
“Pah,mah” panggil Delia dari luar kamar orang tuanya.
"Del ada apa, tumben kamu langsung ke kamar mama” tanya Laras melihat Delia berdiri di depan pintunya.
------
"Mah di depan ada hantu" Ucap Delia memberitahukan mama nya.
"Hantu gimana si Del, kan selama kita disini juga kamu sering lihat hantu"
"Tapi ini hantunya beda mah, muka nya hancur, trus tangan yang satunya patah, jalan nya pincang pincang mah, iiii ngeri deh" Delia bergidik ngeri membayangkan penampakan hantu yang berada si depan rumahnya.
"Masa si Del" tanya Laras tidak percaya.
"Iya mah seriusan deh" Delia menyakinkan mama nya.
"Ada apa si kok belum tidur Lia" ucap papa nya yang menghampiri Laras dan Delia.
"Ini loh pah, Delia katanya liat hantu di depan rumah" kata Laras.
"Hantu" tanya Damar tak percaya.
"Iya pah, kalau mama sama papa gak percaya liat dah ayok" Delia menarik tangan kedua orang tuanya.
Namun saat di ruang tamu Damar menghentikan langkahnya.
"Bentar deh Lia" Ucap Damar yang menghentikan langkahnya, Laras serta Delia pun ikut memberhentikan langkah kaki nya.
"Ada apa pah" tanya Laras.
"Kan yang bisa liat hantu Delia aja, kenapa kita ikut keluar" tanya Damar sambil menatap ke arah anak istrinya bergantian.
"Oh iya mama lupa" Laras sambil cengir ke arah suaminya.
"Ya udah Key, lo liat tuh di depan masih ada gak setannya" perintah Delia pada Key.
"Siap" Key dengan memberi hormat pada Delia.
.
.
Saat di luar Key mencoba untuk menyapa hantu yang muka nya telah hancur.
"Hello pak" Ucap Key sambil melambai kan tangannya.
Karna merasa tidak di respon Key pun mendekati hantu itu yang sedang duduk di sebuah batu yang terdapat di halaman rumah Delia.
"Woy si bapak aku panggil panggil kagak nyaut juga" ucap Key, namun hantu itu hanya menatap Key datar.
__ADS_1
"Dih muka nya gak usah datar datar pak, makin jelek tau gak?" kata Key meledek hantu itu, sedangkan hantu itu mengalihkan pandangannya ke arah pintu rumah Delia.
.
.
.
Sedangkan di dalam rumah Delia berserta kedua orang tua nya sedang mengintip dari balik jendela.
"Aduh mah pah, hantunya malah ngadep sini" Delia yang menutup mata nya dengan kedua tangannya.
"HAP" Suara putri mengagetkan Delia, mama serta papa nya.
"Anak setan" latah Delia.
"Anak kodok" latah Laras, sedangkan Damar tidak terkejut.
"Ih kaka sama mama, masa ngatain adek tercintanya dan anak teshoyong nya anak setan sama anak kodok si" ucap Putri dengan memajukan mulutnya beberapa Senti ke depan.
"Ye habisnya si kamu ngagetin aja" kata Laras yang berusaha menormalkan jantungnya yang deg deg an.
"Tau ih, ga tau apa kita lagi tegang" kilah Delia.
"Nanti kalau mama jantungan gimana" ucap Laras memojokkan Putri.
"Udah udah kok malah ribut si" lerai Dimas pada anak dan istrinya.
"Untuk adek, kalau orang udah tak banting" gerutu Delia kesal pada adiknya.
Dan saat akan menghandap jendela, mengintip Key dan hantu itu tiba tiba.
"Aaaaaaaaaaaa" teriak Delia dan ahirnya pingsan. sontak Laras, Damar dan Putri adiknya panik saat Delia yang tiba tiba pingsan.
.
.
.
Saat mendengar suara teriakan Laras dan Delia saat di kagetkan Putri hantu itu malah menghampiri Delia di balik jendela itu, Key berusaha menghadang namun tidak bisa.
Dan saat Delia akan melihat ke luar jendela, Delia terkejut melihat wajah hantu itu yang sudah hancur, terlebih lagi terlihat lubang lubang di pipi dan dahinya dan di penuhi oleh ulat ulat yang menggeliat keluar.
"Aduh Lia malah pingsan" gumam Key yang masih di luar menepuk dahinya, Key pun langsung menghampiri Lia.
.
.
__ADS_1
Kini Lia sudah berada di dalam kamarnya, karna sudah lima belas menit dari pingsannya Delia belum juga sadar.
"Aduh pah gimana nih Lia belum sadar" Laras setengah panik melihat Delia.
"Awas aja tu setan, gwe bejek bejek tu muka nya biar tambah ancur" ucap Key yang melihat Delia belum sadar dari pingsan nya akibat terkejut melihat wajah hantu pria yang menyeramkam
Key pun langsung menghampiri hantu bapak bapak tadi yang duduk kembali di batu itu tempat yang iya duduki sebelumnya.
"Eh pak gara gara bapak nih ya, temen saya, eh bukan sahabat saya si Delia pingsan gara gara bapak nongol di depannya" Omel Key di depan hantu itu, tapi hantu itu malah menganggap Key tidak ada di hadapannya.
"Woy pak denger kagak si" Teriak Key yang di abaikan oleh hantu pria itu.
"Wah jangan jangan nih telinganya sudah gak berfungsi lagi nih, muka nya aja ancur gitu, jangan jangan telinga nya udah gak ada ya pak, makanya bapak gak denger saya ngedumel dari tadi" Key sambil memperhatikan hantu pria tadi dan memutari nya.
"Eh ini telinga nya masih bagus, cuman ya sobek dikit" Key ingin menyentuh telinga nya si bapak namun segera di tepis oleh tangan nya.
"Eeh bapak tangannya copot tuh" ucap Key yang juga menghempaskan tangan nya.
hantu itu pun pergi mengambil tangannya yang di lempar Key tadi.
"Ih si hantunya kayak nya marah tuh" ucap Key karna melempar tangan hantu pria tadi. Key pun pergi meninggalkan hantu bapak itu dan menghampiri Delia ke kamarnya.
.
.
*FLASHBACK*
Saat akan pulang Damar melihat seorang ibu melambaikan tangannya untuk menyetop taksi, Damar pun pemberhentikan taksinya di depan ibu anak anak nya.
Ibu itu pun segera masuk ke dalam taksi bersama dengan anak nya, tanpa disadari ibunya ada hantu pria yang mengikutinya, karna Si anak laki laki itu bisa melihatnya dan ahirnya hantu pria itu pun mengikutinya hingga masuk ke dalam taksi.
Setelah sampai di dalam ibu itupun memberitahukan tujuannya pada Damar. Damar pun melajukan mobilnya menuju ke tujuan si ibu tadi.
Karna melihat si anak itu terlihat ketakutan Damar pun menayakan apa yang terjadi pada pada anak nya Rafa, ibunya pun menceritakannya pada Damar, Damar pun mengerti apa yang di alami oleh Rafa.
Setelah sampai di tujuannya Ibu nya dan Rafa pun turun dari taksi setelah membayar tagihan taksi, sedangkan Rafa melihat hantu pria itu berada di dalam taksi.
Saat Rafa akan memberitahukannya pada Damar, Damar telah melajukan taksi nya hingga Rafa tak bisa memberi tahukannya pada Damar.
Hantu pria itu mendengar apa yang dikatakan oleh Damar dan karna dia berfikir anaknya Damar akan membantunya maka dari itu hantu pria itu pun mengikuti Damar hingga Rumahnya.
*FLASHBACK OFF*
Bersambung........
**Jangan lupa tinggalkan jejak kalian di kolom komentar, Like dan beri vote untuk mendukung author..
Terimakasi😊😊**
__ADS_1