
...🍁🍁🍁...
... ...
“Bugh, bugh, bugh, bugh, bugh.”
Suara pukulan serta hantaman begitu mengerikan ketika menyapa telinga, orang yang saat ini membabi buta melayangkan pukulan ke arah wajah lawan nya. Orang tersebut tak lain tak bukan Erlangga yang sedang berada di puncak emosi nya, tak ada yang berani untuk menghentikan aksi dari seorang Erlangga.
Terlihat wajah seorang Alex tak terbentuk lagi penuh dengan benjolan, luka dan darah. Bahkan mulutnya tak henti mengeluarkan darah yang begitu banyak, akibat dari pukulan dari Erlangga ke perut nya di sela-sela Ketika ia menghantam wajah Alex.
“Sudah, Sudah Ngga,” intruksi dari Aksa untuk menghentikan kegiatan tak berperikemanusiaan yang dilakukan oleh Erlangga.
“Ingat apa yang lo bilang sebelum berangkat tadi,” ucap Aksa mengingatkan kembali apa yang di ucapkan oleh Erlangga, bahwa tidak akan ada korban yang tewas di pertempuran kali ini.
Sedangkan apa yang di lakukan Erlangga sangat lah brutal, bahkan lelaki yang saat ini berada di bawah kuasa nya hampir kehilangan nyawa.
“Jangan sampai menjadi dendam baru, lo ingat apa yang lo ucapkan kan.”
Mendengar itu Erlangga berhenti dari kegiatan yang menyenangkan, menurut nya. Lalu berdiri sambil menengadahkan wajah ke arah langit dengan mata tertutup, di susul bibir yang tersungging membentuk sebuah senyum penuh kepuasan akan aksi yang baru di sudahi nya.
Tak berselang lama suara indah dari Erlangga dengan perpaduan serak-serak basah sehabis pertempuran terdengar menggema diarena pertempuran.
“NightWolf!” Seru Erlangga nyaring dengan senyuman penuh bangga, masih setia dengan posisi wajah menengadah ke arah langit, di iringi deru nafas yang belum teratur menyebabkan dada kembang kempis di buatnya.
Sungguh pemandangan yang indah, di saat matahari benar-benar tenggelam tapi masih menyisakan cahaya di atas langit, sehingga masih bisa melihat bagaimana keadaan Erlangga saat ini. Wajah Erlangga yang penuh luka di sekitaran pelipis dan mulutnya tapi sama sekali tak mengurangi ketampanan nya, rambut acak-acakan pun menambah kadar ketampanan dari wajah seorang Erlangga.
“Wooohhhh Kami Datang Kalian Pulang,” sahut gembira menggema dari berbagai arah yang berasal dari anggota nya.
Kemenangan lagi dan lagi berada di genggaman NightWolf sebagai geng yang paling susah di taklukan, bukan sekedar susah tapi tidak akan ada yang pernah bisa menaklukkan mereka.
Erlangga berjalan sempoyongan dengan senyuman yang tak luntur dari bibirnya menuju motor yang berada jauh di pinggir tanah lapang itu, di Iringi Anggota nya yang juga tertatih-tatih ketika berjalan.
“Yang pingsan di papah dan untuk motor bisa di bonceng, yang lukanya parah langsung di bawa ke rumah sakit seperti biasa.” Suara titahan itu berasal dari suara dingin dan datar seorang Aksa. Untuk rumah sakit jelas semua di tanggung oleh Erlangga sebagai ketua dan penanggung jawab.
“Angga!! Suatu hari nanti lo pasti akan memiliki kelemahan, dan itu akan gue dan Alex manfaat kan sebaik mungkin.” Suara Ronal wakil dari geng Jurix itu berhasil membuat Erlangga berhenti sejenak, lalu berlalu dan mengabaikan perkataan dari Ronal.
__ADS_1
“Ingat baik-baik Angga!” seru Ronal lagi diiringi tawa jahat.
Setelah mendengar tuturan Ronal yang baru saja di lontarkan nya pada EErlangga, ia pun berlalu berusaha untuk tidak menanggapi perkataan tersebut tapi bukan berarti tidak peduli. Jelas saja ada tersirat ketidak senangan di wajah Erlangga, itu bisa di lihat dari senyum yang tercetak mulai perlahan memudar.
Gerombolan Geng Motor terbesar yang di pimpin oleh Erlangga beranjak pergi dari lokasi pertemuan penuh darah itu, menuju perkotaan untuk melakukan pawai yang menjadi tanda bahwa mereka baru saja memenangkan perkelahian sengit antar geng.
Bagi yang terluka parah tentu saja langsung menuju rumah sakit di dampingi anggota yang masih berstamina untuk membawa mereka, dan sebagian mereka lagi mengiri sang pemimpin untuk berkeliling kota.
Suara riuh mengisi Jalanan besar kota Jakarta, berhasil menyita semua perhatian pengendara ataupun para pejalan kaki. Beberapa pengendara mobil baik motor menepi ketika gerombolan Moge itu mau melewati mereka, bunyi klakson dan suara tawa menjadi kiasan ketika mereka Menganggugkan nama NIGHTWOLF.
Tidak ada satu pun dari pengendara dan pejalan kaki memprotes akan kericuhan yang di buat geng motor itu, bahkan polisi pun di buat diam oleh mereka. Mereka jelas tau siapa sang pemimpin, anak dari pengusaha itu tak akan membiarkan teman-temannya medekam di balik jaruji besi.
Terakhir kali pihak polisi mendapat ancaman dari Ayahnya Erlangga, bahwa siapa yang berurusan dengan anak nya maka berarti berurusan dengan nya. Tentu jika sudah berurusan dengan Aregan masalah tidak akan mudah. pengusaha yang di takuti dengan memiliki kekuasaan dimana-mana, jelas uang adalah kunci dari kekuasaan tersebut.
Setelah 1 jam melakukan perayaan kemenangan mereka, Erlangga pun berseru sambil berteriak “Gue pulang, terserah kalian pulang atau ke basecamp” Erlangga pun bersiap untuk misahkan diri tapi sebelum itu dia berucap dengan lantang “Besok party” yang langsung di sambut sorakan gembira dari anggota nya.
.... . ....
... ...
Cowok dengan penampilan urak-urakan itu menggiring motor nya menuju garasi dan meletakkan nya dengan rapi di sana. Yang sebelumnya garasi di bukakan oleh salah satu bodyguard yang bertugas dan menutup nya kembali.
Erlangga, yah lelaki yang tetap tampan walaupun dengan penampilan seperti itu, membuka pintu utama rumah itu dan menampilkan suasana yang sudah sunyi dari dalam. Bisa di pastikan para penghuni maupun pekerjaan di rumah nya itu sudah istirahat dari kegiatan melelahkan hari ini.
Dengan tubuh yang sudah lelah, Erlangga pun bergegas menuju tangga untuk pergi ke kamar nya dan mengistirahatkan diri. Sebelum sebuah suara berhasil menghentikan nya ketika ia akan menaiki anak tangga.
“Barantem lagi lo?”
“Eemm”
“Gak cape barantem mulu?”
“Eemm”
__ADS_1
“Gak kasihan lo sama mamih? Liat anak nya bonyok-bonyok gitu pas pagi”
“Eemm”
“Eemm mulu, udah bisu lo?” tanya nya lagi dengan cerewet sambil menekan luka yang di ujung bibir Erlangga dengan kuat.
“aaa iisshhh” ringis Erlangga merasakan sakit di ujung bibir nya “Sakit kak” pekik nya pelan
“Makanya kalo sakit gak usah tauran” yap dia adalah Rayna kakak kesayangan dari Erlangga, si cerewet dan bawel tapi sangat nyaman menjadi tempat untuk berkeluh kesah, khusus untuk Erlangga sendiri.
“Mandi sana gih, bau anyir” ucap Rayna sambil menekan hidung nya menunjukkan bahwa butuh Erlangga barbau tak sedap “nanti ke bawah habis mandi, gue obatin tuh luka” sambung nya sambil menuju ke ruang keluarga.
“Iya, iya bawel” dumel Erlangga sambil mengerucutkan bibirnya lucu, Lalu di bales kikikan geli dari Rayna.
...🍁🍁🍁...
... ...
Typo Bertebaran 🙏🙏
__ADS_1