Cinta Masa Kecil

Cinta Masa Kecil
Ep 37 Pacar Pertama Jingga


__ADS_3

...🍁🍁🍁...


 


Gerbang sekolah terlihat ramai, pasalnya sudah banyak murid-murid yang berdatangan mengingat bahwa ini hari senin,  di mana akan di laksanakannya upacara bendera yang merupakan kegiatan rutin sekolah di awal minggu. Tak terkecuali dua sejoli yang sempat adu bacot di tengah perjalanan mereka tadi, yang baru saja memasuki gerbang bangunan yang akan mereka tinggali selama setengah hari setiap harinya.


Anaira yang kebetulan juga baru sampai melotot kan matanya setelah berhasil menangkap pemandangan dua orang yang sangat tidak asing, sedang berada di atas motor yang sama. Setelah melihat Erlangga yang sudah memarkirkan motornya dan si penumpang yang merupakan sahabat itu turun, ia pun bergegas menghampirinya dengan berlari kecil. Percayalah jiwa ke kepo-an nya meronta-ronta sekarang.


“Cie si bos, roman-romannya NigthWolf semakin dekat punya Bu Bos nih,” ujar Jingga yang cengengesan dari tadi dengan seorang cewek di sampingnya.


“Enak aja kalo ngomong,” ketus Kanaya meng-kilah perkataan Jingga sambil mengacungkan jari tengahnya. Jelas saja dirinya tidak terima, karena yang mengklaim Kanaya secara sepihak sebagai pacar Erlangga. ya, cowok itu sendiri bukan Kanaya.


“Jangan galak-galak Bu Bos, cukup Bos aja yang galak.” Seketika nyali Jingga ciut, mau lawan lagi sudah dipastikan bakal remuk dirinya oleh si pawang.


Erlangga yang bingung dengan kehadiran cewek yang ada di samping Jingga itu pun mengangkat alisnya tanda bertanya.


“Cewek Jingga!” jawab Refdy menjawab kebingungan Erlangga. Erlangga pun hanya ber-oh ria setelah mengetahuinya. Seakan ada yang bersarang di otak Refdy, ia pun mengeluarkan unek-unek yang sejak tadi ia tahan, “kok cewek secantik lo mau ama Jingga, dalam waktu singkat pula kenalnya.”


Jingga yang mendengar pacarnya yang bernama Dwi Luna Anathasya yang kerap di sapa Luna itu di tanyai oleh Refdy, Jingga pun mengkerutkan keningnya bingung. “Maksud lo apa?”


“Secarakan Jingga tuh gak ganteng-ganteng amat, mending lo sama gue.” Refdy tampang menarik turunkan alisnya menggoda sahabatnya itu bersama pacar barunya, bukan melainkan pacar pertamanya


“Wah ngajak berantem lo.” Jingga pun sedikit tersulut.


“Udah by.” Luna pun mengusap bahu Jingga lembut, sebelum menuruskan kata-katanya yang di tunjukan untuk Refdy. “Kak Jingga baik dan setia juga, lah kalo Kak Refdy playboy.”


Skakmat!!


Jingga yang mendengar penuturan dari Luna yang baru tadi malam menyandang status sebagai kekasihnya itu pun terbahak tak hentinya, sambil memegang perutnya yang sakit akibat ngakaknya yang terpingkal-pingkal. “Hahaha!! Semua orang tau lo playboy njir termasuk warga sekolah baru ini, cewek yang bod*h aja mau jadi pacar dan selingkuhan lo.”


“Setidaknya mereka nerima dan akur satu sama lain, lagian kebanyakan meraka yang mau dan nembak duluan sehabis gue gombal-in dikit,” ujar Refdy santai, pantas aja ya waktu itu dia bilang punya grup harem ternyata ini.  “Gak kek Aldi setiap nyari mangsa bilangnya Jomblo, ujung-ujung ke pergok di putusin dan nistain.”


“Enak aja kalo ngomong!” sewot Aldi tak terima.


“Liat aja, 1 ... 2 ....”


plak suara tamparan yang nyaring itu berhasil membuat semua orang  yang berada di sekitar parkir-an pun berusaha menahan tawanya, tak terkecuali Kanaya dan Anaira yang masih berada di sana.


“Tu kan ....” ujar Refdy yang sepertinya sudah menebak hal itu kan terjadi.


“Kok kamu nampar aku sih Mila!” ringis Aldi sambil mengusap sebelah pipinya yang saat ini memerah akibat tamparan gadis di hadapannya itu.

__ADS_1


“Hah Mila siapa? Aku Amel bukan Mila ... ooo jangan Mila itu selingkuhan kamu yang kemarin ya, ternyata bener ya kamu selingkuh,” ujar gadis itu yang kini matanya sudah mulai memerah.


“Enggak, Amel maksud aku. Lidah aku keselo tadi,” kilah Aldi mencoba menenangkan pacar atau selingkuhannya itu, entah lah.


Sedangkan sebagian dari anak-anak yang menyimak pembicaraan itu pun sudah tertawa lepas, ketika mendengar alasan Aldi salah menyebut nama cewek itu dengan dalih lidah keseleo. Tak terkecuali Jingga dan Refdy yang tawanya paling kencang.


“Bohong itu Mel, Mel kan ya? Hahaha mana ada lidah keseleo segala, banyak selingkuhan tuh dia makanya lupa nama ceweknya siapa aja.” Refdy dengan wajah tengilnya pun langsung memanas-manasi gadis yang bernama Amel itu.


Sedang Aldi sudah menatap permusuhan ke arah Refdy, awas aja lo batinnya.


“Tu kan kamu selingkuh.”


“Enggak, itu gak bener.”


“Kamu gak usah ngeles lagi, udah tau dan liat dengan kepala aku sendiri.”


“Kapan?”


“Kemarin sore, kamu ada di Coffee Shop yang baru buka itu kan yang lagi viral di Instagram. Aku kesana bareng Kakak aku, dan liat kamu sama cewek yang merupakan adek kelas kita. Iya kan? jujur.”


Aldi yang sudah kepalang cape ngeladenin Amel pun hanya pasrah dan bertanya. “Terus mau lo apa?”


“Kita putus!”


“Gitu dong?”


“Iya ....” jawab Aldi mulai jengah.


“Kamu jahat.”


“Siapa yang bilang gue baik. Udah sono pergi lo.” Tanpa perasaan Aldi mengusir Amel dengan mudahnya.


Amel pun berbalik lalu berlari untuk pergi dari hadapan Aldi, di sela-sela berlari ia pun berteriak. “Inget ya Al, suatu hari nanti kamu bakal susah dapet-in cewek yang bener-bener kamu cinta.”


Jingga yang mendengar teriakan Amel pun bergidik ngeri di buatnya. “Anjirrr di sumpahin, ngeri coy.”


Sedangkan yang di sumpahi pun tampak acuh, dan tidak peduli sama sekali. “Berkurang cewek gue atu,” gerutunya tanpa dosa, gak ada akhlak emang.


“Lo sih main nya kurang bersih,” ujar dakj*l satunya lagi yang tak lain tak buka si Refdy raja harem.


“Hahaa sadboy!” ledek Anaira yang sedari tadi paling bahgia mentertawakan Aldi.

__ADS_1


“Cewek gue masih banyak, sorry.” Dengan songong Aldi pun mendekati Anaira. “Atau lo mau jadi pengganti posisi cewek gue yang baru ilang tadi?”


Geplak suara geplakain itu berasal dari tas Anaira ke tubuh Aldi. “Ogah!!” kata Anaira tajam


“Buset jadi cewek bar-bar amat, pantas kaga laku.”


“Ooo mau nambah lagi lo?”


“Enggak, damai-damai!” ujar Aldi sambil mengangkat dua jarinya tanda berdamai.


Sedangkan di sisi lain, Kanaya yang sedari tadi menyimak tontonan pagi ini segara melepas jaket yang bertengger di pinggangnya, untuk di serahkan kepada sang pengmilik. Karena bel sebentar lagi akan berbunyi, jadi ia akan ke kelas untuk menaruh tas lalu berkumpul di lapangan untuk mengikuti upacara bendera.


“Nih!!” ujar Kanaya menyodorkan jaket kepada Erlangga yang di terima olehnya langsung, dan Erlangga pun melakukan yang sama seperti yang Kanaya lakukan tadi, tapi bukan jaket yang di sodor kan cowok itu melainkan tas yang langsung Kanaya terima dan pahami.


“Gue ke kelas.” Setelah mendapat anggakkan sekilas dari Erlangga, Kanaya pun memanggil Anaira. “Ira ke kelas.”


“Okeh.”


“O iya, kamu kan belum punya teman akrabkan di SMA ini? Kamu teman-an aja ama mereka bedua,” ujar Jingga yang dimaksudkan untuk Luna.


“Tapi kan ....”


“Gak ada tapi-tapi, lo teman-an aja. Soalnya kan lo bakal sering ama Jingga yang otomatis bakal sering ketemu ama mereka yang emang bergaul ama anak NightWolf.” Dengan enteng Refdy memotong perkataan Luna di pikir gampang temen-an ama kakel.


“Iya temen-an ama kita aja, seru tambah banyak jadinya. Soalnya banyak dari anak-anak sini ngindar teman-an ama kita karena di kira sombong gara-gara cantik, padahal enggak bener kalo cantiknya emang bener.”


“Kepede-an ....” ledek Aldi.


“Ape lo?” sungut Anaira.


“Oke lah,” ujar Luna diiringi senyuman manis. Luna pun berjalan ke arah Kanaya dan Anaira, lalu mereka pun bersama-sama menuju kelas meraka masing-masing yang mana Luna akan berpisah di kelas 10 karena ia merupakan Adek kelas.


“Jangan lo tular-in galak lo Ra ke Luna,” teriak Aldi ke arah 3 cewek yang mulai menjauh.


“Bacot lo!!”


 


...🍁🍁🍁...


 

__ADS_1


Typo Bertebaran🙏🙏


__ADS_2