Cinta Kakak Sepupu

Cinta Kakak Sepupu
part 37


__ADS_3

"polar ice masih inget dengan panggilan itu?" tanya Delia tanpa menjawab pertanyaan Erza


"Bagaimana polar bisa lupa tentang beruang manis ini" goda Erza pada Delia.


----


Delia tersenyun mendengar ucapan Erza yang masih mengingat panggilan masa kecil mereka. Karna Delia dulunya yang gendut namun imut di panggil beruang manis oleh Erza. Sedangkan Erza yang cuek dan dingin di panggil es kutub oleh Delia.


FLASHBACK


Saat Delia masih duduk di bangku SD kelas 2 Delia diajak olek kedua orang tuanya berkunjung ke rumah Andrian dan saat itu Erza sedang duduk di bangku SD kelas 3, mereka beda usia 1 tahun.


"Assalamualaikum" ucap Laras saat sampai di depan pintu rumah Siska.


"Waalaikumsalam, eh Laras kamu sampai juga" Siska yang menyambut hangat Laras, mereka pun langsung cipika cipiki. Sedangkan Andrian berjabat tangan dengan Damar.


"Eeeh cantik nya aunty ikut juga" Siska yang berjingkok menyamai Delia.


"Iya tante" ucap Delia dengan senyum manis nya sedangkan tak jauh dari Siska ada Erza yang berdiri melihat siapa yang datang ke rumah nya.


Laras dan Damar pun dipersilahkan masuk ke dalam, dan mereka pun duduk di sofa yang berada di ruang tamu, sedangkan Erza yang melihat mereka masuk pun pergi dan masuk ke dalan kamar nya yang bearada di lantai dua, saat Delia berjalan masuk, Delia melihat Erza sedang menaiki anak tangga.


"Mama, Erza lapar" ucap Erza saat sampai di samping mama nya.


"Bi apa makan siang sudah siap?" Tanya Siska pada asisten rumah tangga nya.


"Iya bu, makanan sudah siap di meja makan" ucap Bi Siti yang menyiapkan makanan untuk mereka.


Setelah memberitahukan makanan nya sudah siao Siti pun langsung pergi menuju dapur, Andrian pun mengajak Dimas dan Laras serta Delia untuk menyantap makan siang.


Setelah selesai makan siang Delia merasa bosan jika mendengar percakapan kedua orang tuanya yang tak iya mengerti sama sekali.


"Mama Lia bosan, Lia mau main" ucap Delia cemberut ke arah mama nya


Siska yang mendengar Delia ingin bermain pun memanggil Erza ke kamarnya karna Erza menghilang setelah selesai menyantap makan siang mereka.

__ADS_1


Siska pun kembali ke ruang tamu bersama dengan Erza, Erza hanya memasang wajah datar nya melihat Delia.


"Nah za, ini kenalin nama nya Delia, Delia itu anak tante Laras" Siska yang memperkenalkan Delia pada Erza.


"Lia, ini anak tante, namanya Erza, ayok salam kenal dulu" Delia pun mengulurkan tangan nya pada Erza, namun Erza hanya menatap tangan kecil Delia tanpa membalas uluran tangan nya. Delia yang yang tak mendapat respon dari Erza pun menarik tangan nya kembali dengan bibirnya yang manyun.


"MANIS" gumam Erza saat melihat Delia.


Siska pun meminta Erza untuk mengajak Delia bermain. Erza pun membalikkan badan nya meninggalkan Delia yang masih duduk di sofa.


"Mama kaka Erza nya gak mau main sama Delia" Adu Delia karna melihat Erza meninggalkannya.


Erza yang sudah sampai di halaman depan rumah nya tak melihat Delia di belakang nya, Erza pun kembali menemui Delia ke ruang tamu, saat Erza sampai di ruang tamu Erza melihat Delia yang menangis, entah karna Delia merasa bosan atau karna Erza tak mengajaknya bermain.


"Ayok, katanya mau main" ucap Erza saat sudah sampai di depan Delia.


Delia yang mendengar Erza mengajaknya bermain pun menghentikan tangisnya dan tersenyum ke arah Erza.


"Mama tante, Lia main sama ka Erza dulu ya" pamit Delia. Karna Andrian dan Damar tengah asik membicarakan tentang perusahaan mereka.


Siska dan Laras pun tersenyum. Delia pun mengikuti Erza dari belakang.


Erza yang memperhatikan Delia yang yang terlihat gembul, manis dan lucu sambil memakan ice creamnya tiba tiba menyunggingkan senyum dibibir nya.


Delia yang cerewet selalu bercerita pada Erza namun Erza hanya menjawabnya dengan 1 kata saha.


"Um, iya, gak, oh, masa, um, ya" dan begitu terus hingga membuat Delia merasa jengkel.


Dasar kaka Erza jawabnya cuman "um, iya, oh, gak, masa" dasar kak Erza es kutub.


Ucap Delia karna memang saat itu mereka sedang menonton kartun, dan kartun kartun nya itu dari kutub utara, yang tak lain adalah beruang yang berasal dari kutub utara dll.


"Ye mending aku es kutub dingin, kamu gembul kek itu tuh beruang" jawab Erza yang sebenarnya tak suka di panggil es kutub.


"Biarin Lia kek beruang, beruang nya aja manis kek Delia itu" tunjuk Delia yang melihat Beruang di layar televisi nya.

__ADS_1


"Apanya manis, gembul begitu kok manis ii" Erza tak mau kalah.


"Beruang nya manis, kaka erza aja yang dingin kek itu es kutub nya " ucap Delia.


Dan sejak itulah Erza memanggil Delia dengan panggilan Sweety bear, dan Delia yang memanggil Erza dengan Ice polar.


bahkan saat mereka berpacaran dulu Erza dan Delia saling memanggil beruang manis dan es kutub sebelum mereka berpisah lama.


Bahkan sangat jarang sekali mereka memanggil nama masing masing karna mereka sudah terbiasa memanggil dengan nama bear dan ice.


Flashback off


"Kaka ngapain kesini?" tanya Delia yang melihat Erza duduk di samping nya.


"Ice polar rindu beruang manis" ucap Erza, sedangkan Delia tak percaya apa yang dikatakan Erza.


"Hah, ma...maksud kaka?" ucap Delia terbata bata.


"Kaka merindukan beruang manis ini" Erza tersenyum seraya menyentuh lembut pipi Delia.


"Delia juga rindu Ice polar" Delia tersenyum memandang wajah yang berada di depannya.


"Tap...tapi kak, apa kaka beneran pacaran sama gadis yang bersama kakak kemari itu?" tanya Delia hati hati.


"Iya" jawab Erza singkat.


Delia yang mendengar nya pun merasa hati nya langsung sakit, ini benar benar di luar pikiran nya, baru saja Delia mendengar perkataan Erza bahwa Ice polar merindukan beruang manis sekarang tiba tiba iya mendengar bahwa Erza datang bersama kekasih nya dalam waktu, jam, malam, dan tempat yang sama.


Delia berusaha untuk tersenyum di depan Erza menyembunyikan perasaan sakit nya, namun air mata nya tak bisa di bandung lagi, sakit dalam hati nya membuat nya merasa rapuh.


"Mengapa ice ? mengapa ice polar mengatakan Rindu sedangkan ice polar kemari membawa kekasih mu ice" ucap Delia yang kini mulai terdengar isak tangisnya.


Erza yang melihat Delia menangis di depan nya pun merasa sesak di dada nya, iya tak mengerti dengan perasaannya yang merasa sakit melihat Delia menangis di hadapan nya, bahkan Erza sendiri pun tak menyangka bahwa dirinya menyakiti kekasih kecil nya.


**☆☆☆☆☆

__ADS_1


Hay para readers ku, jangan lupa like, dan komen. serta vote nya juga ya😉 beri rate 5 untuk membantu novel author.


Jangan jadi pembaca bayangan looh..😊**


__ADS_2