
setelah 10 menit berjalan Delia dkk pun sampai di tempat tujuan mereka untuk mengisi perut. Teman teman Delia yang lainnya mengikuti langkah Delia yang pelan.
-----
"ini mbak, mas silahkan dinikmati" ucap salah satu pelayan yang mengantarkan pesanan mereka.
"Iya makasih mbak" ucap Davin seraya tersenyum ke arah pelayan.
"Aduh senyuman nya mas manis pisan euy" gumam pelayan dalam Hatinya sembari melangkah pergi meninggalkan Davin dan teman teman nya.
"Del, gwe boleh ikut makan kan?" tanya Key pada Delia, karna Key yang melihat ayam bakar di depannya menggugah selera Kekey.
"Mbuleh kok, nih" Delia menyerahkan nasi yang di depan nya untuk Key.
"Del, nasi nya lo kasih ke siapa?" tanya Davin heran.
"Oh ini gwe kasih ke si Key, katanya dia mau ngikut makan" jawab Delia santai tanpa menoleh ke arah Davin.
"Trus lo makan apa Del kalau nasinya lo kasi Key" tanya Tia melihat Delia.
"Yah gwe mo pesen nasi lagi lah" Delia pun mengangkat tangan nya memanggil pelayan.
"umh Del ini lo makan nasi gwe aja, belum gwe sentuh kok" ucap Davin menyerahkan nasinya ke arah Delia.
"Gak usah Dav, noh pelayan nya juga udah datang" Delia menolak halus ke Davin.
"Ya ada yang bisa di bantu mbak?" ucap seorang pelayan saat sudah sampai di samping Delia.
"Ini mbak saya nambah nasi nya satu porsi lagi ya" pinta Delia pada pelayan itu
"Del 2 nasi Lagi del" bisik Key pada Delia
"Siapa yang mau ngabisin key? gwe 1 aja kenyeng kok" ucap Delia setengah berbisik ke arah Key.
"Tenang gwe yang ngabisin, lo pesen 2 porsi lagi, satu nya buat lo, satu nya lagi buat gwe" Ucap key dengan mulut nya yang masih penuh dengan nasi, Delia hanya menggelengkan kepala nya melihat Key yang sangat lahap memakan ayam bakar milik Delia.
__ADS_1
"Ya udah mbak, nasinya tambah 2 porsi lagi ya mbak" pinta Delia pada pelayan nya, pelayan itu mengangguk dan melangkah pergi meninggalkan Delia dan teman teman nya
"Cantik cantik kok Rakus, aneh" gumam pelayan itu saat 3 langkah menjauh dari meja Delia yang bisa di dengar oleh Key.
"Del lo pesen 2 porsi, yang mau makan siapa? tanya Mia pada Delia.
"Nih buat nih anak. kayaknya laper banget" Tunjuk Delia ke arah Key membuat semua teman teman delia mengerutkan alis nya heran.
"Eh buset, bener nasinya ilang" tunjuk Tia ke arah nasi yang dimakan Key dengan sedikit terkejut.
"Ya hiyalah pe'a orang gwe makan ya habis lah nasi nya" kesel Key pada Tia karna Key tersedak akibat ulah Tia yang berteriak membuat Key terkejut.
"Nah bisa kesedak juga lo key" Ucap Delia dengan sedikit tertawa melihat Key yang batuk.
"Iyah gwe juga baru tau gwe bisa kesedak hahaha" ucap kekey menertawakan dirinya.
"Ini mbak pesanan nya" pelayan memberikan 2 piring nasi putih di hadapan Delia
"Iya mbak makasih" Delia seraya tersenyum, pelayan itu pun pergi.
"Et dah rakus juga temen lo Del" ucap Julia saat Melihat Delia menyodorkan nasi di hadapan Kekey.
Walau Julia tidak bisa melihat Key, namun Julia tau bahwa key Selalu ada di dekat Delia.
"Del, kalau di tempat umum lo kayak gini juga gak" tanya Rio yang mulai penasaran.
"Kayak gini gimana maksud nya kak?" tanya delia yang belum mengerti maksud pertanyaan Rio.
"Ini loh kasih makan key di tempat umum gini, udah makan nya banyak lagi" jelas Rio yang diam diam memperhatikan nasi Key yang mulai habis.
"Ah enggak juga kok, kalau dulu kan gwe bungkusin, trus key makan di runah Deh" ucap Delia Sambil menyubit daging ayam nya, dan di balas anggukan oleh Rio.
"Oh iya Del, ngomong ngomong lo gak rindu gitu sama Erza" Rio yang keceplosan menanyakan tentang perasaannya Delia karna tiba tiba Rio ingat dengan cerita Erza saat dia makan di kantin sekolah nya.
"Uhuk uhuk" Delia batuk mendengar Pertanyaan Rio, Rio yang menyadari pertanyaan nya pun menutup mulutnya dengan tangannya, dan berhasil mendapat tatapan tajam dari Julia.
__ADS_1
Kekey pun menggetok kepala Rio, yang tak jauh dari tempat duduk nya. Davin yang mendengar itu pun memberhentikan mulutnya mengunyah, sedangkan Mia dan Tia yang tak tau apa apa hanya menatap Rio dan Delia bergantian.
"Maksud lo Rio," tanya Davin yang tak mengerti dengan perkataan Rio. Sedangkan Delia hanya bungkam iya tak tau harus mengatakan apa.
"Ah emang gwe tadi ngomong apa?" tanya Rio pura pura lupa dengan pertanyaan.
"Tadi lo nanyak ke Delia (Del lo gak rindu gitu sama Erza)" Davin mengulang pertanyaan Rio dengan kepala yang di lenggak lenggokkan seperti kepala penari.
"Umm kagak gwe gak nanyak apa apa kok" Rio membela diri.
"Aduk kak.. tadi Titi juga denger apa yang kaka tanyain ke Delia" ucap Tia membela Davin. Karna memang walaupun Delia, Mia dan Tia bersahabat Delia tidak pernah menceritakan pada ke dua sahabat nya tentang Erza, apalagi menceritakan pada mereka tentang bagaimana perasaan dia sana Erza.
***** *K L A R I F I K A S I ***
Sebelumnya saya mohon maaf jika ada yang keberatan dan telah melaporkan karya saya sebagai plagiat.
Saya berkarya sesuai hasil imajinasi saya dan tidak pernah meng-copy cerita dari siapapun, saya menulis novel ini murni dari kehidupan nyata saya yang memang saya mencintai kakak sepupu saya.
Saya telah membaca novel sebelah namun cerita nya sangat berbeda, hanya awalan nya saja yang sedikit mirip. Di awal cerita sedikit memiliki persamaan, namun itu tanpa di sengaja, dan hanya kebetulan saja
Saya pun baru mengetahui setelah karya saya di laporkan karna unsur tiruan nanun itu TIDAK lah benar.
jadi sebelum memponis seseorang lebih baiknya kita melihat dulu alur cerita nya bagaimana..
Saya hanya merasa tidak terima saja jika karya saya di laporkan sebagai plagiat.
Karna ini murni imajinasi saya maka dari itu saya tidak terima bila hasil pemikiran saya di anggap sebagai Plagiat / mengcopy cerita orang lain
SEKIAN TERIMAKSIHπππ
ββββββββ
Dan bagi Readersku Jangan lupa dukungannya untuk author, jangan lupa Vote, beri Rate5, like dan juga tinggal kan jejak kalian di kolom komentar.
Jika ada kesalahan kata atau apa berikan kritik serta saran kalian juga agar authir bisa memperbaikinya di bab selanjutnya .. sekian terimakasih**
__ADS_1