Cinta Masa Kecil

Cinta Masa Kecil
Ep 15 Perkelahian antar Geng


__ADS_3

...🪴🪴🪴...


Warning ‼️


Hai reader,


Part ini mengandung banyak adegan ke kerasan, diharapkan pera pembaca bijak dalam memilih bacaan, dan jika tidak kuat dengan adegan yang di tampilkan bisa skip part ini. Salam hangat dari Author 🙏🙏


...🍁🍁🍁...


... ...


Sore hari nan indah ini, yang seharusnya mungkin di nikmati dengan berkeliling santai dengan motor atau bahkan hanya dengan kopi. Tapi sayang, itu tidak berlaku untuk kedua geng yang sedang berkelahi itu, setidaknya untuk saat ini, karena mereka bukan lah anak-anak senja.


Saat ini suasana tanah lapang yang ada di pinggiran kota Jakarta itu diisi dengan begitu banyak anak-anak remaja yang sedang berkelahi, yang datang dari anggota NightWolf maupun Jurix. Suara pukulan, tonjokan, hantaman, bahkan tendangan terdengar begitu nyaring dan terdengar mengerikan.


Terkadang sesekali terdengar suara patahan atau remuk kan yang mungkin datang dari anggota tubuh dari orang yang tumbang dalam pertempuran itu. Suara geraman orang yang semangat untuk membabat habis musuh, atau bahkan suara teriakan memilukan dari mulut orang yang mungkin anggota tubuhnya di patahkan atau di remuk kan.


Bahkan suara gemuruh dari deru nafas orang-orang yang mulai kelelahan terdengar nyaring di telinga masing-masing.


“Bugh, bugh, bguh” Suara pukulan yang begitu mengerikan kan yang tak lama di susul suara tulang yang patah


“Krak”


“Aaaahhhhh arrgghhh” suara teriakan yang begitu memilukan itu terdengar dari mulut orang yang tangan nya di patah kan.


Lalu orang itu ambruk, dan seketika itu pula terdengar suara remuk kan dari jari-jari yang di injak dengan begitu sadisnya.


 


Sang pelaku yang begitu puas melihat lawan nya terkapar di hadapan nya tersenyum menyeringai. Lalu perhatian cowok itu pun beralih dari orang yang terkapar lemah ke orang lain yang menjadi lawan nya selanjutnya.


Dia adalah Erlangga yang tubuhnya hampir tidak tersentuh dari pihak lawan, dan luka-luka pun hampir tidak terlihat selain sedikit darah yang mengalir di sudut bibirnya. Mangkin sempat terkena tonjokan dari lawannya.


“Wow, muka lo kenapa alex” Suara ejekan itu terdengar sangat meremehkan, ejekan tersebut keluar dari mulut sexsi Erlangga yang sedikit berdarah, dan itu menambah kesan sexsi di bibirnya.


 


Muka Alex yang sudah mulai babak belur akhirnya bertemu dengan Erlangga untuk adu jotos, pertarungan antar ketua itu akan menentukan yang menang dan kalah di antara kedua geng itu.


 


Walaupun banyak anggota yang sudah terkapar karena kalah atau bahkan kelelahan kehabisan stamina dari kedua belah pihak, hal itu tidak ada sedikit pun niat untuk kedua geng itu berhenti dari kegiatan adu jotosnya. Dan orang-orang yang terkapar itu lebih di dominasi oleh anggota geng Jurix

__ADS_1


“Dengan keadaan Lo yang kaya gitu bisa di pastikan gue lebih unggul, lebih baik lo nyerah aja” saran Erlangga sambil tersenyum miring ke arah Alex, dengan senyuman meremehkan.


“Bacot lo”


“Ini saran bro”


“Hasil akhir belum bisa di tentuin dengan hanya pandangan meremehkan dari lo bangsat”


“Hasil akhir yang gimana lagi Alex, hasil sudah bisa di tebak, dan gue pemenang nya” Tekan Erlangga dengan lantang dan penuh keyakinan bahwa kemenangan dirinya dan anggotanya berada di tangan mereka.


Di sisi lain tim inti masih semangat melakukan adu jotos, Aksa yang begitu lihai dalam hal berkelahi, begitu dingin ketika menghajar lawan nya tanpa ampun, tanpa ada rasa kasihan ketika melihat lawan nya begitu mengenaskan jika di lihat mungkin lawan nya itu berada di antara dua alam di buatnya, bahkan dirinya masih bersih tanpa ada luka sedikit pun di tubuh nya.


Refdy dengan tampang serius nya begitu cool ketika menghajar lawan nya. Berbanding terbalik jika tidak sedang di arena pertempuran wajah genit itu hilang dan lenyap entah kemana.


 


Aldy yang tak kalah keren dengan rambut acak-acakan dan beberapa luka dan lebam hasil dari perkelahian sengit dengan lawan nya, menambah kesan badboy pada diri cowok tampan itu, wajar jika ia menjadi Playboy jika bahkan luka dan lebam-lebam itu tidak mengurangi ketampanan nya.


 


Jingga yang memiliki luka paling banyak di antara inti lainnya di sebabkan oleh cara berkelahi nya yang terlalu barbar sampai lupa untuk menangkis lawan yang menonjok nya. Tapi tidak mengurangi stamina di dalam dirinya nya untuk bertarung, mungkin dalam tim inti Jingga lah yang memiliki stamina berlebih, walaupun ketika pertarungan benar-benar selesai ia terkapar dan pingsan.


 


Yang terakhir Afnan, cowok yang terlihat polos itu dengan tampang baby boy nya. Begitu enteng ketika memelintir dan mematahkan tangan orang yang sedang menjadi lawan nya, teriakan memilukan dan nyaring itu begitu memilukan sehingga telinga Afnan pengang di buatnya. Jika tidak ada larangan dari Erlangga untuk membunuh lawannya mungkin sekarang leher yang menjadi lawan Afnan pun akan patah di buatnya.


“Karya yang indah” gumam Afnan lalu tersenyum bahagia. Sungguh hal itu hanya sebuah permainan yang seru bagi Afnan.


Perkelahian antar ketua geng itu begitu sengit, bahkan belum ada tanda-tanda siapa yang menang dan kalah di antara keduanya. Walaupun wajah Alex di awal sudah babak belur, tapi stamina dan kekuatan nya tidak bisa di pandang sebelah mata.


Hal itu lah yang membuat nya berani menciptakan geng besar walau tak sebesar NightWolf, dan secara terang-terangan memusuhi serta menentang NightWolf terutama sang ketua Erlangga.


Di sela-sela pertarungan mereka yang begitu sengit sesekali mereka berseru atau bahkan adu mulut, yang sebenarnya itu akan mengurangi kekuatan perkelahian mereka.


“Lo kenapa sih, dendam banget sama gue?” tanya Erlangga sambil ter engah-engah.


“Lo lupa atau pura-pura lupa hah bangsat” geram Alex di susul satu pukulan tepat mengenai pipi Erlangga


“Bugh”


 


“sstthh” Erlangga berdesis merasakan ngilu dan darah mengalir di sudut bibirnya nya lumyan banyak.

__ADS_1


“Lo bego atau gimana Alex” teriak Erlangga begitu marah


“Pake mata dan otak lo benar” satu pukulan tendangan dari Erlangga membuat Alex terhuyung ke belakang.


“Lo liat sendiri dengan mata kepala lo, itu bukan kesalahan gue” Pukulan berikut nya pun berhasil di layangkan Erlangga dan mengenai pipi Alex yang sudah ketara dengan warna biru kemerahan.


“Aarrrgghhh bacot lo, gak usah omong kosong” sangkal Alex benar-benar tak mau mempercayai perkataan Erlangga, percakapan itu hanya bisa di pahami oleh kedua nya dan beberapa orang yang ada di sana. Sangat jelas bahwa hal itu lah yang menjadi alasan dari dendam nya si Alex, dan permusuhan yang kuat di antara kedua geng tersebut.


“Lo jangan menjadi pengecut Angga” teriakan itu menggelegar dengan diiringi geraman benci di bibir Alex “dengan seenaknya nya lo ngelempar batu lalu bersembunyi tangan” lanjut Alex masih dengan teriakan yang membuat urat-urat lehernya terlehat, dan suara yang semakin tercekat.


Mendengar penuturan yang baru saja di dengar nya, emosi Erlangga naik dengan tidak terkendali. Karena Erlangga begitu benci ketika di panggil orang yang tidak bertanggung jawab, itu bukan dirinya.


Dengan emosi yang membuncah, kilatan mata yang sudah memerah, tubuh yang semakin gemetar karena amarah yang sangat besar, kepalan tangan yang sangat kuat itu menimbulkan urat-urat lengan terlihat jelas, rahang yang semakin tegas dengan gigi saling bergesekan menandakan Erlangga sangat geram terhadap orang yang ada di hadapann nya itu.


Lalu Seruan Erlangga terdengar nyaring mengisi senja pada hari ini dengan matahari yang sedikit lagi di telan bumi, suara itu berhasil menambah semangat dari anggota NightWolf. Pemandangan yang indah jika di pandang dari kejauhan karena perpaduan antara warna merah darah dan warna jingga dari atas langit, sangat berbanding terbalik dengan keadaan yang terjadi di sana jika di lihat dari dekat, begitu mengerikan dan mencekam dengan darah dan orang-orang yang tergeletak di lapangan tersebut.


“aarrgghhhh Alex” Seruan sekaligus teriankan yang menggelegar


“Bugh, bugh, bugh, bugh, bugh”


 


 


...🍁🍁🍁...


 


Typo Bertebaran 🙏🙏


 


 


 


 


 


 


 

__ADS_1


 


 


__ADS_2