
...🍁🍁🍁...
"Pagi Kanaya chantekk" sapa Anaira yang baru saja memasuki kelas pada pagi hari ini.
"Udah di kelas aja aku kira belum datang atau lagi ngantin" sambung Anaira seraya menaruh tas nya di meja.
"Hmm" hanya dehaman singkat dan lemas yang dapat di dengar oleh telinga Anaira
"Lo kenapa Nay?? sakit??" tanya Anaira khawatir,. walaupun sengklek sengklek gitu ya Anaira juga respect orang nya.
"Enggak"
"Masa,. tapi kok lemes gini?"
"Kecapean gue"
"Kecapean kanapa lo, anak sultan masa kecapean"
"Lo Mau tau gue kecapean kanapa?"
"Kenapa emang?" bales Anaira sambil mengangguk antusias kapan lagi pikir nya melihat si cantik sekaligus anak tunggal kaya raya itu kecapean, laknat emang. Tapi kasian Kanaya pikir nya lagi, terserah Lo dah Anaira
"Masa iya gue di jadiin babu sama si kampret itu" Kesal Kanaya
"Siapa emang?" Tanya Anaira polos
"Astagaaa... siapa lagi kalo bukan Angga yang Lo idolain itu, kok lu bikin gue tambah kesal ya"
"Sabar, sabar Nay sabar" Anaira berusaha menangkan Kanaya yang kesal dengan sedikit takut, bukan karena Anaira yang takut Kalo di bikin pindah alam sama Kanaya
Anaira takut ini kelas bakal tak berbentuk lagi, Bahaya cewe bar bar ini kalo lagi ngamuk.
"Gak bisa, gue harus cari cara terlepas dari ini semua, harus"
"Emang lo di apain sih sama Erlangga? sampai Lo frustasi gini"
"Di jadiin babu tau gak sih babu"
"Babu yang kek gimana sih Nay"
"Masa iya gue di suruh bersih-bersih di bescamp nya anak-anak NightWolf itu yang katanya anak motor, terus pada tajir-tajir tapi gak bisa cari pembantu" jelas Kanaya meluapkan kekesalannya.
"Bescamp?? kok lo bisa masuk kesana?" tanya Anaira heran
"Emang kenapa?"
"Dari yang gue dengar yang bisa masuk ke basecamp itu cuma anak-anak dari NightWolf doang"
__ADS_1
"Mana gue tau" acuh Kanaya
"Apa karena lo asisten nya Angga sekarang" ucap Anaira sambil menerawang "Atau jangan-jangan lo sudah menjadi bagian dari NightWolf" sambung nya lagi dengan heboh
"Gila lo ya" kesal Kanaya
"Siapa tau kan" bales Anaira cemberut "btw gimana isi dari bescamp dari anak-anak NightWolf?" Tanya Anaira lagi dengan antusias
"Astagaa!!! gue lagi kesusahan bantu mikir kanapa" Kanaya naik pitam dengan pertanyaan Anaira yang begitu enteng.
"Iya Maaf Maaf" ucap Anaira meminta maaf sambil nyengir tak jelas "Jadi sekarang lo mau gimana?"
"Gak tau, gue lagi mikir nih aarrgghh,," erang Kanaya frustasi
"Heran gue, gak biasa nya lo letoy gini" Ucap Anaira tak habis pikir, soalnya Kanaya bukan tipe orang yang mudah di tindas. emang hebat sih ketua dari NightWolf.
"Ya Gue di acam lah sama si mesum kapret itu"
"Di ancaman lo sampai gak berani gitu"
"Akhh gitu lah, males gue bahas nya" udah tau orang lagi stress di suruh ngingat sesuatu hal yang bikin nambah stress.
Kanaya sendiri pun bingung kok bisa gitu dia gak berkutik kalo sudah berhadapan dengan Angga, apa karena karisma nya?? oo tentu tidak jelas karena ancaman nya lah, yang menjadi andalan Angga.
"Ikut gue" titah Erlangga setelah bell istirahat berbunyi, lalu berlalu terlebih dahulu meninggal Kanaya
Ingin rasa nya Kanaya menolak atau bahkan memberontak tapi akhh hilang fresh kiss kanaya jika melakukan hal itu.
Sesampai nya di kantin tentu saja mereka menjadi pusat perhatian siapa lagi kalau bukan inti dari NightWolf apalagi sang ketua yaitu Erlangga
Begitupun Kanaya juga selalu menjadi pusat perhatian, tapi mungkin mulai hari ini sampai seterusnya perhatian nya akan berubah apalagi khusus bagi orang-orang yang benci terhadap Kanaya.
Para pembenci itu mulai berani menunjukkan taringnya, setelah mendengar kabar yang tengah viral di kalangan murid-murid, di samping viral nya kepindahan 3 inti NightWolf.
Kabar yang tengah viral itu adalah tentang seorang Kanaya siswi tercantik sekaligus pintar menjadi seorang asisten Erlangga, atau lebih tepatnya Meraka sepakat di sebut dengan babu ya karena pekerjaan nya emang terlihat seperti babu.
Walaupun begitu mereka mungkin tidak akan terang-terangan memusuhi Kanaya paling orang tertentu yang berani melakukan nya.
"Mau apa?" tanya Kanaya dengan nada ketus
"Lo" bales Erlangga santai yang langsung di pelototi oleh Kanaya
"Nenek lampir emang" timpal Jingga agak nyaring
"Plakk" tentu saja itu suara hadiah geplakan dari Aldi untuk Jingga
"Sakit nyet"
__ADS_1
"Mata lo sih katarak cewe cantik tuh" Kesal Refdy juga andai bukan orang nya bos sudah pasti jadi incaran pertama Kanaya mah.
"Gue serius, sebelum kesabaran gue habis cepat, gue cape ngantri kelamaan" Kesal Kanaya apalagi semakin lama semakin banyak murid yang berdatangan untuk mengisi perut yang sudah berkokok nyaring.
"Samaan" setalah mendapat jawaban dari Erlangga, Kanaya langsung pergi tenpa meninggal kan sepatah kata apapun.
Tentu saja Kanaya gak mau berlama-lama, tiba-tiba bisa punya penyakit darah tinggi dia berlama-lama bersama dengan Erlangga. Soalnya saat dia gak ada aja bikin Kanaya bad mood apalagi kalo harus berduaan.
"Liat tuh cewek cakep nyamperin kita" seru Jingga di tengah-tengah mereka menikmati makanan sambil melempar candaan satu sama lain.
"Anjir, giliran cewe kek ondel-ondel lo bilang cewe cantik. katarak emang" ledek Refdy sambil menggeleng kan kepalanya.
"Itu kakak kelas yang terkenal songong itu kan?" Tanya Aldi berbisik pada Anaira
"Iya dia tuh songong banget, sombong, sok kecantikan pula" Bales Anaira zulid, zulid adalah salah satu hoby seorang Anaira.
"Ngapain dia kesini? dandanan kek tante-tante pula" Aldi bergidik ngeri ketika sedikit menatap nya.
"Selera Jingga tuh" ejek Refdy
"Lah kok gue"
"Kan lo bilang dia cantik"
"Lah benar kan semua cewek tuh cantik, kalo ganteng itu cowok"
"Serah lo" jengah Refdy berdebat dengan Jingga
"Mungkin karena Angga, siapa yang gak mau jadi cewek nya Angga" sambung Anaira
"Ya kali Angga mau sama ondel-ondel" ujar Aldi meremehkan.
"Hai semua" Sapa Olivia dan 2 orang temannya, lebih tepatnya antek-antek nya.
"Boleh Gabung di sini gak?" tanyanya ramah sambil melirik dan mencari perhatian nya Erlangga, yang sayang tak di hiraukan oleh nya.
"Gak muat kak, kakak cari tempat duduk lain aja" Semua orang terdiam, termasuk 3 orang sengklek itu mendengar penuturan yang diberikan oleh teman polos mereka, siapa lagi kalo bukan Afnan
"Prok prok prok" suara tepuk tangan dari Jingga memecahkan keheningan sesaat
"Buset, pedes banget tu mulut" Ujar Refdy sambil memandang Afnan tak percaya
"savage" ungkap Aldi kagum
"best" puji Anaira sambil mengacungkan kedua jari jempol nya ke Arah Afnan.
"Lo bisa pindah" surah Olivia sambil menunjuk bengis ke Arah Kanaya
__ADS_1
...🍁🍁🍁...
Typo Bertebaran 🙏🙏