
...🍁🍁🍁...
"Aarrggghhh, Gila to orang semaunya aja" geram Kanaya
Kini Kanaya sedang berada di toilet untuk menetralkan emosi nya, dan tentu aja dia harus ada alasan untuk pergi dari kantin dari pada tiba-tiba ngilang, terus sekali bertemu langsung di sosor kan berabe.
Tak berapa lama pun bell berbunyi tanda istirahat berakhir dan jam mapel baru segera di mulai. Kanaya pun menuju kelas sambil menghela nafas, tentu saja untuk mempersiapkan diri saat melihat muka cowok cabul itu.
"Tarik nafas Kanaya buang, tarik nafas lagi buang" ujar Kanaya memerintah diri nya sendiri "oke Kanaya Lo pasti bisa cuma 1 tahun ini"
Sesampai nya di kelas Kanaya pun langsung bergegas menuju tempat duduk nya, sambil sekilas melirik cowok itu yang tampak enting membaca buku, tanpa rasa bersalah dengan yang terjadi di kantin.
Karena sekarang mapel Biologi tentu saja perlu melanjutkan tugas kemarin yang sudah diberikan.
"Karena ada 3 murid baru yang memasuki kelas kita, kebetulan pas untuk membuat kelompok baru jadi untuk materi nanti bisa di jelaskan oleh Aksa atau Kanaya ya"
"Astaga, bisakah jatuh kan saya ke jurang saja dari pada berurusan dengan drakula itu" Kanaya membatin, gak habis pikir Kanaya di buat-buat Mulu.
Wajar jika Kanaya juga di sebut pasal nya hanya Aksa dan Kanaya menjabat sebagai murid terpintar di kelas itu sekarang.
"Silahkan untuk murid yang sudah siap untuk menuju green house untuk melakukan pengamatan". Titah Ibu Mega kepada anak didiknya.
"Kalian bertiga bisa di kelas dulu untuk mendengarkan menjelaskan materi kita yang akan di jelaskan oleh salah satu teman kalian Aksa atau Kanaya yak" lanjut ibu Mega kepada anak didik baru nya yang bergegas handak menuju green house juga.
Mendengar itu Refdy dan Jingga langsung cemberut, tertunda sudah acara lirik-lirik terhadap siswi baru yang baru memasuki sekolah ini. tentu saja para siswa siswi yang baru memasuki sekolah itu sedang melakukan MOS (Masa Orientasi Sekolah)
Karena Erlangga murid pindahan dan juga karena ada kuasa nya di sekolah itu, sehingga dia dan kawan-kawan tidak di ikut sertakan.
"Ibu tinggal yah, habis ini ibu kekantor juga mau ada urusan juga, tugas ini ibu serahkan kepada Aksa"
"Kanaya" sahut Erlangga datar
"Tu kan gue udah tebak, gue gak bakal bisa lepas" Gerutu Kanaya dalam hati yang kesal terhadap cowok tersebut.
"Yaudah kalo gitu" bales ibu Mega tersenyum ramah lalu pamit meninggalkan kelas beriringan dengan Aksa.
Tanpa di suruh pun Aksa langsung pergi karena paham dengan ke inginan Erlangga seperti apa. Yang sekali A akan tetap A
Sekarang tinggal mereka berempat di kelas. Dengan posisi Kanaya berdiri di depan mereka dekat dengan papan tulis tentu saja, untuk menerangkan materi.
Kanaya pun menyoroti ke tiga murid baru itu dengan sorotan tajam, yang di tatap horor oleh Refdy dan Jingga. Erlangga? tentu saja biasa Dangan tatapan itu, dan terlihat acuh.
"G-gak usah melotot gitu" Jingga bersuara agak gemetar
__ADS_1
"Kenapa emang nya!! mata, mata gue" balas Kanaya ngegas
"Eee buset galak bener" sahut Refdy rada sengklek gak tau situasi.
"Kanapa emang nya gue galak"
"enggak, enggak gak papa kok" sahut Refdy dan Jingga berbarengan.
Erlangga hanya bisa sedikit tersenyum dengan tingkah ke tiga orang yang ada di delam kelas bersama nya.
"Apa Lo senyum-senyum"
"Enggak kok" Balas Refdy dan Jingga panik
"bukan kalian berdua bego" kesal Kanaya pada dua orang yang menjengkelkan itu.
"Lah lalu" tanya mereka berbarengan lagi, kompak banget mereka.
"Bos gadungan Kalian itu"
"Wah berani bener" kata Refdy tak habis pikir
"gak tau dia Ama bos kite" ucap Jingga meremehkan
"Udah tajir, gak pelit suka traktir lagi. semoga lebih banyak traktiran lagi"
Refdy pun melotot ke arah Jingga Karena mereka tidak sepemikiran.
"Dasar tolol, makan aja di otak lo" kesal Refdy sambil menggeplak kepala Jingga
"Diam" titah Erlangga dengan suara dingin yang membuat Refdy dan Jingga langsung kicap tak bersuara.
Wajar Erlangga bersuara ya karena mereka berisik dan tentu aja karena Kanaya sudah mulai menjelaskan materi.
"Sama udah, cocok mereka gak bisa ke senggol dikit" ujar Refdy berbisik kepada jingga
Yang di balas anggukan Jingga, lalu Ia menggelengkan kepalanya nya lagi. Refdy pun antusias menunggu Jingga bersuara kenapa dia menggeleng kan kepala
"Gak sama deh, kan Erlangga seperti serigala dingin yang berwibawa, sedang Kanaya kaya Nenek sihir yang kejam, sama sekali tidak cocok untuk di sandingkan" ucap Jingga sambil terkikik.
Jingga tidak boleh membuat sumber makanan nya ternistakan pikir Jingga rada-rada sengklek
"Dasar penjilat" maki Refdy terhadap Jingga yang nyengir tanpa dosa.
__ADS_1
"Lebih baik kalian ikut MOS sana" bentuk Kanaya kesal, pasal nya sudah muak dengan bisikan-bisikan keduanya yang masih bisa didengar itu, tidak berbobot sama sekali.
"Anjing" umpat mereka berbarengan, karena terkejut dengan bentakan Kanaya yang begitu keras.
Ketika mereka menengok ke Arah samping ternyata Erlangga sedang menatap mereka nyalang, membuat mereka tidak bisa membuka suara, jangan kan membuka suara meneguk ludah saja begitu sulit.
.... . ....
"Kanaya sini!!" Sapa Afnan sambil melambaikan tangan ke arah Kanaya menyuruh Kanaya menyusul dirinya dengan Aksa.
Kanaya baru saja memasuki area green house setelah beberapa menit bersabar, bersama tiga orang gila di dalam kelas.
Kanaya pun mengangguk dan bergegas menuju ke tempat Aksa dan Afnan
"Sorry gue telat" ucap Kanaya merasa bersalah karena tidak membantu.
Yang di balas anggukan oleh Aksa tanda dia tidak masalah dengan hal itu.
"Gak papa kok Kanaya" bales Afnan sambil tersenyum lucu yang membuat Kanaya ingin mencubit nya lucu.
"kruk kruk kruk" perut Kanaya mulai berbunyi, karena tadi hanya sekitar 2/3 sendok ia memakan mie ayam sebelum di rampas oleh si brengsek Erlangga
"Kanaya kenapa?" tanya Afnan khawatir melihat wajah Kanaya sedikit pucat, yang membuat Aksa juga mengalihkan perhatiannya ke arah Kanaya.
"Kanaya laper?" tanya Afnan kepada Kanaya lagi yang di bales gelengan kepala oleh Kanaya.
"Lo kenapa?" kali ini Aksa yang bertanya "laper?" tanya nya lagi, yang tentu saja mendapat gelengan kepala dari Kanaya
"Kalo lo laper, lo ngantin aja dulu gak papa, sambil barengan sama murid baru yang sedang orientasi itu istirahat, Lo gak ketauan" Jelas Aksa prihatin karena dia ada saat kejadian di kantin bersama Erlangga tadi.
Tentu saja mendapat gelengan dari Kanaya, dan Kanaya menatap sendu ke arah Aksa
Tiba-tiba ada tangan kekar yang menarik Kanaya yang langsung bisa di tebak oleh Kanaya siapa pelakunya.
Perlakuan Erlangga lagi-lagi membuat seluruh murid yang ada di green house itu memperhatikan mereka berdua
"Lo apa-apaan sih" berontak Kanaya merasa mereka mejadi pusat perhatian
"lepaaassss!!"
...🍁🍁🍁...
Typo Bertebaran 🙏🙏
__ADS_1