
"Ayamnya untuk apa kang?" tanya Julia saat melihat kang darmo dengan seekor ayam.
"nanti darahnya buat di serahin sama hantu sekar Neng" kata Kang Darmo mereka pun segerah menuju Villa milik Keluarga Mia.
-----
Saat mereka sampai disana mereka pun di kejut kan oleh Delia yang bisa memutar kepalanya 180° dari semula, bola mata yang memerah dengan baju tidur yang tadinya berwarna biru langit berubah menjadi merah karna darah yang entah dari mana datangnya.
Key sudah keluar dari tubuh Tia, karna memang Tia pun sudah kehabisan tenaganya untuk melawan Sekar yang merasuki Delia, Sedangkan kini Key sudah bersama Roh Delia yang telah keluar dari raganya karna memang Sekar lebih kuat dari Delia ataupun Key.
Namun Key dan Delia tengah mengelilingi raga Delia agar tak dibawa Sekar, dan jika itu terjadi maka Delia tidak akan bisa masuk kedalam raganya kembali, karna jika itu terjadi maka selamanya Sekar akan menguasai tubuh Delia.
"Kang, kang Darmo tolong sahabat saya kang" ucap Mia saat melihat Kang Darmo datang bersama Sri istrinya.
"Tenanglah Non, saya akan berusaha untuk membuat arwah sekar keluar dari raga nya Non Delia" ucap kang Darmo sambil mempersiapkan alat alatnya.
"Kang bagaimana jika dia tidak mau keluar dari raga Delia kang, apa yang akan terjadi?" tanya Julia pada kang Darmo
"Jika sekar tidak mau keluar dari raga Delia maka Roh Delia lah yang keluar dari raganya, dan sekar akan tetap bersemayam di dalam raga non Delia" Jelas kang Darmo pada Julia. Sedangkan Darmo sudah melihat Delia tak lagi di dalam raganya dan tengah mengelilingi tubuhnya bersama Key.
Bi Sri membantu Kang Darmo suami nya menyalakan lilin lilin yang dia taruh mengelilingi Delia yang sedang melayang di atas Delia yang sedang menimang anaknya. Diletakkannya mangkok Perak yang sudah di isi oleh darah ayam yang telah di potong di tengah tengah lilin serta di nyalakan nya dupa yang iya tancap di tanah.
Setelah semua siap kang Darmo pun memulakan ritual nya, mulutnya berkomat kamit seperti membaca sebuah mantra, Tiba tiba Delia pun berteriak menutup telinganya dan merasakan panas, setelah iya tak tahan Delia pun turun tepat di tengah tengah lingkaran lilin yang dinyalakan tadi.
__ADS_1
Sekar yang telah meringkuk di tengah tengah lilin hanya bisa menahan rasa panas yang di rasakan nya, setelah cukup lama iya merasakan panas di tubuhnya Sekar pun mengambil mangkok perak yang sudah ada darahnya, Sekar pun meminum nya seperti seorang yang tengah kehausan.
Teman temannya yang melihat Delia (Sekar) meminum darah itu hanya melihatnya jijik. Tia pun tersadar dan begitu terkejutnya iya melihat Delia yang dirasuki Sekar sedang meminum Darah, Tia mengetahui itu darah karna terlihat cairan yang berwarna merah menetes dari mangkok dan melihat ayam yang sudah terpotong lehernya.
"Key ambil Baby nya" perintah Darmo, Key pun segera mengambil Baby ghost yang sudah tergeletak di tanah. lalu Key pun meletakkannya di depan Darmo.
Darmo pun pun mengambil baby ghost itu dan menusuk nusuknya dengan jarum emas yang iya simpan di sakunya. Sekar yang melihat itu pun semakin berteriak tak terima anaknya di siksa seperti itu, Sekar berusaha keluar dari lingkaran Lilin namun tak bisa.
Dengan kekuatan magic yang dimiliki kang Darmo Baby Ghost itu pun menghilang dan membuat asap yang cukup tebal berwarna hitam, Tia, Mia, Julia, Davin dan Rio yang melihat nya heran.
"Keluar kamu sekar dari tubuhnya non Delia" ucap Darmo lembut saat mendekati sekar.
"Hahahah Kau telah membunuh anakku, maka tak akan ku biar kan anak ini hidup" Suara Sekar menggelegar dengan menunjuk Darmo yang telah melenyapkan anaknya.
"Kamu akan keluar sekarang apa tidak?" tanya darmo yang berhenti membaca mantranya.
"Haha tidak akan pernah" jawab Sekar dan masih berusaha untuk melarikan diri dari Darmo, namun tetap tidak bisa.
"percuma sekar, percuma kamu berusaha ingin keluar dari sini" ucap Darmo yang melihat sekar berusaha untuk melarikan dirinya.
Sri pun mendekati sekar dan Darmo yang tengah beradu argumen.
"Sekar anakku, jangan kamu ganggu mereka, kamu kembalilah ke alam mu, dan suamimu akan mendapatkan ganjaran yang pantas nak" ucap Sri dengan suara yang lirih namun mampu di dengar oleh Mia dan kawannya.
__ADS_1
"Apa? jadi dia anak Bi sri dan Kang Darmo? tapi bagaimana mungkin? bukankanh kang Darmo dan bi Sri tidak mempunyai anak?" gumam Mia setelah mendengar penuturan Sri.
"Tidak, aku tidak akan membiarkan anak ini hidup, sedangkan dia telah melenyapkan anaku" Sekar yang marah dengan menunjuk Darmo tang telah melenyapkan anaknya.
"Sekar anakku, anakmu telah berada di alam yang seharusnya, dan kamu kembali lah ke alam mu, temui anakmu dia telah menunggu mu di Syurga" kini Kang Darmo yang berusaha menenangkan Sekar.
Sekar yang mendengar anaknya kembali ke alam yang seharusnya iya temoati kini pun menunduk lemas.
"Ibu boleh aku memelukmu" Sekar merentangkan tangannya, Sri pun mengangguk dan menghampiri anak semata wayangnya yang kini menjadi arwah penasaran karna menuntut untuk balas dendam.
Sekar dan Sri pun berpelukan (Kea teletubies ya😅) dan ahirnya Sekar pun keluar dari raga Delia. tubuh Delia pun terjatuh ke bawah karna Sri yang tak mampu menopang badan Delia.
"Non Delia, kembalilah ke ragamu" Kang Darmo yang melihat Ruh Delia memandang Raganya tersungkur ke tanah, Namun sayangnya Delia tak bisa masuk dengan mudah.
"kang bagaimana ini aku tidak bisa masuk lagi ke dalam raga ku sendiri" ucap Delia setelag bersusah payah masuk ke dalam Raganya.
"Den Davin dan juga den Rio bawa non Delia masuk ke kamar kosong di pojok itu ya den, karna Ruh nya Delia tidak bisa masuk ke dalam Raganya sendiri" Pinta kang Darmo pada Davin dan juga Rio. Mia, Tia dan juga Julia yang mendengar itu pun merasa sedih takut sahabatnya akan kenapa kenapa.
Davin dan juga Rio pun segera membopong Delia untuk segera masuk ke kamar kosong tersebut, setelah itu Delia pun segera di baringkan di ranjang yang kini sudah tak seindah awal Delia masuk.
"Bu ambil lilin, kita akan membuat lingkaran untuk non Delia" pinta kang Darmo pada istrinya. Bi Sri pun segera ke turun untuk membawa lilin yang berada di laci ruang tengah Villa tersebut, setelah mendapatkan lilin tersebut Bi Sri pun segera menghampiri Kang Darmo untuk menyerahkan lilin tersebut
☆☆☆☆☆
__ADS_1
jangan lupa ya untuk like, komen, kritik serta saran kalian juga penting untuk author ya. jangan lupa beri vote juga ya.. Terimakasih 😘