Cinta Kakak Sepupu

Cinta Kakak Sepupu
Part 35


__ADS_3

**LIKE SEBELUM MEMBACA 😊😊


HAPPY READING 🌷**


******


Kekey yang sengaja turun dari kamar untuk menuju dapur tak sengaja melihat Erza di ruang tamu sedang asik bercanda, sontak Key melihat Cindy menggenggam tangan Erza. Kekey pun kembali ke kamar dan mengurungkan niatnya untuk ke dapur.


-----


Saat Key berada di kamar iya tak mendapati Delia di sana, Key mendengar suara air shower mengalir, Key mengetahui bahwa Delia berada di kamar mandi. Key berjalan mondar mandir di depan Julia, namun karna Julia tak bisa melihat Key jadi Key dengan leluasa bermondar mandir di depan Julia.


"Aduuh gwe ngomong sama Delia kagak ya?" gumam Key yang masih berpikir untuk memberitahukan Delia bahwa Erza ada di villa ini.


"Tapi nanti kalau gwe bari tahu, dia jadi sedih karna ada cwek lain di sampung Erza, sedangkan Delia masih sangat cinta terhadap Erza." Kekey terus bergumam antara iya akan menceritakan pada Delia atau tidak.


"Uuhh gak kebayang deh kalau Delia tau Erza sedang bersama wanita lain" ucap Key.


"Aduuh gimana ini, di sembunyiin juga nanti Lia bakalan tau, tapi kalau di kasih tau nanti sedih, Tuhan aku kudu pie? gumam Key yang merasa gelisah antara memberitahukan Delia atau atau tidak.


.....Ceklek....


Pintu kamar mandi terbuka, Delia keluar dengan kaos yang santai nya dengan celana Jeans sampai lutut.


"Key?" panggil Delia yang melihat Key seperti kebingungan. Key yang mendengar suara Delia memanggilnya pun menoleh ke arah Delia.


"Oh hay Delia" ucap Key dengan senyum dan melambaikan tangan nya. Delia mengangkat sebelah alisnya melihat sifat Key yang tidak seperti biasa nya.


"Kamu kenapa?" tanya Delia.


"Gwe sedih baca cerita ini sedih banget Del" jawab Julia karna Julia mengira bahwa Delia menanyakan dirinya yang tengah menangis membaca novel yang ada di ponsel nya.


"Ahh gwe gak nanyak lo Jul, ni gwe tanya Key" jawab Delia menunjuk ke arah Key.

__ADS_1


"Huh jadi dari tadi Key ada di sini?" tanya Julia sedikit terkejut.


"Ho'oh" jawab Delia dan menghampiri Julia yang sedang bersandar dengan bantal nya, Delia pun lupa tentang pertanyaannya pada Kekey.


***


"Woy Yo, kita mau tidur di mana nih" tanya Erza yang ingin merebahkan tubuh nya karna merasa lelah dengan perjalanan yang cukup panjang.


"oh ya, gwe tanya bi Sri dulu ya" Rio pun menghampiri bi sri yang sedang berada di dapur.


setelah mendapatkan keinginannya Rio pun kembali menemui Dimas, Erza dan juga Cindy.


"Ayok aku antar ke kamar kalian" ajak Rio pada Dimas, Erza dan juga Cindy.


Mereka pun mengikuti Rio menaiki anak tangga, hingga mereka sampai di depan kamar kosong yang berada di samping kamar JuDe.


Dimas dan Erza berada tepat di tengah tengah, Sedangkan Cindy sendirian di kamar tempat Sekar berdiam, namun kini arwah sekar telah kembali ke alam yang seharus nya.


Mereka ber-4 asik bercanda hingga mengeluarkan suara tawa yang sangat kencang, hingga Rio dan juga Davin mendengar suara mereka, ahirnya Rio dan Davin pun pergi ke kamar Ju-De.


Erza dan Dimas yang mendengar suara keributan itu tidak bisa beristirahat dengan tenang, berbeda dengan Cindy, seperti biasa Cindy hanya cuek cuek saja, karna Cindy sedang berendam di bathup merelaksasikan badan nya yang merasa cukup lelah dengan perjalanan yang jauh.


Saat adzan Magrib tiba Mia, Tia, Rio dan Dimas keluar dari kamar Ju-De, Ju-De, dan Davin pun menunaikan solat magrib sesuai kewajiban mereka.


setelah mereka selesai solat magrib Mia, Tia, Ju-De keluar dari kamar mereka untuk mempersiapkan acara barbeque yang akan mereka adakan malam ini. karna saat Mia Delia dkk berada si kebun teh Bi Sri yang membeli bahan bahan nya.


Setelah 1 jam mereka mempersiapkan bahan serta alat nya, mereka pun masuk kedalam karna sudah waktu isya', setelahselesai solat mereka pun keluar dari kamar mereka masing masing untuk menikmati makan malam mereka.


Delia tidak tahu kalau ada Erza di villa itu. Hingga Rio yang memanggil Erza, Dimas serta Cindy, Karna Delia sudah berada di meja makan jadi Delia tidak tau kalau Rio memanggil Erza.


....Tok...tok...tok Rio mengetuk pintu kamar Dimas dan Erza.


"Za, Dim. makan malam dulu, kita juga bakalan adain barbeque setelah makan malam" ucap Rio dari luar kamar Er-Dim (Erza Dimas)

__ADS_1


"Iya yo bentar nanti kita nyusul" ucap Dimas dari dalam.


"Ya udah, gwe panggil Cindy dulu" Rio pun mengetuk pintu kamar Cindy.


"Cin, makan malam dulu" ucap Rio dari luar kamar Cindy


"Iya Yo, bentar gwe mau ngeringin rambut gwe dulu" ucap Cindy dari dalam, saat akan turun Erza dan Dimas memanggil Rio dan mereka turun secara bersamaan.


Delia tengah tertawa melihat perdebatan antara Tia dan juga Davin karna Davin yang tidak sengaja menumpahkan air putih hingga membuat baju kaos Tia basah. Rio pun duduk di samping Tia adik nya.


"Kamu kenapa si dek, kok ngedumel mulu" tanya Rio saat berada di samping Tia, Delia yang melihat Erza duduk di samping Davin hanya menatap Erza tak percaya, begitupun dengan Erza yang terkejut melihat Delia ada disana.


"Ini nih kak gara gara Davin, nuangin air nya gak ikhlas" ucap Tia memandang tajam ke arah Davin


"Kan gwe udah bilang maaf, gwe juga gak sengaja" Davin membela dirinya.


"Gak sengaja heh" Tia mencibir Davin.


"Udah ah kalian ini ribut terus, nanti gwe jodohin kalian berdua biar kagak ribut" ucap Mia menengenahi.


"Sayang kok aku di tinggalin sih" ucap Cindy yang langsung duduk di samping Erza, dan meminta Dimas untuk beralih kursi yang sebenarnya tadi Dimas duduk di samping Erza.


Delia yang mendengar Erza di panggil sayang oleh cewek lain pun merasa hatinya sangat sakit, tanpa disadarinya sendok yang iya pegang sedari tadi terlepas ke lantai membuat semua orang menatap Delia.


Kekey sedang berusaha menguatkan Delia, sedangkan Rio menatap Delia yang tadi tersenyum ceria namun ahirnya menjadi sedih seolah olah senyum dan keceriaannya hilang seketika.


"Del lo kenapa?" tanya Julia yang tak menyadari Bahwa yang di depan nya itu adalah Erza dengan gadis lain.


"Gwe ke toilet dulu" ucap Delia dan bangkit dari tempat duduk nya menuju kamar yang nya, saat sampai di dalam kamar Delia pun menjatuhkan bulir bulir bening yang iya tahan saat masih berada di meja makan.


**β˜†β˜†β˜†β˜†β˜†β˜†


Tinggal kan like, serta jejak kalian. Bantu Vote untuk mendukung novel author dan menjadi penyemangat untuk author. Terimakasih😊**

__ADS_1


__ADS_2