
Setelah menerima hadiah mereka masing masing, Susi, Bagas dan Delia pun turun dari panggung tersebut. Dan tak lama kemudian sang MC pun melanjutkan pengumuman juara bernyanyi untuk kelas XII IPS, BAHASA dan IPA. (di SKIP aja ya readersku untuk pengumuman juara kelas 12 nya)
---------
"Hay Del, waah selamat ya kamu juara pertamanya" Julia merangkul Delia, dan Delisa membalasnya dengan tersenyum.
Delia dan Julia pun langsung menuju parkiran, karna memang acara sudah selesai dan murid murid pun dibolehkan untuk pulang
"Jul, gwe mau ke perpustakaan umum, lo mau ikut gak?"
"Iya boleh, kebetulan juga aku mau cari buku tentang astronomi" Jawab Julia
Julia dan Delisa pun berangkat ke perpustakaan. Setelah sampai Julia dan Delia pun langsung masuk dan memilih buku buku sesuai keinginan mereka, setelah menemukan buku yang mereka inginkan mereka pun memilih duduk di meja pojok yang kosong.
Karna ini perpustakaan umum maka banyak buku buku yang dari SD bahkan sampai ke perguruan tinggu Universitas. disediakan juga meja meja untuk para pengunjung yang ingin membaca di tempat, tersedia juga WIFI gratis jika ada orang yang sekedar browsing atau mengerjakan tugasnya
"Jul, kalau gwe ngehubungin Erza duluan apa gpp gitu" Delisa memecah keheningan di sela sela mereka sibuk dengan buku buku mereka, Julia pun mengerti maksud Delisa.
"Ya menurut gwe, kalau lu ingin tau giman dia ke elunya yang sekarang,ya gpp chat aja atau tlp gt, tapi lu juga harus nyiepin hati lo kalau dia udah lupain lo."
" Umhhh, ya udah nanti gwe minta nomernya di Jack" Delisa dan Julia pun kembali fokus dengan buku buku mereka. setelah jam empat kosong kosong mereka pun pulang, sebelumnya Delia mengantarkan Julia terlebih Dahulu.
---------
Sedangkan Erza yang tengah makan malam dengan khusuk bersama kedua orang tuanya .
"Za, nanti kamu ke ruang papa ya jam sembilan" papa Andrian setelah selesai menyantap makan malamnya
"Iya pa" Setelah selesai makan, Erza pun naik ke kamarnya yang di lantai dua, tepat pukul Sembilan malam Erza pun mengunjungi ruang kerja papa nya.
Tok...tok...tok... Erza mengetuk pintu ayahnya
"Masuk" terdengar dari dalam ruang kerja Papa Andrian mempersilahkan Erza masuk. Erza pun masuk dan langsung duduk di hadapan Papa nya
"Kenapa pah? kayaknya penting banget" ucap Erza ketika melihat wajah papa yang serius
"Besok papa minta kamu ke hotel xxx papa curiga ada yang tidak bertanggung jawab sama hotel itu. dan kamu cari tahu siapa orangnya. kamu selidiki dengan hati hati dan teliti papa gak mau ada kesalahan sedikit pun. setelah kamu menemukan siapa Dalangnya segera lapor papa " ucap papa Andrian Tegas panjang lebar
"Kenapa Erza pah, bukannya di hotel kita papa ada kepercayaan buat cari tahu masalah ini" Erza yang bingung kenapa papa nya tiba tiba memintanya turun langsung kehotel milik nya.
__ADS_1
"karna tidak banyak yang tahu bahwa kamu adalah anak dari pemilik hotel itu, karna kamu sibuk dengan perusahaan D'Zmax Group maka dari itu papa minta kamu yang masuk kesana untuk mencari tahu"
"Baiklah pa, lantas bagaimana caranya Erza masuk pa, sedangkan Erza saja belum lulus"
"Nanti papa yang akan membawamu, tapi inget identitas kamu sebagai pewaris tunggal harus kamu merahasiakan nya"
"iya pah, Erza mengerti maksud papa "
"Ya udah sekarang kamu boleh keluar"
Erza pun keluar dari ruang kerja papanya, Erza melihat mamanya yang sedang menonton TV pun ikut duduk di aebalah Mamanya,
"Mah, mama kok belum tidur" sapa Erza dan merebahkan dirinya di samping mamanya
"Belum sayang, gimana? kamu mau membantu papa mu " Tanya Mama Siska, karna memang mama tahu bahwa Erza akan diminta ayahnya untuk memantau masalah yang ada di hotel tersebut.
"Iya mah, besok pulang sekolah Erza ke sana" Dan mama hanya mengangguki perkataan putranya tersebut.
"Ya udah mah, Erza ke kamar dulu ya" pamit Erza dan beranjak pergi meninggalkan mamanya yang masih menonton TV tersebut
dan Erza langsung merebahkan diri di tempat tidur, iya merasa sedikit pusing jika harus mengurus perusahaan ayahnya yang sudah satu tahun iya kelola di tambah lagi dengan kegiatan di sekolahnya yang makin meningkat karna ada les les tambahan, dan sekarang iya harus memantau secara langsung masalah yang ada di hotelnya,,
Erza si bisa bisa aja menyelesaikan perkerjaan sekolahnya dengan otak encer nya, tapi yang dipikirannya bagai mana dia bisa menyelesaikan urusan perhotelannya sedangkan dia sendiri tidak pernah ke hotel itu walaupun itu adalah milik Papanya...
------
"Astaga gwe lupa minta nomer nya Erza di Jack" Delisa pun segera meraih ponselnya dan segera menghubungi Jack
"Aah harga diri yang gwe junjung tinggi tinggi jatuh seketika hanya karna CINTA" Gumamnya, dan setelah teleponnya terhubung
jack: "Hallo?"
Delia: "oh hay, Hallo, bisa bicara dengan Jack?" Delisa yang sedikit deg deg an
Jack: "Iya saya sendiri, ini dengan siapa ya?"
Delia: "saya Delia"
Jack: "Oh iya, Ada yang bisa saya bantu?" ujap jack dengan ramah
__ADS_1
Delia: "Umh apa kau mengenal Erza, apakah saya boleh meminta nomer telponnya?" ucap Delisa tutup point dengan sedikit gugup
Jack: "tapi maaf anda siapa nya Erza ya? saya tidak mau membagi nomernya ke sembarang orang" jack merasa sedikit curiga dengan Delisa
Delia: "ah maaf, saya adik misannya, jadi boleh saya memintanya?" Delisa yang mencoba menyakinkan jack
Jack: "tunggu sebentar saya akan meminta ijin dengan orangnya"
Delia: "ah iya silahkan"
Delisa pun memutuskan telponnya dengan Jack, dan Jack pun segera mengalihkan panggilannya ke Erza, dan Erza yang tadinya tengah tertidur kini bangun dengan dering hanphonenya Erza pun segera mengambil handphone nya yang ada ni meja belajar nya
Erza: "(Jack? tumben dia malam malam nelpon)" gumam Erza setelah melihat di layar ponselnya tertera nama Jack yang menghubunginya
Jack: "Hallo Erza"
Erza: "ya jack, ada apa? tumben?"
Jack: "ah ini aku mau bilang, kamu mengenal Delia tidak?"
Erza: "Delia? tidak aku tidak mengenalnya"
Jack: "trus kalau kamu tidak mengenalnya dia tahu kamu dari siapa? bahkan dia sendiri mengaku bahwa kamu kakak misannya?"
Erza: "umh tapi.... aku tidak mengenalnya, coba kamu tanyakan dia, mungkin dia salah orang" Erza pun bingung bahkan dia berfikir tidak ada keluarganya yang bernama Delia
Jack: "Baiklah akan ku tanyakan dulu"
Jack pun mengirim pesan kepada Delisa
Jack: "Hey, Erza tidak mengenalmu jangan kamu mengaku ngaku jika tidak ingin dipermalukan" ancam Jack pada Delisa
Delisa yang melihat pesan dari jack pun hatinya merasa sakit
"Jadi benar dia sudah melupakanku? bahkan namaku saja tidak dia ingat" gumam Delisa setelah melihat pesan jack tersebut, namun segerah iya tepiskan dan masih berpositif thingking ke Erza.
*******
Maaf kalau banyak typo guys, jangan lupa klik jempol dan tinggalkan jejak kalian di kolom komentar.
__ADS_1
bantu vote juga agar author lebih bersemangat dalam berkarya.
Saran dan komentar kalian juga penting bagi author untuk memperbaiki part selanjutnya. Terimakasi SARANGHEO 😍