
Pagi harinya.....
Kini Delia berada di teras rumah nya menunggu Davin untuk menjemput nya, hantu bapak bapak itu pun masih tetap setia duduk di atas batu namun Delia tetap pura pura tidak melihat nya.
Setelah sepuluh menit menunggu, Davin ahirnya datang, dan karna ayah nya Damar terlebih dulu berangkat sedangkan Mamanya sudah pergi ke pasar untuk membeli bahan dapur, Delia pun segera mengahampiri Davin.
Tanpa basa basi Delia pun langsung naik ke atas motornya Davin dan meminta Davin untuk segera berangkat.
--------
Sedangkan disisi lain Erza sedang melihat lihat isi laptopnya, membuka kembali foto foto pada zamannya SMK dulu, lalu berpindah dari satu file ke file yang lainnya hingga dia menemukan foto dimana dia dan Delia berfoto berdua saat mereka masih berpacaran dulu sebelum ahirnya mereka berpisah.
Saat akan di ahir terlihat Foto Delia dan dirinya saat masih kecil dulu, dimana terlihat foto dirinya yang sedang memegang sebuah robot robotan sedangkan Delia yang memegang beberapa jenis barbie nya.
Karna Erza yang ingin bermain robot dan Delia yang ingin bermain Barbie ahirnya mereka jadi bertengkar dan Delia lah yang menangis karna tidak diikuti keinginnanya.
Saat mengingat itu Erza tersenyum membayangkan masa kecilnya bersama Delia, namun sayang nya rasa cinta nya ke Delia harus iya hapuskan dan karna kehadiran Viona di hidupnya mampu membuat Erza melupakan Delia.
Lalu tiba tiba ponsel Erza berbunyi membuyarkan lamunannya, Erza pun segera mengambil ponselnya untuk melihat siapa yang tengah menghubunginya di saat masih pagi seperti itu.
"Viona" gumam Erza saat melihat layar ponselnya yang tertera nama Viona.
Erza pun menggeser ikon hijau untuk menerima panggilan vidio tersebut.
"Good Morning Honey" sapa Viona setelah melihat wajah tampan Erza.
"Morning juga baby" jawab Erza dengan senyum manisnya.
Viona pun menyandarkan ponselnya dan kembali sibuk dengan aktipitas nya.
"Sayang kamu sedang apa?" tanya Viona sambil merapikan rambutnya dan sesekali melirik ke arah ponsel nya untuk melihat wajah Erza.
"Sedang bernafas" jawab Erza santai, dan membuat Viona kesal mendengar jawaban nya.
"Ih kamu, Maksud aku kamu itu lagi ngapain gitu looh" ucap Viona sambil memanyunkan bibirnya.
Sedangkan Erza tersenyum melihat wajah Viona yang kesal karna nya.
"Ini aku lagi duduk duduk aja" ucap Erza dan mendapatkan anggukan dari Viona.
"Umh, Sayang aku tidur dulu ya, aku ngantuk banget" ucap Viona sambil menguap.
"Iya udah, kamu tidur dulu dah, good morning" ucap Erza sambil tersenyum ke Viona.
"Honey disini tuh malam. harusnya selamat malam" ucap Viona memprotes Erza.
"Sayang disini itu pagi, jadi aku bilang selamat pagi" ucap Erza yang tak mau kalah.
"Tapi tadi kan aku mau tidur honey, jadi harus nya selamat malam, apalagi ini tuh malam jadi harusnya selamat malam" ucap Viona pun tak mau kalah dari Erza.
__ADS_1
"Aduuh iya deh iya kamu tidur deh, selamat malam" ucap Erza sambil tersenyum ke arah Viona.
Senyum Viona pun mengembangkan kemenangan.
Viona dan Erza pun mematikan ponsel nya masing masing.
.
.
.
Setelah tiga puluh menit.
Delia dan Davin pun sampai di depan gerbang sekolahnya, mereka agak terlambat karna saat itu jalanan macet terlebih lagi mereka kesiangan.
Sedangkan di dalam kelas Mia dan Tia sedang menunggu Delia yang belum juga terlihat.
"Ti, Delia kok belum nongol juga ya?" tanya Mia.
"Iya tumben banget tu anak belom datang, bentar lagi guru masuk lagi" ucap Tia.
Tiba tiba Delia pun muncul dari pintu di ikuti oleh Davin dari belakang.
"Nah panjang umur tu bocah" ucap Mia melihat Delia masuk beriringan dengan Davin.
Delia pun duduk di kursinya, tidak lama Bu Vina pun masuk dengan amplop coklat di tangannya yang berisi dengan soal soal ujian.
"Iya, tadi di jalan mancet" Delia pun kembali berbisik.
"Selamat pagi anak anak anak" sapa bu Vina pada murid murid nya.
"Pagi juga bu" jawab mereka serempak.
"Baiklah ibu akan memberikan soal soal ujian, ibu harap kalian menjawab dengan tenang dan jujur, tidak ada yang mencontek" ucap Bu Vina.
"Baik bu" Jawab mereka serempak.
Bu Vina pun mulai membagikan soal soal ujian, setelah semua mendapatkan soal nya masing masing bu Vina duduk di kursinya untuk mengawasi selama waktu ujian.
------
Setelah selesai mengerjakan ujian, Delia, Mia, dan Tia pun langsung menuju kantin hanya untuk mengisi perut dan memakan snack sebelum pulang.
"Guys gak kerasa ya sebentar lagi kita bakalan naik ke kelas tiga, trus lulus deh" ucap Mia setelah memasukkan keripik singkong ke dalam mulutnya.
"Iya bener banget, perasaan baru kemarin deh kita masuk ke SMA" sambung Tia.
"Yang penting kita itu tetep temenan walau pun udah lulus besok, masih jauh juga untuk lulus" ucap Delia
__ADS_1
Julia dan Farah menghampiri Delia.
"Hay guys, boleh ngikut gabung gak" sapa Farah pada Delia, Tia dan Mia.
"Boleh, duduk dah" kata Tia.
Julia pun duduk di samping Delia, Farah menarik satu kursi untuk iya duduki, karna di setiap 1 meja hanya terdapat 4 kursi saja.
Mereka pun ngobrol sambil diiringi oleh canda tawa mereka, hinga tak disadarinya bel pun berbunyi untuk menandakan masuk ke dalam kelas kembali.
Mereka pun pergi ke kelas mereka masing masing.
"Jul, lo masih ada ulangan?" tanya Delia.
"Iya tinggal satu ini aja" jawab Julia.
"Kalau lo?" sambung Julia sambil terus berjalan menuju kelas.
"Udah gak ada" jawab Delia.
"Sebenarnya kita udah boleh pulang tapi males kalau terlalu cepat pulang" sambung Mia.
"Enak banget, nah kita tinggal 1 mata pelajaran aja" kini Farah yang angkat bicara.
"Ya udah semangat aja, eh Jul, gwe nungguin lo ya, sekalian nebeng" ucap Delia sebelum berpisah karna memang Delia sudah berada di depan kelasnya.
"Woke deh"
Delia, Tia dan Mia pun masuk ke dalam kelas nya, sembari menunggu Julia menyelesaikan ujian terakhirnya Delia, Tia dan Mia pun menyibukkan diri dengan berselfie bersama, tidak lama kemudian Davin pun muncul dari belakang mereka.
"Loh kok ada penampakan si" ucap Tia yang melihat Davin berada di belakang mereka.
"Penampakan gimana?" tanya Mia yang melihat haail jepretan dari ponsel Tia.
"Ini loh, tadi kan kita bertiga, kok jadi berempat gini si" Ucap Tia menyinggung Davin.
Sedangkan Davin yang merasa disinggung pun hanya menatap Tia dengan eskpresi datar.
Delia pun melihat hasil nya, Delia mengira bener ada penampakan namun ternyata itu hanya akal akalan Tia saja.
Bersambung......
.
.
**☆☆☆☆☆
Jangan lupa untuk beri Vote ya, Like dan tinggalkan jejak kalian di kolom komentar.
__ADS_1
Beri rate 5 masukkan ke favorit juga agar kalian tidak ketinggalan cerita**