
Mereka pun mengangguk serempak. Viona pun melangkah pergi dari kumpulan dua keluarga itu, sedangkan Erza di tahan untuk duduk bersama mereka untuk membicarakan perusahaan mereka untuk berkerja sama.
------
keesokan harinya Delia terbangun dengan mata yang bengkak karna semalam dia menangis hingga larut malam, dan dia pun tertidur karna merasa lelah setelah mengeluarkan air matanya.
Pagi itu Delia bangun dengan cepat dan langsung mandi dan bersiap siap untuk berangkat kesekolah.
"Morning mah, pah" Sapa Delia saat mendapati kedua orang tua nya di meja makan.
"Morning juga sayang" ucap Laras, dan tangan masih sibuk menata sarapan di meja makan.
Delia duduk di kursi dekat ayah nya, tidak lama kemudian datang Putri menuju meja makan.
"Kak Lia, mata kaka kok bengkak?" tanya Putri setelah melihat mata Delia yang masih terlihat bengkak.
"Masa si put?" tanya Delia tak percaya.
"Lia, kamu habis nangis?" tanya mama nya melihat mata Delia setelah mendengar dari Putri.
"Nggak kok mah" bohong Delia pada mamanya.
"Trus kenapa mata kaka bengkak?" tanya Putri yang penasaran.
"Ah ini tadi mataku kemasukan sabun jadi nya perih ya udah Lia kucek kucek, eh gak taunya merah, bengkak gini deh" bohong Delia pada mama dan adiknya.
"Heleh padahal semalam udah nangis gak jelas" ledek Kekey yang tiba tiba datang di belakang Delia.
"Diam kau Key" batin Delia namun bisa di dengar oleh Key, sedangkan Key hanya cekikikan mendengar suara batin dari Delia.
"Ya sudah matanya jangan si kucek lagi, nanti malah tambah parah" ucap mama nya yang percaya ucapan Delia.
Laras memberikan sepiring nasi pada Delia, Delia mengangguk perkataan mamanya, Mereka pun menikmati sarapan yang sudah tersedia.
Disisi lain....
Erza dan keluarganya pun sedang menikmati sarapan nya besama dengan keluarga Viona.
Ya keluarga Viona sudah 5 hari menginap di rumah Erza, lalu kembali ke negaranya, sedangkan Viona sudah hampir 1 bulan berada di rumah Erza.
Selama orang tua Viona tidak di rumah utamanya Erza tidur di apartemennya, dan akan pulang ke rumah utamanya saat mengetahui orang tua Viona akan berkunjung ke rumahnya kembali.
Erza begitu karna tidak ingin terjadi yang tidak diinginkan karna bisa saja setan mengganggu mereka saat mereka berdua di rumah sedangkan orang tuanya sibuk dengan perkerjaan mereka.
Dan karna saat itu orang tua Viona kembali mengunjungi Viona di rumah Erza maka Erza kembali ke runah utamanya.
__ADS_1
"Jadi kapan kalian akan kembali?" tanya Andrian saat mereka sedang berkumpul di ruang tamu.
"Sore ini, karna kemarin aku sudah memesan tiket nya" ucap Michle, dan Andrian hanya mengangguk saja.
"Berangkat? memang nya papa akan kemana?" tanya Viona pada Papa nya.
"Sayang, jangan bilang kamu tidak ingin pulang" ucap Sella pada putri nya.
Sedangkan Viona hanya menatap heran kedua orang tuanya
"Jadi kapan kita pulang?" ucap Viona malas setelah mendengar ucapan mamanya.
"Sore nanti" jawab Michle singkat.
Viona hanya mengangguk, Sebenarnya Viona sangat betah berada di rumah Erza karna Erza memperlakukannya dengan baik. Namun bagaimanapun Viona tetaplah harus pulang ke rumahnya.
Erza menghampiri kedua kekuarga itu di ruang tamu dan duduk di sebelah papa nya.
"Erza sepertinya ada yang tidak ingin pulang" ucap Michle pada Erza karna dia melihat wajah putrinya Viona memanyunkan bibirnya saat mengetahui mereka akan segera pulang.
"Ah masa? memangnya siapa yang tidak ingin pulang?" ucap Erza melihat Viona tampak cemberut dan mengerti ucapan Michle.
"Siapa lagi kalau bukan kekasihmu itu" Michle melirik Viona.
"Ah papa bisa bisa nya mempermalukan aku di depan Erza" batin Viona melihat papa nya dan Erza yang tengah menggodanya.
Michle, Andrian, Sella, Siska dan Erza pun tertawa saat mendengar ucapan Viona.
"Kok kalian ketawa si?" tanya Viona heran pada ke lima manusia di hadapannya.
"Ga papa kok beby.. yuk kamu ikut sama aku" kata Erza menarik tangan Viona.
Viona pun mengikuti Erza sampai mereka menuju garasi, Erza membukakan pintu mobil untuk Viona di samping kemudi nya.
Erza pun melajukan mobilnya keluar dari rumah utamanya dan membawa Viona entah kemana, Sedangkan di rumah para orang tua hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah anak semata wayang mereka.
.
.
Disisi lain....
Delia sedang mengerjakan soal ujiannya dengan santai karna semalam iya telah mempelajari nya.
Ketika jarum jam menunjukan tepat di angka 10 bel pun berbunyi menandakan waktu istirahat.
__ADS_1
"Baik anak anak, karna bel sudah berbunyi, maka segera kumpulkan jawaban kalian di atas meja" perintah bu Astuti sebagai pengawas ujian pagi itu.
Mereka pun maju satu per satu untuk mengumpulkan jawaban mereka ke meja guru.
Setelah semua terkumpul bu Astuti pun keluar dari dalam kelas membawa kertas jawaban.
"Kuy, guys, guys, guys kagak ada yang niat ke kantin gitu?" tanya Mia melihat ke arah Tia dan Delia.
"Ayok dah, mumpung gwe udah laper" jawab Tia.
"Lo Del gimana?" sambung Tia memastikan.
"Gwe ikut aja" kata Delia dengan suara tak bersemangat.
"Ok gas kan beby" ucap Tia bangkit dari kursinya dan menghampiri Delia menarik tangan Delia.
Delia yang ditarik oleh Tia hampir saja terjatuh karna kesandung kaki meja.
"Pelan pelan, lo mau buat gwe jatoh" tanya Delia karna hampir saja dia terjatuh akibat ulah Tia.
"Hahaha smory beby gwe terlalu bersemangat" ucap Tia pada Delia.
"Emang lo bersemangat kenapa?" tanya Mia.
"Ok nanti di kantin gwe cerita lo lo pada" ucap Tia yang semangat 45 karna memang perutnya juga sudah sangat lapar.
Sesampainya kantin Mia, Delia dan Tia pun duduk di meja kosong paling pojok.
"Ok sekarang gwe yang pergi mesen, lo mau apa Del, Ti?" tanya Mia pada ke dua temennya.
"Gwe mau bakso deh" ucap Tia dan diangguki oleh Mia.
"Gwe Mie ayam, banyakin sambelnya" ucap Delia.
"Dasar lo Del, gak kasian apa sama cacing cacing di perut lo kalau di kasi makan sambel" gerutu Tia oada Delia.
"Biar pada ****** sekalian" ucap Delia dengan ketus dan terdengar sangar.
"Anj*y serem lo Del" ucap Mia merinding mendengar ucapan Delia.
"Ya udah minum nya apa ?" tanya Mia lagi.
"Gwe es teh manis" kata Tia.
"Es teh, tapi jangan manis" ucap Delia simple, Mia mengangguk dan pergi meninggalkan Tia dan Delia untuk memesan makanan mereka.
__ADS_1
"Del, gwe semangkok sama lo ya" bisik Key dan di angguki oleh Delia.
Bersambung......