Cinta Masa Kecil

Cinta Masa Kecil
Ep 33 Club


__ADS_3

...🍁🍁🍁...


 


Jam menunjukkan pukul 22.23 PM. Terdengar suara dentuman musik DJ sangat nyaring dari luar ruangan tersebut. Saat ini seluruh anggota dari geng motor yang paling ditakuti sedang berada di club malam yang baru-baru ini dibuka, selain musik DJ dan lampu disco tentu saja mereka ditemani vodka, bir dan sejenis minuman beralkohol lainya. Karena besok hari minggu yang tentu saja hari libur, mereka tak segan-segan untuk meneguk semua jenis minuman yang memabukkan itu bahkan ada yang langsung meminum dari botolnya.


Brukk terdengar pintu dari ruangan VVIP dibuka dengan tidak santai, menampakkan seorang cowok tampan berjalan ke arah tim inti NightWolf dengan tampang tidak bersalahnya, saat ini tim inti maupun anggota-anggota penting NightWolf sedeng berada di ruangan tersebut tanpa ikut mabuk atau menikmati cewek-cewek yang berpakain kurang bahan di luar ruangan tersebut. Bahkan, di club itu di isi tidak hanya satu perkumpulan geng motor, tapi beberapa kumpulan geng motor lainnya dari berbagai kota besar yang sedeng berkumpul jadi satu.


“Gila, berisik bener!” ujar Roy wakil dari geng motor yang bernama COLDBEAR.


Terlihat lelaki yang sedeng kegirangan menyusulnya sambil melambai ke arah pintu yang perlahan menutup. “Sebentar sayang, gue absen dulu, ummachh. Huhuyy hahahaa!”


“Udah gila,” ujar Raka, inti dari ColdBear yang menjitak kepala cowok gila itu.


“Aawwss sshh!” ringis cowok itu yang tak lain tak bukan ketua mereka, Zefano.


Roy mendudukkan pantatnya di sofa samping Erlangga, “Aahh, lumayan kedap suara.”


“Wohooyy Masha!!” teriak Jingga yang sedari tadi menekuk wajahnya entah kenapa.


“Ya udah gue pamit, yang penting udah absen,” pamit Zefano lalu berbalik dan hendak melangkahkan kakinya sebelum dicegat oleh Jingga dengan cara menjambak rambutnya, Zefano meringis untuk kesekian kalinya. “aawwsshh sakit Jingga njing!”


“Gue nyapa gak dijawab, mau kemane lo?” tanya Jingga sengit.


“Itu cewek-cewek endehoi lagi nungguin gue.”


“Gak usah alesan lo, nape telat?”


“Suka-suka gue lah.”


“Idih, enak aja ya suka-suka lo.”


“Aduh sakit bego, lo jambaknya gak kira-kira, gue bales rasain lo.” Aksi jambak-jambakan pun kini tak terelakkan.


“Gak ada wibawanya ketua lo njir,” celatuk Refdy kepada Roy sambil menaruh gorengan di atas meja.


“Bukan ketua gue,” jawabnya.


Roy tampak bingung dengan apa yang ada di hadapannya, itu dapat dilihat dari alisnya yang teranggkat sebelah. “Gorengan? Di club ada gorengan?”


Diiringi kekehan Roy pun ingin menyomot gorengan tersabut, sebelum tangannya ditepis kasar oleh Refdy. “Pelit amat lo.”


“Masalah buat lo?”

__ADS_1


“Tega lo ama teman.”


“Nanti, pas pesanan gorengan gue yang akan detang kalian boleh minta.”


“Perasaan dari tadi lo ngomong gitu,” cibir Dion, wakli ketua dari geng TIGRE yang sedari tadi berbincang dengan Aldi.


“Woi bro, Arya mana?”


“Itu ngobrol sama Aksa.” Dion menunjuk sang ketua yang sedeng ngebacot dihadapan menusia kulkas.


Rafa inti dari TIGRE terbahak mendengar jawab Dion. “Bukan mengobrol njir, dia ngomong sendiri sedari tadi, Aksa cuma manggut-manggut doang.”


“Tapi mereka cocok sih, walaupun beda kepribadian,” ujar Raka


“Kenapa mereka cocok ya?” tanya Dion yang dibalas gelengan oleh Aldi.


Jelas saja mereka bingung orang beda kepribadian bisa seasik itu, yang satu ngebacot sampai mulut berbuih yang satunya hanya manggut-manggut sesekali mengeluarkan 2 sampai 3 patah kata. Yang mereka tau kenapa dua orang itu cocok hanya karena suka membaca, dan yang dibahas selalu hal tentang bacaan.


“Hanya ketua gue yang berwibawa,” bangga Refdy yang dibalas anggukkan semua orang yang menyimak obrolan tersebut, mereka pun kompak menoleh ke arah Erlangga dan menyeringit bingung melihat komuk dari seorang kings of NightWolf


“Plus, seram juga,” ujar Roy menambahkan.


“Kenapa ketua lo Al?” tanya Dion pada Aldi setelah melihat Erlangga senyum-senyum tak jelas, apalagi yang terlihat bukan senyuman menenangkan melainkan senyuman yang membuat orang bergidik ngeri ketika melihatnya.


“What?” sambar Zefano yang baru selesai dari aksi jambak-jambakan dengan Jingga. “sejak kapan si kulkas, si devil ini jatuh cinta? Hhahaa.”


Pletik satu jitakan mendarat di kepala Zefano, tentu saja pelakunya adalah Jingga. “Dia normal ya Masha, gak kek lo.”


“Emang napa gue?”


“Homo!!”


“Jingga njing!”


“Aa ... nape? Nape lo telat?” tanya Jingga tidak santay ke arah Zefano yang kini nyengir tak jelas.


“Iya kenapa kalian telat?” tanya Refdy pada Roy yang sedari tadi masih melirik gorengan yang berada di bawah kuasa Refdy.


“Biasa Zefano, boker kelamaan,” jawab Roy yang malu dengan ketuanya sendiri


“Berak batu lo?” cibir Refdy yang dibalas cengerin khas dari Zefano.


“Usaha baru lo?” tanya Roy lagi.

__ADS_1


Dengan antusias Refdy mengiyakan. “Yoi, keren gak club baru gue?”


“Lumayan,” jawab Roy sambil melihat segala sudut ruangan VVIP club tersebut.


Yap, Refdy termasuk pebisnis muda, dan club yang mereka tempati sekarang ini adalah salah satu club yang baru di buka olehnya. Ada beberapa club terkenal yang sering dikunjungi anak muda di kota tersebut, dan semua club itu usaha milik Refdy.


Hampir semua Anggota inti memiliki usaha mereka sendiri, termasuk Erlangga. Ingat? Saat Erlangga sering main handphone dan terlihat mengerjakan sesuatu? Di usia yang muda itu, ia sudah memegang perusahaan cabang milik keluarga Mahessa sesekali juga membantu ayahnya mengurus berbagai bisnis yang kelewat banyak itu.


“Jatuh cinta ama siapa Angga?” tanya Zefano yang berhasil menyomot satu gorengan milik Refdy.


 “Ada cewek cantik di sekolah baru, udah gue bilang nanti aja minta gorengan yang gue pesan bentar lagi datang,” kesal Refdy yang sedari tadi gorengannya menjadi incaran para pemangsa rakus. Ting bunyi notifikasi dari handphone Refdy, bergegas ia mencek siapa yang mengirimi pesan kepadanya. “Tu kan, apa gue bilang bentar lagi, udah datang nih.”


“Sekolah baru?” beo Dion.


“Ahh, kalian gak tau yak, mereka bertiga kan baru pindah ke sekolah kita,” jawab Aldi.


“Dalam rangka apa?” tanya Raka


“Gak ada, cuman musuh kita semakin banyak akan lebih mudah bagi kita kalo sama-sama biar lebih gampang berdiskusi banyak hal.”


“Betul juga, kayanya kita juga perlu pindah ke sekolah barunya Angga,” ujar Raka dengan tampang santainya.


“Boleh tuh, lo pada pindah aja ke sekolah baru gue banyak cewek cakep, walaupun galak,” sambung Jingga.


“Beda perkumpulan tolol.” Zefano pun menoyor kepala Jingga yang menjengkelkan sedari tadi. “Lagian mau lo pindah kemana pun bakal tetap Jomblo Jing.”


“Sakate-kate lo, gak tau aja lo gue udah punya gebetan, lo kira gue gak laku.”


“Mana? Paling juga gak cakep.”


“Enak aja, tantu cakep lah. Iya gak Al?” tanya Jingga pada Aldi untuk membenarkan kata-katanya.


“Yoi, cakep gebetannya Jingga,” timpal Aldi yang mendapat tatapan tak percaya dari Zefano.


Ceklek. “Taraa!!”


 


...🍁🍁🍁...


... ...


Typo Bertebaran🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2