Cinta Kakak Sepupu

Cinta Kakak Sepupu
part 39


__ADS_3

Bear juga senang bisa ketemu sama polar" ucap Delia seraya melihat Erza, dan kini tatapan mereka bertemu dalam satu garis lurus, namun Delia yang menyadari saat tatapannya bertemu Delia langsung mengalihkan pandangannya iya merasa gugup sedangkan Erza merasakan jantung nya berdetak dua kali lebih cepat dari biasanya.


------


Cindy memperhatikan Erza dan juga Delia, Cindy yang terbakar api cemburu pun langsung menarik tangan Delia tanpa di sengaja tangan Delia pun terkena dengan besi yang berada di atas pemanggang. Cindy menarik Delia menjauh dari Erza, Erza pun mengikuti Cindy dari belakang


"Plak... Dasar perempuan gak tahu diri" ucap Cindy menampar Delia.


"Cindy hentikan!" ucap Erza saat melihat tangan Cindy mendarat mulus di pipi kanan Delia.


"Za kamu kenapa sih kok kamu belain dia dari pada aku pacar kamu" ucap Cindy yang mesih terdengar emosi.


"Dia adik gwe, dan mulai dari sekarang lo bukan pacar gwe lagi" ucap Erza tegas pada Cindy.


Teman temannya yang mendengar keributan pun langsung menenui Erza, Delia dan juga Cindy.


"Lu putusin gwe gara gara cewek sialan ini?" tabya Cindy tak percaya dengan apa yang dikatakan Erza


"Dia bukan cewek sialan, dia adik gwe dan lo jangan sekali kalinya berani nyakitin dia lagi" ucap Erza dengan menggenggam tangan Delia dengan erat.


"Jadi dia cuman menganggap gwe adiknya? aku kira kamu masih suka sama aku. dasar bodoh lo Lia" guman Delia setelah mendengar apa yang dikatakan oleh Erza.


Cindy pun pergi dari hadapan Erza. Mia dkk pun mendekati Delia, terlihat jelas di pipi Delia bekas tamparan Cindy yang memerah.


"Lu di tampar Cindy lagi?" tanya Rio pada Delia, Delia pun mengangguk.


"ya udah kita lanjutin aja yuk acara BBQ nya" ajak Mia. Mereka pun kembali ke taman belakang villa untuk melankutkan acara yang mereka adakan.


Setelah semua selesai mereka pun makan dengan diiringi oleh canda tawa. Sedangkan tak jauh dari mereka ada mata yang melihat penuh dengan kebencian.


*****


Kini hari terakhir mereka berada di Villa dan hari itu mereka menghabiskan waktu mereka di pantai. Erza dan Delia selalu bersama layaknya seorang sepasang kekasih, namun Delia harus menerima pengakuan dari Erza bahwa Erza mencintai dan menyayanginya hanya sebatas adik sepupu saja. Erza tak lagi mempunyai perasaan seperti dulu mereka menjalin hubungan sebagai sepasang kekasih.

__ADS_1


Delia amat sangat bahagia karna bisa menghabiskan waktu nya bersama dengan orang yang iya cintai, walaupun Erza telah berterus terang tetap saja Delia tidak bisa dengan begitu mudahnya melupakan sosok Ice Polar yang menjadi teman kecil nya dahulu bahkan menjadi kekasihnya saat menginjak remaja, dan bahkan harus menerima kenyataan bahwa Erza telah menganggap dirinya hanya sebagai saudari.


Namun walau begitu Delia tetap bersyukur karna Iya tetap bersama dengan Erza. Delia berharap suatu saat Erza kembali mencintainya dan membangun hubungan yang telah usai.


Mereka di pantai sejak pukul 8 pagi, mereka sengaja pagi pagi kepantai untuk menghabiskan waktu liburan terakhir mereka, jarak dari villa menuju pantai hanya menempuh waktu 1 jam saja karna mereka sambil joging pagi, dan sarapan di warung yang berada di dekat pantai.


saat jam 10 pagi mereka pun bergegas untuk pulang sebelum hari makin siang yang membuat mereka akan semakin kepanasan.


Dalam perjalan pulang mereka membuat lomba lari agar lebih asik dan tidak membuat mereka bosan karna jauh yang agak jauh dari Villa.


"Auuu" pekik Delia yang terjatuh karna berlari. Erza dan Davin yang mendengar pekikan Delia pun menoleh ke arah Delia.


"Lo baik baik aja kan?" tanya Davin saat melihat Delia dengan posisi duduk karna lututnya yang terasa perih.


"Lia lututmu berdarah" ucap Erza yang melihat luka di lutut Delia.


"Iya kak" ucap Delia. Erza pun berjongkok di depan Delia, Delia yang melihat Erza bingung.


"Kakak kenapa?" tanya Delia


Delia pun naik ke atas punggung Erza, Davin melihat Delia dengan Erza merasa cemburu, karna Davin sebelumnya mempunyai rasa terhadap Delia, terlebih lagi saat Davin tau bahwa Erza adalah first love nya Delia. Namun Davin tak ingin terlihat posesif di depan Delia dan lebih memilih untuk diam.


"Cih, pasti dia cari perhatian sama Erza" ucap Cindy melihat Delia dengan tatapan tidak suka.


"Liat saja suatu saat aku bakal hancurin hidup kamu Delia" ucap Cindy dengan senyum menyeringai, Key yang menyadari tatapan Cindy memperingati Delia agar berhati hati karna Cindy mempunyai niat jahat terhadap Delia.


Setelah sembilan puluh menit Delia, Erza Davin, Dimas, Rio, Julia, Mia, Tia dan Cindy pun sampai di Villa.


"Loh non Delia kenapa?" tanya bi Sri saat melihat Delia berjalan pincang.


"Tadi Lia jatuh saat lomba lari bi" ucap Delia seraya tersenyum ke arah bi sri.


"Ya udah non Delia bersihin dulu lukanya bibi mau ambil kotak P3K dulu ya" bi Sri pun menuju dapur mengambil kotak P3K, Delia naik ke atas kamarnya di bantu oleh Julia.

__ADS_1


Sesampainya di kamar Delia pun langsung duduk, sedangkan Julia langsung menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.


Tia, Mia, Rio, Dimas, Davin dan juga Cindy mereka membersihkan badan mereka dikamar mereka masing masing


Setelah dua puluh menit Julia di kamar mandi, Delia pun berdiri di bantu oleh Julia menuju kamar mandi.


Setelah lima belas menit Delia pun keluar dengan kaos santai dengan celana jeans di atas lutut.


....tok...tok..tok....


"Masuk aja gak dikunci kok" ucap Delia, Davin pun masuk ke dalam kamar Delia dengan membawa Mangkuk berisi air hangat dan kotak P3K di tangannya.


"Loh Davin, ada apa?" tanya Delia melihat Davin berjalan ke arahnya.


"Gwe mau mastiin ke adaan lo" ucap Davin seraya berjongkok di hadapan Delia, karna Delia yang duduk di pinggir kasurnya.


"Bukannya bi Sri ya yang bakalan bawain obat nya, kok jadi kamu sih?" tanya Delia.


"Iya tadi bi Sri juga mau naik ke sini, kebetulan aku yang mau nengok kamu jadi aku ambil kotak sama mangkok ini buat bersihin luka kamu daei bi Sri" jelas Davin pada Delia, Delia pun mengangguk.


Key yang melihat sikap Davin mencoba untuk menggoda Delia karna sikap Davin yang perhatian pada Delia.


setelah membersihkan luka di lutut Delia dengan air hangat, Davin pun meneteskan obat merah


"Au Dav pelan pelan" ucap Delia merasa perih di lututnya.


"Iya ini juga udah pelan kok Del, bentar lagi paling perihnya ilang" ucap Davin, sedangkan Julia hanya menatap ponselnya sengaja tak menghiraukan Delia dan Davin.


**☆☆☆☆☆


Maafin author ya kalau ceritanya gak nyambung atau bahasanya yang gak sesuai.


Tolong komentar dan sarannya juga, bantu like dan vote author ya agar lebih bersemangat lagi.

__ADS_1


Author lagi galau karna di tinggal nikah sama kaka sepupunya author di dunia nyata, dan rasanya itu nyesek banget. di part selanjutnya author bakalan bikin cerita kalau Delia di tinggal nikah juga😆


Ok Jangan lupa dukungannya untuk author ya.. sekian Terimakasih😍😘**


__ADS_2