
"Tuhan dada gwe sesek banget (buk..buk)" batinnya dengan melayangkan tinju terakhirnya dan langsung duduk di atas matras samping Julia dengan nafas yang ngos ngossan.
-----
"Lo kenapa si Del?" tanya Julia pada Delia yang berada di sampingnya.
"Gpp" jawabnya singkat, Julia mengerti dengan perubahan mood Delia, namun dia tidak tau apa yang membuatnya terlihat berbeda.
"Kalau lo punya masalah, cerita aja barangkali gwe bisa bantu Del." Julia pun bangkit dari duduk nya dan pergi keluar meninggalkan Delia agar Delia merasa lebih tenang.
Sedangkan Key hanya melihat Delia, yang kini mulai memejamkan matanya dan menarik dalam dalam nafasnya.
.
.
Di lain tempat Erza sedang berada di dalam kamarnya, saat sedang membuka brosur brosur untuk perkuliahan ternama tiba tiba suara ketukan pintu terdengar dari luar kamar nya.
"Eh mama" sapa Erza setelah membuka pintunya.
"sekarang kamu cepet turun ya, papa udah nungguin tuh" ucap mama Siska.
"Iya mah bentar, nanti Erza nyusul"
"Ya udah cepet ya" Erza mengangguk dan Siska pun turun menemui Andrian suaminya.
"Erza bentar lagi turun pah" ucap nya dan duduk di samping Andrian.
Di kamarnya Erza sedang duduk di samping kasurnya sambil memutar mutar ponselnya.
"Gwe kuliah sambil ngurus 2 perusahaan bokap kira kira bisa kagak ya"
"Tapi selama ini si bisa aja"
"weslah, pusing gwe" gumam Erza, dia pun bangun dan turun menemui papa nya yang sudah menunggunya.
"Ada apa pah?" tanya Erza setibanya di ruang keluarga.
"papa mau tau kamu mau ngelanjutin studinya di luar apa dalam negri?" tanya papa nya langsung.
"Setelah aku fikir fikir si mending di sini aja pah" ucap Erza.
"Kamu gak mau kuliah bareng sama Viona" tanya Siska.
"Enggak mah, nanti kalau aku kuliah di luar negri yang bantu papa ngurusin perusahaan siapa?" tanya Erza pada papa dan mama nya.
"Kamu gak takut kalau Viona nanti selingkuh?" tanya Andrian, membuat Erza membulatkan matanya.
__ADS_1
Erza sejenak terlihat berfiki.
"(Viona? smoga aja kamu bisa setia Vin, bisa jaga kepercayaan aku)" gumam Erza.
"Jad gimana?" tanya mama nya.
"Gimana apanya mah?" Erza balik tanya.
"Kamu di tanya malah balik tanya" ucap mamanya, namun Erza hanya senyum senyum menghadap Siska.
“hehe mamah maaf lah, jadi gini mah aku bakalan tetep kuliah disini dan bakalan bantu papah untuk ngurus perusahaan dan kalau masalah viona, kalau dia beneran cinta sama aku dia pasti gak bakalan selingkuh. Dan Erza yakin dia bisa menjaga kepercayaan Erza ” ucap Erza panjang lebar dan berusaha menyakinkan orang tuanya.
“baiklah kalau begitu jadi kamu mau kuliah dimana?” tanya Ardian pada erza.
“Aku si belum menemukan universitas yang pas pah, nanti kalau udah ketemu, nanti Erza kasi tau papa aja” dan di balas anggukan oleh Andrian.
“Ya udah pah aku balik kekamar lagi” Erza pergi meninggalkan kedua orang tuanya dan naik ke kamarnya.
.
.
Disisi lain kini julia masuk dengan membawa 2 gelas air sirup untuk dia dan Delia namun Julia menemukan Delia yang tertidur, sedangkan Kekey pergi meninggalkan Delia sendirian.
“yah ni anak malah tidur” Julia menarus gelas itu tak jauh dari tempat duduknya.
“Jul?” panggil Delia dengan masih memejamkan matanya, sontak Julia yang mendengar Delia memanggilnya pun menoleh kerah Delia.
“Ju?” panggil Delia lagi.
“Ummm” jawab Julia singkat.
Delia pun membuka matanya dan menoleh menghdap Julia dia melihat Julia tengah asik memainkan ponselnya, Delia pun duduk di samping Julia.
Delia diam sejenak memikirkan apa dia harus menceritakan apa yang mengganjal di dalam batinnya namun bagaimanapun memang Julia selalu menjadi tempat curhatnya karna mereka bersahabt udah sangat lama.
“Jul, gwe mau ngomong sama lo” ucap Delia tanpa menoleh ke arah Julia.
“nah kan beneer ni anak lagi ada masalah” batin Julia, Julia pun menutup gamenya dan menoleh ke arah Delia.
“Emang lo mau ngomong apa Del?” tanya Julia yang kini sudah serius akan mendengar cerita Delia.
“Menurut lo gwe wajar gak si kalau sakit hati ketika gwe liat ka Erza sama cewek lain?” tanya Delia.
“ooh jadi ini yang membuat lo lampiasin amarah lo ama tu samsak?” goda Julia.
“Jul gwe serius” Delia kini melihat ke arah Julia.
__ADS_1
“Menurut gwe wajar kok kalau lo sakit hati sama Erza kala lo liat dia sama cwek lain, secara kamu juga masih sayang kan sama dia” Delia pun mencerna ucapan Julia dan menganggukkan perkataan Julia.
“Jul rasanya sakit banget” ucapnya lirih.
“Del liat orang yang kita sayang sama orang lain emang sakit, tapi lu harus move on Del, dari pada lo sakit hati sendiri.” Ucap Julia memberi saran.
“sebelum lo minta gwe untuk move on dari Erza gwe juga udah coba Jul, tapi sulit.”
“gwe ngerti mksud lo Del. Emang lo tau Erza sama cwek lain dari mana si?” tanya julia.
“Tadi malam waktu gwe buka sosmed gwe liat Erza posting poto bareng pacarnya” ucap Delia dengan wajah yang terlihat sedih.
“lo yakin itu pacarnya? Barangkali itu sepupu atau keluarga jauhnya yang lo gak kenal Del” ucap Julia menyakinkan.
“Jul, gwe bisa baca kali, dan gwe tau mana saudara sama mana pacar” Delia menegaskan.
Delia mengambil ponselnya dan menunjukkan poto yang dimaksud pada Julia
Di poto itu Erza tengah terlihat berada di taman rumah belakangnya dan tengah mengajari Viona bermain gitar, Erza terlihat seperti memeluk Viona dari belakang sambil menunjukkan kunci kunci dari senar gitar dengan cara Erza yang memegang tangan Viona.
“lo liat captionnya” Delia pun menunjukkan captionnya,
Julia membacanya “berawal dari sebuah tatapan mata, terukir senyum yang begitu indah untukku pandang, lalu membuat hatiku untuk ingin memilikimu. Dan sekarang kamu berada di dekatku membuat ku tak ingin kau pergi. i will still love you, my beloved” begitulah caption dari poto Erza yang sedang memeluk viona saat sedang mengajarkan Viona untuk bermain gitar.
“ya udah sabar del” ucap Julia.
Delia menarik nafasnya dalam dalam dan membuangnya kasar, sebenarnya iya ingin marah, namun iya tak bisa marah. Dia hanya merasa sakit hati dan kecewa.
Bagaimana tidak orang yang dia cintai dengan begitu dalamnya kini cintanya juga yang membuat hatinya merasa patah dan hancur.
“Nih lo minum dulu ” Julia menyerahkan segelas air sirup yang dia bawa tadi.
“Makasi” Delia mengambil minuman itu dan meneguknya hingga habis.
“Abang lo mana?” tanya Delia karna dia tak melihat Rakha sejak dia datang.
“Ka Rakha katanya sedang ada urusan” Julia sambil membereskan sarung tinju yang iya kenakan tadi.
“Ya udah yuk kita pulang, udah sore juga” ajak Delia dan sambil menaruh sarung tinju yang di kenakan tadi pada tempatnya yang sudah disediakan.
“Yuk” Julia dan Delia pun keluar.
Bersambung.....
.
.
__ADS_1
☆☆☆☆☆
jangan lupa like, vote, dan beri rate 5 ya guys..