
Disisi lain......
Erza dan juga Viona tengah asik berada si sebuah pusat pembelanjaan, dan sedang memilih tas serta sepatu yang Viona inginkan.
-----
Setelah puas memilih Sepatu dan Tas Viona pun mengajak Erza ke kasir untuk membayar semua belanjaannya.
"Beby apa kau tidak lapar?" Tanya Erza setelah membayar tagihannya.
"Lapar" ucap Viona manja.
"Ya sudah, kita cari makan dulu sebelum pulang, karna kamu hari ini akan balik ke negaramu jadi aku ingin menghabiskan waktu seharian sebelum kamu pergi" Erza berjalan dengan menggenggam erat tangan Viona.
Setelah menemukan tempat duduk Erza pun langsung memanggil pelayan untuk memesan makanan.
Sedangkan di sisi lain kini Delia tengah bersiap siap untuk pulang karna ujian hari itu telah usai.
Di luar kelas terlihat Julia yang sedang menunggunya, setelah membereskan semua buku buku nya Delia pun keluar bersama dengan Mia dan juga Tia.
"Udah lama Jul?" tanya Delia saat sudah di sampung Julia.
"Gak juga kok, ya udah yuk" Julia pun mengajak Delia sampai di parkiran bersama dengan Mia dan juga Tia.
"Del, hari ini lo pulang sama gwe ya" Ajak Julia pada Delia.
"Woke" jawab Delia singkat.
"Del, Jul, Gwe duluan ya" Ucap Mia saat melihat jemputannya datang dan di angguki oleh Ju-De dan Tia.
"Lo Ti, gak bawa mobil?" tanya Julia.
"Enggak, mobil gwe lagi service" ucap nya.
.....Tiitt...tiit....
Suara klakson motor membuat merek bertiga kaget.
"Dasar pe'a, main ngagetin aja lo" kesal Tia pada Davin sambil menonjok lengan Davin
"Aduh sakit sapu lidi" Davin mengelus lengannya.
Sedangkan Delia menatap kedua makhluk aneh di depannya itu, Julia yang sudah terbiasa dengan perdebatan Tia dan juga Davin hanya mengabaikannya.
"Lagian ngapain lo kesini, bukannya langsung pulang" Tia menatap Davin datar.
__ADS_1
"Yey mau mau gwe lah ngape lo sewot, Del lo pulang bareng gwe nyok" ucap Davin yang tiba tiba bersikap halus pada Delia.
"Enggak Dav, Gwe pulang sama Julia" tolak Delia.
"Oowh ya udah deh kalau gitu" Davin pun mulai menyalakan mesin motornya.
"Tunggu dulu Dav" Davin mun mematikan mesin motornya
"Kenapa?" tanya nya
"Kan lo tadi mau nganter gwe pulang, gimana kalau lo anter Tia aja." usul Delia pada Davin membuat Tia membulatkan matanya menatap Delia.
"What pulang sama Sapu lidi gini? aduh yang bener aja Del" Davin menolak dengan menunjuk ke arah Tia.
"E otak otak siapa juga yang mau pulang sama lo, gak usah ke ge'eran juga deh lo" ucap Tia kesal.
"E sapu lidi, kalau gwe bonceng lo yang ada pas gwe di jalan lo terbang tuh di bawa angin saking ringannya" jawab Davin.
"Enak aja lo ya, emang nya lo pikir tubuh lo juga perfect gitu" ucap Tia mencibir Davin.
"E sapu lidi setidaknya badan gwe lebih berisi da....."
"Stop! kalian ini ya selalu aja debat gitu.. sakit kuping gwe dengerin kalian debat gak jelas" Delia melerai ke duanya karna memang pusing melihat tingkah ke dua temannya.
"Ya udah sekarang ni ya mau pulang sama Davin apa nggak, dari pada nunggu jemputan lo gak tau kapan datangnya mending lo nebeng deh sama Davin" Delia memberi usul pada Tia.
"Hadeh serah lu deh Ti" Delia pun menyerah karna dia juga tau kalau Tia sedikit keras kepala.
Tiba tiba ponsel Tia berbunyi, dan segera mengangkat panggilan dari penelpon itu dan menjauh pergi dari teman nya.
Sedangkan Davin kini masih berbicara dengan Julia, Tia pun kembali dengan wajah yang tampak kurang ceria.
"Kenapa lo Ti, putus lo sama pacar lo muka kusut gitu" ledek Davin melihat Tia yang kembali tampak murung.
"Diam lo otak otak" bentak Tia karna merasa kesal.
"kenapa lo Ti?" tanya Julia.
"Supir gwe ga bisa jemput, katanya ban nya pecah pas di jalan, udah itu bengkel jauh lagi" keluh Tia, Delia pun berfikir untuk menyatukan mereka berdua dengan senyum jahilnya
"Nah kan dari pada lu nungguin sampe sore mending lo ikut Davin aja" kata Delia membujuk Tia dengan menaik turunkan alisnya.
"Idih gwe mah ogah" ucap Davin mendengar usulan Delia.
"Davin apa lo tega biarin temen lo ini nunggu sampe sore" suara Delia dengan lembut membujuk Davin.
__ADS_1
"Biarin aja" jawab Davin cuek.
Sedangkan Tia dia tidak tau ingin berkata apa? disisi lain dia gengsi jika harus menebeng dengan Davin, namun disisi lain dia malas menunggu berjam jam.
"Paksa aja terus Del si Tia nya, nanti juga dia bakalan mau kok" bisik Kekey di yang muncul berbarengan dengan Tia yang kembali setelah menelpon.
"Ok" jawab Delia singkat untuk menyatukan dua makhluk yang tidak pernah akur itu.
"Udah deh Ti, mending lo ikut Davin aja, dari pada lo sendirian nunggu di sekolah" bujuk Delia pada Tia
"Iya Ti, lo liat sekolah udah pada sepi, emang lo gak takut apa di sekolah sendirian" Julia pun ikut membujuk Tia, karna tinggal mereka lah yang belum keluar dari sekolah.
"Gak" jawab Tia singkat.
"Permisi, ini belom mau pulang ya? saya mau kunci gerbang sekolah nya den, nona nona manis" kata pak satpam penjaga sekolah tersebut.
"Ini kita mau pulang kok kang" ucap Davin.
"Baiklah kalau begitu, saya tunggu di gerbang ya" kan jodi pun pergi meninggalkan Davin, Delia dan Tia.
"Ya udah, dari pada kita kekunci disini nanti gak bisa pulang mending lo Tia pulang sama Davin deh" pinta Delia pada Tia.
"Tapi Del..."
"Udah gak usah tapi tapian, lo mau kita kekurung disini sampe besok?" ucap Julia , dan Tia pun menggeleng.
"sekarang gimana sapu lidi? lo mau ikut pulang gak?" tanya Davin pada Tia. Tia pun tampak berfikir.
"Bener juga si, kalau gwe nunggu sampe sore gwe sendirian, tapi gwe gengsi kalau pulang bareng si otak otak yang nyebelin ini" batin Tia dengan memandang Davin yang juga menunggu jawaban Tia.
"Ya udah deh gwe pulang bareng lo" ucap Tia dengan nada ketus.
Davin menyunggingkan bibirnya karna di otaknya sedang memikirkan kejahilan untuk menjahili Tia.
"Nah gitu kek dari tadi, jadinya kan gwe gak diam dari tadi disini nungguin lo" ucap Julia kesal.
Tia pun naik ke atas motornya Davin, Delia dan juga Julia pun masuk ke dalam mobil di susul oleh Key, Mereka keluar dari sekolah beriringan tidak lupa mereka juga berpamitan pada kang Jodi.
Bersambung......
.
.
.
__ADS_1
☆☆☆☆☆
Hay readers jangan lupa bantu Vote ya untung mendukung author agar lebih bersemangat untuk berkarya , like serta tinggalin jejak kalian di komentar dan beri Rate 5 😉