Cinta Kakak Sepupu

Cinta Kakak Sepupu
Part 33


__ADS_3

"Aduk kak.. tadi Titi juga denger apa yang kaka tanyain ke Delia" ucap Tia membela Davin. Karna memang walaupun Delia, Mia dan Tia bersahabat Delia tidak pernah menceritakan pada ke dua sahabat nya tentang Erza, apalagi menceritakan pada mereka tentang bagaimana perasaan dia sana Erza.


-----


"Ummh aku ngomong apaan ya tadi, lupa aku" Rio yang masih membela diri yang tak ingin mengakui ucapan nya.


"Udah udah kok malah ribut si, Gak jadi makan apa?" tanya Julia sedikit kesal sekaligus menghentikan kecurigaan Tia dan Davin terhadap Rio.


"Ah iya gwe jadi sampe lupa makan gara gara omongan kak Rio" ucap Mia yang memang mengalihkan pandangannya ke arah Rio setelah mendengar pertanyaan Rio pada Delia.


Mereka pun melanjutkan acara makan nya, setelah selesai makan mereka pun kembali ke Villa untuk istirahat karna seharian mereka menghabiskan waktu untuk bersenang senang menghabiskan waktu bersama.


-----


Sedangkan kini Dimas telah menyiapkan beberapa baju nya ke dalam ransel miliknya untuk segera pergi ke puncak dimana tempat Rio dan adeknya Tia menikmati hari libur panjang mereka.


setelah semua baju baju nya masuk ke dalam ransel nya, Dimas pun turun menuju garasi, Dimas memasukkan ransel nya ke dalam mobil dan segera melajukan mobil nya menuju ke kediaman Erza, karna Dimas ingin mengajak Erza ke puncak dengan Anggra, namun sayang nya Anggra tidak bisa ikut ke puncak karna ada urusan keluarga nya.


Setelah empat puluh lima menit Dimas pun sampai di depan gerbang rumah utama Erza, Satpam yang melihat Dimas datang pun segera membukakan gerbang untuk Dimas, Dimas pun melajukan mobilnya ke dalam halaman rumah Erza.


"Assalamualaikum tant, Erza nya ada?" ucap Dimas yang memang kebetulan Mama nya Erza akan keluar.


"Waalaikum salam Dimas, iya ada, Erzanya lagi nonton tuh" Siska sambil menunjuk Erza yang sedang duduk anteng menyaksikan sebuah tayangan yang ada di layar televisinya.


"Ya udah kamu langsung masuk aja" ucap Siska


"Iya tante makasih" Dimas pun masuk menemui Erza. Sedangkan Mama Siska pergi ke butik untuk menemui klien yang akan merekomendasikan model terbaru dari rancangannya sendiri.


Dimas pun mengendap ngendap masuk menemui Erza berniat untuk mengagetkan Erza yang tengah fokus dengan acara tv nya.


"Doorrrrr" Dimas mengagetkan Erza dengab menepuk kedua bahu nya Erza


" Kuda Nil makan pete" Latah Erza sambil menghempaskan kacang kacangan yang dia makan menemani nya menonton tv.


"Bhahahahh lucu sumpah, ternyata lo kalau kaget mukanya lucu ya za hahah." Dimas tak berhenti tertawa melihat expresi Erza yang lucu karna tekejut, Dimas pun duduk di samping Erza

__ADS_1


"Lo Dim, bukan nya ucap salam lo malah ngagetin gwe" gerutu Erza kesal karna ulah Dimas.


"Iya iya gwe minta maaf bro" Dimas pun mencomot kacang yang masih si di pegang Erza, karna hanya setengah nya saja yang berserakan.


"Hmm" jawab Erza dingin dan melanjutkan acara tv nya.


"Za, lu kagak nanyak gitu kenapa gwe disini" ucap dimas yang di cuekin oleh Erza.


"Kagak" jawab Erza singkat.


"Aelah za kagak seru lo ah" Dimas kesal karna tak mendapatkan respon sesuai keinginannya.


"Umh, biasanya juga lo irit bicara nah kenapa tiba tiba jadi banyak omong begini" Erza yang melihat Dimas heran karna tak biasa nya Dimas banyak bicara.


"Itu tanda nya gwe lagi semangat" jawab Dimas dengan senyum senyum, dan Erza hanya manggut manggut kan kepalanya


"oh ya Za lu hari ini kemana, lu ikut gwe yuk" ajak Dimas.


"Kemana?" tanya Erza singkat


"Kagak ah males gwe" ucap Erza sambil membenarkan posisi tidurnya, kini Erza sedang di posisi tidur di sofa depan tvnya.


"Ayok lah Za, gak bosen apa lo berdiam diri di rumah, nikmatin hari free bro bentar lagi juga kita bakalan bertempur sama soal soal ujian kelulusan kita, mana ada waktu buat liburan kalau udah begitu. Come on lah za" rengek Dimas agar Erza mengikuti keinginannya.


"Ya juga sih kali kali liburan kagak ngapa ngapa, urusan hotel sama perusahaan gwe kasih Rizal aja yang ngerjain sementara" gumam Erza yang memang dia juga sudah lama tidak liburan karna terfokuskan oleh sekolah dan tanggung jawabnya sebagai pemimpin muda perusahaan D'Zmax Group dan Hotel milik papa nya Andrian.


"Baiklah gwe coba ijin dulu ama bokap nyokap gwe" ucap Erza lalu dia masuk ke dalam kamar mengambil hp nya. Erza pun segera menghubungi papa nya terlebih dahulu.


"Hallo" Ucap Andrian setelah telponnya terhubung.


"Ya hallo pah" jawab Erza saat mendengar suara papanya


"Um kenapa Za?" tanya Andrian yang menghentikan jari nya di keyboard komputer nya.


"Pah, Untuk 2 atau 3 hari ke depan urusan perusahaan Rizal dulu yang urus ya pah, Erza mau ke puncak liburan sama Dimas" Erza menjelaskan tujuan nya.

__ADS_1


"Um baiklah, papa ijinkan, karna memang kamu butuh liburan juga" ucap Andrian di sebrang telpon.


"Ok pah thnks" Erza pun menutup panggilan telponnya, dan segera mengirim pesan chat untuk Rizal.


****


"Zal, sementara lo urus perusahaan, gwe ada urusan" Erza pun mengirim pesan nya ke Rizal, Rizal yang sedang memeriksa jadwal Erza untuk menghadiri rapat dengan klien pun mendengar notif chat, tertera nama "BOS DINGIN" di layar hp nya, Rizal pun melihat isi pesan nya tersebut


"Berapa hari Bos?" tanya Rizal dan mengirimkannya pada Erza.


"Mungkin 2-3 hari, urusan perusahaan kerjakan dengan benar" perintah Erza pada Rizal.


"Aah baru aja gwe mau ijin buat liburan, malah di suruh urus perusahaan sma si bos dingin dari kutub utara, kan gwe juga butuh liburan aaah menyebalkan sekale si bos" Rizal menggerutu melihat balasan dari Erza hanya membuang nafasnya kasar karna niat nya untuk meminta ijin cuti gagal.


Erza pun memasukkan beberapa baju ganti ke dalam ransel nya.


....Tok...tok...tok...


"Eh non Cindy" ucap bi Tuti saat membukakan pintu melihat Cindy datang.


"Iya bi, Erza nya ada?" tanya Cindy.


"Ada non, silahkan masuk non" bi Tuti mempersilahkan Cindy, Cindy pun masuk, Cindy mengeryitkan alisnya melihat Dimas duduk di sofa depan tv.


"Ayok Dim" ucap Erza turun dengan membawa ransel di punggungnya. Cindy yang mendengar suara Erza pun langsung menoleh ke arah Erza.


"Sayang kamu mau kemana?" tanya Cindy yang langsung menggandeng lengan Erza, Dimas yang tadinya menonton tv pun mengalihkan pandangannya menatap Cindy dan Erza.


"Lah Cin, kapan lo datang?" tanya Dimas yang melihat Cindy menggandeng lengan Erza.


"Barusan" jawab Cindy singkat. sedangkan Erza berusaha melepaskan tangan Cindy dari lengannya.


☆☆☆☆☆☆


Jsngan lupa, Komen, like, vote dan berikan rate5 ya... Terima kasih

__ADS_1


__ADS_2