Cinta Masa Kecil

Cinta Masa Kecil
Ep 27 Teman Baru


__ADS_3

...🍁🍁🍁...


 


Terhitung kurang lebih sekitar 3 jam mereka bertiga berada di toko baju, yang berarti jam sudah menunjukkan pukul 14.00, karena saat mereka memasuki toko ini, waktu menunjukkan kisaran jam 11.00. Dan mereka asyik memilih atau bahkan mencoba baju yang berhasil mencuri perhatian mereka, diiringi sanda gurau dan gelak tawa.


Tak butuh waktu lama untuk mereka akrab sebagai seorang teman, bahkan jika orang yang tidak tahu pun melihat mereka, akan mengira bahwa mereka sudah berteman dan bersahabat sejak lama. Jika orang-orang bobrok dan no jaim-jaim dipersatukan, tentu saja akan cepat akrab.


Walaupun begitu Kanaya dan juga Anaira tetap sopan dengan memanggil Rayna dengan embel-embel Kakak, karena mereka tahu bahwa gadis yang teramat cantik dan baik hati itu lebih tua dari pada Mereka. Terkadang Rayna sedikit samar-samar menampilkan sisi dewasa, dan salalu ngeluh ketika memilih baju yang sesuai dengan usianya, walaupun tidak berhasil karena semua jenis baju cocok ditubuh yang sempurna itu.


“Kok gue laper yak?” monolog Anaira. Rayna pun bergegas melihat ke arah jam yang bertengger cantik ditangannya.


“Pantes, sudah jam 2 siang. Udah kelewat jam makan siang ini,” ujar Rayna sambil menggelengkan kepalanya, sebegitu asyiknya merek sampai lupa waktu.


“Udahan aja kalo gitu kak,” ujar Kanaya sambil merapikan baju yang akan dibelinya.


“Ya udah bayar baju yang sudah dipilih dulu, baru kita ke food court di lantai paling atas mall ini.” Rayna yang sudah siap pun langsung menuju kasir untuk melakukan pembayaran.


Ketika Kanaya dan Anaira mengeluarkan kartu debitnya untuk melakukan transaksi, seketika itu juga dicegat oleh Rayna.


“Gak usah, biar gue aja yang bayarin.” Rayna pun mengeluarkan blackcard andalannya.


“Okeh kak,” jawab Anaira dengan muka lempeng, yang langsung dihadiahi pelototan dari Kanaya.


“Loh, kok kakak yang bayarin? Harusnya aku dong,” protes Kanaya tak enak apalagi mengingat tadi dia melakukan kesalahan dengan membuat handphone Rayna rusak. “apalagi, mengingat aku yang ngerusak Handphone kakak,” lanjut Kanaya sambil menggigit bibir bawahnya.


“Gak papa, aku yang traktir lagi senang soalnya.” Setelah mengucapkan kalimat itu, Rayna tampak berpikir lalu terkekeh kemudian. Entah apa yang baru saja dipikirkan gadis cantik itu.


“Tapi ....”


“Udah, udah yah sekarang kita bergegas buat makan, kasian Anaira udah kelaparan tuh.” Rayna memotong ucapan protes yang akan dilemparkan Kanaya, sambil menunjuk ke arah Anaira mengunakan dagunya.


“Betul tuh.” Dengan tak tahu malunya Anaira enteng membenarkan ucapan Rayna.


“Ye elo mah, emang sukanya yang gratisan sampai lo ngintilin anak-anak motor biar dapet traktiran dari bos mereka.”

__ADS_1


“Gak yah, gue cuman ngikutin lo doang, eh ternyata gue juga ikutan ditraktir.”


“Elah bicit!”


“Anak motor?” Pertanyaan dari Rayna berhasil membuat perdebatan kecil mereka terhenti.


“Iya kak, tau kan kak geng motor terkenal, NightWolf?” tanya Anaira dengan antusias, sedangkan Kanaya sudah memutar bola matanya jengah mendengar pertanyaan dari sahabatnya itu. Syukur tidak dilihat oleh Rayna, jadi tidak ketahuan gelagat Kanaya yang tampak tidak menyukai geng motor.


“Ooh, tahu kok!” ujar Rayna tampak senang. “ya udah kalo gitu kita bergegas.”


Mereka pun melenggang pergi dari toko baju tersebut menuju eskalator, yang menjadi penghubung antara lantai bawah dengan lantai atas mall.


Sesampainya di dalam salah satu gerai yang ada di sana, mereka pun mencari maja yang masih kosong untuk ditempati mereka bertiga. Setelah mendudukkan diri dengan nyaman, Rayna pun memanggil pelayan di sana, dan pelayan pun memberikan daftar menu yang tersedia di gerai tersebut.


“Ada lagi?” tanya Rayna kepada kedua teman barunya itu, merasa sudah cukup mereka pun menggelengkan kepala tanda bahwa sudah tidak ada yang dipesan lagi. “udah, segitu aja mbak, tolong minumannya lebih cepat yak mbak haus soalnya.”


Setelah mengiyakan pesanan dan permintaan pelanggannya, pelayan tersebut pun melenggang pergi untuk memenuhi pesanan mereka.


“Kalian satu sekolah dengan anak-anak NightWolf?” tanya Rayna basa-basi untuk memulai percakapan. “Berarti kalian anak-anak SMA Harapan Bangsa dong.” Lanjutnya.


“Iya kak, akhir-akhir ini kami sedikit akrab dengan tim inti NightWolf.” Dengan pongahnya Anaira menjawab, bahwa dirinya berteman dengan Inti-inti geng motor terkanal itu. Rayna yang mendengar itu hanya terkikik pelan, sambil menggelengkan kepalanya.


“Ada yang jadi incaran gak dari salah satu mereka?” tanya Rayna mencoba menggali hubungan mereka dengan anak-anak NightWolf, walaupun sebenernya yang ingin dikulik itu tentang Kanaya. Tapi harus halus, jangan terlalu mencolok.


Sebagai tempat untuk Erlangga bercerita, tentu saja Rayna tahu tentang Kanaya. Contohnya saja dia dapat mengenali Kanaya saat kejadian handphonenya jatuh tadi, karena Erlangga sudah bercerita kepada kakaknya kalo dia sudah menemukan gadis dimasa kecilnya itu, dan menujukan foto Kanaya versi sekarang yang dijepret diam-diam oleh Erlangga.


Dan Rayna tambah yakin, kala Kanaya memperkenalkan dirinya. Rayna ingat betul siapa nama gadis cantik yang berhasil merebut hati adiknya itu, gadis yang dirinya pun ikut mengantarkan kepergiannya. Dan itu berhasil membuat Erlangga yang pribadinya dingin menjadi tambah dingin lagi.


“Jadi teman mereka pun suatu hal yang sangat dibanggakan, apalagi kalo jadi pacar. Yah, walaupun mereka ganteng-ganteng dan semua orang pun tahu dan tak bisa membantah satu fakta itu, tapi belum ada yang berhasil membuat jantung ini berdebar dengan hebat. Kalo aku sih perlu yang se-frekuensi untuk dijadikan pasangan kak,” cerocos Anaira panjang lebar.


“Lah kalo gitu Aldi cocok ama lo!” celatuk Kanaya


“Ugah gue, lagian gue gak berdebar saat dekat ama dia.”


“Awas aja lo kalo bucin ama dia, kalo sampai lo bucin ama Aldi, lo harus beliin gue 10 novel yang gue inginkan.”

__ADS_1


“Enak aja lo!”


“Gak berani kan.”


“Oke, sapa takut.”


“Deal!” ucap mereka bersamaan.


“Emang harus berdebar dulu yak?” kali ini pertanyaan itu dilontarkan oleh Rayna.


“Tentu kak, kalo gak berdebar itu gak cinta namanya, sedangkan kalo cinta itu pasti memiliki debaran ketika dekat-dekat dengan orang yang dicintainya.” Anaira dengan antusias menjawab pertanyaan dari Rayna, disisi lain Kanaya terdiam dengan jawaban Anaira.


Berdebar? Akh gak mungkin, masa iya gue suka sama si mesum itu? Ada-ada aja otak gue, lagian gak berapa lama juga kenal iya kali udah jatuh cinta. Batin Kanaya, lalu Kanaya menggelengkan kepalanya untuk mengusir pikiran ngawur yang ada di kepalanya.


“Kenapa Nay?” tanya Rayna yang tampak heran melihat Kanaya menggelengkan kepalanya itu.


“Eeh, gak ada kak,” jawabnya terlihat kikuk.


“Jadi, kalo lo gimana ada yang lo suka dari mereka?” tanya Rayna penuh selidiki ke arah Kanaya.


“Gak ada kak,” jawab Kanaya datar.


Setalah menjawab pertanyaan dari Rayna, pesanan mereka pun datang. Dengan Rayna masih setia menatap lekat wajah Kanaya, mencoba mencari kebenaran dari jawaban singkat itu.


“Dia suka Angga kak!” sambar Anaira bercanda dan langsung dihadiahi tamparan yang lumayan pedas dari Kanaya.


“Hahaha, gak becanda Nay, ampun!” Ujar Anaira meminta ampun, diiringi tawanya yang berhasil membuat Kanaya kesal.


“Iya kali gue mau sama cowok yang suka seenaknya,” gerutu Kanaya tampak kesal.


Lah kok?


 


...🍁🍁🍁...

__ADS_1


... ...


Typo Bertebaran 🙏🙏


__ADS_2