
"Iya ini juga udah pelan kok Del, bentar lagi paling perihnya ilang" ucap Davin, sedangkan Julia hanya menatap ponselnya sengaja tak menghiraukan Delia dan Davin.
------
Sedangkan di luar pintu sedang ada yang berniat jahat pada Delia.
"Lihat saja kau Delia, aku akan menghancurkan hidup mu" gumam seseorang di balik pintu itu, yang tak lain adalah Cindy.
Cindy pun pergi menghampiri Erza dengan mengetuk pintu nya, Erza dan Dimas yang mendengar ketukan dari luar kamar mereka pun membuka pintu kamar nya, dan mereka melihat Cindy berdiri di ambang pintu.
"Kenapa sih Cin? kita mau beres beres nih" tanya Dimas pada Cindy.
"Za lo pasti bakalan gak bakalan nyangka kalau Delia itu ternyata j*la*g" ucap Cindy yang berusaha memanasi Erza.
"Jaga ucapan kamu Cin" ucap Erza yang emosi karna perkataan Cindy walau dia tidak percaya dengan apa yang di katakan oleh cindy.
"Ya terserah lo sih percaya apa nggak, mending lo denger tuh suara Delia" ucap Cindy menunjuk ke arah kamar Delia dan Julia.
Dimas pun menghampiri kamar Delia, dan memang Dimas mendengar suara Delia mengaduh kesakitan membuatnya mengerutkan alisnya heran.
.....tok...tok....tok.... Erza mengetuk pintu kamar Ju-De. Julia pun bangun dari tidurnya karna mendengar suara pintu di ketuk dan membukanya.
"Eh kak Dim, sama kak Erza" sapa Julia pada Dimas dan Erza
"Iya kalian lagi ngapain?" tanya Dimas pada Julia.
"Aku si lagi tiduran aja kak, tapi kalau Delia sama Davin tuh" Julia menunjuk ke arah Delia dan Davin yang masih mengobati luka Delia.
"Oh jadi kalian bertiga disana?" tanya Erza.
"Iya kak" jawab Julia singkat.
setelah mengetahui apa yang dikatakan cindy tidak lah benar, Dimas dan Erza pun melangkah menjauh dari kamar Ju-De.
__ADS_1
"Cin, bener bener ya lo, bisa bisa nya lo ngejelekin Delia di depan Erza" ucap Dimas, karna Dimas tahu bahwa Erza menyanyangi Delia dan Cindy yang menunggu di depan kamar Erza dan Dimas.
"Lah emang bener kan" tanya Cindy menyakinkan
"Sekali lagi gwe denger lo ngejelekin Delia di depan gwe, Gwe gak akan mau dekat lo lagi" ancam Erza tiba tiba muncul mengagetkan Cindy.
Cindy pun merasa kesal karna Erza mengancam nya untuk menjauhinya, Cindy menghentak kan kaki nya dan pergi masuk ke dalam kamar nya untuk mempersiapkan baju baju nya.
Setelah pukul 2 siang mereka bersiap siap untuk pulang ke kota, Mia, Tia, Delia, Julia, Davin, Dimas, Rio, Erza dan cindy pun memasukkan barang barangnya ke mobil masing masing. Tia, Mia dan Rio satu mobil. Sedangkan Delia, Julia dan Davin 1 mobil dengan Key, dan Cindy, Erza dan Dimas mereka 1 mobil juga.
Setelah mereka memasukkan barang barang nya mereka pun berpamitan pada bi Sri dan kang Darmo untuk pulang.
Sekitar jam setengah tujuh malam Delia pun sampai di depan rumah nya, Davin mengantarkan Delia dengan selamat.
Waktu liburan mereka kini tinggal 2 hari lagi Delia dan Julia menghabiskan waktu nya dengan berlatih tinju di rumah Raka, kakak Julia. Raka mengajarkan mereka tentang tehnik tinju, Namun Karna Delia yang sudah terbiasa dengan jurus jurus bela diri yang sudah di latihnya sedari kecil memudahkan nya lebih cepat menguasai dari pada Julia.
Karna Julia di perkenalkan tinju oleh Delia saat mereka kelas sepuluh semester dua hingga tubuh serta otot otot Julia terasa kaku.
*****
Saat Erza akan makan siang Erza melihat Cindy yang berjalan bergandengan mesra dengan pria yang sebelumnya pernah di lihat nya saat di cafe dulu, namun karna Erza tak memperdulikan keberadaan Cindy Erza pun melanjutkan perjalanannya menuju warung bakso yang tak jauh dari kantornya.
Sesekali sambil memakan kuah baksonya Erza melihat photo yang di ambilnya saat bersama Delia saat di pantai, saat mereka sedang makan, bernyanyi dan terlihat jelas tawa Delia yang begitu di rindukan Erza.
"Del, aku merindukanmu" gumam Erza dalam hati.
"Seandainya waktu itu aku masih di dekat mu, mungkin saat ini kita masih bisa sama sama"
"Namun sayang nya, aku pernah berjanji untuk tidak melanjutkan hubungan ini"
"Sweet bear aku merindukan mu, smoga kamu bisa melupakan aku dan berbahagia bersama orang yang menyanyangi mu"
Lirih Erza hingga tak disadarinya waktu untuk makan siang nya telah usai membuatnya harus terburu buru untuk melanjutkan ke kantor nya.
__ADS_1
Sesampainya di kantor Erza pun bersiap siap untuk pergi ke ruangan dan memulai meeting nya.
*****
Keesokan paginya Delia pun bersiap siap untuk berangkat kesekolah, Hari ini dia tidak bawa motor namun dijemput oleh Davin. Awalnya Delia telah menolak, namun Davin memaksa Delia untuk berangkat kesekolah bersama Davin ahirnya Delia pun mengikuti permintaan Davin.
setelah menunggu sekitar sepuluh menit di depan rumah nya Davin pun datang menggunakan motor kesayangannya, hari ini dia sengaja tidak menggunakan mobil, karna jika untuk sekolah dia lebih memilih menggunakan motor untuk memecah kemacetan jalanan ibu kota.
Setelah lima belas menit Davin dan juga Delia pun sampai di parkiran sekolah, Delia yang melihat Julia yang baru sampai pun menghampiri Julia yang baru keluar dari dalam mobilnya.
"Tumben cepet" tanya Julia pada Delia yang beradi di depan nya.
"Iya gwe dijemput sama Davin" ucap nya, Davin pun menyusul Delia.
"Oowh, ya udah yok masuk" ajak Julia. Julia, Delia dan juga Davin pun melangkahkan kaki nya untuk menyusuri lorong kelas hingga mereka sampai di depan jelas IPA 2,
"Ya udah gwe masuk dulu" ucap Delia, Julia mengangguk dan melangkahkan kaki nya menuju ke dalam kelas nya.
Tak lama kemudian Tia dan Mia pun masuk ke dalam kelas mereka dan menyapa Delia. Seperti biasa mereka berbincang bincang sebelum kelas di mulai.
setelah menunggu sekitar delapan menit bel pun berbunyi menandakan jam pelajaran akan segera di mulai. Davin selaku ketua kelas pun memerintahkan teman teman nya untuk merapikan tempat duduk mereka.
Dan pak Setya pun masuk ke dalam kelas memulakan jam pertama pelajaran setelah libur panjang mereka
*****
.....teeeet...teeet....
Bel berbunyi menandakan jam iatirahat, Semua siswa siswi merapikan alat tulis nya dan memasukkan nya ke dalam tas mereka masing masing.
"Del kantin nyok" ajak Tia menghampiri bangku Delia.
"Ya udah ayok" Delia pun bangkit dari tempat duduk nya.
__ADS_1
"Woy gwe kagak di ajak apah?" tanya Mia pada Delia dan Mia.
"Hehehe smory beb, ya udah yok" ajak Tia, Mia pun bangkit dari duduknya dan mengikuti Delia serta Mia menuju kantin