Cinta Kakak Sepupu

Cinta Kakak Sepupu
part 22


__ADS_3

Sedangkan Erza kini tengah berada di kantornya. Dia sedang memeriksa tumpukan berkas berkas yang sudah menunggunya. setelah sekitar dua jam setengah Erza pun selesai dengan tumpukan berkas.


--------


"Aahhh selesai juga" ucap Erza dengan merentangkan tangannya yang sedari tadi sibuk dengan komputer dan berkas berkas nyaa.


"Gwe laper lagi, makan di sini apa nanti di restauran hotel yaa?" Erza mengetuk ngetu dagunya dengan jarinya


"Kakau makan disini nanti gak bisa makan di restauran, tapi kalau nunggu kelamaan keburu gwe mati kelaparan" guman Erza yang masih bingung menentukan tempat untuknya makan siang


"Ya udah deh dari pada gwe mati kelaparan kagak jelas, mending gwe makan di cafe deket sini aja" Setelah iya berfikir untuk menentukan tempatnya untuk lunch Erza pun memutuskan makan di cafe terdekat dengan kantornya.


Erza pun bangkit dari tempat duduknya dan menuju parkiran kantornya, para pegawai yang melihat Erza terbuat terkesima oleh penampilan Erza yang Berwibawa. Erza pun mengendarai mobilnya menuju cafe xxxx yang terdekat. Setelah memarkirkan mobil ya Erza pun langsung masuk ke dalam dan duduk di meja kosong.


"Selamat datang, Tuan mau memasan apa?" tanya seorang pelayan dengan menyerahkan buku menunya pada Erza


"Saya mau memesan Nasi goreng spesialnya dengan jus jeruk saja mbak" kata Erza dengan menyerahkan buku menu kepada pelayannya.


"Baik kalau begitu, tunggu sebentar, pesanan tuan akan segera kami siapkan" Erza hanya mengangguk lalu pelayan itupun pergi meninggalkan Erza.


Setelah lima menit Erza menunggu, Erza melihat Cindy yang bergandengan dengan mesranya dengan pria lain, Erza pun memicingkan matanya untuk memastikan bahwa yang dia lihat memang benar benar Cindy.


"Cindy? dengan siapa dia? kenapa begitu mesranya" gumam Erza setelah memastikan bahwa itu benar benar Cindy.


Erza melihat Cindy memanggil pelayan dan memesan makanan, lalu setelah cukup lima menit memesan, Pelayan itupun pergi meninggalkan Cindy.


"Ini pesanan anda Tuan, silahkan dinikmati" ucap pelayan itu yang membuat Erza menoleh ke arahnya, karna Erza fokus memantau pergerakan Cindy dengan laki laki itu.


"Iya terimakasih" Erza pun tersenyum ke arah pelayan itu


"Oh astaga senyummu buat hati neng meleleh bang" gumam sang Pelayan yang melihat Erza tersenyum. Namun dengan cepat pelayan itu pun pergi meninggal Erza.


Begitupula dengan Cindy makanan yang sedari tadi dia tunggu tunggy ahirnya datang juga, mata Erza masih tetap memantau Cindy, Erza melihat Cindy saling menyuapi dengan pria asing itu. Cindy yang terlihat mesra.


Sesekali Erza pun merasa sesak didadanya ketika melihat Cindy, namun segera iya tepiskan, karna iya takkan pernah mencintai orang yang salah untuk kedua kalinya.

__ADS_1


Setelah Selesai dengan makanannya Erza pun pergi kekasir untuk membayar, namun iya tak langsung pergi melainkan duduk di kursi tepat di sebelah namum posisinya Cindy yang membelakangi Erza, Erza pun mendengar percakapan mereka..


Walaupun Erza mengatakan bahwa dia tidak akan mencintai Cindy, namun tetap saja perasaan nya merasa sakit ketika melihat orang yang pernah iya cintai itu mesra dengan pria lain, terlebih lagi Cindy adalah cinta pertama Erza.


"Sayang, habis makan kita jalan jalan ya, aku masih kangen sama kamu" kata Cindy dengan wajah memelasnya.


"Iya sayang, apa sih yang gak buat kamu" ucap pria itu yang bernama Alex


"Yeey makasih sayang, kamu sih di paris lama banget kan aku jadi rinduu sama kamu" Cindy yang kegirangan dengan sikap manjanya ke Alex yang karna Alex menuruti permintaannya.


"Jadi bener pria itu kekasihnya Cindy, lalu kenapa Cindy mengaku tidak punya kekasih lagi" guman Erza, karna Cindy yang asik memanja dengan Alex hingga Cindy tidak menyadari bahwa Erza duduk tepat di belakangnya dan mendengar semua ucapannya.


Sedangkan Alex mengetahui keberadaan Erza, namun karna Alex tidak mengetahui siapa Erza jadi Alex tidak menghiraukannya.


Setelah Erza memastikan, Erza pun keluar dari cafe menuju parkiran.


"Sialan Cindy benar benar keterlaluan, aku pikir dia benar benar sudah berubah ternyata dia masih saja suka menghianatiku" Erza yang sangat marah karna dia dikhianati oleh orang yang sama untuk ke dua kalinya.


setelah menempuh waktu 30 menit Eza pun sampai di Hotel, lalu iya memarkirkan mobilnya, dan langsung menuju ke ruangan yang memang khusus untuk pemilik hotel tersebut


--------


"Del, gwe punya firasat buruk tentang lo" Kekey yang tiba tiba berhenti menggoyangkan tubuhnya karna merasakan akan ada sesuatu yang buruk kan terjadi.


"maksud lo?" tanya Delia pada Kekey


"Gwe gak ngomong apa apa Del" tanya Davin yang kini menoleh ke arah Delia dengan raut wajah yang bingung. Sedangkan Julia berhenti bernyanyi.


"Ah ini gu..gue ngomong sama Kekey hhee" Delia melirik Davin dan Julia bergilir dengan cengir kuda.


"Hah Kekey? jadi lo beneran punya temen ghost gitu" tanya Davin yang yang menatap Delia terkejut


"Dasar beg* tadi kan Delia udah cerita" Julia menoyor kepala Davin yang sedang mengemudi.


"Beg* gak usah main noyor noyor kepala orang, gwe lagi nyetir vangk*" kata Davin kesal karna Julia yang menoyor kepalanya

__ADS_1


"Hehehe sorry sorry reflek gwe" Julia dengan senyum kudanya menatap Davin yang terlihat kesal karna ulahnya


"Udah ngapa gwe lagi mau serius ngomong nih sama Kekey kalian diam dulu, eh tapi apa yang kalian tau tentang gwe jangan bilang ke siapa siapa ya" pinta Delia pada Julia dan Davin agar merahasiakan tentang dirinya


"Ok deh Del" kata Julia dan Davin serempak


Delia dan Kekey pun ngomong secara batin


"Firasat buruk gimana maksud lo key?" tanya Delia dalam hati


"Gwe gak tau pasti tapi gwe minta lo hati hati aja nanti Ok" kata kekey memperingati Delia.


"ok Key, tapi lo tetep kan jagain gwe, secara lo tau gwe gimana, ni mata kadang liat kadang kagak, heran gwe sma diri gwe sendiri" Delia yang masih berbicara dalam Hatinya


"Gwe bakalan tetep jagain lo Del" kata Kekey tegas


"Makasih key" tiba tiba air mata Delia menetes terharu bahagia karna Kekey yang masih setia menjaganya.


"Lo kenapa nangis Del?" tanya Davin yang melihat air mata Delia jatuh dan tangannya pun reflek menghapus air mata Delia delia yang menetes melewati pipi mulus Delia. Delia yang mendapat sentuhan pun hanya diam mematung melongo tidak menyangka akan sikap Davin yang menurutnya sangat manis..


"uhuk uhuk khem" Julia yang melihat itu pun pura pura batuk dengan tangannya memegang lehernya. Kekey yang melihat itu pun hanya tersenyum.


Davin yang menyadarinya pun langsung melepas tangannya. sedangkan Delia langsung memalingkan wajahnya, kini Lia menghadap luar jendela melihat pemandangan yang ia lalui


●●●●●●●●


**OK BEBY, JANGAN LUPA


....LIKE....


....KOMEN....


....VOTE.KOIN.OR.POIN....


TAMBAHKAN KE FAVORIT

__ADS_1


DAN BERI RATE 5 YOO


THANKYOUALL😘😘**


__ADS_2