
"Es teh, tapi jangan manis" ucap Delia simple, Mia mengangguk dan pergi meninggalkan Tia dan Delia untuk memesan makanan mereka.
"Del, gwe semangkok sama lo ya" bisik Key dan di angguki oleh Delia.
-----
Setelah menunggu sekitar delapan menit Mia pun kembali dengan membawa 2 mangkok mie ayam dan 2 mangkok bakso dengan Davin yang berjalan di belakang Mia membawa 4 gelas es teh.
"Pesanan tuan putri sudah sampai" ucap Mia bak seorang pelayan.
"Terimakasih" Tia dengan suara yang dibuat buat nya lembut.
Tia dan Delia mengambil pesanan mereka di atas nampan yang di pegang oleh Mia, sedangkan Davin langsung menaruh es teh di meja depan ke dua cewek cewek cantik itu.
"Ini teh gwe gak manis kan?" tanya Delia datar.
"Enggak kok, sesuai pesanan tuan putri" ucap Mia pada Delia, Sedangkan Delia hanya memandang Mia malas karna di panggil tuan putri.
"Eh lo otak otak kenapa lo duduk disini, sono lu" usir Tia melihat Davin yang duduk di sampingnya.
"Aelah gwe cuman mo makan juga, lagian ni kantin punya sekolah bukan punya nenek moyang lo" Jawab Davin tak mau kalah dari Tia.
"Tapi gwe sma Delia dan Mia yang duluan kesini, jadi mending lo sana" Ketus Tia pada Davin
"Astaga e sapu lidi, mata lo gak lo sumbangin kan? meja semua kosong trus gwe mau duduk dimana pe'a?" Davin menatap Tia tajam.
"Ya terserah lo, lo duduk di sono juga boleh" Tia menunjuk samping deket tong sampang yang tak jauh dari tempat mereka.
"E sapu lidi, lo pikir gwe kucing makan deket sampah" Davin dengan suara yang tinggi karna terpancing emosi dengan perkataan Tia.
"Emang lo tu kucing Gar......"
"Hey kalian bedua, gak bisa apa akur sehari aja, ini setiap ketemu berantem mulu, gwe kawinin nanti lo biar bisa pada akur" Mia menengenahi perdebatan antara Tia dan juga Davin.
Sedangkan Delia anteng anteng saja memakan Mie ayam nya dengan Key, karna dia sudah terbiasa melihat perdebatan anatar Davin dan juga Tia.
__ADS_1
"Ini si gara gara lo" Tia menatap Davin tajam.
Sedangkan Davin menatap Tia tak kalah tajam nya seolah olah mereka akan saling menerkam.
Tak lama kemudian mie ayam milik Delia sudah habis, sedangkan Mia tinggal setengah baksonya, Tia dan Davin baksonya masih utuh karna mereka asik berdebat hingga lupa akan makanan mereka.
"Ya udah gwe pergi bayar dulu ya" Delia bangkit dari kursinya dan pergi untuk membayar makanan nya.
"Lah lah Del, gwe gimana? gwe aja belum habis setengah" Tia setengah panik karna baksonya belum iya makan, sedangkan lima menit lagi mereka akan masuk kelas untuk.
Davin pun segera menyantap mie ayam nya untuk segera menyusul Delia, kini dia tak menghiraukan Tia lagi yang sedang mengoceh menyalahkan nya.
"Ini semua gara gara lo otak kelas, kalau aja lo gak disini mungkin ni bakso gwe udah habis" Tia mengoceh sambil menyantap baksonya.
"Awas aja lo otak kelas, kalau gwe telat masuk kelas gara gara lo, gwe pites pites pala lo depan kelas sampe bonyok" celoteh Tia pada Davin.
Namun Davin tak menghiraukan perkataan Tia hingga Mia menghabiskan bakso nya dan menyusuli Delia kembali ke kelas karna Mia telah membayar baksonya saat dia memesan tadi.
Davin pun menyiksakan sedikit baksonya untuk mengejar Mia dan menyusul Delia.
"Kamvr*t gwe ditinggal" Kesal Tia melihat Davin ikut pergi dari hadapannya.
"Awas aja lo Davin, gwe pites pites pala lo, gara gara gelut ama dia gwe jadi lupa makan" kesal Tia sambil melangkah menuju kelas nya.
Sedangkan Delia tengah Duduk anteng dengan Mia, kursinya masing masing, karna kursinya berdekatan jadi mereka bisa bergurau bersama.
"Del kok lo tinggalin gwe si sama makhkuk alien itu" Ucap Davin setibanya di depan Delia.
"Makhluk alien?" tanya Delia heran tak mengerti ucapan Davin
"Sapa kagi kalau bukan si sapu lidi temen lo iti" kata Davin pada Delia.
"E otak otak, seenak jidat lo ya bilang gwe sapu lidi, emang lo pikir lo itu ganteng apa huh? muka kek comberan aja bangga" ucap Tia kesal pada Davin.
"Lo datang datang salam dulu kek apa kek ini maun nyerocos aja, dasar sapu lidi" protes Davin pada Tia yang berdiri di sampingnya.
__ADS_1
"Alah vin, kek lo ucap salam aja" ledek Mia pada Davin, dan membuat Delia tersenyum sekaligus geleng geleng melihat tingkah teman temannya.
"Hehe hilaf gwe" ucap Davin dengan cengir kuda menghadap Mia.
"Ala dasar lo otak otak" Tia menoyor kepala Davin.
"E sapu lidi, Alien main toyor toyor pala orang, gini gini pala gwe di fitrahin. Tau kagak lo?" ucap Davin kesal dengan mengelus belakang kepalanya.
"Gwe mane peduli" Tia cuek dan menuju kursinya.
"Dasar Alien kagak jelas" Davin pun melangkah menuju kursinya dengan meledek Tia saat berjalan melewati kursi Tia.
Namun Tia hanya bersikap cuek pada Davin. Davin pun duduk di kursinya karna kebetulan saat itu bel masuk berbunyi menandakan guru akan segera masuk untuk memberikan soal ujian pada mereka.
"Ti, tadi lo mau cerita ke kita kita, lo mau cerita apa?" tanya Mia saat guru masih belom masuk.
"Ah gwe lupa mau cerita sama lo, ini nih gara gara otak otak gwe jadi lupa deh" Tia dengan kesalnya dan menatap Davin tajam.
Davin yang merasa di tatap hanya menjulurkan lidahnya ke arah Tia, membuat Tia semakin kesal dibuat nya.
"Iiih otak otak" ucapnya semakin geram.
"Ape lu?" ucap Davin dengan mengangkat kepalanya seolah olah menantang Tia.
"Gila" ucap Tia dan kembali menatap ke arah Depan.
"Jadi lo mau cerita apa?" tanya Mia yang masih penasaran.
"Eh sumpeh gwe lupa mau cerita apa tadi" ucap Tia bingung
Tiba tiba guru Astuti pun masuk ke dalam kelas dengan membawa soal soal ujian, dan mereka pun langsung diam tak ada yang bersuara sedikitpun.
"Baiklah semuanya tolong kerjakan soal soal dengan jujur, jangan ada yang menyontek ataupun berkerja sama" Setelah bu Astuti membagikan soal soal tersebut bu Astuti pun kembali duduk di meja guru untuk mengawasi murid murid nya agar menjawab dengan tenang.
Disisi lain......
__ADS_1
Erza dan juga Viona tengah asik berada si sebuah pusat pembelanjaan, dan sedang memilih tas serta sepatu yang Viona inginkan.
Bersambung.......