Cinta Kakak Sepupu

Cinta Kakak Sepupu
part 38


__ADS_3

yang melihat Delia menangis di depan nya pun merasa sesak di dada nya, iya tak mengerti dengan perasaannya yang merasa sakit melihat Delia menangis di hadapan nya, bahkan Erza sendiri pun tak menyangka bahwa dirinya menyakiti kekasih kecil nya.


------


Bukan karna Delia Lemah hanya saja karna Delia merasa sakit dalam hatinya, bagaimana tidak orang yang iya cintai sedang bersama dengan orang lain di depan matanya sendiri.


Erza pun memeluk Delia, Namun Delia hanya diam mematung tak merespon pelukan Erza.


"Maafin kaka, kaka gak bisa jaga dengan baik hubungan kita, kaka gak tau bagaimana perasaan kaka sama kamu, kaka memang masih menyayangi kamu, tapi gak tau kenapa kaka juga gak bisa melanjutkan hubungan ini." lirih Erza namun tetap bisa didengar oleh Delia..


Rio, Dimas, Julia serta Mia masih melihat adegan Delia dan Erza, Delia yang mendengar nya pun berusaha untuk menghentikan tangisnya dan berusaha untuk lebih tenang.


.....Plakk.... Tiba tiba tamparan keras mendarat di pipi Delia. Delia menatap lekat seseorang yang berada di hadapannya, Delia menyentuh pipi nya yang merasa perih karna tamparan seseorang itu.


"Dasar wanita gak tau diri, berani beraninya lo rebut pacar gwe hah" bentak Cindy pada Delia, Delia pun terkejut dengan ucapan Cindy.


Sebelumnya Mia, Julia, serta Rio berusaha untuk menghadang Cindy agar tak menemui Erza, namun karna Cindy tak segan segan untuk menghajar Rio dan Dimas ahirnya mereka pun mengalah untuk menahan Cindy.


"Maksud lo apa apaan sih" ucap Erza dengan suara yang dinaikkan.


"Sayang kok kamu marah nya ke aku si" ucap Cindy dengan suara dibikin lembut, dan menggandeng lengan Erza.


"Lepas" Erza menghempaskan Tangan Cindy hingga Cindy pun melepaskan tangannya di lengan Erza.


Mia, Julia, Rio dan Dimas pun menghampiri Erza, Delia dan Cindy karna takut akan terjadi keributan di antara mereka.


"Ini pasti gara gara lo kan, karna lo Erza jadi bentak gwe dasar sialan" ucap Cindy dan hendak menampar pipi Delia, Namun tangannya di tahan oleh Rio.


Sedangkan Delia dia tidak bisa berkata kata, mata nya berkaca kaca menahan tangisnya agar tak jatuh membasahi pipi nya.


"Lo gak papa kan?" tanya Davin yang berlari menemui Delia. Delia pun menggeleng menandakan iya tak apa apa


"Lo gak usah sentuh Delia" ucap Rio tegas sambil melepas tangan Cindy.

__ADS_1


"Kenapa lo malah belain dia" ucal Cindy melihat ke arah Rio.


"Karna gwe...." Rio tak melanjutkan ucapan nya.


"Karna apa?" tanya Cindy.


"Ada apa si kok ribut?" tanya Tia yang baru datang.


"Gak apa apa Ya" jawab Mia yang sedari tadi hanya diam.


"Ya udah kalau gitu ini udah jam sembilan, Del lo bantuin gwe yuk ambil bahan bahannya, Jul lo sama Mia bantu persiapin yang lainnya ya" ucap Tia. Julia dan Mia pun mengangguk.


Sedangkan para cowok cowok hanya membantu sekadarnya saja, setelah semua bahan dan alat bersatu kini tugas Rio, Davin dan Dimas memanggang BBQ nya bergantian.


Delia menyiapkan bumbu untuk ikan bakar. Erza, Mia dan Julia membersihkan ikan untuk dipanggang.


Sedangkan Tia sedang membantu Delia untuk membuat bumbu rendaman untuk ikan sebelum dibakar, sedangkan Cindy hanya mengganggu Erza yang sedang membantu Mia dan Julia membersihkan ikan.


"Cin, mending lo bantuin kita kita nih manggang BBQ nya, dari pada lo gangguin Erza" ucap Rio melihat Cindy yang hanya duduk melihat lainnya berkerja.


"Ya udah mending lo bantu kita bersiin ni ikan ikan kalau gitu, dari pada jadi penonton" ucap Mia yang mulai kesal dengan sikap Cindy.


"Ih nanti gwe bau amis, mending lo lo pada deh" ucap Cindy sok jyjyk melihat ikan ikan yang masih banyak dengan sisik dan darah.


"Auu" Tiba tiba Delia teriris pisau.


"Tangan lo kenapa?" tanya Davin langsung menghampiri Delia.


"Gpp Dav" ucap Delia, Davin pun menghisap darah dari tangan Delia, Delia yang melihat perhatian dari Davin hanya melihat tingkah Davin tak berkedip sedikitpun.


"Makanya lo hati hati Del" ucap Davin menatap mata Delia.


Sedangkan Key yang berada di samping Delia hanya memperhatikan sikap Davin yang sangat perhatian pada Delia.

__ADS_1


"Del, kayaknya Davin beneran suka deh sama lo" ucap Key pada Delia.


"Sok tau" ucap Delia, Davin yang mendengarnya pun mengeryitkan alisnya heran dengan Delia.


"Sok tau kenapa Del?" tanya Davin.


"Ah ini...." ucapan Delia terpotong.


"Woy mesraan aja" ucap Rio mengagetkan Davin yang masih setia mengenggam tangan Delia.


Sedangkan disisi lain ada mata yang melihat sikap Davib yang begitu perhatian membuatnya tak suka, namun dia sendiri tidak bisa berbuat apa apa.


"Apaan si lo Dim ngagetin gwe aja" ucap Davin pada Dimas..


"Ya elah lagian lu juga si mesraan di depan umum, noh liat panggangan lo gosong" ucap Dimas sambil menunjukkan tempat pagangan BBQ nya.


"Astaga gwe lupa, Del gwe liat itu dulu ya" ucap Davin sambil menunjuk pemanggangannya Delia mengangguk, setelah mendapatkan jawaban dari Delia Davin pun berlari melihat BBQ nya, dan ternyata benar saja, BBQ nya hitam karna gosong.


Sedangkan Rio tertawa melihat tingkah Davin dan Dimas, padahal BBQ yang gosong itu adalah BBQ yang dipanggang oleh Dimas, sedangkan BBQ yang dipanggang Davin tadi sudah di angkat oleh Rio. dan dengan keisengan Dimas maka iya menukar miliknya dengan Davin dan dia mengambil BBQ yang baru untuk dia panggang dengan dengan mengajak Rio untuk berkompromi seolah olah itu adalah hasil panggangan Davin.


Setelah selesai memanggang BBQ, dilanjutkan dengan bakar bakar ikan gurame yang sudah dibersihkan oleh Julia, Erza dan Mia yang sebelumnya sudah direndam di air rendaman yang sudah di buat oleh Tia, Kini giliran Erza, Delia dan Tia yang membakar ikan ikan itu.


dan lainnya membantu mempersiap kan tempat untuk mereka menikmati makanan yang sudah mereka buat.


"Sweety bear?" bisik Erza pada Delia.


"Iya?" jawab Delia singkat sambil fokus mengoleskan bumbu bakaran yang iya buat untuk mengolesi ikan ikan itu.


"Polar seneng bisa bareng sama bear lagi" ucap Erza yang hanya di dengar oleg Delia.


"Bear juga senang bisa ketemu sama polar" ucap Delia seraya melihat Erza, dan kini tatapan mereka bertemu dalam satu garis lurus, namun Delia yang menyadari saat tatapannya bertemu Delia langsung mengalihkan pandangannya iya merasa gugup sedangkan Erza merasakan jantung nya berdetak dua kali lebih cepat dari biasanya.


☆☆☆☆☆

__ADS_1


Jangan lupa yo beibz, tinggalkan jejak kalian di kolom komentar, klik tanda jempol, beri vote koin or point dan Rate5 nya yaa..


__ADS_2