
"Ya udah yuk kita pulang, udah sore juga” ajak Delia dan sambil menaruh sarung tinju yang di kenakan tadi pada tempatnya yang sudah disediakan.
“Yuk” Julia dan Delia pun keluar.
------
Sesampainya di rumah nya, Delia melihat mama nya yang sedang duduk di teras rumahnya.
"Assalamualaikum mah" Ucap nya sambil mencium punggung tangan mama nya.
"Waalaikumsalam, kamu kemana aja Lia? kok baru pulang" Tanya Laras pada putri sulungnya.
"Iy mah, tadi Lia pergi ke rumah ka Rakha" ucap nya.
"Ya udah sekarang kamu masuk deh, trus mandi" Perintah Laras, Delia pun melangkah masuk ke dalam kamarnya.
"Ka Liaa" Panggil Putri dan berlari menghampiri kaka nya.
"Kenapa Put?" Delia berhenti karna mendengar suara adiknya.
"Kaka pinjem ponsel mu dong" Kata Putri setelah berada di depan Delia.
"Untuk apa?" Tanya Delia heran, karna tak biasanya Putri memijam ponselnya.
"Kaka minggu kemaren kan aku ada tugas biologi, tapi aku belum ngerjain, dan kata bu guru nya tugas kemarin juga bisa jadi soal smester, nah dari itu aku mau cari jawaban nya kak" jelas Putri pada Delia.
"Kan ada buku paket kamu" kata Delia sambil menatap Putri intens.
"Paket nya di pinjem Rina, ayolah kak aku pinjem" Putri merengek agar Delia mau memberikan ponsel nya pada Putri.
"Kamu ya udah tau juga lagi ujian smester, buku mu malah kamu kasi pinjem" Ucap Delia kesal menggeleng kan kepalanya.
"Ayo lah kak, kaka mau nilai aku jelek? gak kan, ayolah kaka ku yang Cantik, baik, Sopan, rajin menabung dan tidak sombong" Puji Putri pada Delia agar kakanya mau memberikan ponselnya pada dirinya.
Delia pun merogoh saku Almamater nya, dan memberikan ponsel nya pada Putri, karna dia juga tidak mau jika nilai adik nya harus turun.
"Ya udah, tapi inget jangan ngabisin kuota" Ucap nya sambil menunjukkan jari telunjuknya sebagai peringatan pada Putri.
"Iya kak, nanti kalau gak hilaf" Putri tersenyum dan pergi meninggalkan Delia.
__ADS_1
Delia menggelengkan kepalanya dan berjalan menuju kamarnya, setelah sampai dikamar Delia pun masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihakan badannya yang terasa lengket karna keringat setelah berlatih boxing.
Sedangkan di perjalanan Damar sedang mengantar penumpang nya seorang ibu dan anak kecil yang berusia 7 tahun.
"Ibu Rafa takut bu" ucap anak kecil itu sambil menutup mata nya dengan ke dua tangannya.
"Sudah lah nak, tidak ada apa apa" kata ibu nya menenangkan pria kecil nya.
Damar yang melihat nya merasa iba, dan berani menanyakan langsung pada ibunya.
"Mohon maaf nih bu memangnya anak ibu kenapa? Kok sampai ketakutan seperti itu?” tanya Damar sambil terus fokus menyetir.
“Iya ini pak, anak saya itu bisa melihat apa yang tidak bisa dilihat orang lain, saya juga tidak tahu harus percaya atau tidak. Namun sebenarnya saya juga merasa kasihan pada anak saya jika terus terusan merasa ketakutan seperti ini” ucap ibu nya Rafa sambil terus menenangkan anaknya.
“Ibu, anak saya yang paling besar juga sama seperti anak ibu. Awalnya saya juga merasa tidak percaya, namun setelah saya mencati tahu ternyata anak saya indigo buk, dan kemampan seperti itu di dapatkannya dari kakek buyutnya bu” Damar pun menceritakan kisah Delia pada ibu nya Rafa.
“Lalu apa anaknya om tidak merasa takut?” tanya Rafa setelah mendengar apa yang di katakan oleh Damar.
“Awalnya anak saya merasa takut hingga dia menjadi sakit sakitan, dan ahirnya saya memanggil seorang ustadz untuk mengusir hantu yang mengganggu putri saya” ucap Damar terpotong.
“Lalu apa pak ustadz itu berhasil mengusir hantunya om?” tanya Rafa yang ingin tahu.
“Enggak ” jawab Damar singkat.
“karna kata pak usadz itu hantunya tidak mengganggu putri saya, dan bahkan dia ingin menjaga putri saya” ucapnya menjelaskan sambil matanya teteap fokus menghadap jalanan yang terbilang cukup rame pada malam itu.
"Apa anak bapak gak kenapa kenapa” tanya ibu nya Rafa.
“Enggak, anak saya bahkan sampai sekarang baik baik saja. Alhamdulillah” ucapnya sambil sedikit tersenyum.
“Apa hantu itu tidak mengganggu anak bapak?” tanya nya
“tidak, baikklah bu tujuan ibu sudah sampai” kata Damar setelah menghentikan laju mobilnya.
“Baiklah pak terima kasih” ibu itu pun memberikan sejumlah uang pada Damar, pak Damar tersenyum ramah pada ibu dan Rafa.
Setelah memberikan uang tagihannya ibu itu pun keluar dari dalam mobil, Damar pun melanjutkan mobilnya meninggalkan tempat ibu tadi turun.
“sudah jam ujuh malam, sebaiknya aku pulang saja” gumam Damar setelah melihat jarum jam di tangannya yang menunjukkan pukul 7 malam.
__ADS_1
Sedangkan Delia baru keluar dari kamarnya dan langsung menghampiri mamanya di dapur.
“Ma, papa belum pulang ya?” tanya Delia sambil membantu mamanya menyiapkan untuk makan malam.
“Belum Lia, mungkin sebentar lagi papa pulang” ucap Laras sambil membawa mangkok yang berisi semur ayam dan membawanya ke meja makan dan diikuti oleh delia dari belakang membawa nasi untuk di letakkan di meja makan.
Dan setelah menata makanan di meja makan terdengar suara Papa Damar yang memasuki rumah dan langsung di sambut oleh Laras dan Delia, sedangkan Putri masih asik di dalam kamarnya.
.
.
.
“Nah kayaknya aku akan masuk di universitas ini deh” kata Erza setelah menemukan universitas negri yang terpopuler karna mahsiswa dan mahasiswi yang disana terbilang mahasiswa dari golongan elit, selain itu juga universitas itu banyak meluluskan mahasiswa dan mahasiswi yang cerdas.
Setelah membaca isi brosur tersebut Erza pun menyimpannya ke dalam laci karna besok dia akan memberi tahu papa dan mamanya.
Tok....tok....tok....
Suara ketukan dari luar kmar Erza, Erza yang mendengar itu pun lngsung membuka pintu itu.
“Den Erza, sudah di tunggu di meja makan oleh tuan dan nyonya den” ucap asisten rumah tangganya.
“baiklah bi, saya akan segera kesana” asisten rumah tangganya itu mengangguk dan meninggalkan Erza yang masih berdiri di pintu kamarnya.
Saat Erza akan keluar dari kamarnya Erza mendengar sebuah notif chat dan segera mengamil ponselnya untuk melihat isi notif tersebut.
Di layar ponselnya tertera nama Viona dan membuat senyum Erza terukir di bibbirnya, dengan cepat pula Erza membuka pesannya.
Viona : (selamat malam honey, jangan lupa makan, dan jaga kesehatannya.) isi pesan dari viona membuat Erza merasa bahagia dan dengan cepat pula Erza membalas pesan kekasihnya itu.
“(selamat malam juga, iya kamu juga jaga kesehatannya ya)” Erza pun mengirim pesannya pada Viona.
Sedangkan dari bawah terdengar suara Siska yang memanggil Erza untuk segera turun untuk makan malam karna ditunggu oleh papanya, sontak Erza pun segera menaruh kembali ponselnya di atas meja dan segera turun.
.
.
__ADS_1
☆☆☆☆
Tinggalkan jejak kalian di komentar, beri rate 5 dan jangan lupa Pote sebanyak banyak nya dan like setiap part nya sebagai penyemangat author.. TERIMAKASIH sudah mampir 😊