
LIKE sebelum membaca...
.
.
Happy Reading...
------
Sedangkan Davin yang merasa disinggung pun hanya menatap Tia dengan eskpresi datar.
Delia pun melihat hasil nya, Delia mengira bener ada penampakan namun ternyata itu hanya akal akalan Tia saja.
Delia dan Mia pun saling memberi kode untuk ikut mengikuti permainan yang Tia buat.
"Iya kok ada penampakan si" ucap Mia yang ikut ikutan.
"Nah kan bener apa kata gwe" sambung Tia yang mencoba untuk menahan tawanya.
"Iya ih, biasanya kan kalau ada hantu disini gwe bisa liat kok disini hanya hantu hantu yang biasa dalam kelas aja" ucap Delia sambil mengedarkan pandangannya di setiap penjuru kelas.
Mereka bertiga pun berpura pura tidak melihat Davin, membuat Davin merasa kesal akan tingkah ke tiga ciwi ciwi tersebut dan pergi meninggalkan Delia, Tia dan Mia.
.
.
.
Kini Delia sudah berada di kamarnya dan tiba tiba Key pun datang mengampirinya.
"Del, mending lo urusin tuh bapak etan" ucap Key setibanya di hadapan delia.
"Dih kok jadi aku si" ucap Delia.
"Siapa lagi? aku? gini ya Del aku tuh udah coba bicara ama tuh bapak bapak etan tapi kagak mau bicara, dia itu tuli kali ya apa bisu gitu" ucpa Key yang tampak kesal, karna memang Kekey tidak mengikuti Delia ke sekolah dan diminta Delia untuk menginterogasi si bapak hantu itu, namun nihil hantu pria itu tidak mau buka suara sedikitpun.
Ahirnya Delia pun pergi keluar dari kamarnya meninggalkan Kekey.
"*Di*h Delia main tinggal aja" gumam Key dan menyusuli Delia.
Kini Delia sedang berada si depan hantu bapak bapak itu, Delia yang sebenarnya merasa sedikit ketakutan karna melihat wajah seram bapak nya namun berusaha untuk di tahan.
Dan setelah berusaha untuk mencoba bertanya ahirnya hantu pria itu pun membuka suara nya, dan meminta bantuan pada Delia untuk diantarkan ke orang tua nya.
Awalnya Delia menolak, namun hantu bapak itu akan tetap berada di rumah Delia hingga Delia mau menuruti kemauan hantu pria tersebut.
Karna Delia yang tidak mau rumahnya menjadi horor jadi mau tidak mau Delia pun mau menuruti permintaan bapak itu.
Setelah mengetahui permintaan hantu pria itu Delia pun masuk ke dalam rumahnya dan melewati kekey begitu saja yang berdiri di ambang pintu.
__ADS_1
"Dih Delia aneh banget, tadi main tinggal aja, sekarang kek anggap gwe ga ada" gumam Kekey sambil menggelengkan kepalanya melihat tingkah Delia.
Key mengangkat bahunya dan menghampiri Delia yang berada di kamarnya.
"Del tu bapak bapak setan maunya apa sih?" tanya Kekey pada Delia
"Dia maunya di antar ke rumah orang tuanya, tapi tu hantu rumah org tuanya jauh banget" ucap Delia dan mendapat anggukan dari Kekey.
Delia pun berfikir untuk meminta bantuan pada siapa yang bisa iya minta bantuannya, setelah berfikir Delia pun menemukan satu orang yang bisa iya minta bantuannya, ya itu Davin.
.
.
Setelah membantu hantu pria itu Delia pun kembali beristirahat.
Setelah menyelesaikan Semester selama 1 minggu dan melakukan kegiatan Class meeting selama 5 hari kini tiba saat nya hari dimana mereka akan mendapatkan hasil belajar mereka selama 6 bulan terakhir.
Dan betapa bahagianya saat Delia mendapatkan nilai yang begitu memuaskan.
Setelah pembagian raport Delia berdiam diri di rumahnya dan merasa jenuh. Tiba tiba ponselnya berbunyi, sontak Delia pun mengambil ponselnya untuk melihat siapa yang tengah menghubunginya.
"Julia" gumam Delia, Delia pun langsung menerima panggilan dari Julia.
"Hallo Jul" sapa Delia.
"Lo sibuk gak?" tanya Julia.
"Ok gimana kalau kita pergi liburan"
"Boleh"
"Its Ok setengah jam lagi gwe jemput dan lo siap siap" kata Julia.
Julia dan Delia pun mematikan ponselnya.
....
Di sisi lain Erza kembali ke apartemennya, Saat dia sedang memainkan ponselnya, tiba tiba dia mengingat Delia, Erza pun mengirimkan pesan nya pada Delia.
"Hy Del, Bagaimana kabarmu hari ini?" tanya Erza pada Delia.
Sedangkan Delia yang sedang menunggu Julia untuk menjemputnya tiba tiba ponselnya berbunyi, sontak Delia pun mengambil ponselnya di dalam tasnya.
“Ka Erza” gumam Delia saat melihat ponselnya.
Delia pun langsung membuka pesannya.
“hy juga kak, kabarku baik, bagaimana dengan kakak?” Setelah mengetik pesannya Delia pun segera mengirimnya pada Erza.
Delia tersenyum karna mndapatkan kabar dari Erza, hingga tanpa disadarinya Julia sudah berada di depannya.
__ADS_1
“Woy Del” Julia mengagetkan Delia.
“ah elu, ngagetin aja Jul” kata Delia.
“Habisnya lo senyam senyum sendiri kek orang gila tau gak” kata Julia meledek Delia.
“eh enak aja lo bilang gwe gila”
“hadeh kagak nyambung lo Del, konslet kali otak lo” ucap Julia memutar bola matanya malas.
“elu tu yang gak nyambung” Bantah Delia.
“Iya deh iya, btw bokap nyokap lu mana?”
“oh bokap gwe biasa kerja, Nyokap gwe pergi, dan adik gwe si putri pergi ke rumah temannnya” ucap Delia.
“oh ya udah nyuk kita jalan" ajak Julia dan di angguki oleh Delia.
Mereka pun berjalan menuju mobil, sebelum Delia berangkat Delia terlebih dahulu memberi tahu mamanya agar nanti mama nya tidak khawatir padanya.
“bentar dulu” ucap Delia saat Julia hendak mejalankan mobilnya.
“Kenapa?” tanya Julia.
“Kekey gwe gak tau tu setan kemana” ucap Delia mengedarkan pandangannya.
“Aduh Key lo kemana siiih” gumam Delia di dalam Hati.
“Gwe disini Del” ucap Key yang berada di kursi belakang, Delia yang mendenngar suara Key pun langsung menoleh ke arah Key.
“Kebiasaan lo Key” ucap Delia, sedangkan Key hanya senyum senyum menghadap Delia.
“Gimana Key udah ada blum” tanya Julia menoleh ke arah Delia.
“iya udah, jalan Jul” Julia pun menjalankan mobilnya.
Saat di pertengahan jalan ponsel Delia pun berbunyi menandakan ada pesannya masuk. Deli pun mengambil ponselnya, dan disaat melihat ponselnya Delia pun segera membalas pesannya tersebut dengan senyum menghiasi wajahnya.
“Alhmdulillah aku baik juga. Jika kamu punya waktu, kaka mau mengajakmujalan jalan, bagaiman kamu mau tidak?” isi pesan Erza.dan membuat Delia merasa bahagia.
“Baik kak, kapan?” Setelah mengetik pesannya Delia pun mengirimnya dan dengan cepat Erza pun kembalii membalas pesan nya.
“besok lusa, kaka jempuut kamu”
“Ok kak” jawab Delia singkat.
“Ok, besok kamu kirim alamatmu, dan jangan beritau mama atau papa ya” isi pesan Erza, dan membuat senyum Delia hilang seketika.
“Nah tadi aja lu senyum senyum, sekarang aja muka mu kek baju belum di strika, kusut tau gak, emang lu chatting sama siapa si?” tanya Julia yang sedari tadi Memperhatikan Delia.
“ini gwe lagi chatting sama ka Erza aja kok” ucap Delia tanpa menoleh ke arah Julia, Sedangkan Julia tetap fokus karna sedang mengemudi.
__ADS_1
Bersambung.......