Cinta Kakak Sepupu

Cinta Kakak Sepupu
part 41


__ADS_3

"Hehehe smory beb, ya udah yok" ajak Tia, Mia pun bangkit dari duduknya dan mengikuti Delia serta Mia menuju kantin


-----


Setibanya di kantin mereka pun langsung memesan makanan, tidak lupa dengan Key yang mulai mengisengi Mia dan Tia, Key mulai mencomot batagor yang berada di atas piring Mia dan Tia.


"Perasaan tadi batagor gwe masih banyak deh kok sekarang jadi dikit" ucap Tia kebingungan melihat batagornya hanya setengah dari awalnya .


"Ya iyalah, lo makan pe'a" ucap Mia yang juga belum menyadari nya.


"Tapi masalahnya itu gwe baru makan beberapa potong aja, masa udah tinggal segini?" ucap Tia masih heran.


"Makanya kalau makan baca do'a biar gak di bantu setan" ucap Delia menekan kan kata setan ke arah Kekey.


Kekey yang mendengar Delia menyebut nama Setan merasa tersinggung.


"Enak aja setan, gwe itu hantu bukan setan" ucap Key kesal pada Delia.


"Yee sama aja, hantu sama setan" ucap Delia ke arah Key.


Tia dan Mia yang mendengar Delia menyebut setan pun mengerti bahwa disana ada Key di dekat mereka.


"Del? jangan bilang ada Key di samping gwe" ucap nya Tia melihat arah bola mata Delia tepat berada di samping kiri nya.


"Iya itu?" jawab Delia menunjuk dengan matanya mehadap Key.


"Bahahaha jadi dari tadi temen lo key mencomot batagor si Tia gitu?" ucap Mia dengan tawanya.


"Bisa dibilang begitu" Delia dengan memasukkan batagornya ke dalam mulut sambil membenarkan ucapan Mia.


"What?" Tia kaget membulatkan matanya.


"Pantesan batagor gwe cepet habis" gerutu Tia yang bisa didengar oleh Kekey.


"Sorry Ya, habisnya enak si" Sambung Key walau tak didengar oleh Tia.


"Ya udah ikhlasin aja Ti, anggap sedekah" ucap Mia menenangkan Tia, karna wajah Tia yang sudah terlihat kesal.


"Aelah makanan lo juga ikut kecomot Key kali Mi" Mia membelalakan matanya mendengar ucapan Delia.


"Huh seriusan lo Del" tanya Mia dan Delia hanya mengangguk.


"Bahahaha Rasain lo" ucap Tia yang menertawakan Mia kembali.


"Walaupun masih banyakan makanan Tia yang di ambil" kata Delia membuat Tia kembali menekuk wajahnya.

__ADS_1


Dan setelah mereka saling menertawakan mereka pun kembali ke dalam kelas karna memang sebentar lagi acara ajar mengajar sebentar lagi akan di adakan.


.


.


.


Setelah 5 bulan berlalu kini Delia akan mengahadapi perang dengan kertas kertas ujian dan sebentar lagi dia akan naik ke kelas 3 SMA.


malam itu Delia sedang fokus dengan buku buku yang berada di depannya untuk menghafal rumus rumus yang tertera di buku catatannya, dan mengulang kembali soal tugas harian yang diberikan oleh guru gurunya.


"Kok perasaan gwe jadi gak tenang gini sih" gumam Delia yang merasa tiba tiba gelisah.


Namun iya segera menepis perasaan nya dan kembali fokus pada buku buku yang berada di hadapannya.


Namun semakin dia belajar untuk fokus fikirannya menjadi kacau, perasaannya menjadi semakin gelisah seolah olah terjadi sesuatu namun iya tak tahu apa yang mengganjal di dalam hati nya.


"Lo kenapa Del?" tanya Key yang melihat Delia tak fokus pada buku nya.


"Gwe juga gak tau kenapa, perasaan gwe jadi gak karuan gini" ucapnya dan menutup kembali buku bukunya.


"Emang lo ngerasain apa?" tanya Key


"Gwe juga gak tau pasti, tapi perasaan gwe kek khawatir gitu trus pikiran gwe tiba tiba kacau, aduh takut hapalan gwe pada kabur nih" ucap Delia yang tak mengerti dengan jalan pikirannya sendiri.


Karna key tahu betul jika perasaan Delia tiba tiba menjadi gelisah itu karna Delia yang membuat kesalahan dan belum meminta maaf pada orang yang telah iya lukai.


"Enggak Key, gwe inget betul gwe gak pernah buat kesalahan" Delia merasa yakin setelah berusaha mengingat kejadian hari itu.


Delia pun bangkit dari kursi belajarnya dan menuju kasur ternyamannya dan merebahkan punggungnya di samping Key yang sedang duduk.


Delia mengambil ponsel nya dan membuka akun sosial, saat membuka story, menarik undur beranda tiba tiba.....?


kaki dan tangan nya bergetar melihat apa yang barusan dilihatnya, tak disadari air mata lolos membasahi pipi nya.


Key yang melihat Delia terpaku heran melihat mata Delia yang memerah karna menangis.


"Del lo kenapa?" tanya Key pada Delia.


Delia hanya menggeleng menjawab pertanyaan Key.


"Kalau lo gak kenapa kenapa kenapa lo nangis?" tanya Key heran melihat Air mata Delia yang belum berhenti juga.


Namun Delia hanya diam dia tak tau harus berkata apa? namun yang pasti perasaannya sangat hancur saat itu.

__ADS_1


"Del?" tanya Key yang tengah khawatir karna tak biasanya Delia seperti itu.


Delia pun menutup ponselnya dan langsung bersembunyi di bawah selimutnya, memeluk bantal guling dan menangis di dalam nya.


Key tidak tahu apa yang terjadi hingga Delia tak menceritakan apa yang terjadi membuat Key bingung dengan sikap Delia yang tiba tiba menangis.


.


.


.


Di lain tempat Erza tengah merasa begitu bahagia, Erza yang sudah terbebaa dari buku buku sekolah dan diijinkan oleh ayahnya untuk menikmati hari bebasnya membuat Erza semakin bahagia terlebih lagi dengan seorang gadis cantik yang berada di sampingnya.


Walau sudah larut malam Erza dan wanita itu masih asik bercanda di taman belakang rumah utama Erza, Ya gadis itu bernama Viola, Viola adalah anak dari sahabat ayah nya, Viola gadis cantik yang sangat sopan, kulit putih dengan mata biru nya, hidung mancung serta sifat yang sopan dan ramah tamah membuat Erza menyukai Viona dengan waktu yang sangat singkat.


Hanya butuh beberapa minggu saja Viona mampu membuat Erza mendekat dengan nya, dan dalam minggu ke enam Erza dan Viona telah berpacaran.


Tentu itu membuat Andrian dan Michel ayah Viona merasa bahagia, dan dengan begitu pula mereka berkerja sama untuk menguntungkan perusahaan mereka..


"Erza?" panggil Siska melihat Erza dan Viona yang memasuki ruang keluarga.


Erza yang mendengar mamanya memanggil pun menghampiri mamanya.


"Kenapa Mah?" tanya Erza pada mamanya.


"Hai tante" ucap Viona sambil tersenyum ke aran Siska.


"Hallo juga sayang" sapa Siska pada Viona.


"Sekarang sudah larut malam, mending kamu Viona istirahat aja dulu, gak baik anak gadis begadang" ucap Siska pada Viona.


"Ya udah kalau gitu Viona ke kamar aja dulu tan" Viona pun berpamitan pada Andrian dan juga Michel serta Sella mama nya untuk beristirahat.


Mereka pun mengangguk serempak. Viona pun melangkah pergi dari kumpulan dua keluarga itu, sedangkan Erza di tahan untuk duduk bersama mereka untuk membicarakan perusahaan mereka untuk berkerja sama.


.


.


.


**☆☆☆☆☆


Jangan lupa tinggalkan jejak kalian di kolom komentar, beri rate5 vote sebanyak banyaknya untuk mendukung author serta like setiap per part cerita author ya.

__ADS_1


TERIMAKASIH ☺☺**


__ADS_2