
...🍁🍁🍁...
Saat ini Kanaya sedang berada di kamar nya setelah setengah hari lebih menahan emosi serta kesal campur aduk kerena hidup nya harus di bawah bayang-bayang lelaki brengsek itu.
"Ting", bunyi notifikasi berbunyi dari ponsel yang berada tempat di samping nya.
"Aarrgghh.. siapa sih sore-sore gini kurang kerjaan ngchat" Kesal Kanaya merasa aktifitas membaca nya terganggu.
Kanaya itu tipe orang yang gak bisa di ganggu kalo lagi melakukan kegiatan kesukaan nya, jadi untuk orang terdekat biasanya langsung telpon karena sudah paham, beda cerita sih kalo Anaira yang rada-rada orang nya.
Notifikasi grup aja biasa nya di nonaktifkan, tapi Kanaya punya waktu khusus kok buat cek grup.
082256******
Gue depan rumah.
pakai baju yang rapi, kita pergi.
^^^Kanya^^^
^^^Siapa??^^^
08256******
Gak Lo save?? awas Lo
Setalah di perhatikan oleh Kanaya nomor yang tertera, mata Kanaya pun melotot kok bisa-bisanya di sebodoh ini, membalas chat tanpa memperhatikan nomor nya. Habisnya Kanaya kan kesal dan perlu menenangkan diri dan ternyata di ganggu, di ganggu sama orang yang bikin kesel lagi.
"****"
Kanaya pun bergegas mengganti pakaian yang sedikit rapi, lalu turun tergesa-gesa.
"Mampus gue"
"Kanaya Mau kemana?" tanya bunda yang sedang nonton tv melihat anak nya terburu-buru.
"Izin keluar bentar ya bunda" Izin Kanaya sambil menuju pintu tanpa menoleh ke bunda.
"i-iya, jangan sampai malam" peringat bunda heran gak biasanya anak itu terburu-buru
Seorang lelaki tampan dengan Moge dan Helm Fullface nya serta dengan setelan serba hitam dengan jaket bertuliskan NightWolf, begitu gagah menambah kesan badboy yang begitu melekat pada dirinya.
Begitu tenang menunggu Kanaya, Kanaya yang melihat itu pun bukan terkesima atau kagum dengan lelaki yang tak beberapa meter di depan nya itu, yang ada malah semakin kesal.
__ADS_1
Tanpa ba-bi-bu Kanaya pun menaiki motor sport milik Erlangga, dan motor sport itu pun melaju sedang membalah jalanan.
Tak berapa lama Kanaya pun sampai di sebuah rumah yang sangat mewah, yang di kelilingi pagar menjulang tinggi.
Terdapat banyak sekali kendaraan-kendaraan yang yg terparkir di samping dan depan rumah itu dengan rapi, dari berbagai jenis motor sport dan beberapa mobil mewah.
Motor Erlangga pun Berhenti tepat di teras rumah itu, Kanaya pun turun memandangi pintu yang menjulang tinggi itu, apa dia sedang di bawa ke acara hajatan fikir Kanaya.
Setelah memasuki rumah tersebut mata Kanaya pun di suguhkan dengan pemandangan yang tidak biasa.
Rumah semewah itu di isi dengan banyak anak laki-laki yang sebagian memakai jaket seperti yang di pakai oleh Erlangga. Agak nya mereka masih SMA semua, dan beberapa dari mereka Kanaya kenal karena satu sekolah dengan Kanaya.
Mereka sedang melakukan kegiatan mereka masing-masing, ada yang main billiard, ada yang main kartu, ada yang hanya sekedar nongkrong sambil minum yang di yakini itu adalah minuman beralkohol. Dan masih banyak lagi bahkan ada Mini bar di sana.
"Basecamp" ucap Erlangga ketika melihat keterdiaman Kanaya yang mungkin agak sedikit bingung
Mata Kanaya pun melotot, bisa-bisanya rumah semewah dengan fasilitas yang sangat lengkap ini basecamp.
"Gue mau pulang" pinta Kanaya datar setelah tahu tempat apa ini
"Baru sampai duduk dulu" ajak Erlangga yang tersenyum seperti orang yang memiliki niat jahat dan membuat Kanaya merinding
"Gak, gue mau pulang"
"Gue gak mau"
"Gak ada penolakan atau bibir Lo gue lum*t habis di sini" ancam Erlangga sambil memandangi bibir renum milik Kanaya yang seketika itu membuat Kanaya takut.
"Ikut gue" Ajak Erlangga sambil menuju ruangan yang sedikit ramai didalam nya.
Dengan langkah Ragu Kanaya pun mengikuti Erlangga yang mulai memasuki ruangan tersebut.
Setelah Kanaya memasuki ruangan tersebut semua mata tertuju kepada nya, yang ternyata orang-orang yang ada di dalam adalah inti dari NightWolf dan beberapa orang lain nya, mungkin orang-orang paling di percaya.
"Widih bos bawa cewe nih" timpal Azka salah satu orang kepercayaan inti dari NightWolf
"tumben, udah cantik mulus lagi kaya nya bakal jadi ibu negara" sahut Rio yang sifatnya 11/12 dengan Jingga.
"Wah nenek sihir ngapain kesini" tanya jingga antusias dan sedikit senang dengan kehadiran Kanaya berbanding terbalik dengan Kanaya yang sudah melotot kan mata nya ke arah Jingga bisa-bisa nya dia katain nenek sihir.
Aldi pun menggeplak kepala Jingga cukup keras "orang cantik begini Lo katain nenek lampir pantas jomblo" ledek Aldi setelah nya
"Bawa teman gak Lo Nay, Kasian gue sendiri di sini" ujar Refdy yang sedikit gusar agak nya bocah itu bosan karena gak ada mainan
__ADS_1
"Lo gak liat dia datang Ama bos, lagian yah kalo ada pun pasti yang di bawa modelan Kek Anaira" Jelas Aldi sambil membayangkan seperti apa Anaira itu lalu bergidik setelah Nya
"Anaira, boleh di coba tuh" Ucap Refdy setelah mendengar penuturan Aldi sambil mengangguk-anggukan kepala
"Berani Lo, siap-siap mental aja"
Erlangga pun duduk tepat di samping Aksa yang tenang dari tadi membaca buku.
"Capat tugas gue apaan, gue mau pulang" desak Kanaya yang tidak mau berlama-lama di sini
Erlangga pun tersenyum smirk "tugas Lo, Lo harus bersihin apapun yang terlihat berantakan di lantai atas, khusus nya kamar pribadi gue untuk istirahat"
Kanaya pun melotot mendengar titahan Erlangga yang kelewatan di rumah aja dia gak pernah bersih-bersih selalu pembantu nya yang lakuin
"Lo gila" maki Kanaya tak terima
"Ini hukuman buat lo"
"Gue gak punya kesalahan buat lo hukum"
"Ada, Lo gak save nomor gue" "dan lo lupa sama gue" lanjut Erlangga dalam hati
"Hanya perkara itu, gak waras lo"
"Lo mau ngerjain tugas atau nginap di sini"
"Gue bisa pulang sendiri"
"Lo akan gue kurung, tentu sama gue" Erlangga tersenyum licik penuh kemenangan yang tak bisa di lawan oleh Kanaya lagi.
"Akhirnya nya Bos sudah berhenti jadi kulkas berjalan" ucap Jingga yang mengusap dadanya tenang.
"Iya tapi tambah seram, perkara kecil bisa dapat hukuman kek gitu" ucap Refdy menimpali ucapan Jingga.
"Gue bantuin Nay" ucap Aldi tak tega yang langsung di hadiahi tatapan nyalang dari Erlangga.
"Gak tega gue" ucap Aldi pada Jingga dan Refdy tapi mereka juga tidak berani dengan sang ketua.
Kanaya pun berlalu mengambil keperluan dan menuju lantai atas.
"Kanaya!! Ingat lo sekarang bawahan gue" ucap Erlangga nyaring.
...🍁🍁🍁...
__ADS_1
Typo Bertebaran 🙏🙏