Cinta Masa Kecil

Cinta Masa Kecil
Ep 14 Musuh Menyerang


__ADS_3

...🍁🍁🍁...


Saat ini inti NightWolf sedang berada di parkiran dan beberapa anggota lain nya, tentu sedang menunggu gerbang sedikit longgar, di karena kan murid-murid yang sedang berdesakan untuk menuju pulang.


"Ngga" panggil Refdy pada Erlangga yang sedang memainkan ponselnya


"eemm"


"Lo pulang atau langsung ke Basecamp?"


"Basecamp"


"Gue kira lo bakal jemput Kanaya lagi untuk bersihin basecamp, soalnya ada bagian yang belum di bersihin" ucap Aldi


"Hukuman nya udah selesai berarti?" tanya Jingga


"Masih" jawab Erlangga Enteng


"Lah lalu?" tanya Jingga lagi.


"Kasihan, kecapean dia" Jawab Erlangga masih fokus dengan ponsel nya.


Ketiga nya hanya saling pandang mendengar kata kasihan dari mulut Erlangga, ada apa dengan ketua mereka udah menjadi malaikat kah, pikir mereka.


"Eehh tu cewek cantik bener, imut weh" ucap Jingga menunjuk salah satu cewek yang hendak keluar gerbang juga.


"Dari kelas mana tuh?" Tanya Refdy pada Aldi


"Murid baru kek nya"


"Oohh" ujar Refdy ber ohh ria


"Kenapa lo?, mandangin gue gitu amat" tanya Refdy merasa dirinya di tatap lekat oleh Jingga


"Punya gue yah, awas lo godain" ancam Jingga kepada Refdy


"Terserah gue lah" ucap nya di iringi tawa.


"Lo tuh udah punya banyak cewek, cewek lo tuh tersebar di mana-mana, di sini aja lo punya udah berapa? padahal baru pindah juga" terang Jingga dengan kesal.


"Gak papa lah nambahin koleksi gue" Jawab Refdy enteng.


"Ting" bunyi notifikasi dari ponsel Aksa, Aksa pun segera membuka ponsel dan melihat siapa yang ngechat.


"Ooo gak boleh, lo gak boleh godain cewek ini" ucap Jingga melarang "Lo juga Al" larang Jingga juga pada Aldi.


"Lah kok gue"


"lo juga sama"

__ADS_1


"Gak tertarik gue"


"Gini yah Jing, kalo tuh cewek kemakan ama godaan kita, berarti tu cewek gak pantes buat lo" Jelas Refdy


"Hilihh, akal-akalan lo doang" cibir Jingga "lo juga gitu waktu..." ucapan Jingga terpotong oleh seruan dari Aksa


"Gue dapat kabar" ujar Aksa yang langsung manjadi etensi anggota NightWolf yang ada di sana. Bahkan Erlangga pun menyimpan ponsel nya ke saku baju nya.


"Jurix, nyerang sekolah lama lo Ngga"


"Terus anggota di sana gimana?" tanya Refdy serius


"Nggak parah, beberapa orang luka dan 2 orang masuk rumah sakit dari anggota kita"


"Yang gugur di tim lawan?" tanya Aldi


"hampir sama, cuman 3 orang luka parah, seperti nya akan masuk rumah sakit juga"


"Udah letoy rupa nya Jurix" senyum Jingga meledak


"Enggak Jingga, perkelahian tidak berlangsung lama" Jelas Aksa kepada Jingga agar tidak meremehkan lawan "Mereka semua mundur setelah mengetahui Angga dan lo berdua gak ada di sana" Jelas Aksa sambil menunjuk Jingga dan Refdy.


"Seperti nya mereka akan semakin Kuat setelah beberapa waktu mereka senyap" ujar Aldi


"Jadi?" tanya Erlangga, bermaksud menyuruh menerus kan perkataan dari Aksa.


"Jelas, gue rasa waktu 2 minggu libur sekolah yang di gunakan untuk latihan, cukup untuk membuat kita tidak kalah" Ujar Erlangga sambil memasang helm Fullface nya.


"Gak latihan pun mereka bakal tetap kalah" ucap Jingga lagi yang mendapat tatapan tajam dari Erlangga di balik helm nya.


"Hee kenapa bos" tanya Jingga sambil nyengir


"Kebiasan lo ngeremehen lawan" Ujar Aldi


"Gak lagi deh"


"Afnan lo siap?" Tanya Erlangga


"Siap kapten" ujar Afnan sambil menaruh tangannya ke dahi seperti orang yang sedang hormat.


"Bagus" puji Erlangga puas


"Di didik jadi bocah mengerikan si Afnan udah, entah hal baru apa yang di dapet Afnan dari Angga dalam hal kesadisan" ujar Jingga bergidik ngeri.


Walaupun menjadi geng yang sangat di takuti tapi bukan berarti tidak ada yang berani sama sekali atau bahkan tidak memiliki musuh. Ya tentu saja NightWolf memiliki beberapa musuh yang terang-terangan menunjukkan ketidak sukaan mereka terhadap NightWolf.


Tentu geng yang secara terang-terangan memusuhi NightWolf bukan musuh kaleng-kaleng, tentu memiliki kekuatan dan kesadisan yang tidak bisa di remehkan.


Dan geng yang paling menonjol membenci kebaradaan NightWolf adalah Geng yang bernama Jurix dengan pemimpin bernama Alex. Jurix terbentuk beberapa bulan setelah NightWolf, jadi anggap saja Jurix di bentuk khusus untuk melawan NightWolf.

__ADS_1


Terbukti dari anggota yang hampir semua nya pernah mendaftar untuk menjadi anggota dari NightWolf tapi tidak di terima karena kurang syarat. Sebagaian mereka ada yang dendam karena tak di terima sehingga bergabung dengan Jurix, dan sebagian ada yang memilih untuk tidak memusuhi karena tau seperti apa NightWolf itu


Salah satu syarat yang wajib untuk menjadi anggota NightWolf adalah jago bela diri, berkelahi dan memiliki ketangkasan, jadi tentu yang mendaftar pasti memiliki ilmu bela diri dan jago berkelahi.


Sehingga yang tidak lulus untuk menjadi anggota dan memilih jadi musuh pasti memiliki kekuatan untuk bertarung melawan NightWolf, sehingga kekuatan Jurix tidak bisa di remehkan.


.... . ....


Suara deruman motor saling bersahutan dari arah yang berlawanan, dan suara itu mengema dan begitu mengerikan mengisi kesunyian di sore hari, tepat di tempat tanah lapang di salah satu kawasan yang ada di pinggiran kota Jakarta.


Lawan yang saling panndang memandang satu sama lain dari atas motor mereka masing-masing dengan ekspresi yang begitu mengerikan.


Satu persatu suara deruman motor berhenti terdengar, dan terlihat mereka mulai turun dari motor dan berjalan menuju lawan mereka.


Sore yang indah itu terlihat mencekam, setelah beberapa lama tidak terjadi pertumpahan darah di daerah itu.


Ya, kawasan tersebut adalah tempat favorit kedua geng menakutkan itu untuk saling adu kekuatan, karena tempat tersebut sulit untuk di jangkau oleh polisi.


Kenapa mereka memilih daerah tersebut, karena mereka tidak suka saat perkelahian mereka terganggu oleh kehadiran polisi dengan di iringi suara pistol sialan.


Untuk NightWolf sendiri bukan mereka takut untuk di tangkap dan di penjara, apalagi Erlangga menjamin anggota nya agar tidak pernah berurusan dengan polisi, kenapa? karena Erlangga memiliki cukup kekuatan agar mereka tidak menjadi tahanan.


Tentu saja kekuatan tersebut dari sang ayah, sebagai pengusaha terkenal se ASIAN, bahkan usaha papah nya itu mulai merabat ke benua lain nya.


Uang adalah segala nya, ada uang kita bebas melakukan apa saja, apalagi sang ayah selalu mendukung apa pun yang di lakukan anak-anaknya selagi mereka bisa menjamin nyawa mereka aman.


"Ada masalah apalagi sih woy, gak habis-habis nya cari masalah, gak bosen apa kalah mulu" ucap Jingga memulai percakapan yang berhasil membuat lawan terpancing emosi oleh perkataan nya.


"Jangan sok jagoan lo pada" ucap salah satu anggota yang ada di barisan musuh


"Bukan sok jagoan tapi faktanya begitu" kali ini Refdy yang menimpali.


"Kali ini kemenangan akan berada di tangan kita-kita"


"Kita liat aja nanti" ujar Refdy lagi.


"Angga kapan mulai nih, tangan Afnan udah gatel pengen mukul, dan pisau Afnan juga udah gerak-gerak dari tadi mau bikin karya" ujar Afnan sambil menunjukkan pisau kecil nya.


Hanya pisau kecil dengan hanya berapa cm tapi berhasil membuat lawan bergedik ngeri, apalagi Afnan terkenal akan ke polosan dan ke antusiasan nya seperti anak kecil dan tentu tanpa memiliki rasa takut.


"Simpan dulu, kita praktekin yang sudah di pelajari kemarin" Ujar Erlangga yang berapa lama bungkam, senyum yang di tampilkan dan penuturan oleh Erlangga membuat mereka sedikit bergetar takut.


"Siap dengan kekalahan lo Alex" ujar Erlangga terlihat menampilkan senyum devil yang begitu mengerikan.


"Gak usah b*cot lo, seraangg" Suara Alex mengintruksi anggota nya dan memulai pertarungan.


...🍁🍁🍁...


Typo Bertebaran 🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2