan menyusul mamanya ke dapur dengan beberapa piring di tangannya.
__ADS_1
Sesampainya di dapur Delia mengambil piring dan mengisinya dengan nasi dan sejumlah lauk pauk.
“Lia nasinya untuk siapa? Apa kamu belum kenyang?” tanya Laras melihat Delia yang meletakkan ayam di atas piring bersama dengan nasinya.
“Ini untuk key mah.” Kata Delia sambil tersenum pada mamanya.
“Oooh si Kekey ” Delia menjawab dengan anggukan kepala.
“Ya udah mah, Lia kembali ke kamar dulu ya”
“Iya udah sana” Delia pun meninggalkan mamanya dan menuju kamarnya untuk memberikan Kekey makanannya.
Walaupun Kekey ghost tapi Kekey juga makan nasi walaupun itu tidak sering namun karna Kekey yang bersama Delia sedari Delia kecil, membuat Kekey juga ikut memakan makanan manusia, terlebih lagi jika bersama Delia.
“nih Key” Delia menyodorkan sepiring nasi pada Kekey.
“makasih ya” Kekey mengamilnya dan segera memakannya.
“Del, tadi lo ngapain tinggalin gwe di rumah Rakha?” tanya Kekey di sela sela makannya.
“Ya sorry gwe lupa” ucap Delia sambil tersenyum pada Key, namun Key tak merespn Delia lagi karna Key asik memakan makanan yang di bawakan oleh Delia.
Setelah Kekey selesai makan, Delia pun membawa piring bekas Kekey ke dapur, dan diikuti oleh Key dari belakang.
“Ya kan biasanya lo kalau sudah selesai makan lo minum, ya udah gwe mau minum lah.” Ucap Key dengan menuju meja makan karna disana sudah ada teko yang berisi air.
Namun saat Key akan meyentuh tekonya Kekey malah tidak bisa. Delia yang melihat itu pun menuangkan air ke dalam gelas.
“Makasih Liaa” ucap Kekey dengan suara manjanya, Kekey pun minum.
“Lama lama lo kek jadi manusia deh, makan minum, tidur” ucap Delia heran melihat ke arah Kekey.
“Ya kali kalau bisa del” kata Kekey
. Delia pun kembali ke kamarnya, sesampainya di kamar Delia pun langsung belajar karna esok pagi dia harus berperang lagi dengan soal soal ujian.
.
.
Keesokan paginya delia dan teman temannya yang lain sedang berada di dalam kelas untuk menunggu guru masuk untuk memberikan soal soall ujian. Lima menit kemudian bu Vina pun masuk untuk memberikn soal ujiannnya.
Bu Vina pun mmberikan soal ujin pada masing maing murid.
__ADS_1
“Baiklah anak anak ibu harap kalian bisa menjawab soal dengan tenang.” Ucap bu Vina lalu menuju meja guru untuk mengawas.
“*Ba*ik bu” jawab serempak murid murid dan mereka pun mengerjakan soal dengan tenang.
Setelah seratus dua puluh menit bel pun berbunyi menandakan waktu untuk mengerjakan soal telah usai, bu Vina pun memerintahkan untuk para siswa siswi berhenti mengerjakan soal, baik jadi atau tidaknya jika sudah waktunya maka tidak ada lagi waktu tambahan.
“Baik anak anak, bel sudah berbunyi maka letakkan soal kalian di meja pojo kiri dan jawabannya di pojok kanan” perinntah bu Vina, sesuai arahan bu Vina, semua pun memisahkan soal seerta jawabannya.
“Ya sudah ketua kelas, kamu kumpulkan jawaban teman teman mu dan kumpulkan di meja guru” perintah bu Vina, Davin mengangguk dan berdiri dari kursinya untuk menuju dari bangku satu ke bangku yang lainnya untuk mengambil jawaban dari teman temnnya, setelah jawabannya terkumpul Davin pun meletakkannya di depan meja bu Vina.
“Baik lah anak anak sekarang kalian boleh berisitrahat, untuk soalnya kalian simpan dan peajari lagi” bu vina mengambil amplop coklat yang berisi jawabannya dan melangkah keluar kelas.
“Asli bu Vina mah, guru paling jutek seantreo jagat” celoteh Tia yang melihat bu Vina yang jutek, bahkan senyum saja bu Vina tidak pernah.
“Iya, gwe aja tegang kalau diawas sama dia, padahal gak galak galak amat, tapi juteknya yang masha Allah” ucap Davin.
“Udah ah dari pada gosipin bu Vina mending kita ke kantin yuk, lapar gue” kata Delia menengenahi.
“Nah tumben lo” kata Mia heran.
“Iya laper gwe, ya dah yuk” ajak Delia, Mia dan juga Tia pun mengikuti Delia keluar dari kelas.
“Woy tungguin wo” teriak Davin dan mengejar Delia.
“Buruan” terik Delia sebelum jauh dari kelas.
Di sisi lain kini Erza sedang berada di kantornya, dia sedang di sibukkan dengan setumpuk berkas berkas yang harus di tanda tangani, karna beberapa hari yang lalu dia tidak perah ke kantor maka dari itu hari itu Erza pun kembali berkerja.
Sedangkan untuk kulaih dia lebih memilih untuk mendaftar kan diri via online agardia lebih mudah.
“Baru di tinggal beberapa hari ini tugas udah numpuk aja” gerutu Erza yang melihat setumpuk kertas di hadapannya.
“Ah pusing gwe” ucapnya dengan mengusap kasar kepalanya.
Erza melihat jam yang sudah menunjukkan jam makan siang, Erza pun memilih untuk mengisi perutnya terlebih dahulu sebelum dia melanjutkan perkejaannya yang masih menumpuk di atas mejanya.
Bersambung.......
**☆☆☆☆☆
Jangan lupa Vote, like dan beri rate 5 ya untuk mendukung author..
Author jarang update karna sibuk kerja..
__ADS_1
Tinggalin jejak kalian juga ya.. 😊**